My Devil Possessive

My Devil Possessive
sudah SAH


__ADS_3

Disinilah Rara berada, ia menatap sekelilingnya disana terlihat tamu-tamu yang sedang berbincang ramai, setelah insiden dandan dadakan nya itu Rara sekarang sudah SAH menjadi istri dari seorang Kenzo.


Ia menatap tak percaya bahwa tuan mudanya ini benar-benar akan menikahinya, Rara menatap ke samping dimana tuan mudanya duduk, sekarang Rara tau kenapa ia disuruh memilih baju kemarin karna ya untuk hari pernikahan ini.


Sekarang Kenzo menggunakan jas casual warna senada yang ia pakai, Tampan itu kesan pertama Rara ketika melihat Kenzo, ia tak menyangka suaminya kelak adalah seorang Kenzo Alexander, Entah pernikahan ini akan berjalan lama atau sesaat yang jelas Rara saat ini hanya harus menikmati pesta pernikahannya.


Disini tidak terlalu ramai, kebetulan acara resepsi nya hanya di taman belakang rumah, Walau tak mewah dan sebesar pernikahan orang kaya, Rara masih bersyukur karna keluarnya datang menjadi saksi pernikahanya.


Ia melihat adik tirinya itu sedang tertawa bersama kedua orang tuanya disana, Rara iri dengan adiknya itu, Nindi dekat sekali dengan ayahnya sedangkan ia? sudahlah.


Sekarang mereka masih bersalam-salaman karna banyak yang memberikannya selamat, dilubuk hati terdalam Rara sebenarnya tak menginginkan pernikahan ini seandainya Rara menikah dengan laki-laki pujaan nya mungkin ia akan sangat gembira dan bahagia. sekarang ia hanya menunjukan kegembiraan dan bahagia palsu yang harus Rara tunjukan kepada semua orang.


Rara hanya tersenyum ketika ada yang menyapanya, ia sama sekali tak mengenal mereka namun Rara berusaha untuk bersikap sopan.


"Kaka ipar!"


Rara mengalihkan pandangannya kepada anak perempuan yang kemarin memakai pakaian seragam SMA.


Rara tersenyum menyambut pelukan hangat itu, disampingnya terdapat ibu yang sudah menjadi mertuanya sekarang, Lia menatap sinis kearah Rara ia membiarkan ini berjalan dengan baik, nanti ia akan pikirkan lagi bagaimana caranya memisahkan mereka.


Kau bersenang-senang saja dulu, nanti saat semuanya sudah tiba aku akan membuat hidupmu seperti dineraka.


Lia menyeringai kearah Rara, yang ditatap pun tau ini adalah pandangan yang sering ditunjukan Ibutirinya itu padanya.


"Kaka ipar cantik sekalii, kenapa kaka ipar mau dengan kaka ku ini?" Hazel menatap sinis kaka kandungnya, Kenzo hanya menaiki sebelah alisnya ketika mendapatkan tatapan itu.


Dia memaksaku! laki-laki ini memaksaku menikahinya, aku saja bahkan tidak tau jika dia menikahiku sekarang!


"Kau kepo sekalii, urusi saja sana Dionmu"


Sahut Kenzo ketika tau jika Rara bingung untuk menjawab apa.


Hazel yang mendengar itu mengkerucutkan bibirnya, Kenapa kakanya ini tau tentang Dion?


"Aku bukan orang tuanya kenapa aku harus mengurusnya ck!" Kesal Hazel namun ia kembali tersenyum ketika bertatapan dengan kaka iparnya.


Hazel mendambakan kaka perempuan sedari dulu, karna ia mendengar cerita dari temannya yang memiliki kaka perempuan, temennya itu bisa curhat kepada sang kaka dan bisa meminta solusi bagaimana mendekati lawan jenis, Hazel ingin sekali memiliki kaka perempuan dan sekarang impian nya tercapai, ia bisa mengajak kaka iparnya untuk mendengarkan nya curhat nanti.


Setelah berpelukan Hazel pun pergi menuju kearah saudara-saudaranya yang jarang sekali berkunjung ke rumah ini.


"Em aku ingin ke kamar mandi sebentar" ucap Rara kepada Kenzo.


Kenzo yang melihat itu hanya mengangguk "mau ku antar?"


"Ehh gausah aku bisa sendiri" Rara melangkahkan kakinya kearah kamar mandi, Ia membuang semua urusannya disana setelah itu Ia keluar dengan gaun yang masih dipakainya.


Berat sekali gaunnya.


Rara berjalan lagi menuju dimana Kenzo berada namun sebelum melangkah, dari arah belakang ada yang menarik tangannya.


Rara melihat siapa yang memegang tangannya ini "M..om"


Lia menatap kearah depannya, setelah merasa Rara tidak berkutik, ia pun melepas genggaman nya.

__ADS_1


"Sampai kapan pun aku tak mau menerima kau sebagai menantu dikeluarga ini"


Rara menunduk ia tau mommy dari tuan mudanya belum menerimanya. ia mencoba kuat dikeluarga ini karna Rara harus membayar hutang-hutang ayahnya pada tuan mudanya.


"Cih liat saja tadi keluargamu mereka semua memang tidak selevel dengan keluarga Xander apalagi kau!"


"Ck! aku tidak akan membiarkan mu hidup nyaman dirumah ini!"


Rara menatap mertuanya, ia hanya diam menatap Lia.


