
Sekarang Rara dan kedua anaknya itu berjalan kearah meja makan meninggalkan Kenzo yang sedang bersiap-siap dikamar.
"Mamah mau jalan-jalan." sahut Keyla menatap Mamahnya yang berjalan disampingnya.
Anak perempuan itu memang senang sekali jalan-jalan, bisa dibilang tidak terlalu betah jika berada dirumah saja.
Segera Rara mengangguk meng-iyakan ajakan anaknya. Hari juga memang dirinya akan mengajak kedua anaknya untuk kerumah Papahnya-David jadi mungkin nanti mereka akan sekalian berjalan-jalan.
Hazel nampak sudah terduduk dimeja makan dengan memakan sarapan paginya, ia nampak memakai pakaian rapih dengan beberapa buku disampingnya.
"Pagi Zel." sapa Rara ketika melihat Hazel yang fokus dengan makanannya, ia menyapa duluan karna sepertinya adik iparnya itu belum mengetahui kehadirannya disini.
Mendengar ada suara Hazel pun langsung mengalihkan pandangannya pada orang yang bersuara tadi. "Eh kaka ipar, ada keponakan aunty juga nih." Hazel tersenyum menatap ketiga orang yang duduk dihadapannya.
Rara membantu Keyla dan Kevin untuk duduk dikursi meja makan. "Kamu mau kemana Zel?"
"Mau ke kampus kak, ada kelas pagi." jawab Hazel dengan menatap kedua anaknya gemas.
Rara lupa jika adik iparnya itu pasti sudah memasuki perkuliahan, maklum saat Rara masih berada disini Hazel itu masih SMA dan sekarang dia sudah masuk dunia perkulihan yang artinya sudah dewasa. Ia sebenarnya ingin kuliah juga tapi melihat keadaan yang sudah seperti ini membuatnya lebih memilih menjaga butik dan juga menjadi ibu rumah tangga yang baik untuk suami dan kedua anaknya.
"Mau makan sendili." sahut Kevin ketika Rara akan menyuapi bubur kepadanya.
"Mamah suapin aja."
"Mau sendili." jawab kembali Kevin, Rara pun akhirnya mengangguk anak itu sedikit keras kepala seperti pria itu.
Rara pun akhirnya menyuapi Keyla saja yang nampak tenang dengan menatap sekelilingnya, mungkin anak itu masih terpukau dengan rumah ini.
"Ekhem." Kenzo berdehem membuat ke-empat orang yang duduk dikursi meja makan menatap pria itu.
Rara langsung mendekat kearah Kenzo. "Mau sarapan dulu?"
Dengan wajah dinginnya Kenzo menggeleng. "Hari ini ada rapat jadi mungkin aku akan sarapan dikantor."
Rara mengangguk. "Yasudah aku antar kedepan ya, Eh Keyla sama Kevin salim dulu sama Papah." sahut Rara menyuruh kedua anaknya itu untuk menyalami Kenzo yang akan pergi kekantor.
Keyla dan Kenzo mendekat dan memberi salamnya untuk Kenzo.
"Papah berangkat dulu ya." Kenzo mencium pipi kedua anaknya dengan lembut.
Setelah berpamitan, Rara dan Kenzo berjalan kedepan rumah ini.
__ADS_1
Ketika sampai didepan pintu Kenzo berbalik menatap Rara, posisi mereka sekarang saling berhadapan.
Rara nampak melihat raut wajah Kenzo yang sepertinya malas.
"Ck, jika tidak ada rapat sialan itu mungkin aku tidak akan pergi kekantor hari ini." Kenzo menatap Rara dalam. "Aku masih ingin menghabiskan waktu bersamamu." lanjutnya.
Mendengar itu membuat senyum terbit diwajah Rara. Ia tidak tau akan menjawab apa lagi sekarang.
"Apa aku pindahkan saja kantornya kerumah ini?" sahut kembali Kenzo.
Rara membulatkan matanya, apa-apaan pria ini? memangnya mudah memindahkan kantor kesini?
"Jangan sayang, kalo dipindahin kasian karyawannya." arah kantor kesini cukup terbilang jauh. Kasian bukan jika mereka harus berangkat kerja dengan perjalanan yang cukup memakan waktu banyak?
"Huh, yasudah aku berangkat dulu."
Rara mengangguk dan menyalami pria itu tapi setelahnya tidak ada lagi pergerakan dari orang dihadapannya. Ia menatap tanya Kenzo yang masih belum berangkat juga.
"Kenapa masih disini?" tanya Rara mencoba mengusir pria ini dari hadapannya.
