
Hari sudah hampir malam, Rara turun dari kamarnya setelah membereskan dan membersihkan tubuhnya dikamar mandi sana. Kenzo masih berada dikamar Rara mungkin pria itu butuh istirahat, lain dengan kedua anaknya yang tertidur dikamar mereka karna kelelahan bermain tadi siang.
Rara menuruni tangga dan melangkahkan kakinya menuju arah dapur untuk menyiapkan makan malam mereka.
"Du du du na na na," gumam kecil Rara mensyairkan suaranya dengan berjalan mendekat keruangan dapur itu.
Nampak dari jauh terlihat pekerja rumah tangga Rara sedang membereskan peralatan.
"Eh Neng Maura." sapa Bibi itu dengan tersenyum sopan membuat Rara ikut tersenyum menatapnya.
"Iya Bi, em aku mau masak sekarang Bibi bantuin aku ya." pinta Rara untuk menyuruh pekerja-nya membantunya. Bibi itu langsung mengangguk untuk menjawab ucapan majikannya.
Mereka berdua mulai bergelut dengan bahan masakan serta pelaratan masak, Rara dan Bibi itu terlihat fokus dalam membuat masakan malam.
"Maaf Neng, Bibi mau nanya." ucap tak enak Bibi itu dengan menatap kearah Maura.
Mendengar itu membuat Rara mengalihkan pandangannya pada wanita berumur disampingnya. "Tanya apa Bi?"
"I-itu em maaf Neng sekali lagi, bukan mau ikut campur atau gimana tapi Bibi cuma penasaran aja kenapa Neng bisa ketemu sama Ayahnya Den Kevin sama Neng Keyla?" tanya Bibi tak enak, Bibi itu hanya ingin tau karna ia masih heran bagaimana mereka bisa bertemu. Soal masalalu Maura memang bibi itu tidak mengetahuinya karna majikannya ini jarang bercerita atau sekedar curhat padanya.
Rara membulatkan mulutnya ber-oh lalu mengalihkan kembali pandangan pada pekerjaan dihadapannya. "Ceritanya panjang Bi, mungkin emang udah takdirnya aku ketemu sama Papahnya anak-anak." Rara melirik Bibi itu sekilas dengan tersenyum manis.
Bibinya hanya mengangguk meng-iyakan, dirinya tau kalo ia hanya sebatas pembantu rumah tangga jadi tak seharusnya ia menanyakan lebih dalam soal pribadi majikannya. "Maaf ya Neng, Bibi tanya-tanya kayak tadi." sahut Bibi masih merasa tak enak.
Rara yang mendengar itu hanya terkekeh pelan, Bibinya ini sudah seperti melakukan kesalahan besar saja meminta maaf terus padanya. "Gapapa Bi, lagian juga aku gak keberatan Bibi tau."
Bibi itu pun mengangguk dan langsung melanjutkan pekerjaannya. Keadaan dapur ini menjadi sunyi karna mereka hanya fokus pada pekerjaannya tapi sesekali mereka mengobrol untuk menghangatkan suasana.
___
Kenzo turun dari kamar milik wanitanya setelah membersihkan badannya disana. Terlihat rumah ini begitu sepi dan tenang.
__ADS_1
Dimana wanita itu?
Kenzo menatap sekitarnya mencari seseorang tapi sayangnya orang yang dicarinya tidak kunjung terlihat. Tak lama tiba-tiba dirinya mendengar suara dari arah dapur, dengan cepat dirinya pun berjalan menuju keasal suara tersebut.
Ketika sampai didapur pandangan Kenzo sudah tertuju pada sesosok wanita yang fokus membuat makanan dengan memunggungi-nya.
"Bibi tolong bawain ini kemeja ya."
"Baik Neng."
Kenzo berjalan mendekat kearah Rara yang masih tidak menyadari keberadaannya, ia menatap wanita berumur yang dipanggil Bibi itu dengan mengodekan mata agar wanita itu keluar dari dapur.
