
Rara menatap jam dinding yang berada diatas lemari kamarnya, jam sudah menunjukan pukul set-8 malam tapi belum ada tanda-tanda kepulangan dari Kenzo.
Dirinya tau bahwa mungkin Kenzo masih berduaan dengan wanita itu. Dirinya harus kuat menerima kenyataan jika sewaktu-waktu Kenzo men-campakkan dirinya karna cinta pertama Kenzo sudah berada disisinya sekarang.
Sudah dari awal seharusnya Rara membentengi perasaannya pada tuannya itu. Dirinya tau jika dia tidak pantas berada dengan Kenzo atau pun menjadi menantu dari rumah ini.
Tapi kenyataannya berbeda, dirinya sudah jatuh kedalam pelukan Kenzo, hatinya juga tidak bisa dipungkiri jika dirinya mencintai suaminya itu tapi dirinya juga teringat pada ucapan Aisyah saat itu "Jatuh cinta sama sakit hati itu udah sepaket jadi kalo kamu udah berani jatuh cinta kamu juga harus berani patah hati" dirinya harus kuat menerima semua apapun yang akan terjadi nanti antara mereka.
Rara bangkit dari duduknya dan berjalan menuju kamar mandi. Dirinya akhir-akhir ini merasa tidak enak badan apa mungkin dia masuk angin? entahlah Rara malas jika harus berobat jadi dia tidak berbicara mengenai kondisi tubuhnya pada siapapun.
Rara masuk kedalam kamar mandi dan menutupnya rapat.
♣
Kenzo berjalan memasuki rumahnya diikuti Hans yang berjalan dibelakangnya.
"Dimana wanitaku?" tanya Kenzo pada kepala maid yang berdiri menyambutnya didepan pintu.
"Nona berada dikamarnya tuan tadi sudah saya panggilkan tapi tidak ada jawaban, mungkin nona sedang berada dikamar mandi" jawab BiSur.
Mendengar jawaban itu Kenzo lantas melanjutkan langkahnya menghampiri kamar Rara. Dirinya kangen dengan wanita itu apalagi tadi pagi dirinya pergi begitu saja tanpa pamit, jadi dirinya sedikit merasa bersalah.
Ceklek
Kenzo masuk kedalam kamar Maura, dirinya mengedarkan pandangannya keseluruh ruangan ini untuk menemukan keberadaan wanita tersebut namun tidak terlihat sekali keberadannya.
Lantas Kenzo masuk kedalam kamar itu dan menutup rapat pintu, Telinganya mendengar tajam ada suara didalam kamar mandi jadi dirinya memutuskan menunggu wanitanya itu dikasur.
Beberapa menit kemudian Kenzo melihat wanita yang dicarinya keluar dari dalam kamar mandi.
♣
Huh leganya
__ADS_1
Rara menutup kembali pintu kamar mandi itu dan berbalik menuju kasur tapi alangkah terkejutnya ketika mendapati sesosok pria yang duduk dipinggir kasur sana.
"Tuan?"
"Hm"
Keadaan cahaya disini cukup minim karna Rara mematikan lampu tengah di kamar ini jadi hanya ada cahaya dari luar balkon dan lampu kecil yang menggantung di dinding kamar.
Mendengar suara dekheman yang biasa Kenzo ucapankan Rara pun berjalan menuju kearah kasur tersebut.
Kenzo masih diam dikasur dengan tatapan mengarah ketubuh Rara yang sedang berjalan menuju kearahnya.
"Maafkan aku tidak menyambutmu, aku tidak tau jika tuan sudah pulang" sahut Rara ketika sudah berhadapan dengan Kenzo.
Kenzo mengangguk dan menyuruh Rara duduk disamping nya. Melihat perintah itu Rara pun duduk dipinggiran kasur, sekarang posisi mereka saling berhadapaan satu sama lain.
"Maafkan aku karna meninggalkan mu tadi pagi" ucap Kenzo menatap Rara dalam.
