My Devil Possessive

My Devil Possessive
Terungkap


__ADS_3

"Bawa dia ke jurang, lenyapkan dia disana" ucap Sisil pada para bawahannya yang berdiri tak jauh dari keberadaan Rara.


Rara yang mendengar itu langsung menggelengkan kepalanya dan masih mencoba melepaskan ikatan ini.


"Baik nona"


Sisil tersenyum, sekilas ia menatap Rara dan setelah itu ia melanjutkan langkahnya pergi menjauh dari gudang ini.


"Cepat kita kerjakan" sahut para bawahan kepada rekannya. Mereka bertiga mendekat kearah Rara.


"Lepasin gak! tolong!!" Teriak Rara mencoba meminta pertolongan.


Ibuu tolong aku hiks


"Nona manis percuma anda teriak-teriak karna disini gabakal mungkin ada yang ngedenger suara teriakan mu itu hahaha" kekeh sala satu pria berbadan tegap. Pria lainnya mencoba melepaskan ikatan dari tubuh Rara.


Setelah ikatan itu lepas Rara mencoba kabur tapi lengannya terlebih dahulu dipegang erat oleh pria berbadan tegap itu.


"Hey jangan coba-coba kabur!" ucap yang memegang erat tangan Rara.


"Lepasin gak!" Rara tidak putus asa begitu saja, ia masih berusaha untuk lari dari sini.


Kondisi tubuh Rara mulai tidak baik, ia merasakan sakit disekunjur tubuhnya. Apa ajalnya sudah mendekat?


Rara dan ketiga pria itu mulai berjalan keluar gudang dan masuk kedalam sebuah mobil. Satu orang menyetir didepan dan dua orang lagi duduk dibelakang untuk menjaga Rara agar tidak kabur.



"Apa!? dia pergi kemana?!" tanya Kenzo pada maid yang bekerja dirumahnya.


Tadi ia sempat menelpon Rara untuk meminta maaf sekaligus ia merindukan sang wanita tapi saat ditelpon nomor Rara tidak aktif alhasil ia mencoba menelpon orang rumah.


"Sa..ya tidak tau tuan, tapi sampai sekarang nona belum pulang juga padahal supir sudah menjemput nona sedari tadi" ucap seseorang dari ujung telpon.


"Suruh yang lain cari tau keberadaan wanitaku!"


Bip.


Kenzo merasakan khawatir dari tadi, makannya ia menanyakan keberadaan wanita itu tapi sayangnya tidak ada yang tau.


"Hans!" teriak Kenzo.


Seorang laki-laki tegap masuk kedalam ruangan Kenzo dengan tergesa-gesa karna Mendengar namanya dipanggil.


"Iya tuan" sopan Hans.

__ADS_1


"Lacak keberadaan wanitaku! pecat saja para bodyguard sialan itu karna tidak becus menjaga wanitaku!" tegas Kenzo.


Ia mendapatkan kabar jika para bodyguard tidak mengikuti kepergian Rara. Entah kenapa, Kenzo tidak tau tapi yang jelas ia merasa marah karna kepergian Rara sekarang tidak mendapatkan penjagaan yang ketat.


Hans langsung mengangguk. "Baik tuan"


Hans lantas langsung pergi dari ruangan Kenzo untuk mencari informasi tentang nonanya.


Kenzo masih mencoba menghubungi nomor dari Rara tapi masih tidak aktif juga nomornya.


Tak lama pintu ruangan Kenzo terbuka lebar memunculkan seorang wanita cantik yang berjalan masuk mendekati Kenzo.


"Sudah ku bilang ka-" Kenzo terdiam ketika melihat siapa yang datang. Kenzo kira itu adalah Hans tapi ternyata bukan.


"Hai sayang, kamu kenapa? nyariin aku ya?" Sisil tersenyum manis dengan wajah yang dibuat-buat agar Kenzo tergoda olehnya.


Kenzo hanya tak tertarik pada wanita yang berdiri didepannya sekarang, ia lebih memfokuskan dirinya pada handpone yang digenggamnya.


"Kenzo ko aku dicuekin" sahut manja Sisil. Ia berjalan mendekati Kenzo dan berdiri disamping pria yang nampak sibuk itu.


Kenzo menjauh dari tubuh Sisil yang mendekat kearahnya.


"Ih ko malah ngejauh sih!" Sisil mendekati kembali Kenzo yang hanya diam menganggap dirinya tidak ada disini.


Kenzo menelpon seseorang diponselnya.


Sisil yang berada dibelakang Kenzo langsung membulatkan matanya. Kenzo sepertinya sedang mencari wanita itu.


"Kamu ngapain cari wanita itu sih?" ucap Sisil marah.


Kenzo membalikkan badannya menatap Sisil yang terlihat nampak gelisah itu. "Kau tau dimana wanitaku?" tanya Kenzo dengan menyelidik.


Sisil langsung menggeleng. "G..ak gak tau, ngapain juga aku ngurusin dimana wanita kampung itu"


Kenzo mencoba menahan amarahnya karna bagaimana pun orang yang berada didepanya ini adalah perempuan.


"Udah deh Zo, perempuan itu udah pergi jauh jadi sekarang hubungan kita gaada lagi yang ganggu" ucap Sisil dengan menggenggam tangan Kenzo.


