
Setelah beberapa jam akhirnya mereka sampai dibandara kota Jakarta ini. Untungnya di-sepanjang jalan Kevin dan Keyla tak rewel karna mereka hanya diam tertidur.
Saat pesawat sudah mendarat Rara pun membangunkan kedua anaknya tapi sayangnya Keyla masih nampak tenang tertidur jadi karna Rara tak tega membangunkannya alhasil Rara menggendong anak perempuan tersebut dengan tangan satunya lagi yang menggandeng tangan Kevin agar tak hilang.
" Udah sampe Mah?" tanya polos Kevin dengan menatap Rara disampingnya.
Mereka sedang berjalan keluar dari pesawat untuk turun. "Iyah sayang, Kevin jangan jauh-jauh dari mamah ya" ucap Rara yang langsung dibalas anggukan oleh anak itu.
Setelah turun mereka pun berjalan masuk kedalam bandara dan melangkah pergi keluar dari sini. Rara sudah mengabarkan Aisyah jika ia sudah lepas landas dikota Jakarta ini dan sebentar lagi sahabatnya itu menjemputnya kesini.
Rara menatap kedepannya. Ia kembali ke kota yang menyimpan seribu luka ini.
Aku mungkin bakal mampir sebentar nanti kerumah papah
Sudah beberapa tahun Rara meninggalkan kota ini, ia juga sudah lama tak berhubungan dengan papah dan juga mamah tirinya. Kira-kira kabar mereka bagaimana ya? mungkin setelah beristirahat Rara akan berkunjung kerumah papahnya-David.
"Kita dimana mah?" gumam Keyla dengan membuka matanya.
Rara dan kedua anaknya berada di ruang tunggu bandara, mereka menunggu Aisyah disana karna Rara sudah tak kuat lagi berjalan.
"DiJakarta sayang, bangun yuk" Keyla pun terbangun dan turun dari gendongan Rara.
Kevin masih terdiam duduk disamping kursi Rara dengan tatapan yang mengedarkan keseluruh penjuru bandara.
"Yee!! ayuk Mah alan-alan" ajak Keyla menarik tangan Rara yang terduduk dikursi ruang tunggu.
"Eh nanti dulu, kita tunggu tante Aisyah jemput katanya kalian pengin ketemu tante Aisyah" sekaligus Rara pun tak kuat jika harus menggendong kembali anak keduanya ini jadi lebih baik ia menunggu Aisyah agar wanita itu yang gantian menggendong anaknya.
Mendengar nama itu membuat Keyla terdiam menurut, ya dia juga ikut menunggu tantenya yang setiap hari hanya bertemu lewat vidio call-an dengannya. Sekarang Keyla bisa bertemu langsung dengan orang yang disebut tante Isyah itu.
Tak lama Rara pun melihat seseorang yang sangat ia kenali sedang berjalan menuju kearahnya dengan senyum lebar diwajahnya.
"RARA!!!!" teriak dari arah kejauhan yang membuat Rara bangkit dan menyuruh orang yang berteriak tadi mendekat kearahnya.
Saat wanita itu sudah berada dihadapan Rara dengan segera orang tersebut memeluk Rara bahagia.
"Aaa aku kangen banget sama kamu Ra." sahut Aisyah dengan melepaskan pelukannya. "Kamu beda banget sekarang." lanjutnya dengan menatap tubuh Rara dari atas sampai bawah.
Rara tersenyum simpul menanggapi ucapan sang sahabat. "Gak ada yang berubah dari aku ko Syah, aku tetap Rara yang dulu."
Aisyah menjauh dari tubuh Rara ketika menyadari ada dua orang lagi yang sekarang menatapnya binggung.
"Eh Ra, ini Keyla sama Kevin?"
Rara dengan cepat mengangguk. "Salam dulu sayang sama tante Aisyah," titah Rara yang langsung diangguki kedua anaknya tersebut.
Kevin dan Keyla menyalami Aisyah dengan bergantian, Aisyah nampak begitu bahagia melihat keponakannya yang tumbuh menjadi cantik dan juga tampan.
Setelah salam-salaman Aisyah pun menyenggol pelan lengan Rara. "Mirip banget Ra sama tuan Kenzo," bisik Aisyah dengan sedikit terkekeh.
Sebenarnya ada yang ditakutkan Rara ketika ia pergi mengajak anak-anaknya ke-kota ini. Kedua wajah sang anak itu mirip sekali dengan Kenzo, bisa dibilang seperti mengcopy wajah pria tersebut namun ini versi mininya. Rara hanya takut ada yang menyadari kemiripin sang anak dengan pemimpin besar perusahaan XanderCrop itu.
"Udah yuk langsung jalan aja Syah, kasian anak-anak pada capek kayaknya," sahut Rara melihat kedua anaknya yang sedari tadi hanya diam.
