My Devil Possessive

My Devil Possessive
Nge-Mall


__ADS_3

"Bapak pulang aja, nanti aku sama kaka ipar telpon lagi kalo mau pulang"


Ketika sampai dipusat pembelanjaan, Hazel dan Rara turun dari mobil itu dan menyuruh agar pak supir pulang terlebih dahulu takutnya Rara dan Hazel lama berada disini.


"Yasudah kalo gitu mari nona Hazel, mari nona Maura" Supir itu pun melajukan mobilnya kembali ke mesion meninggalkan kedua wanita itu di lobby Mall.


Dengan sigap Hazel menggandeng tangan kaka iparnya dan masuk kedalam Mall itu, mereka berdua berkeliling dan sesekali tertawa ketika mendengar pembicaraan satu sama lain.


Ternyata begini rasanya jalan sama adik


Rara tersenyum, untung dirumah itu masih ada Hazel yang menerimanya sebagai istri dari tuan Kenzo.


"Kaka ipar kesitu yuk, aku liat ada baju bagus bangett" Hazel berlari memasuki salah satu toko busana, Rara menggelengkan kepalanya dan ikut masuk mengikuti Hazel yang tampak kegirangan.


Hazel melihat baju-baju yang bergantungan di setiap sisi, dia juga mencoba beberapa pakaian di kamar ganti.


Sama halnya Rara pun mencoba berkeliling mencari pakaian.


Ihh ini lucu banget baju nya


Rara mengambil gaun berukuran Kecil untuk anak seumuran 6 sampai 7 tahun, Rara tersenyum mengingat anak-anak panti.


"Buat Maryam sama anak-anak panti kayaknya lucu" gumam Rara sembari meletakan beberapa gaun itu di tas belanjaannya.


"Ka Maura" Hazel datang menghampiri Rara dengan tas belanjaan yang hampir dipenuhi baju itu.


"Aku udah nih, kaka masih cari-cari lagi?"


"Udah ko, hayu ke kasir" Rara dan Hazel pun berjalan menuju kasir.


Setelah sampai mereka berdua meletakan tas itu di meja kasir untuk di hitung pegawainya.


Hazel melihat ada baju anak kecil di belanjaan kaka iparnya, untuk siapa gaun itu?


"Totalnya 2 juta lima ratus nona"


Rara membulatkan matanya mendengar nominal yang lumayan besar itu.


"Zel mahal banget" bisik Rara pada Hazel yang hanya santai mendengar ucapan dari mbak-mbak kasir itu.


"Kaka ipar pake aja kartu kredit itu" balas Hazel yang langsung di jawab anggukan oleh Rara.


"Ini nona, terimakasih semoga berkunjung kembali" ucap Ramah pegawai wanita yang berdandan tebal itu.


Kedua wanita itu pun melanjutkan langkahnya memutari Mall ini untuk melihat-lihat hal apa saja yang menarik perhatian mereka.


"Kaka ipar itu baju anak buat siapa?"


"Em buat a-"


"Jangan-jangan kaka ipar udah?" Hazel menatap binar Maura.


"Ehh enggaa, ini buat ponakan sepupu iya" ucap Rara berbohong.


Hazel yang mendengar ucapan kaka iparnya pun cemberut, baru saja ia bahagia mendengar jika Hazel akan menjadi seorang tante tapi ketika mendengar lanjutan kaka iparnya, pupus sudah harapan ia.


"Yah kirainn"


Rara menatap wajah Hazel yang telihat kecewa, apa Hazel berharap memiliki ponakan dari nya? mana mungkin sih lagian Rara hanya menjadi jaminan bukan penerus keluarga ini.


Tapi aku sudah dua kali melakukan itu dengan tuan Kenzo, apa nanti aku akan hamil?


"Kaka ipar kesana yu, sepatunya bagus-bagus deh kayaknya" Hazel menggandeng tangan Rara dan melangkah menuju toko sepatu.


Rara pun ikut masuk kedalam toko itu, ia tidak mau memusingkan prihal anak.


Ketika sudah masuk mata Rara disuguhkan pemandangan ribuan sepatu yang tertata rapi disana, Hazel berjalan menuju rak-rak sepatu diikuti Rara dibelakangnya.


"Em kayaknya ini bagus, menurut kaka ipar gimana?"


"Bagus Zel cocok"


DrtDrtDrt


Aisyah my calling..


Rara mengambil hp nya yang bergetar didalam tas dan mengangkat sambungan telepon tersebut.


"Halo Syah, kenapa?"


"......"


"Kamu bisa ga tolong gantiin dulu, aku lagi nemenin adik aku belanja"


"....."


"Em besok paling aku kesana, maaf ya Syah ga bisa kesana"


"......"


"Yaudah, aku tutup ya"


Rara mematikan sambungan telpon tersebut dan memasukan nya kedalam tas kembali.


