My Devil Possessive

My Devil Possessive
Nikah?


__ADS_3

Kenzo masih setia berdiri didepan wanita ini, ia senang nelihat ekspresi yang berubah-rubah dari Rara.


"Kejutan apa?" ucap Rara ketika binggung apa yang dimaksud dengan tuan mudanya ini.


"Kau akan tau makannya cepat tidur!"


Kenzo pun duduk disamping Rara dengan tak mengalihkan pandangannya sama sekali.


Rara yang merasa ditatap itu pun salah tingkah entah mengapa ia merasa tak nyaman di perlihatkan seperti itu.


"Tuan jangan menatapku seperti i..tu"


"Memangnya kenapa? tak ada yang melarang kan" ucap santai Kenzo "Cepat tidur atau mau ku tidurkan?" lanjutnya.


Rara yang mendengar itu langsung menggelengkan kepalanya bagaimana pun mereka tidak memiliki ikatan apa-apa mungkin belum ada ikatan.


"Cih kau menolakku?"


Lagi-lagi Rara menggeleng ia binggung harus menjawab apa pada tuan mudanya, ia tak memiliki keberanian untuk melawan laki-laki ini, yang ada malah Rara yang terancam.


Kenzo hanya menaikan sebelah alisnya, karna tak kunjung mendapatkan jawaban dari perempuan ini akhirnya ia memilih untuk keluar.


Huh untung keluar


"Tidur, besok kita akan menjalani hari yang panjang" setelah mengucapkan itu, Kenzo keluar dan menutup pintu itu.


Rara yang melihat sudah tidak ada tanda-tanda Kenzo didepan pintu itu akhirnya menghela nafas panjang, lalu Rara mengangkat hp nya dan berbicara lagi dengan sambungan telponnya.


"Halo syah?"


"Hallo?" ucap kedua kalinya ketika tidak mendengar jawaban dari sebrangnya, ia melihat layar sambungannya itu masih nyambung tapi tidak ada suara di telepon tersebut.


"Syah!?"


"Ehh iya Ra maaf maaf aku ga denger tadi" akhirnya Aisyah menjawab ucapan Rara yang khawatir takut terjadi apa-apa dengan Aisyah.


"Kau tidak apa-apa kan?"


"Tidak Ra aku tidak apa-apa memang nya kenapa?"


Rara bernafas lega, ia takut terjadi apa-apa dengan sahabatnya ini.


"Kau ingin berbicara apa tadi?" Lanjut Rara ketika tadi ucapan Aisyah terputus karna Kenzo.


"em tidak jadi, maaf sudah mengganggu mu sudah malam aku tutup ya babay Rara" Setelah itu Aisyah mematikan sambungannya sebelum Rara menjawab.


"Syah hallo?"


"ishh kenapa tiba-tiba dimatiin?" gumam Rara, tidak biasanya sahabatnya ini memutuskan sambungan tanpa mendengarkannya menjawab.


Rara akhirnya pun tidur namun ia susah sekali memejamkan matanya, ia masih kepikiran tindakan pelukan yang dilakukan tuan mudanya tadi, ia pun mencoba untuk tertidur.


__ADS_1


Itu bukannya suara kenzo?


Aisyah tadinya ingin bercerita tentang masalah nya namun Aisyah kaget ketika mendengar suara ditelpon itu, entah salah pendengaran atau tidak Aisyah benar-benar mendengar suara itu, suara orang yang sudah memikat hatinya.


Ada hubungan apa mereka?


Disisi lain Hans masih sibuk dengan tugasnya, ia mencoba memberi arahan pada bawahan yang membantunya, lelah itu yang dirasakannya namun Hans bertekad membantu tuan mudanya itu.


"Semoga tuan muda suka dengan hasilnya"



05:15


Jam menunjukan pukul 5 lebih namun belum ada tanda-tanda seperti akan terbangun, sepertinya gadis ini masih betah di alam mimpinya.


Kenzo menatap wajah damai itu, sesekali ia tersenyum kecil menatap wajah polos dari Rara. ia pun terbangun dan bergegas keluar karna masih banyak pekerjaan yang harus ia selesaikan. sekarang Kenzo sudah memakai pakaian rapi stelan jas dan celana bahannya tak lupa rambut yang disisir rapih, ini adalah hari terbaik menurutnya jadi ia harus terlihat rapih nanti.


"Kalian masuk saja dan tunggu sampai ia terbangun" ucap Kenzo kepada beberapa wanita yang siap dengan alat yang mereka pegang, Mereka setia berdiri didepan pintu sebelum masuk kedalam ruangan itu.


Mereka mengangguk patuh ketika mendengar perintah dari tuan mudanya "Baik tuan" satu persatu dari mereka pun masuk, setelah menatap sebentar kamar itu, Kenzo pun berjalan menjauh.


"Kaa Kenzo! kenapa mendadak sihh kan aku jadi belum ada persiapan" ucap anak muda yang baru saja keluar dari kamarnya dan tak jauh melihat kakanya sedang berjalan entah menuju kemana.


"Yang penting aku tidak lupa mengundang mu" ucap santai laki-laki ini.


Hazel yang mendengar itu hanya berdecak kesal ia sebal karna kakanya ini baru saja memberinya sms bahwa harus bersiap-siap pagi ini karna ada acara pernikahan disini, mereka satu rumah namun kenapa kakanya tak berbicara langsung?.