__ADS_1
"Yaudah," Aisyah mengambil alih koper Rara dan mengenggam koper tersebut untuk siap ia dorong.
Rara yang melihat itu menatap heran sahabatnya. "Kamu mau ngapain?" tanya-nya.
"Bawa kopernya lah, mau ngapain lagi coba?" dengan cepat Rara mengambil alih kopernya kembali.
Aisyah membulatkan matanya binggung. Lain dengan Rara yang mengeluarkan kekehannya tak enak.
"Em kopernya biar aku yang bawa, kamu tolong gendong Keyla aja ya? eh Keyla mau digendong tante Aisyah apa mau jalan sendiri?" tanya Rara terlebih dahulu pada anak perempuannya yang sedari tadi diam berdiri didepan sang kaka.
Keyla nampak berfikir. "Jalan sendili aja Mah," jawab anak itu yang membuat Aisyah menarik nafanya lega.
Rara pun mengangguk dan beralih menatap Kevin yang masih asik duduk dikursi tunggu. "Kevin mau digendong?" tanya kembali Rara.
Dengan cepat anak laki-laki itu menggeleng dengan tatapan dinginnya. Kevin pun turun dari kursi tersebut dan menggandeng tangan adiknya siap untuk berjalan.
"Mirip ya dinginnya," sahut Aisyah dengan menatap Rara tak percaya.
"Udah ah, yuk berangkat" Rara menarik kopernya dan berjalan keluar dari bandara ini diikuti Aisyah dibelakangnya. Kedua anaknya itu pun saling bergandengan tangan dan berjalan disamping Mamahnya.
mereka ber-empat berjalan keluar dari bandara yang nampak cukup ramai untuk menuju parkiran tempat ini. Aisyah datang menjemput Rara dengan menaiki mobil pribadinya yang tentunya ia beli dari hasil jerih payahnya bekerja dibutik milik Rara. Sedangkan pemilik butiknya sama sekali tidak memiliki mobil ataupun kendaraan pribadi lainnya, karna Rara jauh lebih nyaman memakai ojol ataupun angkutan umum lumayan irit pajak katanya.
Mobil Aisyah pun melaju pergi dari bandara dan membelah padatnya ibukota Jakarta ini. Rara menatap samping jendela tempat duduknya. Kota ini nampak tak berubah, semuanya nampak sama seperti yang dulu.
"Yakin Ra kamu mau nginep dihotel aja? gak mau dirumah aku aja?" sahut Aisyah memecahkan keheningan dimobil ini.
Rara duduk disamping Aisyah yang nampak fokus dengan setirnya. Sedangkan kedua anaknya duduk dibelakang, Mereka nampak diam dengan mainan ditangannya masing-masing.
"Iya Syah, gak enak-ah kalo dirumah kamu takutnya orang rumah keganggu lagi sama Keyla dan Kevin, maklum mereka gak bisa diem anaknya," jawab Rara menatap wanita disampingnya.
Ya! memang keluarga Aisyah sudah menganggap Rara sebagai bagian dari keluarganya, orangtua Aisyah pun tau bagaimana sikap keluarga Rara yang jauh dari kata bahagia itu, makannya mereka memberikan kasih sayang lebih pada Rara ketika wanita itu berkunjung kerumahnya.
Rara tetap menggelengkan kepalanya pelan, tetap saja ia tak enak. "Aku ke hotel aja Syah. Nanti aku main deh kerumah kamu sambil bawa anak-anak, Rumah kamu gak pindah kan?" tanya Rara memastikan.
"Masih alamat yang lama kok," jawab Aisyah dengan anggukan kecil sebelumnya.
Rara memutuskan untuk menginap saja dihotel yang sudah ia pesan sebelum datang kekota ini. Hotelnya pun tak jauh dari acara peresmian yang akan dihadiri Rara jadi ia tak perlu jauh-jauh untuk ketempat undangan tersebut.
Akhirnya beberapa jam kemudian mereka sampai disebuah hotel yang cukup besar, mobil Aisyah mengantarkan Rara hingga lobi utama hotel tersebut.
"Maaf banget ya Ra aku gabisa nemenin kamu masuk soalnya masih ada kerjaan dibutik," ucap Aisyah meminta-maaf karna tak bia menemani Rara memasuki hotel.
Rara melepaskan pengaman mobilnya dan menatap Aisyah dengan tersenyum. "Gapapa Syah, makasih loh tumpangannya maaf jadi ngerepotin."
"Gak ngerepotin kok, oh iya aku bantu turunin kopernya ya," keduanya pun turun dari mobil, Rara menurunkan kedua anaknya dari mobil dan Aisyah mengeluarkan koper miliknya dari bagasi.
