
Sinar mentari di sela-sela jendela seakan membangunkan seorang wanita cantik yang masih tertidur di atas kasur, sepertinya belum ada tanda-tanda akan terbangun dari tidurnya.
Kenzo menatap wanita disampingnya itu, sekarang ia tau jika Rara menjaga kehormatannya selama ini, tuduhannya tadi malam tidak terbukti apa-apa sekarang, ia merasa bersalah karna telah menuduh istrinya yang tidak-tidak. masih dengan pandangan kearah Rara, Kenzo tersenyum kecil mengingat pergulatan nya dengan Rara semalam.
"Maaf kan aku ya" Kenzo mengecup kening wanitanya dan mencoba berjalan tanpa suara agar Rara tidak terbangun dari tidurnya. ia mengambil handuk di laci untuk menutupi tubuh dan melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.
Setelah selesai bersih-bersih ia keluar dari kamar mandinya Kenzo sekilas menatap Rara yang masih tertidur itu ia tau jika Rara kelelahan karna baru menyelesaikan pergulatan mereka ketika subuh tiba. Kenzo memakai pakaian formalnya dan sekali lagi mengecup wajah wanitanya dan melangkah menuju keluar ruangan ini.
Rara terbangun ia menitikan air matanya ketika sudah tak melihat Kenzo dikamar ini. sebenarnya Rara sudah terbangun dari tadi namun ketika mendengar Kenzo keluar dari kamar mandi ia menutup lagi matanya, Rara tak sanggup melihat Kenzo saat ini. Hatinya hancur ketika mengingat malam tadi.
Hiks hiks ibuu aku sudah tak suci lagi hiks
Rara menangis dalam balutan selimut yang menutupi tubuhnya, ia tak menyangka akan kehilangan kesuciannya diumur 20 tahun dan lebih mengecewakannya lagi kesuciannya dirampas oleh laki-laki kejam seperti Kenzo. walaupun mereka memang sudah sah namun pernikahan mereka hanya dilandasi pembayaran hutang saja tanpa adanya cinta di antara mereka.
♣
Kenzo turun dari kamarnya dan melangkah menuju dapur, tidak biasanya ia ke dapur makannya ketika sampai di ruangan itu Kenzo diberi sambutan dan tatapan binggung dari para maid.
"Maaf tuan ada yang bisa saya bantu?" ucap Bi Sur kepala pelayan disana ketika mendapati tuan mudanya berada disini.
"Semua nya kosongkan dapur ini ada yang aku ingin sampaikan pada Bi Sur" ucap Kenzo yang dibalas anggukan para maid disana lain dengan kepala maid itu ia binggung tuannya ini akan membicarakan apa? seiingatnya Bi Sur tidak melakukan kesalahan apa-apa.
"Maaf tuan apa saya membuat kesalahan?" Bi Sur menunduk ketika Kenzo berjalan kearah.
Bi Sur mengangkat kepalanya ketika Kenzo memberikan sebuah obat yang tidak ia tau apa itu, ia menatap binggung kepada tuan mudanya.
"Masukan kedalam makanan istriku" setelah mengucapkan itu ia berbalik dan berjalan melangkahkan kakinya munuju luar.
Bi sur masih menatap binggung obat yang ada di tangannya, namun tanpa berpikir panjang ia pun segera melaksanakan perintahnya, Bi Sur memasukan sedikit bubuk obat itu kedalam bubur yang akan ia berikan pada nona mudanya.
Setelah selesai mengaduk Bi Sur melangkah menuju kamar tuan mudanya dan menyuruh para Maid kembali masuk kedalam dapur karna tuan mudanya sudah pergi. sepanjang jalan ia masih memikirkan obat yang diberikan tuannya bukannya menuduh atau bagaimana ia hanya takut tuan mudanya menaruh obat yang tidak-tidak pada nona muda.
♣
Toktoktok!
Ketika mendengar suara ketokan diluar kamar, Rara yang masih terduduk pun segera menghapus air matanya dan menarik selimut hingga menutupi leher jenjangnya.
Bi Sur masuk kekamar itu sembari membawa nampan yang berisi bubur tak lupa dengan air putih dan susu. Bi Sur menatap Rara ia tau jika nona mudanya itu sedang menangis namun ia hanya diam tak ingin menanyakannya.
"Nona ini sarapanya" ucapnya dengan tersenyum, Rara yang melihat itu pun ikut tersenyum.
