My Devil Possessive

My Devil Possessive
Permintaan maaf


__ADS_3

Rara mengerang pelan ketika merasa sinar matahari masuk kedalam kamar, ia merasa ada yang memeluknya dari belakang Rara pun segera melihat siapa dalang yang memeluknya.


Tuan Kenzo kapan pulang?


Dibelakangnya ada Kenzo yang nampak lelap dengan tangan yang dililitkan dipinggang wanitanya.


Rara mengalihkan badannya agar berhadapan dengan tuannya. Ia menatap wajah yang berada dihadapannya sekarang.


Sesekali Rara tersenyum kecil melihat wajah tuannya ini yang nampak tenang dan lucu tanpa ada wajah dingin yang biasa suaminya ini tunjukan ke semua orang.


Rasanya Rara sudah jatuh cinta pada tuannya ini, apa rasanya tidak salah mencintai pria ini? masih ada keraguan dihati Rara yang membuat ia bimbang untuk menyukai Kenzo.


Aku harap tuan benar-benar cinta padaku


Rara mengangkat tangannya meraih wajah tuannya ini, ia merasakan nyaman dan tenang berada di samping tuannya. Rasanya Rara ingin saja mencintai tuannya dan hidup bersama Kenzo selamanya namun kejanggalan dihatinya yang membuatnya ragu.


"Sudah puas menatap wajah ku hm?"


Suara itu mengagetkan Rara, ia langsung menurunkan tangannya yang hendak menyentuh wajah Kenzo.


Apa tuannya ini sudah bangun dari tadi?


Kenzo tersenyum dengan mata yang masih terpejam. "Jika kau mau menyentuh wajahku, aku tidak keberatan"


Rara membulatkan katanya, mengapa tuannya tau jika tadi ia ingin memegang wajahnya? tapi sedari tadi Kenzo menutup matanya terus dia tau dari mana?


"Tuan sudah ban..gun?" ucap Rara dengan berusaha melepaskan pelukan Kenzo.


Namun bukannya terlepas pelukan itu malah semakin erat, Rara merasa engap dibuatnya.


"belum" jawab Kenzo dengan merapatkan tubuhnya pada Rara. Posisi mereka saat ini membuat Rara merasa tidak nyaman.


Belum tapi ngejawab gimana sih!


"Tuan aku ingin ke kamar mandi" ucap Rara, ia ingin terlepas dari pelukan Kenzo yang membuatnya sesak.


"Morning kiss" jawab Kenzo dengan masih terpejam.


Rara dibuatnya kesal akhirnya ia mengambil guling yang terletak di pinggirnya dan membawanya mendekati wajah Kenzo.


"Muahh, udah kan tuan aku mau bangun" sahut Rara menekan guling itu diwajah Kenzo untuk mewakili morning kiss yang suaminya itu mau.


Kenzo langsung membuka matanya dan menatap wanita yang masih berada didepannya. "Kau sudah kurang ajar ya"


Masa bodo, seharusnya yang marah sekarang adalah Rara karna kemarin pria ini entah pergi kemana apalagi saat ditelpon malah seorang wanita yang mengangkatnya.


"Lepas tuan, aku ingin ke kamar mandi" ucap sekali lagi Rara berusaha melepaskan pelukan ini.


Kenzo malah tetap pada pertahanannya, dia malah semakin mempererat pelukannya.

__ADS_1


"Tuan aku sesak!" sahut Rara yang langsung membuat Kenzo melonggarkan pelukannya itu namun masih tetap memeluk Rara agar wanita itu tidak terlepas darinya.


"Maaf kan aku" sahut Kenzo dengan menatap Rara dalam.


Mendengar itu Rara diam, ia ikut menatap Kenzo. "Memangnya tuan salah apa?"


Rara hanya mengetes apa Kenzo tau kesalahannya kemarin.


Kenzo mendekatkan wajahnya. "Maafkan aku kemarin membuat mu menunggu"


Mendapatkan tatapan dari Kenzo membuat Rara berusaha mengalihkan pandangannya. "Seharusnya tuan minta maaf saja pada Hazel, karna tuan kemarin tidak pulang untuk merayakan ulang tahun Hazel" jelas Rara.


"Tadi malam aku sudah ke kamar Hazel untuk meminta maaf, jadi sekarang aku meminta maaf padamu"


"Tuan tidak salah, maaf tuan singkirkan tanganmu aku mau mandi" Rara mencoba menjauh dari pria ini, dirinya masih kesal karna kemarin apalagi ketika mendengar suara wanita di ponsel Kenzo.


"Tidak akan, kau harus memaafkanku dulu" ucap Kenzo.