"Huhh jadi kau tak mengundangku jika kaka lupa? ck! aku juga ingin melihat calon kaka iparku, apa dia cantik, apa dia terkenal, apa di-"


Hazel yang mendengar itu hanya mencibir, kenapa kakanya itu sensitif sekali? memang nya ia akan berbuat apa? Hazel pun berjalan masuk lagi kekamarnya karna ia masih harus bersiap-siap agar terlihat cantik nanti.


Hazel masih berpikir siapa yang akan menjadi kaka iparnya, ia penasaran siapa wanita yang mau menikah dengan kakanya?


Ibunya pun sama, Lia tak menyangka bahwa anaknya benar-benar akan menikahi gadis itu, ia tak suka dengannya karna menurutnya dia tak pantas melahirkan penerus keluarga nya nanti, ya karna setatus sosialnya yang jauh dari keluarganya.


Aku harus berbicara apa nanti?


Ck! aku tidak bisa membiarkan ini.


Lia mencoba untuk merencanakan sesuatu agar semua ini tidak terjadi.


Lain halnya dengan wanita yang masih tergelut dengan selimutnya, sekian lama terlelap akhirnya Rara mulai terbangun dari tidurnya ketika merasa ada cahaya masuk kedalam kamar yang ia tempati sekarang, ketika ia terbangun ia pun terduduk sembari meregakan otot-otot nya.


"huammmm" Entah mengapa tidurnya malam ini sangat nyenyak sekali, mungkin karna kasur nya yang sangat empuk pikirnya.


Ia menatap sekelilingnya, tiba- tiba Rara membulatkan matanya karna ada beberapa orang sedang duduk di sofa sembari menatapnya dengan tersenyum.


Astagfirullah mereka sejak tadi disini?


Rara menarik selimutnya sampai keatas leher, ia kaget karna menemukan orang lain dikamarnya walau mereka perempuan tapi Rara harus tetap jaga-jaga karna sekarang jeruk juga suka makan jeruk.


Rara melihat salah satu dari mereka. menghampirinya "Kalian mau apa?"

__ADS_1


"Maaf nona kami mengagetkanmu ya?" ucap wanita yang kira-kira mungkin umurnya lebih tua dari Rara.


"Ah iya kalian ini ada apa disini?" jawab Rara binggung.


"Kami kesini disuruh untuk membantu nona bersiap-siap, mari nona saya bantu membersihkan diri terlebih dahulu"


"Aku bisa sendiri kenapa harus dibantu?" tolak halus Rara.


"nona harus tampil cantik hari ini, karna sekarang adalah hari spesial nona" ucap salah satu pelayan tadi.


Hari spesial?


Pelayan itu pun tersenyum melihat ekspresi dari calon penerus keluarga ini "Iya nona, kata tuan kemarin adalah ulang tahun nona jadi tuan ingin memberikan kejutan untuk nona"


Dia tau ulang tahunku ternyata, kira-kira kejutan apa ya hihihi


"Yasudah ayo" Rara pun bangkit dan mulai membersihkan badannya.


Setelah semuanya selesai ia pun duduk didepan cermin, Rara melihat di meja itu sudah tersedia banyak make-up bermerek, ia mentaksir harganya mungkin sebesar pendapatannya 6 bulan dari hasil Butiq yang ia miliki.


"Sekarang biar Ekeu yang mendandani nona oke" ucap seseorang dari arah belakang Rara.


Ini perempuan atau laki-laki ya?


Rara menatap orang dibelakangnya dari kaca, orang itu tinggi dan putih namun badannya agak berisi sedikit, ia memperhatikan orang ini sampai yang ditatap pun kebingungan.


"Nona cantik kenapa?"


Rara yang mendengar ia tertangkap basah pun hanya terkekeh "Ehh gapapa mas eh mba"


Aduh salah ngomong engga ya?


"Duh jangan panggil ekeu itu dong panggil aja Madam atau inces juga boleh" ucap orang itu dengan tersenyum.


Rara tau sekarang perempuan ini bukan perempuan tulen, ia tau dari cara bicara orang ini.


Jadi dari tadi bukan wanita doang yang disini? aaaaa! malunyaaa apa dia juga melihatku tadi? Ck! dasar kenapa laki-laki itu tidak memberitaku terlebih dahulu jadi aku kan bisa bangun lebih awal!


"Iya madam"


"Nah gitu dong, duh jadi gemesss ekeuu, nona ini udah cantik loh sebelum didandanin juga udah cantik marcucol deh pokoknya"


"Madam bisa aja, madam lebih cantik ko" Rara menutup mulutnya itu karna kaget mendengar ucapannya.


"Ekeu ga ada apa-apanya dari nonaa" jawab wanita setengah yang bisa dipanggil madam itu, dengan lihay tangannya masih bergerak lembut di wajah nonanya ini.


Setelah selesai melakukan tugasnya ini, Madam pun tersenyum pasti tuan mudanya itu akan suka dengan kelihaiannya dalam memake-up kan seseorang, ia menatap hasilnya diwajah calon nona mudanya ini sekarang.


"Wah calon pengantin nya emang bener-bener cantikkk yaa guys" lanjutnya


Apa? calon pengantin?!


▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫

__ADS_1


Terimakasih sudah membaca❤


Suport terus yahh!!!😘


__ADS_2