"Makasih ya bi"
"Sama-sama nona, jika nona membutuhkan sesuatu tinggal panggil bibi saja"
Rara hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum, setelah meletakan makanan itu di meja Bi Sur pamit dan melangkah pergi meninggalkan Rara sendiri dikamar ini.
Rara menatap bubur itu tak minat, namun karna rasa lapar nya akhirnya ia pun memakan bubur itu tapi sebelum makan Rara ingin terlebih dahulu memandikan dirinya walaupun dengan mandi tidak bisa mengembalikan kesucian Rara.
Ia melangkahkan kakinya pelan, karna sungguh baru kali ini ia melakukan hal itu jadi Rara merasakan sakit yang hinggap di tubuhnya. setelah sampai di kamar mandi ia menatap kaca besar yang berada didepannya.
Rara kaget mendapati bercak merah yang hampir menutupi seluruh tubuhnya.
Bagaimana aku menutupi tanda ini
Dengan segera Rara membersihkan tubuhnya dengan hati-hati badannya seperti remuk ketika ditegakan tadi. setelah selesai mandi ia pun segera mengambil kaos panjang dan celana panjang.
"Semoga baju ini bisa nutupin tandanya" gumam Rara ketika melihat tanda merah yang berada ditubuhnya sudah tertutup oleh kaos yang dipakai Rara.
__ADS_1
Rara pun memakan makanan yang diberikan Maid tadi.
"Bubur nya ko aneh ya rasanya beda dikit" gumamnya namun karna Rara belum makan dari kemarin siang akhirnya ia tetap melahap bubur itu sampai habis.
Setelah selesai Rara berniat membawa mangkuk dan gelas itu kedapur, karna badannya masih sedikit sakit akhirnya ia berjalan dengan perlahan tapi sebisa mungkin tidak mengundang kebingungan dari semua orang dirumah ini.
Ketika tiba di bawah Rara mendapati Hazel yang sedang duduk di ruang tamu, namun ia masih melangkahkan kakinya menuju arah dapur.
"Bi ini mangkoknya"
"Nona kenapa nona disini, seharusnya nona muda memanggil kami saja jadi nona tak perlu cape-cape kesini"
Rara menatap sebagian Maid yang berada disini tak semua yang menatapnya hormat ada juga yang menatap sinis kearah Rara, ia pun tau mengapa ada para maid yang menatap sinis kearahnya pasti tak jauh karna omongan nyonya waktu itu.
"Gapapa bi lagian juga aku bosen dikamar mulu hehe" Bi Sur yang menerima mangkok itu tersenyum, ia tau bahwa nona mudanya ini sangat baik dan tidak seperti apa yang nyonya omongi waktu itu, Pembicaraan nyonya tentang Rara yang hanya mau memanfaatkan harta Kenzo sampai terdengar hingga dapur, makannya para maid yang disini tau. walau sudah di peringatin BiSur agar tetap hormat dan patuh pada nona muda nya tapi ada saja yang tak suka pada Rara karna ucapan kilat nyonya besar mereka.
"Nona ada yang diperlukan lagi?"
"Eh gak bi makasih ya aku keluar dulu"
Saat Rara keluar dari dapur banyak para maid yang mulai menyanjung kesopanan dari Rara namun tak sedikit juga yang menyinyir jika sikap nya tadi hanya untuk menutupi jati dirinya saja.
"Hay Zel" Rara duduk disamping Hazel yang nampak serius menonton serial korea ditvnya, ia tau pasti anak ini pecinta drakor karna sebagian besar remaja memang pencinta K-POP bukan? apalagi wajah tampan dari aktor-aktor korea, Rara hanya menggelengkan kepalanya melihat anak ini tak menyadari keberadaanya.
"Loh kaka ipar sejak kapan disini" Ketika iklan Hazel pun baru menyadari bahwa disebelahnya ada orang.
"Dari tadi, kamu ini fokus sekali nonton nya" Rara terkekeh mendapati cengiran dari adik suaminya ini.
"Lagi seru tau ka, apa lagi nih ya kaka ipar aktor flim ini guanteng bangett suka deh Hazel sama dia hihi"
"Emangnya kalo Hazel suka sama dia aktor itu bakal suka balik sama Hazel?"
"Aaaaa! kaka ipar kenapa malah ngingetin fakta itu si hiks sedih deh kalo inget oppa gabakal suka sama aku"
Rara menggelengkan kepalanya menatap sikap Hazel, andai saja ia bisa hidup seperti Hazel sekarang disayangi keluarga, dicintai ibu dan kakak, Rara ingin sekali merasakan hal itu. tiba-tiba Rara baru teringat dimana ayah dari Hazel dan Kenzo? mengapa setelah tinggal disini ia tak pernah melihat tuan besarnya itu?
