My Devil Possessive

My Devil Possessive
Sampai


__ADS_3

Sisil berjalan memasuki gedung besar dan tinggi dihadapannya. Ia tersenyum menatap semua karyawan yang menatapnya hormat, ya! mereka semua masih beranggapan bahwa dirinya adalah pacar dari bos mereka, calon istri dari seorang Kenzo. Ternyata pernikahan Kenzo dan juga wanita kampung itu tidak dipublikasikan, ini memudahkan ia untuk merebut kembali Kenzonya.


Ia berjalan menuju kearah ruangan Kenzo yang berada diatas, Sisil berjalan dengan anggunnya agar semua orang terkesan melihat dirinya.


"Heh Hans! Kenzonya ada kan didalam?" tanya Sisil ketika melihat Hans yang berada diluar ruangan Kenzo.


Hans menatap wanita ular dihadapannya ini yang berpenampilan seperti ingin pergi ke bar, bagaimana tidak sekarang mantan pacar dari bosnya ini memakai pakaian kurang bahan yang memperlihatkan lekukkan badannya sendiri.


"Memangnya non Sisil ada perlu apa ingin bertemu tuan?" sahut Hans memastikan perempuan ini ingin berbuat apa disini.


Sisil melipatkan kedua tangannya didada dan menatap Hans dengan tersenyum miring. "Ada sesuatu yang gue mau omongin sama Kenzo"


Hans menatap curiga wanita yang ada dihadapannya pasti Sisil akan melakukan sesuatu karna dari wajahnya saja mencurigakan. "Saya akan bertanya terlebih dahulu apa tuan ingin bertemu dengan nona" sebenarnya ia akan pergi sekarang karna ada beberapa beberapa urusan diluar yang harus ia kerjakan, tapi melihat kedatangan wanita ini membuatnya tidak ingin pergi.


"Ck! lo lupa kalo gue ini pacar dari Kenzo jadi pastinya Kenzo nerima dengan senang hati dong kedatangan gue, udah ah buang-buang waktu kalo gue bicara sama lo" Sisil langsung masuk kedalam ruangan Kenzo.


Sedangkan Hans menggelengkan kepalanya, ini perempuan masih saja mengaku bahwa dirinya adalah pacar tuannya. Jelas-jelas dia sudah tau bahwa tuan Kenzo sudah menikah tapi masih saja didekati.


Ceklek


Pintu ruangan Kenzo terbuka dan menampilkan wajah dari seseorang yang membuat Kenzo muak melihatnya.


Kenzo menatap kearah pintu itu sekilas lalu ketika sudah tau siapa yang masuk Kenzo pun melanjutkan pekerjaannya.


"Kenzoo, aku kangenn" manja Sisil dengan berjalan menuju Kenzo yang nampak sibuk kerja.


"Kau mau apa disini?" dingin Kenzo tanpa mengalihkan pandangannya pada berkas didepannya.


Sisip mendekat dan berdiri disamping Kenzo yang masih duduk dikursinya. "Aku kangen sama kamu Zo, kamu ga kangen sama aku?" Sisil mencoba mengalihkan pandangan Kenzo padanya.


Kenzo mengalihkan pandangannya ke arah Sisil, ia nampak menatap wanita itu dari atas sampai bawah. Yang ditatap pun tersenyum manis, pasti Kenzo terpesona melihatnya.


"Aku cantik kan Zo pake baju ini?" ucap Sisil dengan tersenyum manis.

__ADS_1


"Ck! kau ini tidak punya uang ya? sampai membeli pakaian kurang bahan seperti itu"


Niat Sisil ingin menggoda Kenzo agar laki-laki ini terpesona tapi jawaban yang diutarakan Kenzo membuatnya menekkukan wajahnya.


Hans yang masih diam di depan pintu Kenzo langsung melirik jam ditangannya, ia sudah terlambat sekarang jadi Hans memutuskan pergi dari sini, semoga saja tuannya tidak tergoda oleh wanita ular itu.



Rara turun dari mobil dan menatap gedung besar dan tinggi didepannya. Ia tersenyum manis karna ini kali pertamanya dirinya menginjakkan kakinya disini.


"Mau saya antarkan kedalam nona?" tanya supir yang berdiri disamping Rara.