Kenzo langsung menghempaskan tangannya kasar. "Hubungan kita sudah selesai! jadi saya harap kamu pergi dari sini!" tegas Kenzo.


Sisil menatap sedih Kenzo. "Kamu ngusir aku? aku sayang banget sama kamu Zo, aku kembali kesini cuma buat kamu tapi kamu malah nyuruh aku pergi! kamu gak ngerti banget sih perasaan aku!" ucapnya dengan menatap kecewa Kenzo.


"Kau pikir aku bodoh? aku sudah tau semuanya! jadi lebih baik kau pergi atau aku akan lenyapkan kau dan ayahmu itu!" tegas Kenzo menatap amarah Sisil.


Mendengar hal itu tubuh Sisil langsung gemetar. "Mak..sud kamu apaan sih Zo aku gatau" ucap Sisil gugup.

__ADS_1


"Nona Sisil yang terhormat, anak dari tuan Jeck pendiri LionGrup. Anak pertama dari seorang pembunuh sialan yang telah merencanakan kecelakaan mobil ayahku! kau pikir aku tidak tau itu semua hah!"


Deg.


Sisil menatap nanar pria dihadapannya. Bagaimana Kenzo tau jika ayahnya yang sudah membunuh tuan Georgi?


"Kam..u jangan asal nuduh kalo ayahku pembunuh!" ucap khawatir Sisil.


Kenzo terkekeh. "Nuduh? semua bukti sudah ku temukan nona, jadi semua itu tinggal ku serahkan pada kepolisian" sahut Kenzo menatap tajam Sisil. "Tapi aku tidak sebaik itu begitu saja menyerahkanmu dan ayahmu itu pada kepolisian yang pastinya hanya memenjarakan kalian saja"


Sisil mundur ketika melihat Kenzo mendekatinya. "Nyawa harus dibayar nyawa bukan? jadi lebih baik aku membalas semua itu sendirian tanpa bantuan kepolisian" saut Kenzo dnegan menyunggingkan bibirnya.


Sisil yang semula ketakutan langsung merubah wajanya menjadi bahagia. "Haha kamu mau melenyapkan ku ya? baiklah silakan aku tidak takut" tegas Sisil dengan menatap berani Kenzo.


"Iya memang aku dan papahku yang membunuh ayahmu! karna perusahaan ayahmu itu lebih tinggi dari perusahaan papahku! padahal papahku yang memulai bisnis itu terlebih dahulu tapi kenapa ayahmu yang lebih unggul!"


"Tapi ketika pria tua itu mati, perusahaan itu tetap masih unggul dari perusahaan papahku!" marah Sisil.


Ya, masalah ini hanya karna perusahaan, kekayaan dan tahta. Jeck dulunya adalah sahabat dari mendingan ayah Kenzo, dulu-pun Kenzo sering diajak berkunjung kerumah Jeck tapi saat itu dia tidak tau jika Sisil adalah anak dari pria itu karna perempuan itu tidak pernah mengatakannya. Dan ternyata Kenzo baru tau jika sahabat ayahnya itu iri dengan keberhasilan Georgi.


Sisil hadir begitu saja dihidupnya ketika ayahnya meninggal, perempua itu lah yang menjadi sumber kekuatannya saat keterpurukan ditinggal sang ayah tapi semua itu ternyata ada maksudnya. Sisil hadir untuk melanjutkan rencana ayahnya karna Jeck tau Kenzo lah yang akan menjadi penerus perusahaan XanderCrop.


"Brengsek!" Kenzo hampir saja menghantam perempuan didepannya ini tapi Sisil terlebih dahulu menahan tangan Kenzo.


"Sekalipun aku lenyap, kau tetap tidak akan hidup bahagia dengan wanitamu itu" Sisil menurunkan tangan Kenzo dan menatap laki-laki itu sinis.


Mendengar ucapan Sisil, Kenzo kembali menatap tajam wanita ular itu. "Kau kemana kan wanitaku!" tangan Kenzo terkepal disamping tubuhnya mencoba menahan amarahnya.


Dugaannya benar kalo wanita ular ini ada hubungannya dengan kepergian Rara yang tidak ada kabarnya.


"Bentar lagi wanita itu bakal lenyap ditanganku" ucap Sisil dengan mengangkat tangannya. "Dan juga calon penerus keluarga Xander" Sisil melipatkan kedua tangannya didada dan tersenyum lebar.


Mendengar itu Kenzo langsung membulatkan matanya. "Penerus?"


"Iya penerus, eh iya kamu gatau kan kalo Rara lagi ngandung seorang anak yang bakal jadi penerus keluarga mu itu?" Sisil terkekeh. "Suami macam apa kamu yang gatau istrinya lagi hamil"


Kenzo terdiam disana. Apa ucapan wanita ini benar jika Rara sedang mengandung? tapi kenapa wanita itu tidak bilang padanya?!


Brak!


"Nona berada dalam bahaya tuan!"


▫▫▫▫▫▫▫▫


Trimksih sudah mmbaca❤

__ADS_1


Greget ga? sebel banget sama cewe ular itu? kira-kira mau aku apain nih cewe ulet itu?😂


__ADS_2