My Devil Possessive

My Devil Possessive
Persiapan kencan


__ADS_3

Rara langsung membalikan badannya kebelakang menatap siapa orang yang memeluknya.


"Tuan" ucap Rara dengan pandangan menatap Kenzo.


Sejak kapan Kenzo pulang? perasaan tadi ia melihat jam masih menunjukan jam 4 sore, tadi juga tidak ada maid yang memanggilnya untuk menyambut kedatangan tuan mudanya ini.


"Kau sudah siap hm?" ucap Kenzo yang mampu membuat Rara terdiam disana. Posisi mereka cukup intim sekarang apalagi sekarang mereka berada dibalkon, jika ada yang melihatnya dari bawah bagaimana?


"Tuan maaf" ucap Rara memegang bahu Kenzo menyuruhnya untuk mundur.


Kenzo pun memundurkan tubuhnya dan berjalan masuk kedalam kamar Rara diikuti pemilik kamarnya yang mengikutinya dari belakang.


"Tuan maaf aku tidak menyambut mu tadi, aku tidak tau jika tuan sudah pulang" ucap Rara menunduk.


Kenzo mengalihkan pandangannya kearah Rara yang nampak menunduk bersalah.


"Tolong siapkan pakaian untukku, aku akan mandi" ucap Kenzo yang membuat Rara mengangguk dan berjalan menuju kekamar Kenzo untuk mengambil pakaian tuannya.


Tumben pulang cepet


Disepanjang jalan Rara memikirkan apa yang akan dilakukan Kenzo ketika pulang cepat hari ini, apalagi ia akan pergi jadi Kenzo pasti sendirian berada dirumah ini eh tapi ada mertuanya juga sih.


Setelah mengambil pakaian rumah untuk Kenzo, Rara langsung membawa pakaian tersebut kekamarnya agar setelah tuannya itu selesai mandi dia bisa langsung memakai pakaiannya.


Rara sudah siap dengan pakaian dres abu-abu bermotif bunga dengan pita ditengahnya dan juga rambut yang ia biarkan terurai panjang dipunggungnya.


Beberapa menit kemudian Kenzo keluar dengan handuk yang biasa ia lingkarkan di perutnya. Kenzo berjalan menuju tempat tidur untuk memakai pakaian yang dibawa wanitanya, sedangkan Rara berdiri tak jauh darinya.


"Ck mengapa kau mengambil pakaian rumah untukku" ucap Kenzo membuyarkan lamunan Rara.


Rara menatap suaminya dengan pandangan binggung. "Memang nya tuan mau pakai apa? bukannya tuan memang suka memakai baju itu ya"


"Kita kan akan berkencan masa aku harus memakai pakaian ini" ucap Kenzo tak suka.


Rara membuka matanya lebar-lebar, apa berkencan? siapa juga yang mengajak tuannya ini berkencan?


"Berkencan? memangnya tuan akan berkencan dengan siapa?" ucap polos Rara.


Kenzo duduk di pinggiran kasur dengan menatap wajah Rara yang masih nampak binggung. "Kau ini lupa? bukannya kau kemarin mengatakan bosan dirumah ini? terus kau mengatakan ingin pergi ke acara apa itu dipusat kota"


"Pasar malam" ucap Rara.


Kenzo mengangguk membenarkan ucapan wanitanya. "Kau ambilkan pakaian lainnya untukku, cepat" titah Kenzo.


Rara binggung sekarang, ia akan pergi bersama adiknya tapi kenapa tuannya ini malah ingin ikut. "Tuan, tapi kan aku akan pergi bersama Hazel"


Kenzo Memandangi Rara dengan mengangkat satu alisnya. "Jadi kau tidak ingin pergi bersama ku?"


"Bukan seperti itu tuan-"


"Lalu apa?"

__ADS_1


"Hazel hanya mengajak..ku saja tuan" memang kemarin adik iparnya itu hanya mengajaknya untuk pergi berdua saja ke festival pasar malam itu. Jika Kenzo ikut ia harus berbicara apa pada adik iparnya?


"Jika aku tidak ikut kau juga tidak akan ikut dengan Hazel"


Rara mengerti ucapan tuannya itu, jika tuannya tidak ikut bersamanya berarti dia juga tidak boleh pergi dari sini.