Rara mengelengkan kepalanya. "Gausah pak, em bapak pulang aja biar nanti aku pulang sama Kenzo" ucap Rara yang langsung diangguki oleh supir itu.


"Kalo begitu saya pulang dulu ya nona"


Rara mengangguk. Supir itu lantas masuk kembali kedalam mobil bosnya dan melaju untuk pulang ke mesion.


Rara masih diam terpesona dengan gedung didepannya. Ia mengangkat tas yang dipegangnya dan tersenyum. "Semoga aja tuan suka sama makanannya" gumam Rara dengan ekspresi bahagia. Semoga saja tuannya itu tidak terlalu sibuk hari ini jadi mereka bisa menghabiskan waktu bersama.


"Permisi" sapa Rara ketika sampai pada meja resepsyonis kantor ini.


Kedua orang wanita yang sedang menatap kearah bawah itu langsung menatap Rara dengan tersenyum.


"Selamat datang di XanderCrop, ada yang bisa saya bantu nona?" tanya ramah salah satu penjaga disana.


"Apa tuan Kenzonya ada ya?" sahut Rara.


"Maaf nona yang bernama pak Kenzo ada dua disini, nona mencari pak Kenzo manager pemasaran atau pak Kenzo pemilik kantor ini?" tanya kembali resepsyonis itu.


"Em pak Kenzo pemilik kantor ini" jawab Rara masih dengan wajah tersenyumnya.


"Apa nona sudah membuat janji?"

__ADS_1


Rara menggeleng pelan, memangnya jika bertemu laki-laki itu harus membuat janji terlebih dahulu?


Resepsyonis itu tersenyum menatap Rara. "Maaf nona jika nona ingin bertemu tuan Kenzo nona harus membuat janji terlebih dahulu" sahut wanita ber-tag Mira.


Rara mencoba mencari akal agar dirinya bisa tau dimana letak ruangan Kenzo, memangnya Kenzo sesibuk apa? sampai harus membuat janji terlebih dahulu jika ingin bertemu.


"Saya kesini mau nganter makanan mbak dari rumah tuan Kenzo" ucap Rara yang membuat kedua wanita dihadapannya ini ber-oh paham.


"Nona maidnya tuan Kenzo ya?" tanya kembali salah satu resepsyonis.


Ekspresi Rara berubah. Maid? apa wajahnya terlihat seperti maid sekarang? tapi untuk menghemat waktu agar dirinya cepat bertemu Kenzo akhirnya Rara mengangguk saja.


"Iya mbak"


"Ruangan tuan Kenzo berada dilantai10, kamu tinggal tanya aja dimana ruangan tuan Kenzo sama pegawai disana pasti semuanya tau" ucap wanita ber-tag Lisna yang menatapnya rendah sekarang.


Rara pun mengangguk. "Terimakasih ya mbak" setelah mengucapkan itu Rara pergi melangkah menuju lantai yang disebutkan tadi oleh kedua wanita itu.


Beberapa menit setelah menaiki lift akhirnya dirinya sampai pada lantai10 setelah itu ia bertanya dengan beberapa pegawai menanyakan dimana letak ruangan Kenzo, setelah tau dimana letak ruangan itu dirinya pun pergi menuju kearah sana.


Ruangan Kenzo berada di ujung lantai ini, ia harus melewati seperti lorong untuk menuju ruangan itu. Keadaan disini cukup sepi karna tak banyak karyawan yang berlalu lalang disini mungkin karna jalan ini hanya menuju keruangan Kenzo dan tidak ada jalan lainnya jadi mereka jarang melewati jalan ini.


Sampai pada pintu coklat bertulisan Presdir, Rara tersenyum mungkin ini adalah ruangan Kenzo.


Pintu itu nampak terbuka sedikit alhasil dirinya membuka pintu itu secara perlahan. Saat membuka itu Rara membulatkan matanya, pemandangan yang tak seharusnya ia lihat terlihat jelas dimatanya sekarang.


Rara menutup mulutnya dengan tangan kanannya, makanan yang ia pegang pun terjatuh dari genggamannya.


Jadi ini alasan kenapa tuan tidak ingin aku keluar dari rumah tanpa seiizinnya?


▫▫▫


Terimakasih sudah mmbaca❤

__ADS_1


Tolong dukungannya ya!🙌


__ADS_2