"Zel" Rara menatap kearah berdirinya adik iparnya itu tadi namun sekarang ia tidak melihat satu orang pun disana.


Ko gaada, Hazel kemana ya?


Karna khawatir akhirnya ia mencari Hazel siapa tau anak itu masih memilih sepatu yang akan dibeli.


Setelah muter-muter akhirnya Rara menemukan Hazel yang masih memilih-milih sepatu namun ia juga melihat ada seorang laki-laki tampan yang berdiri disebelah adik iparnya.


"Zel, ko ninggalin sih"

__ADS_1


Hazel berbalik menatap kearah suara itu dengan terkekeh. "Hehe maaf ya kaka ipar, aku tadi liat kaka lagi telponan jadi yaudah aku muter sendiri"


Yang mendengar jawaban itu pun hanya menggelengkan kepalanya, Rara balik menatap laki-laki tinggi yang berada disamping adiknya ini.


Hazel yang mengerti tatapan mata dari kaka iparnya pun memperkenalkan orang yang berada disampinya. "Ini ka Malik, temen nya ka Kenzo"


"Kamu bilang apa Zel? kaka ipar?" ucap laki-laki yang berada disebelah Hazel.


"Iyah"


"Kaka ipar? berarti istrinyaa?"


Hazel menatap jengah laki-laki yang berada disampingnya ini, ia tau pasti teman kakanya shock mendengar jika ternyata Kenzo sudah menikah tanpa memberitahu nya terlebih dahulu.


"Saya Maura ka" ucap Rara dengan tersenyum manis kearah Malik.


Laki-laki bernama Malik ini masih terdiam sembari menatap Rara dari atas sampai bawah.


Ini orang ga suka julid kan?


Rara pun mengikuti arah pandang laki-laki ini.


Plak!


Hazel menepuk bahu Malik yang sedari tadi diam saja memandang Maura.


"Aw sakit tau yang"


Mendengar itu Hazel pun seketika menampilkan wajah seperti ingin muntah. "Yang yang yang pala lu peyang!"


Rara menatap balik kedua orang yang berada disini, apa mereka berdua pacaran? sepertinya laki-laki ini sayang pada adik iparnya.


"Kalian pacaran ya?"


"Engga!"


"Iya"


keduanya menjawab dengan bersama. yang membuat senyum terbit di wajah Rara.


"Najis aku pacaran sama kaka"


"Heh, kamu tuh harusnya bersyukur laki-laki seperti gue ini bisa suka sama kamu" ucap pede Malik.


Rara hanya menggelengkan kepalanya mendengar perdebatan di hadapannya.


"Huh! aku ga minta kaka buat suka sama aku ya!"


"Emang bukan kamu, tapi hati aku yang nyuruh suka sama kamu Zel"


Pipi Hazel mulai memerah mendengar ucapan dari teman kaka nya ini. "Udah ahk, kaka ipar hayu kita makan aja"


Hazel menggandeng tangan kaka iparnya menuju keluar dari toko sepatu ini, meninggalkan Malik yang masih berdiri disana.


"Amit-amit deh ka, dia itu playboy cap jempol, ga suka aku sama laki-laki kayak gitu" Hazel seperti mengeluarkan pandangan jijiknya itu ketika menjawab pertanyaan Rara.


Ketika sudah tiba di salah satu restaurant, kedua wanita itu pun masuk ke dalam nya dan memilih tempat meja dan kursi yang akan dipakai untuk menikmati makanannya.


"Selamat datang nona, mau pesan apa?" ucap pelayan yang menghampiri tempat duduk Rara dan juga Hazel.


Mereka pun menatap menu yang diberikan pelayan itu dan memilih makanan yang akan dipesan.


Setelah selesai memilih, pelayan itu pun pergi untuk menyiapkan makanan yang di pesan kedua wanita ini.


"Kamu ga jadi beli sepatu?" Rara menatap Hazel dengan pandangan bertanya.


"Engga ahk males"


Tiba-tiba dari arah belakang Hazel, Rara melihat pria yang bersama mereka tadi ditoko sepatu sedang berjalan kearah tempat mereka duduk.


"Hey! kalian tega ya ninggalin laki-laki tampan kayak gue" ucap pria itu sembari duduk disamping kursi Hazel.


"Kaka ngapain sih ngikutin aku"


"Emangnya gaboleh?"


"Gaboleh! nanti aku bilangin kak Kenzo loh"


Malik yang mendengar ucapan dari adik temannya ini pun terkekeh "Hehe jangan dongg nanti bisa abis gue diabisin kaka kamu itu"


Rara hanya tersenyum kecil menatap kedua orang yang berada didepannya ini dan mengalihkan pandangannya ke ponsel yang sedari tadi bergetar.


From: tuan kejam


Plng.


Rara membulatkan matanya ketika menbaca pesan dari suaminya, mengapa tuan muda menyuruhnya pulang? apa dia sudah pulang? Rara melirik jam tangan yang melingkar manis di tangan kanannya.


