
Kenzo kembali mendekati Rara yang masih duduk disalah satu kursi dibelakang. "Sudah-kan? Kita pulang sekarang."
Mendengar itu Rara pun segera mengangguk. Ia mengalihkan pandangannya pada Aisyah yang masih terduduk dikursi. "Syah, kamu tolong gantin aku disini yah?" ucap Rara. Seharusnya ia tetap disini untuk memberikan sambutan tapi sepertinya ini bukan saatnya untuk dirinya memperkenalkan jati diri yang sebenarnya.
"Oke." Aisyah menggangguk dan tersenyum. Tidak apa-apa ia menggantikan Rara disini, Aisyah pun ikut bahagia melihat Rara yang sudah kembali pada cintanya. Walau hatinya sakit tapi ia tau perasaan yang dirinya miliki untuk tuan muda itu akan hilang seiring berjalan-nya waktu. Ia harus rela melakukan apapun untuk sahabatnya bukan? karna jika Rara bahagia Aisyah pun akan ikut bahagia.
"Makasih ya." Rara tersenyum, ia sangat berterimakasih kepada sahabatnya karna Aisyah mengerti keadaannya sekarang. Ia pun berjalan mendekat kearah tempat duduk Kevin. "Kita pulang sekarang yuk?"
Kevin mengangguk dan turun dari kursinya dibantu oleh Mamahnya-Rara. Sedangkan Keyla masih terdiam digendongan Hans.
"Endongg," sahut Kevin meminta untuk digendong oleh Rara. Mungkin melihat adiknya yang digendong ia pun ingin seperti adiknya.
Ketika Rara akan mengangkat tubuh kecil Kevin tiba-tiba saja Kenzo mendekat kearahnya. "Biar aku saja."
Kenzo mensejajarkan tubuhnya dengan anak laki-lakinya. "Sama Papah aja ya sayang?" Kevin hanya diam menatap dalam pria dewasa dihadapannya. Tapi tak lama ia pun mengangguk.
Mendapat persetujuan dari anaknya Kenzo pun segera mengangkat tubuh kecil Kevin dan menggendongnya dengan tangan kanan sedangkan tangan kirinya ia pakai untuk mengenggam tangan wanitanya-Rara.
Mereka segera berjalan keluar dari hotel ini dengan beberapa bodyguard yang mengikuti mereka dari belakang. Tanpa diketahui mereka, sebenarnya semua tamu dihotel ini sedari tadi menatap mereka dengan pandangan bingung. Tamu disini masih tidak paham dengan situasi ini karna Kenzo tiba-tiba saja membeberkan jika ia sudah memiliki anak dan seorang istri, banyak yang mempertanyakan kapan Kenzo menikah dan kenapa pernikahannya itu tidak dipublikasikan? mereka masih memandang penuh tanya semua ini.
♣
__ADS_1
Mobil Kenzo sudah terparkir rapih didepan lobi hotel. Rara segera masuk kedalam mobil dengan Kedua anaknya yang sudah turun dari gendongan, Kenzo pun ikut masuk disamping Rara diikuti Hans yang duduk dibagian supir. Bodyguard yang lain pun masuk kedalam mobil belakang, mereka memang tidak satu mobil karna pastinya tidak akan muat.
Setelah dirasa sudah siap untuk berangkat, mobil yang ditumpangi Kenzo pun berjalan keluar dari lobi hotel untuk pulang kembali ke-mension nya.
"Kita pulang ke lumah Mah?" tanya Keyla pada Mamahnya. Ia duduk dipangkuan Rara sedangkan Kevin duduk dipangkuan Papahnya-Kenzo.
Rara mengangguk. "Iya kita pulang kerumah," ucapnya dengan mengelus puncuk kepala sang anak.
Kenzo merasa bahagia karna Rara menjaga anak-anaknya dengan baik. Ia pun senang karna sekarang dirinya sudah menjadi ayah dari kedua anaknya, Kenzo berjanji akan menjaga keluarganya dengan baik mulai sekarang. Ia tak mau kehilangan keluarga kecilnya ini untuk kedua kalinya.
Keyla mengalihkan pandangannya pada pria dewasa disamping yang memangku kakanya. "Om muka na milip sama ka Kepin." kekeh Keyla membuat Rara ikut terkekeh.
Mendengar perkataan adiknya Kevin pun menatap wajah dibelakangnya. "Milip Keyla juga," ia memanding-bandingkan wajah pria dibelakangnya dan juga adiknya yang duduk dihadapannya.
Keyla dan Kevin mematung mendengar ucapan pria yang memangku Kevin. Mereka dengan cepat menatap Rara yang juga ikut tersenyum menatapnya.
"Iyah sayang, itu Papah kalian." Rara mengangguk pelan dan mencoba untuk tidak mengeluarkan air matanya sekarang.
Ekspresi keduanya nampak berbeda, Kevin tersenyum manis dengan menatap pria dibelakangnya. Ia akhirnya bisa bertemu juga dengan Papahnya dan sekarang ia tidak akan lagi di-ejek karna tidak memiliki Papah. "Ye!! akhilna Papah ketemu!" dengan segera Kevin memeluk Kenzo yang juga memeluknya sayang.
Lain dengan Keyla yang hanya diam tak berekspresi. Rara yang melihat itu menatap anak yang dipangkunya. "Keyla gak seneng ketemu Papah? katanya Keyla pengin ketemu Papah."
__ADS_1
Kenzo pun binggung menatap anak perempuannya itu karna ekspresi dia berbeda sekali dengan Kevin.
"Kalo om ini Papahna Keyla belalti Keyla punya dua Papah dong Mah?" Keyla menatap Rara dengan pandangan bingung.
Kenzo menatap Rara penuh tanya. Ia binggung dengan ucapan dari sang anak, dua Papah? memangnya siapa yang mengaku Papah dari anaknya ini?
"Om Iki bukan Papah na Keyla!" sahut Kevin membuat Keyla menatap tajam kakanya itu.
Keyla menekukkan kedua tangan kecinya dipinggang. "Kata na om Iki, Om Iki Papah na Keyla!"
"Om Iki?" tanya Kenzo menatap Keyla yang mengangguk kearahnya.
"Om Iki, pacalna Mamah." mendengar ucapan itu membuat Kenzo menatap tajam Rara. Ia mengumpat didalam hatinya kepada pria yang mengakui pacar dari wanitanya.
Rara langsung menggelengkan kepalanya mendengar pernyataan dari anaknya. Ia tak menyangka Riki berbicara itu pada anaknya dan sekarang anaknya berbicara pada Kenzo, pasti pria disamping-nya ini akan bertanya macam-macam padanya nanti.
"Om Iki bukan pacar Mamah sayang." Rara mengelus kepala sang anak. "Om Iki cuma temen Mamah." lanjutnya dengan menatap sekilas Kenzo yang hanya diam menatapnya.
"Tapi Om Iki bilang Om Iki suka sama Mamah, telus Keyla halus bantu Om Iki bial deket sama Mamah." jelas Keyla yang membuat wajah Kenzo berubah seketika. Rara tersenyum masam menatap Kenzo yang juga menatapnya tajam.
Mati aku!
__ADS_1
▫▫▫▫▫▫
Trimksih sudh mmbca😍