
Rara yang mendengar itu pun tergelak, yang seharusnya di tanya itu Rara karna yang memaksanya menikah adalah laki-laki yang ada disampingnya ini.
Kalo aku yang ditanya sih jawabannya ga yakin!
Kenzo yang mendengar itupun hanya menganggukan kepala "hm"
Lia yang mendengar jawaban dari anaknya pun mengalihkan pandangannya ke arah Rara lagi, masih dengan pandangan yang tidak dimengerti Rara.
"Ayahmu kerja apa?"
"D..ia kerja di..salah satu perusahaan tuan Kenzo, nyonya"
Lia yang mendengar itu hanya mengangguk "Berarti kamu bukan dari keluarga terpandang ya"
Hah?
"Kenzo kau yakin? memilih perempuan ini sebagai mantu keluarga Xander? Ck! dilihat dari keluarganya saja sepertinya hanya mau memanfaatkan mu" lanjut nyonya Xander dengan pandangan kearah Kenzo.
Kenzo yang mendengar itupun meradang, ia diam karna dia menghargai pertanyaan Lita namun sepertinya momnya itu sudah kelewatan batas "Mom cukup!"
"Mom kan hanya tanya" Lia pun mengarahkan pandangannya lagi kearah Rara "Kamu bekerja?" Lanjut Lia dengan pandangan tanya.
Apa aku jujur? atau apa? aduh udah kayak diintrogasi aja sih!
"Iy..a"
"Dibidang apa?"
Kenzo lagi-lagi muak dengan semua pertanyaan dari mamanya itu, ia tau mamanya itu pasti tidak akan mau jika menerima mantu dari kalangan bawah, walau Maura sebenarnya bukan dari kalangan bawah tapi Kenzo tau pasti Rara tidak akan mengakuinya "Hans! bawakan tas-tasnya, Dan antar Maura kekamarnya"
"Baik tuan, Mari nona"
Hans pun membawa tas-tas yang dia pegang dan mengajak nona nya itu ke kamar yang berada diatas.
Rara yang mendengar itupun mengarahkan pandangannya ke Kenzo, Yang ditatap hanya menganggukan kepala, Rara pun mengucapkan permisi dan melanjutkan langkahnya menyusuli Hans.
"Kenzo! Mom kan belum selesai bicara"
"Dia sudah jadi calon istriku mom! mom jangan mengganggu nya!"
Setelah mengucapkan itu, Kenzo berjalan melangkah menjauhi momy nya itu.
Hubungan diantara mereka memang bisa dibilang kurang baik yaa, karna sifat mereka yang sama sama keras kepala.
Aku tidak akan membiarkan kenzo jatuh ke tangan perempuan yang tidak selevel dengan keluarga Xander!
♣
Rara melihat kamar yang ditunjukan Hans pun tercengang.
Besarnyaa
Bisa dibilang kamar yang ditunjukan Hans padanya adalah dua kali lebar dari kamar Rara yang ditempati Nindi sekarang.
Hans masuk diikuti Rara dibelakangnya "Nona biar saya panggil kan maid untuk membereskan pakaian nona"
__ADS_1
"Gausah biar aku aja yang beresin"
"Kalo gitu saya permisi, jika nona membutuhkan sesuatu panggil saya atau para maid lainnya"
"Baik, terimakasih sekertaris Hans"
"Sama-sama nona" Hans pun melangkahkan kakinya keluar dari kamar tersebut.
Rara menatap sekeliling kamarnya, ada perasaan bahagia yang muncul karna ia bisa pergi dari rumah yang sudah membuatnya seperti pembantu disana tapi ia juga sedih karna Rara disini hanya sebagai pengganti dari hutang-hutang ayahnya.
Apa papah senang karna aku sudah tidak bersamanya sekarang?
Rara akhirnya membereskan semua barang-barangnya, tak lupa ia membuka figura berisi foto terakhir almarhum ibunya, foto itu adalah foto satu-satunya yang dimiliki Rara, waktu itu Bijum lah yang memberikan foto itu padanya sampai sekarang ia masih menjaga baik-baik foto ibunya itu.
"Bu mungkin ini adalah jalan hidupku, ibu disana jangan membenci ayah yah, disini aku baik baik aja ko bu" Gumam Rara sembari menatap figura itu.
Setelah selesai merapihkan barangnya tersebut, ia melangkah menuju pintu yang terdapat di pinggir kasur, mungkin itu adalah kamar mandi, Rara membuka pintu tersebut dan lagi-lagi ia membulatkan matanya.
Mungkin sebagian orang menganggap Rara ini norak namun memang ia tidak pernah melihat kamar mandi yang bisa dibilang seperti di hotel bintang lima.
Rara pun melangkah menuju tempat dimana ia akan tidur, ia merebahkan badannya disana seharian ini Rara sudah menguras hati dan juga raganya mungkin ia akan beristirahat sebentar.