"Maaf nyonya saya permisi, suami saya sudah menunggu di depan sana" Setelah mengucapkan itu Rara berjalan menuju kearah Kenzo.


Kenapa aku menyebutnya suami tadi? duhh tapi dia memang suami ku sekarang


Rara berjalan menuju Kenzo yang sedari tadi gelisah karna Rara tak muncul juga, ia ingin menyusul wanitanya namun banyak tamu yang ingin memberi selamat pada Kenzo.


"Lama sekali, kau ini dari mana?" ucap Kenzo ketika melihat Rara sudah berada di sampingnya.


Ibumu yang menahanku tadi!


"Aku hanya susah membenarkan baju ini tadi, Maaf"


Pernikahan masih berlanjut hingga sore hari, Setelah selesai mereka semua pun mulai pulang termasuk keluarga dari Rara.


"Papah pamit pulang dulu ya Ra, Selamat atas pernikahanmu" ucap David kepada anak kandungnya.


Rara yang mendengar itu berusaha untuk tidak menangis, apa ayahnya ini tak merasa bersalah? atau menyesal dengan perbuatannya? Ah ia lupa bahwa ayahnya itu mungkin senang karna anak pembawa sialnya ini sudah pergi dari rumah mereka.


"Kamu ngapain masih disini"


Dengan cepat Rara menghapus air matanya, ia menatap arah belakangnya yang ternyata adalah Kenzo.


Huh! ngagetin aja


"Em anu Ak..u mengantarkan ayah ku pulang ta..di" jawab gugup Rara.


"Ayah mu sudah menjualmu kenapa kau masih saja patuh padanya"


"Bagaimana pun dia Ayah kandung ku ,tuan!" Rara menundukan kepalanya ketika mendapatkan tatapan tajam dari Kenzo.


Kenzo yang mendengar itu hanya diam dan berjalan menuju ke rumahnya diikuti Rara dibelakang.


Pelayan mulai membereskan semuanya, Hans hanya diam melihat semua nya bekerja.


Syukurlah semua berjalan dengan beres.


Hans senang karna tuan mudanya bisa membuka hati untuk wanita lain apalagi langsung menikah. Setau Hans, Kenzo susah menemukan tambatan hati setelah ditinggal oleh seseorang pada masalalu.



Sekarang Rara sudah berada dikamar asing, ia tau bahwa ini pasti kamar Kenzo, kamar ini di dominasi warna hitam putih.


Kenzo tadi masuk kedalam kamar mandi jadi Rara duduk di kasur yang ada dikamar ini, Ia gugup apa mereka akan tidur bersama? bagaimana malam pertama mereka? jujur saja Rara tak bisa membayangkan semua itu.

__ADS_1


Klek


Kenzo keluar dari kamar mandi, ia sudah melepaskan bajunya dan sekarang ia hanya memakai anduk yang dililitkan di perut sampai ke bawah, rambut yang basah membuat kadar ketampanan Kenzo lebih berkali lipat dari sebelumnya, Badannya yang kekar dan juga kotak-kotak membuat mata Rara tak berhenti menatapnya akan kekaguman.


"Tutup mulutmu itu nanti jatuh" ucap Kenzo ketika melihat Rara yang hanya mengaga melihatnya seperti ini.


Mendengar suara dari Kenzo membuat Rara kesal sekaligus malu.


Tiap hari kalo liatin yang beginian kira-kira bakal hilaf ga ya


"Kau terpesona ya?" goda Kenzo ketika melihat wajah Rara yang memerah.


Rara dengan cepat menggelengkan kepalanya "Ti..dak aku tidak terpesona padamu" Seketika ia menutup mulutnya itu yang tidak tau situasi kondisi.


Banyak yang memuja ku diluar sana, kenapa malah kau tidak!


Kenzo memicing matanya kearah Rara yang masih duduk di kasurnya itu. ia berjalan menuju kearah tempat itu dengan keadaan yang masih sama ketika keluar kamar mandi.


Glek


Rara melihat Kenzo ada disebelahnya, jujur Kenzo tampan sekali jika dilihat dari sedekat ini. namun Rara harus berjaga-jaga takut ada sesuatu hal yang iya-iya.


Kenzo memegang ujung rambut Rara "Kau tak terpesona padaku ya hm?"


Rara gemeteran ia takut jika tuan mudanya ini tiba-tiba menarik rambutnya.


"Eh bukan begitu tuan"


"Lalu apa?"


Aku harus bilang apa?


Kenzo yang tidak mendengar jawaban dari Rara pun menaikkan sebelah alisnya lagi, tangannya masih bermain di rambut Rara.


"Ck! kau ini tinggal sebut kau terpesona padaku, susah sekali"


Apa?!


"Kau melawanku ya hm?" Lanjut Kenzo kepada Rara yang sudah berkeringat dingin itu.


"Kau tampan tuan, iya tampan sekali aku jadi terpesona padamu" jawab Rara dengan tersenyum, bilang saja ia sudah tak waras karna berbicara itu langsung didepan orangnya namun nyawanya kali ini lebih berharga.


Kenzo yang mendengar itu pun menjauhkan tanganya dari rambut Rara, dan tersenyum kejam melihat raut wajah Rara yang tersenyum paksa itu.


"Aku tau kalo aku tampan, kau tak perlu memuji suamimu ini"


Kan kau yang menyuruh ku tadi, bagaimana sih!


▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫


Terimakasih untuk suportnya!


tunggu kelanjutannya yaa😘

__ADS_1


__ADS_2