Masih jam 1 siang tapi ko nyuruh pulang?


"Ini nona pesanannya"


Tiba-tiba pelayan tadi pun datang dengan membawa nampan yang berisi beberapa makanan yang tadi mereka pesan.


To: tuan kejam


Iya nanti aku pulang tuan.


"Makasih yah mbak" ucap Rara pada si pelayan itu.


setelah menaruh beberapa makanan, pelayan tersebut pun permisi menjauh dari mereka bertiga.


"Loh ko aku ga dipesenin sih yang?"

__ADS_1


Hazel yang sudah berbinar menatap makanan yang didepannya itu mengalihkan pandangannya kearah asal suara itu.


"Punya mulut kan? pesen sendiri!"


Ting!


From: tuan kejam


Skrng.


Rara kembali menatap ponsel nya yang bergetar kembali memperlihatkan notif dari suaminya.


Duh ini makanan belum dimakan sayang kalo harus bayar tapi ga dimakan


"Kaka ipar ayo dimakan" Rara yang mendengar suara ajakan makan dari Hazel pun tersenyum dan mengangguk, ia melihat laki-laki yang berada disamping Hazel hanya menatap cemberut ke arah meja.


"Ka Malik ga makan?" tanya Rara.


Malik yang mendengar namanya dipanggil pun mengalihkan pandangannya "Ga, Hazel nya jahat ga mau pesenin"


"Heh! tuhan itu ciptain mulut buat ngomong! jadi pesen sendiri dong"


"Tuhan juga ciptain hati buat dicintai, tapi kenapa kamu ga bisa cinta sama gue Zel?" kini Malik menatap mata milik Hazel.


"Dih ko jadi hati sih"


Rara hanya menatap sekilas kedua orang yang berdebat tentang cinta ini, ia makin kesal karna sedari tadi tuan mudanya memintanya untuk pulang.


From: tuan kejam


Cpt plng! atau mau ku hkm.


To: tuan kejam


Aku lagi makan tuan, setelah makan aku pulang.


Ketika sudah tidak mendengar suara notip dari hpnya, Rara pun segera menikmati makanan yang ada dimeja takutnya keburu dingin.


Saat suapan pertama, notif yang dia tidak harapkan muncul kembali. Rara menatap ponselnya lalu membuka pesan yang masuk.


From: tuan kejam


Plng atau ku hkm.


Rara hanya menatap jengah ponselnya, sebenarnya tuan nya ini mau apa menyuruhnya pulang? tidak tahu apa jika Rara sedang bersenang-senang bersama adiknya itu.


"Zell kamu tuh cantikk tapi percuma kalo belum pacaran sama gue"


"Ogah aku pacaran sama kaka"


"Yaudah langsung nikah mau?"


"Gamau!"


"Maunya apa? kawin dulu?"


Hazel yang mendengar itu seketika amarahnya memuncak, ia ingin makan makanannya namun kedatangan orang yang disampingnya saja sudah membuat nafsu makananya hilang.


"Zel, Ka aku pamit dulu ya mau pulang" Rara mulai membereskan tasnya itu dan melangkah menuju keluar.


"Eh ka, aku ikut" Hazel pun ikut bangkit dari duduknya dan lari menghampiri kaka iparnya itu.


Malik menatap kedua wanita yang sudah mulai hilang dari pandangannya.


"Gue ditinggal?" gumam Malik.


Ia melihat makanan yang berada didepannya ini, makananya belum disentuh atau dimakan sama sekali oleh Hazel dan wanita yang dipanggil kaka ipar itu.


Rejeki anak sholeh haha



"Kaka kita pulang aja nih?"


Rara melihat kearah sampingnya dan mendapati Hazel yang sedang melangkah bersamanya.


"Iya, maaf ya Zel tuan Kenzo nyuruh pulang soalnya"


"Ck yaudah deh"


Mereka berdua pun berjalan menuju lobby untuk menunggu supir yang sudah Rara telpon tadi.


Sembari menunggu supir nya itu, Rara dan Hazel duduk di kursi yang disediakan Mall ini.


"Tadi ko ada temen nya tuan Kenzo? kalian janjian?"


Hazel yang sedang fokus memainkan hp nya itu mengalihkan padangannya kearah Maura "Engga ko, ga janjian"


"Kebetulan kali ya, eh Zel kamu udah bayar makananya belum" lanjut Rara.



"Maaf tuan, ini bill makanannya"


Malik yang sedang memakan makanan itu pun seketika menghentikan suapan makananya.


"Jadi belum bayar Mbak?" Malik menatap bill yang sudah diberikan oleh pelayan itu dan menatap kertas itu dengan pandangan kaget.


Makanan apaan yang hampir setengah juta begini?!


▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫


Trimkasih sudah membaca❤

__ADS_1


Tunggu kelanjutannya ya!


__ADS_2