♣
"Maaf Tuan muda tidak lupa kan nanti ada pertemuan dengan tuan Dimas" ucap Hans ketika masuk kedalam ruangan Kenzo.
Kenzo yang sedang duduk dikursinya itu pun mengalihkan pandangannya kearah Hans yang masuk tiba-Tiba dari arah pintu.
"Hans sepertinya kau sudah bosan bekerja ya"
"Maaf tuan maaf saya salah"
"Hm, ada apa?"
Apa tuan tidak mendengarkan ku bicara tadi?
"Maaf tuan sebentar lagi ada jadwal pertemuan tuan muda dengan tuan Dimas"
Sebenarnya Kenzo tidak ingin berangkat hari ini karna ia ingin menghabiskan waktu dengan jaminan yang diberikan David itu namun Kenzo tau pertemuan ini juga penting untuk kantornya.
Kenzo pun berdiri dan melangkah ke luar ruangannya "Kita berangkat sekarang"
"Baik tuan" diikuti Hans dibelakang.
sebelum itu Kenzo pergi ke kamar yang berada di ujung tangga, ia membuka pintu tersebut tanpa menimbulkan suara, ia melangkah menuju tempat tidur di ruangan tersebut, lain halnya dengan Hans yang hanya menunggu di depan pintu kamar tersebut.
"Kau seperti nya lelah baby, Baiklah aku berbaik hati untuk membiarkan mu istirahat saat ini, tapi mungkin kau harus menyiapkan tenaga mu untuk malam ini" ucap Kenzo sembari membelai rambut wanita yang sedang tertidur di kasur tersebut, Kenzo menatap dengan senyum miring andalannya ketika melihat wajah itu terkulas tidur.
Setelah mengucapkan itu, ia keluar dari ruangan tersebut diikuti Hans dibelakangnya, mereka berdua berjalan menuju mobil yang terparkir di halaman rumahnya namun sebelum itu ia memberikan isyarat kepada para maid untuk memberi kan makanan jika Maura sudah terbangun dari tidurnya. setelah itu mereka masuk kedalam mobil dan melaju kearah kantor.
♣
Drtttt! Drt!
Rara terbangun ketika mendengar getaran dari arah sampingnya, ia terbangun melihat kearah jam yang terdapat di atas nakas.
__ADS_1
"Hah! udah jam 6 sore ternyata, aku udah ketiduran 2 jam berarti disini"
Rara pun mengalihkan pandangannya kearah samping, ia melihat hpnya itu bergetar disana tertera nama Aisyah yang menelponnya, ia pun segera mengangkat sambungan telepon tersebut.
"Halo kenapa Syah?"
"......."
"Emangnya kenapa?"
"....."
"Masalah? Yaudah aku kesana sekarang"
Tint!
Rara pun memutuskan sambungan tersebut dan langsung pergi kekamar mandi untuk membersihkan diri.
Setelah selesai Rara mengganti pakaian nya dengan dress selutut berwarna hitam putih, dia pun menguncir satu rambutnya itu dan tak lupa mempoleskan sedikit bedak diwajahnya.
ia berjalan keluar dari kamar tersebut menuju kearah pintu keluar. namun sebelum sampai diluar tiba-tiba dari arah belakang ada yang berbicara.
"Kau mau kemana malam-malam begini?"
Rara yang mendengar itu mengalihkan pandangannya kearah belakang, ia melihat ada Nyonya nya itu sedang berdiri sembari melipat kedua tangannya di atas dada.
"Maaf nyonya, saya ada urusan sebentar diluar"
"Cih perempuan rendahan seperti mu seharusnya tidak pantas menjadi mantu dari keluarga Xander" ucap sinis Lia
Rara yang mendengar itu hanya bisa sabar, ia sudah biasa diperlakukan seperti itu.
Kalo bukan untuk keluarga ku aku juga tidak mau nyonya!
"Maaf nyonya saya sedang terburu-buru, saya permisi" Rara membalikan badannya lagi melangkah menuju kearah pintu namun lagi-lagi suara itu menghentikan langkahnya.
"Liat saja saya tidak akan membiarkan kamu memanfaatkan anak saya, saya tau perempuan seperti mu hanya menginginkan uang anak saya!"
Iya memang benar aku disini hanya sebagai pembayaran hutang ayahku**!
Rara yang mendengar itu pun membalikkan badannya lagi mengarah kearah tempat dimana Nyonya berada.
"Maaf nyonya, saya bukan wanita yang seperti anda pikirkan, saya tidak memanfaatkan Tuan muda"
"Cihh, mana ada maling ngaku"
"Maaf nyonya saya memang bukan dari kalangan keluarga seperti anda namun nyonya jangan pernah menilai sifat seseorang dari kekayaan yang mereka miliki" Setelah mengucapkan itu Rara pergi tanpa mendengar jawaban dari Lia
Apa hanya orang dari kalangan atas yang wajib dihargai**?
▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫
Kira-kira apa ya yang akan dilakukan tuan Kenzo?
Trimaksih sudah membaca❤
__ADS_1