Aaaa padahal aku sudah memiliki banyak rencana dengan Hazel!!


Rara memajukan bibirnya dan berjalan menuju keluar dari kamar, ia akan mengambil stelan pakaian untuk tuannya itu.


Setelah sampai di kamar Kenzo, Rara mengambil kemeja polos berwarna putih dan celana bahan hitam, tapi menurutnya pakaian itu terlalu formal untuk pergi ke sebuah pasar malam.


"Kira-kira pakai apa ya biar cocok" Rara mencoba menggeledah lemari Kenzo, tapi ia hanya melihat kemeja dan juga celana bahan tidak ada kaos atau pun celana jens lainnya.


Dilemari sini hanya ada beberapa stelan baju kantor yang biasa Kenzo pakai dan piyama rumahan yang biasa. Apa pria itu tidak bosan memakai seperti ini? seperti tidak ada kreasinya sama sekali mungkin nanti ia akan membuat beberapa pakaian untuk suaminya itu agar pakaiannya terlihat berwarna sedikit.


"Kau ini sedang mencari apa?"


"Astagfirullah" Rara tersentak kaget ketika melihat Kenzo yang sudah berada di belakangnya. Kenapa pria ini suka tiba-tiba datang sih? membuat jantungnya kaget saja. Jika tiba-tiba ia terkena serangan jantung bagaimana?


"Tuan mengapa kau disini" tanya Rara dengan pandangan ke arah Kenzo.


"Ini kamarku memangnya aku tidak boleh kesini" jawab Kenzo dengan menatap Rara yang sedang memegang beberapa pakaian di kedua tangannya.


"Ck! kau ini mencari apa? mana pakaian ku?" lanjut Kenzo.


"Tuan, apa tuan tidak mempunyai pakaian santai? maksud ku seperti kaos begitu" tanya Rara mencoba memberanikan diri bertanya seperti itu.


Tuannya ini bagaimana sih? kan mereka akan pergi ke pasar malam, malah tuannya ini mengatakan untuk apa. "Untuk tuan, jika tuan memakai pakaian seperti ini dirasa tidak cocok suasananya" jelas Rara yang membuat Kenzo sidikit berfikir.


"Memangnya apa salahnya memakai pakaian ini"


"Tidak salah sih tuan" Rara gelagapan akan berbicara apa, memang tidak ada salahnya tapi kan ah sudahlah Rara pusing dengan jawaban yang akan ia keluarkan untuk menjawab pertanyaan Kenzo.


Rara akhirnya mencoba mencari kembali pakaian untuk tuannya. Siapa tau tersimpan pakaian lainnya disini selain kemeja berwarna putih.


Ketika menemukan pakaian yang cocok untuk tuannya ia pun segera mengambilnya dan memberikannya pada Kenzo. "Ini tuan" ucap Rara menyerahkan pakaian itu pada Kenzo yang sedang terduduk di sofa kamarnya. Rara memberikan temuannya, kemeja berwarna senada dengannya dan celana jens selutut untuk tuannya.


"Kau ingin mempermalukan ku ya?" sahut Kenzo tidak percaya dengan apa yang ia lihat. Seorang Kenzo akan memakai seperti ini?


"Apa salahnya, aku hanya menemukan pakaian ini di lemari mu sepertinya juga cocok" Bukannya tuanya ini berterimakasih padanya malah memarahinya, padahal kan tadi ia berusaha mencari pakaian yang cocok untuk suaminya ini.


"Ck! aku tidak suka pakaian itu, ambilkan stelan kerja saja" titah Kenzo yang membuat Rara terdiam seketika.


Kita kan akan pergi kepasar malam bukan akan bekerja, hiks padahal aku sudah cape-cape mencari baju ini!


"Tuan kita kan akan pergi ke pasar bukan bekerja" apa enaknya memakai pakaian kerja seharian?


"Aku tidak suka memakai pakaian itu! sudah cepat ambilkan"


Rara ikut duduk di sofa depan tuannya ini. Ia tidak mau mengambilkan pakaian untuk tuannya, Ia harus berani mengambil tindakan. "Aku tidak mau"

__ADS_1


Kenzo menatap Rara dengan pandangan tajam. "Kau sudah berani ya padaku?" ucapan Kenzo membuat Rara sedikit goyah akan keberaniannya.