Bibi itu mengangguk sopan dan berjalan keluar dari dapur meninggalkan kedua majikannya ini.
Kenzo tersenyum miring menatap Rara yang masih fokus pada benda-benda dihadapannya.
___
"Bibi?" karna tak mendapat jawaban Rara pun memanggil bibi itu sekali lagi tapi sayangnya panggilannya tak kunjung dijawab.
Rara menatap kesampingnya dan ternyata tidak ada siapa-siapa disana, dengan cepat dirinya berbalik dan membulatkan matanya ketika melihat sesosok pria tinggi yang berdiri dihadapannya sekarang.
"Nga-ngapain kamu disini?" ucap Rara terkejut melihat Kenzo yang menatapnya dengan wajah tersenyum.
Kenzo mendekatkan tubuhnya pada Rara dan mengalungkan tangannya pada pinggang wanitanya. "Kenapa kau masih berada didapur? sudah ku bilang jangan melakukan pekerjaan berat, aku tidak mau kau kelelahan." perhatian Kenzo dengan lembut.
Posisi mereka mampu membuat Rara merasakan jantungnya berdetak lebih kencang dari sebelumnya. Ia merasakan gugup sekarang. "Aku hanya memasak Mas, bukan pekerjaan berat kok."
"Biar para bawahan saja yang memasak, kau lebih baik duduk dan diam." sahut Kenzo.
Rara dengan cepat menggelengkan kepalanya. "Biar aku aja lagian juga Keyla sama Kevin mana mau makan bubur selain buatan aku." jawab Rara.
__ADS_1
Ya! kedua anaknya itu memang tidak ingin memakan bubur jika bukan buatan Mamahnya-Rara, entahlah menurut mereka rasanya berbeda padahal Rara sudah mengajarkan resep bubur buatannya pada Bibinya itu agar memiliki rasa yang sama tapi sayangnya Keyla dan Kevin tetap tau jika itu bukan masakan Mamahnya. Mungkin seperti pepatah mengatakan 'Beda tangan beda rasa' ya seperti itu-lah.
Mau tak mau Kenzo pun mengangguk saja, ia pun melepaskan pelukannya membuat wanitanya langsung berbalik untuk melanjutka pekerjaannya.
"Sekarang Mas bantuin aku, ayo cepet cuci sayurnya." sahut Rara membuat Kenzo membulatkan matanya.
"Kau menyuruhku heh?" tanya Kenzo dengan dingin membuat Rara menaikkan kedua bahunya acuh.
"Bukan nyuruh tapi tanggung jawab, Mas-kan yang nyuruh Bibi keluar dapur tadi? jadi sekarang Mas gantiin Bibi disini." jawab Rara tanpa menatap suaminya yang masih diam berdiri dibelakang.
"Beraninya kau menyuruhku, memangnya kau siapa?" tanya Kenzo membuat Rara berbalik dan mengkerutkan dahinya.
"Ayo cepat atau aku akan menyuruhmu tidur diluar malam ini." kejam Rara degan mengangkat pisau ditangannya menunjuk kearah pria itu.
Mendengar itu membuat Kenzo terkekeh. Ia tadi hanya bercanda tapi sayangnya wanita ini sedang tak ingin bercanda sepertinya. "Jangan menunjukan wajah seperti itu, kau mau menggodaku?"
Rara langsung mengalihkan pandangannya pada pekerjaan dihadapannya dan memilih mengacuhkan ucapan suaminya itu.
Ketika Kenzo ingin mendekat kearah Rara tiba-tiba saja terdengar suara ricuh dari arah ruang tamu membuat kedua orang ini saling menatap.
"Selang!!!"
"Ehh kok Om diserang sih? kalian gak kangen sama Om?"
Rara membulatkan matanya ketika mendengar suara yang begitu familiar ditelinganya. Dengan segera Rara berjalan menuju keasal suara itu diikuti Kenzo dibelakangnya.
▫▫
Terimakasih sudah membaca❤
Tetap suport cerita ini ya!
__ADS_1