
"Sudah," jawab Rara dengan mengangguk singkat meng-iyakan pertanyaan suaminya tadi.
kenzo lantas mengalihkan pandangannya kearah kedua anaknya yang sekarang malah asik dengan dunia mereka. Melihat wajah tenang dari kevin dan Keyla, Kenzo pun kembali menatap wanitanya.
"Kita pulang sekarang." sahut Kenzo dengan dingin. Ya, hari sudah mulai petang jadi menurutnya mungkin sudah saatnya mereka pulang.
Dengan cepat Rara mengangguk dan bangkit dari sofanya. "Kita pulang yuk?" Rara menatap Kevin dan Keyla yang hanya diam dengan ekspresi polosnya tapi tak lama kedua anak itu pun turun dari sofanya masing-masing dan berjalan kearah pintu keluar ruangan ini.
Rara yang melihat itu langsung mengikuti kedua anaknya agar tidak kabur seperti tadi. Ia hanya takut terjadi apa-apa lagi pada Kevin dan Keyla.
Sebelum keluar dari pintu Rara terlebih dahulu menghentikan kedua anaknya dan menatap mereka yang sekarang berdiri dihadapannya. "Keyla sama Kevin mau digendong?" ucap Rara dengan tersenyum.
Keyla menatap kakaknya yang berdiri disamping tubuh kecilnya, nampak kakaknya itu menggelengkan kepalanya pelan sebagai jawaban. Keyla yang melihat itu ikut menggelengkan kepalanya.
"Mau jalan aja," jawab Keyla diikuti gelengan pelan dikepalanya.
"Kepin juga." lanjut sang kakak yang membuat Rara menghela nafasnya pelan.
Bukannya Rara tidak ingin anaknya ini berjalan sendiri tapi ia hanya tidak ingin kedua anaknya berlarian kesana-kesini yang membuatnya pusing melihatnya.
Kenzo yang berada disamping Rara langsung memeluk pinggang wanitanya posesif dari belakang. "Sudah biarkan saja mereka." sahut pelan Kenzo.
Rara menatap pria disampingnya ini dan mengangguk singkat. "Yaudah ayo kita pulang."
Kenzo pun melepaskan pelukannya dan memegang tangan kiri wanitanya, Rara yang merasakan itu hanya diam pasrah. Hari ini dia cukup capek jadi sesuka hati suaminya saja memperlakukan-nya.
Mereka pun berjalan keluar dari ruangan Kenzo dan melangkah menuju lift tentunya dengan diikuti Hans dibelakangnya. Hans hanya diam dibelakang mereka, dia sudah biasa seperti ini bukan? jadi dirinya hanya diam tak berniat mengganggu kedua bosnya itu. Ia lebih fokus mengawasi sekitarnya untuk menjaga tuan, nona dan kedua anak yang berjalan didepan-nya.
Ting!
Beberapa menit kemudian mereka akhirnya sampai di lantai bawah. Karyawan disini nampak menunduk melihat tuan muda mereka yang menggandeng seorang wanita yang sudah mereka ketahui.
Ya, kejadian tadi langsung menyebar begitu saja keseluruh penjuru perusahaan ini, jadi mereka cukup tau siapa wanita disamping Kenzo walau diantara mereka masih memiliki banyak pertanyaan mengenai kedua orang itu.
__ADS_1
Keyla dan Kevin berlari-larian menuju arah yang ditunjuk Mamahnya, mereka berjalan menuju lobi utama kantor ini. Disana nampak beberapa mobil milik Kenzo yang sudah terparkir rapih siap untuk berangkat.
"Naik mobil?" gumam Kevin yang diangguki Rara. Dengan segera Rara membantu Kevin untuk masuk kedalam mobil diikuti Keyla yang dibantu Papahnya itu.
Ketika keempatnya sudah menaiki mobil dan sudah siap untuk berangkat, Hans pun menyalakan mesin mobil dan menjalankan kendaraan ini melaju keluar dari wilayah kantor untuk menuju kembali ke mesion milik Kenzo.
Posisi Keyla sekarang berada dipangkuan Kenzo sedangkan Kevin berada dipangkuan Rara. Kenzo menatap wanita disampingnya dengan wajah biasanya.
"Bagaimana kalo kita berbulan madu saja? aku ingin menghabiskan waktu bersama-mu." tiba-tiba saja Kenzo mengatakan itu membuat Rara memandanginya dengan pandangan penuh tanya.
"Bulan madu?" Rara menatap Kenzo dengan binggung, ada apa dengan pria ini? mengapa tiba-tiba saja mengajaknya berbulan madu?
Kenzo langsung mengangguk dengan menatap Rara lembut. "Hm."
"Ta-tapi Keyla sama Kevin gimana? lagian juga kita udah punya anak 2 Mas, kenapa tiba-tiba mau bulan madu?"
