My Devil Possessive

My Devil Possessive
Jurang


__ADS_3

"Lepasinn!" Rara sekarang berada didalam mobil yang sedang berjalan menuju kearah hutan. Ia masih mencoba melepaskan tubuhnya dari sekapan kedua orang disampingnya.


"Diam!" sentak pria berbadan tegap disampingnya. Rara menunduk takut, apa sekarang adalah akhir hidupnya?


"Hikss lepasin!" Rara mengeluarkan airmatanya, ia ketakutan sekarang.


Apa hidupku harus berakhir tragis seperti ini tuhan? apa engkau tidak ingin aku bahagia sedikit saja?hiks


"Sebentar lagi kau akan mati nona jadi lebih baik kau diam saja karna tidak akan ada seseorang pun yang menyelamatkanmu haha" kekeh dari ketiga pria tegap itu.


Rara menunduk masih diam, ia parah saja sekarang biarkan takdir pedihnya ini selesai secepatnya.


Dor!


"Hey! hentikan mobilnya!!" ucap seseorang dari belakang mobil yang ditumpangi Rara.


Keempat orang yang berada didalam mobil ini pun mengalihkan pandangannya ketika mendengar suara tembakan.


"Sialan! ada yang ngikutin kita, roy cepatkan mobilnya" ucap pria kepada rekannya yang menyetir mobil.


Rara melihat kearah belakang, ia mengenali setiap mobil yang berada dimesion Kenzo. Dan mobil dibelakangnya ini adalah salah satu mobil milik Kenzo.


Terimksih tuhan


Pasti orang-orang dibelakang itu akan menyelamatkan Rara dari ketiga oria ini. Rara tetap memanjatkan doa agar ia bisa lepas dari mobil ini.


Dor!


Tembakan peringatan itu masih didengar oleh Rara. Ia hanya memejamkan matanya karna mobil yang ia tumpangi berjalan makin cepat.


"Eh mau apa!" teriak Rara ketika orang disampingnya mengambil pistol disakunya.


"Diam!" pria tersebut pun membuka jendelanya mobil yang masih berjalan ini dan mengeluarkan tubuhnya untuk melihat mobil dibelakangnya.


Dor!


Alhasil kedua mobil ini tembak-tembakan dengan mobil yang melaju cepat. Tubuh Rara yang tidak ditahan oleh apa-apa itu langsung bergerak maju untuk meraih setir mobil.


"Hey! kau mau apa!" sahut pria yang menyetir.

__ADS_1


Rara mencoba mengendalikan mobil ini agar berhenti. "Berhentiin gak!" Rara masih mencoba untuk memegang setir mobil.


"Gak!" pria yang nyetir itu mendorong Rara hingga kebelakang.


"Aw" Rara terhempas karna dorongan kencang itu, perutnya sekarang merasakan sakit yang mendalam. Rara menggelengkan kepalanya sambil memegang perutnya.


Maafin mamah sayang maafin mamah Rara menutup kedua matanya dengan mengelus pelan perutnya. Semoga saja tidak terjadi apa-apa pada kandungannya.


Dor!


Dor!


Dor!


"Sialan! mereka tetap ngejar kita yo" ucap pria yang berada samping Rara.


"Jalan terus Roy jangan sampai kita ketangkep, gue gamau masuk penjara" sahut pria kedua yang berada disamping Rara.


Dor!


"Eh eh kenapa nih" pria yang menyetir itu tiba-tiba saja kehilangan arah. "Sialan! rem-nya gak berfungsi!"


"Awass!!!!!"



Kenzo menaiki mobilnya dengan kecepatan maksimal. Ia mendapatkan kabar dari Hans wanitanya berada didalam hutan dengan ketiga suruhan Sisil.


Untuk wanita ular itu Kenzo serahkan semuanya pada Hans, sekarang ia lebih mementingkan kondisi wanitanya apalagi sekarang dia tidak sendirian.


"Maafkan aku, maafkan aku karna tidak bisa menjagamu" gumam Kenzo dengan khawatir. Ia menyetir mobilnya sendiri karna tau jika ia memakai supir pasti supir itu tidak akan melajukan mobilnya dengan cepat.


Kenzo menyetir mobilnya seperti orang yang kesetannan, ia takut jika orang yang disayangnya kembali pergi meninggalkannya.



Mobil yang ditumpangi Rara terjun masuk kedalam jurang yang terlihat dalam.


Bawahan Kenzo yang berada dimobil belakang langsung keluar untuk melihat mobil yang masuk kedalam jurang itu.

__ADS_1


"Sial! kita harus selamatin nona cepat!" ucap salah satu bawahan Kenzo yang melihat itu.


Ketika mereka akan turun kedalam jurang untuk menyelamatkan Rara, tiba-tiba saja terdengar suara ledakan dari arah bawah. Lebih tepatnya ledakan yang berasal dari mobil itu.


Duar!


Para bawahan Kenzo diam seketika melihat gumpalan asap muncul dari arah bawah.


"Kita harus menjauh dari sini" ucap salah satu bawahan Kenzo.


"Tapi nona?"


"Kita harus menjauh dulu! pasti ledakan susulannya akan muncul lagi" Beberapa orang itu pun menjauh dari jurang dan benar saja tak lama suara ledakan kembali terdengar tapi kali ini suaranya cukup nyaring.


Duar!!!


Mereka diam menatap kearah hadapannya, sekarang mereka harus lakukan apa?


"Mana wanitaku hah!?" tiba-tiba saja suara itu muncul dari arah belakang mereka.


Para bawahan itu menunduk ketika melihat Kenzo yang menatap tajam kearah mereka sekarang.


"Maafkan kam..i tuan maafkan kami" ucap salah satu bawahan.


Bugh!


Kenzo menghajar orang yang berbicara tadi. "Maksudmu apa!"


"Mobil nona j..atuh ked..alam jurang tuan, mobil-nya t..erbakar-"


Mendengar itu Kenzo langsung menatap jurang yang berada didepannya. Disana nampak kepulan asap yang menutupi arah bawahnya. Kenzo tiba-tiba terjatuh dengan lutut yang menopang tubuhnya, ia menggelengkan wajanya dengan tatapan tak percaya.


"Tidak" Kenzo menggelengkan kepalanya dengan airmata yang mulai bercucuran diwajahnya.


"Maura!!!!!"


▫▫▫▫▫▫


Happy ending or sad ending?

__ADS_1


kalian lebih suka yang mana?


__ADS_2