Dirinya mencoba menanyakan itu pada Kenzo walau dirinya sudah tau tapi Rara ingin mendengar jawaban langsung dari Kenzo.
"Kau tidak perlu tau yang jelas ini tentang masalah pribadiku" jawab Kenzo.
Mendengar jawaban yang keluar dari Kenzo membuat Rara diam. Kenzo tidak menjawab dengan benar pertanyaan-nya apa memang Kenzo tidak mau jika Rara tau bahwa hal penting itu adalah wanita itu?
Melihat Rara yang nampak diam membuat Kenzo heran. "Kenapa kau diam? maafkan aku belum bisa menjawab pertanyaan mu itu tapi aku berjanji akan menceritakan semuanya"
"Kapan?" tanya Rara.
Kenzo terkekeh melihat Rara yang nampak penasaran dengan urusannya. "Nanti, jika semua sudah selesai aku akan menjelaskan semuanya"
Rara nampak menatap Kenzo dengan pandangan menyelidik. Merasa ditatapi seperti itu Kenzo menatap intens Rara.
"Jangan menatap ku seperti itu, kau mau menggodaku huh?"
__ADS_1
Rara menggelengkan kepalanya dan langsung menunduk memutuskan pandangannya pada Kenzo. Mengapa Kenzo tidak berterus terang saja tentang urusannya menemui perempuan itu. Apa Kenzo ingin berbalikkan dengan wanita itu? jika benar seharusnya tuannya berbicara saja jadi Rara sudah menyiapkan hatinya agar tidak sakit melihat Kenzo dan wanita itu bersatu kembali.
Melihat Rara menunduk membuat Kenzo menarik dagu wanitanya untuk menatap kembali dirinya. "Aku tidak mungkin meng-hianati cintaku padamu jadi kau tenang saja"
Cup
Rara membulatkan matanya ketika Kenzo tiba-tiba menciumnya.
Kenzo menjauh dari wajah Rara dan terkekeh melihat pandangan terkejut dari wanitanya. "Bibir itu membuatku tergoda, jadi mau dilanjutkan?" Kenzo menaikkan kedua alisnya menatap Rara.
Rara melihat tatapan mesum dari Kenzo langsung menggeleng. Tubuhnya masih lemas sekarang jika menuruti keinginan suaminya itu bisa-bisa tubuhnya remuk.
"Tu..an lebih baik mandi dulu biar aku siapkan makanan untuk tuan" Rara mencoba mengalihkan pembicaraan.
"Setelah itu?" tanya Kenzo.
Rara menatap binggung pertanyaan Kenzo. "Setelah? setelah apa tuan?"
"Setelah mandi dan makan"
Rara menetap Kenzo menyelidik. Sepertinya ada maksud dalam pertanyaan itu. "Tuan bebas melakukan apapun" benar bukan? setelah itu Kenzo bebas melakukan apapun dan dirinya akan tidur setelah Kenzo sudah mandi dan makan karna tugasnya sebagai seorang istri sudah selesai hari ini.
Lain dengan Kenzo yang tersenyum miring Mendengar jawaban Rara. "Yasudah" Kenzo bangkit dari duduknya dan berjalan menuju kamar mandi. Sekarang pakaiannya sudah berada dikamar Rara juga jadi dirinya tidak perlu menyuruh wanita itu mengambil pakaiannya dikamar dirinya.
Ia menyuruh para maid untuk menaruh sebagian pakaiannya dikamar Rara jadi jika sewaktu-waktu mereka tidur dikamar ini dirinya tidak kesulitan mengambil pakaian.
Rara diam menatap Kenzo yang masuk kedalam kamar mandi.
Kenapa tuan tidak jujur saja jika tadi bertemu wanita itu? apa maksud dari semua ini?
▫▫▫▫▫▫▫▫▫
Trimksih sudah membaca❤
__ADS_1