"Kaka ipar ko bengong"
"Ehh enggak, Zel kamu ko ga sekolah?" Rara menyadari bahwa anak yang didepannya ini memakai seragam SMA namun kenapa masih berada di rumah?
"Hehehe kaka ipar lagi liat kan aku ngapain?"
"Iya, terus hubungannya sama sekolah apa?"
"Aku ini mencintai hal-hal yang berbau drama makannya aku disekolah ikut eskul drama"
"Lah terus hubungannya drama, nonton sama sekolah apa?" Rara binggung sebenarnya arah dari pembicaraan Hazel ini kemana.
"Jadi aku izin gak sekolah soalnya biar bisa menambah wawasan bagaimana akting yang baik dan benar biar aku bisa presentasiin pas ikut eskul drama begitu kaka ipar"
"Kamu ini tinggal bilang gamau masuk sekolah karna ada flim drakor kesukaan kamu aja pake acara ada hubungannya sama eskul kamu itu" Rara lagi-lagi menggelengkan kepalanya, ada-ada saja tingkah remaja ini.
"Yaudah aku ke depan dulu ya Ra" baru saja Rara ingin bangkit dari duduk nya, tangannya terlebih dahulu di pegang siapa lagi pelakunya kalo bukan Hazel.
"Tunggu deh kaka ipar"
Rara kembali terduduk mendengar ucapan dari adik iparnya "Kenapa?"
Hazel menatap leher kaka iparnya, sepertinya ada yang berbeda. "Itu leher kaka ko merah-merah?"
__ADS_1
Rara yang mendengar itu langsung memegang lehernya, ia lupa jika lehernya tidak tertutup karna sekarang Rara hanya memakai kaos tanpa syal.
Lupa lagi!
"Em itu digigit nyamuk iya digigit nyamuk Zel"
Hazel menatap ragu kaka iparnya namun akhirnya ia pun tetap menganggukkan kepala.
"Emangnya sekarang rumah ini ada nyamuknya ya?"
"Apa?"
"Setau aku nih ya ka dirumah ini ga ada nyamuk satu pun karna ka Kenzo udah nyuruh para maid disini nyemprotin antiseptik biar ga ada nyamuk"
Rara meneguk kasar, jika tidak ada nyamuk ia harus menyalahkan siapa?
"Ada Zel gede lagi nyamuk nya dikamar" Rara hanya meyakinkan agar adiknya ini percaya padanya.
"Biar aku suruh maid nanti nyemprotin antiseptik itu ya ka dikamar kaka ipar, aku takut kaka ipar nanti kena DBD lagi"
Mau disemprot pake cairan apa juga itu nyamuk gede gabakal mati
Rara mengangguk dan tersenyum mendengar ke-khwatiran dari adiknya.
"Mulai ka flimnyaa"
"Iyaa aku ke depan ya Zel"
"Iyahh" ucap Hazel dengan pandangan yang sudah teralihkan ke tv itu.
Rara pun berjalan ke arah luar, rencana ia akan berjalan sebentar disekitar komplek rumah ini, karna ia ingin menghirup udara luar. sesampainya di depan pos ia pun melihat para satpam yang biasa membukakan gerbang sedang duduk sambil menikmati kopi.
"Pak tolong buka gerbangnya ya"
"Maaf nona, nona tidak diperbolehkan keluar"
Rara mendengus kesal pasti ini perintah dari tuan mudanya, mengapa ia tak boleh keluar? lagian juga sudah ia jelaskan bahwa yang kemarin bukan selingkuhannya melainkan kang ojek"
"Saya ga jauh ko cuma mau muter-muter komplek ini aja"
"Maaf nona ini sudah perintah dari tuan muda"
Huhh benerkan pasti perintahnya!
"Yasudah"
"Maaf ya nona kami tidak bisa membantu" ucap tunduk satpam itu.
"Ya gapapa"
Rara melangkahkan kakinya menuju pintu namun ketika melangkah ia kaget mendapati Hazel yang berlari mendekatinya.
"Kaka iparr dia jahattt hiksss"
▫▫▫▫▫▫▫
Kira-kira obat apa ya yang diberikan kenzo?
Suport terus ya biar autornya rajin update!❤😘
__ADS_1