Menyerah, tenaga Rara tidak cukup untuk melawan Kenzo akhirnya ia memilih menyerah saja. "Aku maafkan sekarang awasi tangan tuan"


"Morning kiss" manja Kenzo.


"Tadi udah kan tuan"


Kenzo tetap lah Kenzo, dikasih jantung malah meminta hati. dimaafkan tapi malah mau minta lebih huh!


"Ck! tadi kau menyerahkan guling sialan itu padaku memangnya aku tidak tau!",


"Memangnya kau kira aku sudah?"


"Mulutku bau tuan"


"Menurutku kau harum sayang"


Gelii melihat wajah mesum dari Kenzo Rara langsung mencium bibir Kenzo dan langsung bangkit dari kasurnya ketika Kenzo melepas pelukannya itu.


Rara bangkit dan melangkah menuju arah Kamar mandi, ia akan mandi sekarang.


Saat ia hendak menutup pintu itu tiba-tiba ada sesuatu yang membuat pintu kamar mandinya tidak mau menutup.


Rara berbalik, ternyata ada Kenzo yang berdiri didepan pintu kamar mandi dengan tangan yang menahan agar pintu ini tidak tertutup. Rara menatap malas suaminya itu.


"Tuan aku ingin mandii" ucap Rara memelas.


Kenzo malah terkekeh melihat wajah kesal istrinya. "Aku juga ingin mandi"


Wajah kesal nampak terlihat diwajah Rara. "Yasudah aku mandi dikamar ku saja"


sebelum Rara melangkah tangannya terlebih dahulu dicekal Kenzo.

__ADS_1


"Kau ini kenapa?" tanya Kenzo binggung dengan sikap Rara.


Maura pun menggelengkan kepalanya. "Tidak kenapa-napa tuan"


"Mukamu itu tidak bisa ditutupi, cepat katakan"


"Aku hanya ingin mandi" lelah Rara. Ini masih pagi loh tapi Kenzo sudah mengajaknya berdebat.


"Yasudah ayo aku mandikan" sahut Kenzo yang membuat Rara memplototi pria dihadapannya.


"Tu-" sebelum Rara menjawab Kenzo terlebih dahulu menarik tangan wanitanya untuk memasuki kamar mandi dan langsung menutup rapat pintu tersebut.


Entah lah mereka butuh waktu untuk menyelesaikan masalah kemarin di kamar mandi.



Setelah selesai mandi Kenzo dan Rara pun melangkah menuju luar, sekarang sudah hampir siang karna mereka menyelesaikan perdebatan tadi dikamar mandi yang ternyata memakan waktu cukup panjang.


"Aku akan pulang cepat hari ini" ucap Kenzo ketika Rara menyerahkan tas kerjanya padanya.


Rara tersenyum dan mengangguk. "Baik tuan" Rara pun menyalami tangan Kenzo.


"Aku harap kau mempercayai ku" lanjut Kenzo. Setelahnya ia mencium kening wanitanya dan melangkah pergi menjauhi Rara yang masih diam di depan pintu.


Tak lupa lambaian tangan pada Rara yang membuat Rara tersadar dari lamunannya dan membalas lambaian tersebut.


Mobil Kenzo pergi keluar dari perkarangan halaman mesion ini, lama Rara berdiri didepan pintu ketika mobil Kenzo sudah tidak terlihat dimatanya ia pun hendak masuk kedalam rumah suaminya ini namun sebelum itu ada suara seseorang yang membuatnya berhenti melangkah.


"Permisii" ucap seseorang.


Rara membalikkan badannya dan menatap wanita cantik yang tersenyum manis dihadapannya.


Rara pun mendekati perempuan itu dan membalas senyumannya. "Iya, kenapa ya?"


"Mommy Lia ada?" tanya wanita tersebut dengan menatap Rara dari atas sampai bawah.


Rara yang menerima tatapan itu merasa tidak nyaman. "A..da, ada perlu apa ya?"


"Saya kangen sama calon mertua saya, kamu pasti pembantu kan disini? bisa tolong paggilkan?"


Rara kenal dengan suara ini, suara ini adalah suara yang menjawab telpon kemarin di ponsel suaminya. Mengapa dia kesini?


"Oh iya aku belum kenalin diri, aku Sisil pacar Kenzo pemilik rumah ini" ucapnya dengan tersenyum.


Tiba-tiba dari arah belakang terdengar suara sepatu yang mendekati kearah Rara dan juga wanita yang mengaku dirinya pacar Kenzo, yang masih berdiri di depan pintu utama.


"Kamu?! ngapain kamu kesini!"


▫▫▫▫▫▫▫

__ADS_1


Trimksih sudah membaca❤


__ADS_2