"Hari ini kau belum memberikanku morning kiss." Kenzo menatap senyum Rara yang langsung dibalas tatapan terkejut dari wanitanya.
"Tapi disini banyak orang, Mas." bisik Rara pelan agar tidak didengar orang-orang yang melintas disisinya.
Rara diam sesaat yang membuat Kenzo menaikkan salah satu alisnya. Ia memejamkan matanya dan mendekat cepat kearah wajah pria dihadapannya.
Cup!
Niatnya ia memberi kecupan dipipi Kenzo tapi entah kenapa malah mengenai bibir pria itu. Rara membulatkan matanya kaget ketika tersadar dengan posisi mereka.
Tak lama kecupan itu terlepas membuat Rara langsung menunduk.
Kenzo tersenyum puas. "Jaga dirimu baik-baik, jika terjadi sesuatu langsung telpon aku saja." ucap Kenzo lembut yang langsung diangguki Rara.
Kenzo berjalan menuju kearah mobil yang sudah siap dihadapannya. Rara mengangkat wajahnya ketika Kenzo sudah memasuki mobilnya. Ia nampak melihat para maid disini yang menatap kearahnya dengan pandangan yang ia tidak tau tapi mereka langsung menunduk ketika Rara menatap mereka.
Rara tau pasti maid itu melihat kejadian tadi, ia jadi malu sendiri sekarang. Dengan segera Rara berbalik dan berjalan menuju kearah dapur untuk menyuapi kembali anaknya.
"Eh udah pada abis?" ketika Rara sampai ia melihat piring sang anak yang sudah kosong.
"Kenyang." jawab Keyla dengan memegang perut buncitnya. Ia menatap Mamahnya dengan pandangan berbinar. "Kapan jalan-jalan na Mah?" lanjutnya.
__ADS_1
Rara baru teringat sesuatu, ia lupa tadi untuk meminta izin kepada Kenzo jika mereka akan pergi hari ini. Semenjak kecelakaan itu kepala Rara jadi mudah melupakan suatu dan sulit mengingat sesuatu, ia pernah memeriksakan masalah otaknya pada dokter dan ternyata itu karna kepalanya yang sering terbentur cukup keras alhasil dirinya jadi begini apalagi Rara sangat jarang memakan obat dari dokter itu untuk memulihkan kepalanya.
"Iya sebentar ya, Mamah ambil tas sama hp dulu dikamar. Kalian jangan kemana-mana dulu ya." titah Rara yang langsung diangguki kedua anaknya.
Sedangkan Hazel tadi sudah berangkat ketika Kenzo pergi jadi hanya ada dirinya dan kedua anaknya saja disini.
Dengan cepat Rara menuju kelantai atas untuk tasnya dan menghubungi Kenzo untuk meminta izin.
♣
Keyla turun dari kursi dengan bantuan Kevin yang sudah terlebih dahulu turun. Mereka berlari-larian memutari rumah ini.
"Kak Kepin coba kejal Keyla." teriak Keyla meminta sang kakak untuk mengejarnya.
Keasikan bermain Keyla pun tak sadar jika dihadapannya ada seseorang yang berdiri.
Bruk!
Keyla terjatuh menabrak seseorang yang menatapnya sinis.
"Bibi!" teriak wanita itu memanggil salah satu maid.
Mendengar teriakan yang dikenalnya, BiSur langsung berlari mendekat keasal suara itu.
"Iya nyonya." ucap sopannya, ia sedikit kaget melihat anak majikannya terduduk dihadapan Lia.
"Ck! saya udah bilang usir kedua anak ini! kenapa mereka sekarang masih ada disini?" tajam Lia menatap anak laki-laki yang sedang membantu anak yang menabraknya tadi.
"Keyla ndak-papa?" tanya Kevin membuat Keyla menggelengkan kepalanya.
♣
Rara yang baru turun itu langsung membeku ketika melihat nyonya rumah ini, ia merasa takut karna keyla dan Kevin sedang berdiri dihadapan Lia. Rara segera mendekat kearah kedua anak itu dan menatap khawatir keduanya.
"Kalian gapapa?" tanya Rara mensejajarkan tubuhnya kepada kedua anaknya.
"Ndak-papa Mah." jawab Keyla menunduk.
Lia membulatkan matanya ketika melihat perempuan yang sudah dianggap mati olehnya. Kenapa dia bisa ada disini? kedua anak ini juga memanggilnya apa tadi? banyak pertanyaan yang menganggu pikiran Lia sekarang.
"Kamu!? kamu ngapain disini? bukannya kamu udah mati!?"
__ADS_1
▫▫▫▫▫
Trmksih sudh mmbaca❤