"Ck, waktu itu aku sudah berniat mengajak-mu berbulan madu, tapi karna kejadian itu membuat mu malah meninggalkan ku." jelas Kenzo membuat Rara sedikit merasa bersalah.
"Mereka ikut saja, biar Hans nanti yang mengurus mereka."
Hans yang sedang menyetir itu hanya diam ketika Kenzo membawa namanya dalam pembicaraan 'bulan madu' itu, ia hanya mencoba untuk tenang.
"Sekertaris Hans tidak apa-apa kan?" tanya Rara pada Hans, ia merasa tak enak jika pria itu yang harus mengurus kedua anaknya ketika mereka berbulan madu.
Sebelum Hans menjawab tiba-tiba saja Kenzo menyaut terlebih dahulu.
"Tidak apa-apa kan Hans? aku sudah berbaik hati melibatkan mu dalam bulan madu-ku siapa tau saja kau bisa menemukan jodohmu nanti." ucap Kenzo tanpa mengalihkan pandangannya pada wanitanya.
Hans menengguk salivanya kasar, jika Kenzo sudah berbicara dirinya tidak boleh membantah bukan? Dirinya masih ingin hidup tenang.
"Tidak apa-apa tuan, sudah tugas saya mengikuti Tuan." jawab Hans. Mungkin sedikit liburan tak apa-apa bukan? walau ia tau dirinya disana akan menjadi kambing congek yang menonton kedua pasangan yang sedang dimabuk asmara itu.
"Kau pilih saja negara yang ingin kau datangi." lanjut Kenzo membuat mata Rara berbinar.
__ADS_1
Banyak negara yang ingin ia datangi, dari dulu dirinya hanya terkurung dirumah oleh Mamah tirinya, tidak diizinkan pergi kemana pun selain besekolah. Ia memimpikan mendatangi beberapa negara tapi memang belum pernah terwujud karna Rara akhir-akhir ini sibuk dengan pekerjaannya.
Mengingat pekerjaan membuat pikiran Rara terarah pada kota jogyakarta, dirinya teringat jika ia masih punya beberapa urusan disana.
"Bagaimana kita ke jogyakarta saja?" sahut Rara membuat Kenzo menatap wanitanya dengan menaikkan kedua alisnya penuh tanya.
"Jogyakarta? kau tidak ingin pergi keluar negri begitu?" tanya Kenzo. Dirinya sedikit aneh karna biasanya wanita senang jika diajak berlibur keluar negri tapi kenapa wanitanya ini malah ingin berbulan madu didalam negri?
Rara menggeleng pelan. "Kita kesana saja Mas, aku masih ada beberapa urusan disana." jawabnya membuat pikiran Kenzo berfikir kemana-mana.
"Ck! kita ini akan berbulan madu bukan mengurus urusan-mu itu." malas Kenzo, mereka akan berbulan madu bukannya menyelesaikan urusan. Lagian juga Kenzo yakin saat berbulan madu dirinya tidak akan mengizinkan Rara keluar sedikit pun dari kamar Mungkin.
Wajah Rara menekuk, ia masih ada beberapa urusan disana yang harus segera diselesaikannya sebelum benar-benar kembali pada kehidupan Kenzo. "Katanya aku tinggal pilih saja tempat yang mau aku datangi, tapi ketika aku sudah memutuskan kau malah tidak mau kesana." cemberut Rara yang pastinya ia hanya berpura-pura.
Kenzo menatap wajah Rara curiga. "Kau ingin bertemu pacar mu itu ya?! ck aku tidak akan izinkan pria sialan itu mendekatimu lagi." tegas Kenzo.
Rara membulatkan matanya, siapa juga yang ingin bertemu Mas Riki? lagian juga dirinya bukan berurusan pada pria itu melainkan berurusan dengan asisten rumah tangga dirumahnya disana dan juga pekerja butik dicabang sana.
"Yasudah aku tidak mau bulan madu." telak Rara membuat wajah Kenzo diam.
"Keyla mau ketemu Om Ikii, keyla na bilang alo Keyla punya Papah dua," sahut Keyla dipanggkuan Kenzo dengan mengangkat kedua jarinya.
Mendengar itu wajah Kenzo menatap dalam wanitanya. "Ck memangnya seberapa tampan pria itu? sampai-sampai kau mau berpacaran dengannya?"
Rara sedikit kesal, kenapa pria ini bilang jika Riki adalah pacarnya? lagian juga dirinya sama sekali tidak pernah berpacaran dengan siapapun! jika saja Rara suka dengan pria itu mungkin dirinya sudah menerima Riki sebagai suaminya saat pria itu mengajak-nya menikah.
"Asal kau tau dia itu tampan sekali, tapi sayangnya aku malah menyukai pria sepertimu." gumam kecil Rara agar tidak didengar Kenzo. Tapi sayangnya Kenzo mendengar itu dan tersenyum miring menatap wanitanya.
"Aku juga hanya menyukai mu Sayang."
▫▫▫▫
Trmksih sudah membaca❤
__ADS_1