Setelah memastikan barang-barang Rara sudah turun, Aisyah pun segera pamit karna mobilnya mengalangi para mobil yang akan berhenti juga dilobi hotel ini.
Ketika mobil Aisyah sudah berjalan Rara dan kedua anaknya pun masuk kedalam hotel, Kevin dan Keyla nampak tak bisa diam. Mereka asik berlari-larian kesana kesini yang membuat Rara kembali dipusingkan dengan tingkah laku anak itu.
"Keyla, Kevin jangan jauh-jauh dari mamah yah," sahut Rara yang langsung dijawab dengan anggukan oleh kedua anaknya.
Rara berjalan menuju meja Resepsyonis, disana berdiri kedua wanita memakai seragam yang sama.
__ADS_1
"Permisi mbak," sapa hangat Rara yang membuat kedua wanita itu mengalihkan pandangannya pada Rara.
"Ada yang bisa saya bantu nona?" jawab ramah Resepsyonis ber-tag Dwi.
Rara tersenyum manis mendapatkan perlakuan ramah. "Kamar atas nama Maura Natalie sudah siap? kemarin saya sudah pesan lewat aplikasi."
Wanita bernama Dwi itu pun mengangguk. "Nona Maura ya? sebentar ya, saya akan mengeceknya terlebih dahulu," jawab sang Resepsyonis dengan menatap layar dihadapannya.
Rara pun mengangguk ia mengalihkan pandangannya pada penjuru hotel ini.
Loh itu anak kemana?
Rara mencoba mencari kedua anaknya yang sudah tidak ada lagi disekitarnya. "Bentar yah mbak," ucap Rara kepada Resepsyonis tersebut.
Ia berlarian mencari kedua anaknya sampai koper miliknya ia tinggal didepan meja Resepsyonis. Jika Kenzo tau anaknya hilang bisa mati Rara.
"Kevin! Keyla!" Rara mencoba memanggil kedua anaknya.
Karna tak kunjung ditemukan Rara pun bertanya pada staf hotel yang melintas dihadapannya. "Maaf pak, bapak liat anak kecil laki-laki sama perempuan gak lewat sini? anak nya tingginya sekitar segini terus pake jaket warna biru dua-duanya," Rara mendekskripsikan ciri-ciri dari kedua anaknya.
Bapak-bapak yang memegang sapu itu lantas menggelengkan kepalanya. "Saya gak liat non."
"Kalo gitu makasih yah pak," setelah mengucapkan itu Rara pun segera berjalan pergi untuk mencari kedua anaknya kembali.
"Aduh kalian dimana sayang," gumam Rara khawatir.
"Ih gemess, nama adek siapa?"
"Ganteng banget sihh, boleh minta foto gak?"
"Kamu anak siapa sih? ganteng sama cantik bangett pasti bapaknya ganteng dehh."
Tiba-tiba saja Rara mendengar samar-samar suara yang tak jauh dari keberadaannya. Dengan segera ia pun menghampiri asal suara yang berada di depan kamar sebuah hotel.
Disana terlihat segerombolan gadis dan kedua anaknya yang diam berdiri didepan beberapa gadis tersebut.
"Keyla, Kevin! kalian ini Mamah cariin juga," sahut Rara yang membuat kedua anak itu berlarian kearahnya.
"Endongg," Keyla merentangkan kedua tangannya untuk meminta digendong. Rara pun mau tak mau menggendong anak tersebut.
"Kan Mamah udah bilang jangan jauh-jauh dari Mamah," nasehat Rara kepada anaknya. Hati Rara sudah ketar-ketir takut terjadi sesuatu dengan kedua anak ini.
"Kepin cuma ikutin Keyla aja yang lali-lari telus," adu Kevin mengenggam lengan sang Mamah.
"Ehh mbaknya bener Mamahnya? ko gak ada mirip-miripnya sih?" sahut gadis yang mungkin sepantaran dengan adik iparnya sekarang.
"Iyah-yah apa mbaknya cuma babysister yang ngaku-ngaku Mamahnya?" lanjut gadis lain.
Mendengar itu membuat tensi darah Rara naik kembali. Ini sudah beberapa kali dirinya dianggap babysister oleh orang-orang yang melihat dirinya menggendong kedua anaknya. Emangnya wajahnya terlihat seperti babysister ya? padahal dia loh yang melahirkan kedua anak ini tapi kenapa dianggap sebatas pengasuh? Rara hanya beristigfar didalam hati. Jika ia bertemu kembali dengan papah anaknya Rara tak segan-segan memarahi pria tersebut karna merasa dirugikan prihal wajah sang-anak.
"Saya yang ngelahirin mereka loh masa dibilang babysister."
▫▫▫▫▫
__ADS_1
Trimksih sudah membaca❤