"Tuan ini sudah cocok untuk mu" jawab Rara meyakinkankan tuannya ini agar memakai pakaian yang sudah dibawanya.


"Ambilkan atau kita tidak jadi pergi" sahut Kenzo yang membuat Rara terdiam seketika.


"Yasudah tidak jadi pergi!" Rara menatap dalam tuannya ini. Ia langsung bangkit dari duduknya dan berjalan menuju keluar kamar ini.


Kenzo yang melihat itu langsung bangkit dari duduknya dan menghampiri Rara yang hampir membuka pintu kamarnya. "Hey kau mau kemana" tanya Kenzo memegang pergelangan tangan Rara.


Rara membalikan badannya menatap Kenzo. "Ke kamar" jawab Rara dengan berusaha melepaskan tangan Kenzo dari tangannya, tapi tuannya ini malah mempererat genggamannya.


"Kau bilang kau ingin kepasar malam" tanya Kenzo dengan nada pelan.


"Tidak jadi! malam ini aku ingin tidur sendiri dikamar ku! tuan pokoknya jangan pergi kekamar ku!" Rara menghempaskan tangan Kenzo darinya. Setelah dirasa sudah tidak ada yang memegangnya Rara kembali melanjutkan langkahnya untuk membuka pintu kamar tuan mudanya dan pergi dari sini.


Namun lagi-lagi tangannya di cekal oleh tangan yang ia ketahui adalah tangan Kenzo.


"Kau marah padaku?" tanya Kenzo binggung, sebenarnya perempuan ini kenapa?


"Aku tidak marah tuan! sekarang aku akan pergi ke kamarku jadi tolong lepaskan tangannya" Rara kembali berusaha untuk melepaskan genggaman Kenzo darinya tapi tuannya ini masih tetap memegangnya.


"Padahal aku sudah memilih-kan warna pakaian yang sama dengan baju ku, tapi tidak jadi perginya ya sudah aku akan ganti baju saja" lanjut Rara dengan nada sedih.


Kenzo yang mendengar nada sedih dari wanitanya langsung tidak berkutik lagi dan akhirnya ia menyerah. "Yasudah, aku akan memakai pakaian tadi"


Didalam lubuk hati Rara ia tertawa bahagia, akting-nya berjalan dengan lancar tuan mudanya ini akhirnya mau juga menggunakan pakaian yang dicarinya tadi.


Beberapa menit kemudia Kenzo sudah berpenampilan dengan memakai kemeja lengan pendek yang kedua kancing atasnya sengaja dibuka dan celana jins selutut tak lupa juga Rara memilihkan sepatu snikers berwarna putih untuk tuannya.


"Nah kan cocok tuan" ucap Rara tersenyum bahagia menatap tuannya ini, kapan lagi ia bisa menyuruh Kenzo berpakaian seperti ini? tiap hari yang dilihatnya hanya stelan kerja berwana hitam putih yang membuatnya bosan menatap Kenzo.


"Puas kau hm?" tak habis pikir Kenzo pada wanitanya ini, entah kenapa juga ia menuruti perintahnya.


"Em kayaknya ada yang kurang deh tuan, sebentar" Rara langsung berlari kekamarnya untuk mengambil sesuatu yang diperlukannya sekarang.


Setelah mencari apa yang dicarinya, ia langsung berlari kembali menuju kamar Kenzo. Rara menatap tuannya itu yang masih terduduk disofa dekat balkon.


"Inii tuan, kau pakai ini" Rara memberikan barang itu pada Kenzo.


Kenzo yang melihat itu langsung membulatkan matanya menatap wanitanya, sepertinya Rara sedang mengerjainya. "Untuk apa kumis palsu itu hah!?"


▫▫▫▫▫▫▫▫


Terimakasih sudah membaca❤


Tolong suportnya ya! like vote an sarannya kalo perlu🙌


Salam manis semuanya^^


Dan selamat menunaikan ibadah puasa untuk kalian yang menjalaninya😚

__ADS_1


__ADS_2