My Devil Possessive

My Devil Possessive
Ulangtahun Hazel


__ADS_3

Malam sudah tiba, ditaman belakang nampak ramai dengan teman-teman Hazel yang kebetulan diundang untuk menghadiri pesta sweeth seventeen adiknya itu.


Jam sudah hampir pukul 7 malam yang artinya pesta akan segera dimulai, namun Rara masih diam dikamarnya dengan memegang ponsel dikedua tangannya.


"Tuan kemana ya?"


Tak biasanya Kenzo pulang semalam ini, biasanya paling hanya jam 6 malam tapi sampai sekarang suaminya itu belum menunjukan tanda-tanda kepulangannya.


Rara ingin menghubungi tuannya itu namun ia takut menganggu Kenzo, takutnya dia masih sibuk dengan pekerjaannya atau yang lain.


"Telpon aja kali ya?" gumam Rara.


Ia sebenarnya juga khawatir dengan Kenzo takutnya tuannya itu terjadi sesuatu dijalan tapi juga pastinya Kenzo dijaga ketat juga bukan dengan para bodyguardnya jadi tidak mungkin jika Kenzo terkena apa-apa dijalan.


Rara jadi binggung sendiri disini, dia belum ingin ke taman belakang karna Kenzo tadi pagi menyuruhnya untuk menunggunya dan berjalan bersamanya ke taman belakang tapi melihat sekarang jam berapa membuat Rara binggung akan turun duluan atau tidak.


Rara membolak-balikkan handponenya siapa tau ada notif dari tuannya tapi sedari tadi tidak ada notif atau apapun yang muncul dihandponenya.


Akhirnya ia pun mencoba menelpon tuannya, semoga Kenzo mengangkat sambungannya.


Sambungannya pun tersambung.


"Halo tuan?" ucap Rara.


"Halo?"


Deg!


Ini bukan suara suaminya melainkan suara yang ia percaya adalah perempuan tapi kenapa ponsel Kenzo ada pada perempuan ini?


"Maaf tuan Kenzo nya-?"


"Oh Kenzo nya lagi dikamar mandi jadi aku yang ngangkat telponnya takutnya penting, ada sesuatu yang mau diomongin sama calon suami saya?"


Rara membulatkan matanya mendengar calon suami perempuan ini, heyy memangnya dia tidak tau jika ia adalah istri sahnya kenapa wanita itu mengaku-ngaku jika Kenzo calon suaminya?


Bip.


Rara memutuskan sambungan telpon itu, ia bingung sebenarnya wanita yang mengangkat telponnya itu siapa? mengapa dia memegang handpone Kenzo? kenapa dia bilang Kenzo lagi mandi memangnya suaminya ada dimana?


Banyak pertanyaan yang muncul dipikiran Rara, yang membuat ia pusing. Akhirnya ia pun lebih memilih untuk turun menghampiri adik iparnya dan juga mertuanya.


"Loh ka Kenzo mana kaka ipar?" tanya Hazel ketika Rara memasuki area taman belakang.


Rara menghampiri adik iparnya itu yang nampak cantik dengan gaun yang ia tau siapa yang mendesainnya.


Sedangkan Rara memakai gaun biasa yang bermotif Biru-kelabu dengan pita ditengahnya.


"Em dia katanya ada keperluan mendadak jadi mungkin bakal telat pulangnya" bohong Rara. Ia tidak mungkin mengatakan kebenarannya, ia hanya tidak ingin adiknya kecewa karna ketika ulang tahunnya kakanya itu entah berada dimana.


Hazel mengangguk percaya. "Ohh tapi ga biasanya ka Kenzo pulang malem tapi gapapa deh"


Lain dengan Lia yang menatap penuh tanya pada Rara, mertuanya itu berdiri disamping kanan Hazel sedangkan Rara disamping kiri.

__ADS_1


"Yaudah Zel, kita mulai aja ya? biar kaka kamu itu nyusul nanti" jelas Lia yang langsung diangguki Hazel.


Hazel mengenggam tangan Rara untuk berdiri di sampingnya ketika ia meniup lilin kue ulang tahun yang sudah dibuatkan khusus untuk dirinya.


Acara pun dimulai dari tiup lilin, berdoa bersama, memotong kue ulang tahun dan memberikan kado. Semua gembira beda dengan Rara yang nampak gelisah dengan suaminya.


Mungkin ketika nanti Kenzo sudah pulang ia akan menanyai siapa perempuan itu.


23:00 PM


Acara pun selesai, Rara dan Hazel pergi menuju ruang tamu diikuti Lia yang berjalan disamping Hazel.


"Oh iya bentar Zel" ucap Rara ketika mengingat jika kadonya masih berada di kamarnya.


Dengan cepat Rara pergi ke kamarnya untuk mengambil kado tersebut dan berjalan kembali ke ruang tamu, disana nampak Hazel dan Lia yang sudah duduk disofa ruangan tersebut.


Sampai disamping Hazel, Rara pun memberikan kado yang sudah dibungkus rapih dengan kertas kado. Gaun itu baru saja sampai tadi sore dan Rara langsung menyimpannya dikamar.


Hazel menerima kado tersebut dengan berbinar. "Buat aku ka? hii kira-kira apa ya isinya"


Baru saja Hazel akan menyobek pembungkus kado itu Rara langsung mencegah tangannya. "Bukanya nanti aja Zel dikamar" bisik Rara.


Hazel tersenyum dan mengangguk, ia pun bangkit dari duduknya dan pamit untuk kekamar nya karna ia akan membuka satu pesatu kado yang diberikan teman-temannya yang sudah dibawakan para maid kekamarnya tadi.


"Kalo gitu aku kekamar dulu ya ka, mom dadahh" Hazel langsung melesat pergi kekamarnya meninggalkan Rara dan juga Lia disini.


Lia masih diam menatap Rara dalam. "Kenzo emangnya kemana? jawab saya jujur"


Rara merasakan intimidasi dari mertuanya ini. "Anu-"


Rara langsung menggelengkan kepalanya menjawab ucapan mertuanya itu. "Tidak nyonya"


Lia hanya diam. Tak lama Lia pun bangkit dari duduknya dan pergi meninggalkan Rara yang masih terdiam duduk disofa tersebut. Ada apa sebenarnya yang terjadi?



"Aku akan pulang" ucap Kenzo kepada seorang wanita yang masih berbaring di tempat tidurnya dengan selimut tebal yang menutupi tubuhnya.


Wanita itu nampak cemberut. "Kamu ga nginep disini aja Zo, aku baru pulang loh emangnya kamu ga kangen aku?"


"Sudah malam, aku harus pulang lagian sudah cukup lama aku membuang waktu ku disini" sahut Kenzo yang membuat wanita itu pasrah menerima jika Kenzo akan pulang.


Sisil bangkit dari tempat tidurnya dan mengantarkan Kenzo untuk keluar apartemennya. "Kamu sering-sering main kesini ya" ucapnya manja.


Kenzo mengangguk singkat. "Hm"


Sisil mengelayutkan tangannya pada tangan Kenzo sebelum pria itu pergi meninggalkan apartemennya. "Hati-hati ya, aku sayang kamu"


Setelah mengucapkan itu Sisil mencium bibir Kenzo singkat dan melepaskan tangannya pada Kenzo.


Kenzo hanya diam tidak berkutik menerima ciuman mendadak itu, lalu ia langsung pamit meninggalkan wanita itu sendirian.


Aku bakal bikin kamu deket lagi sama aku Zo

__ADS_1



Rara masih diam menatap jam dirumah ini, waktu sudah larut malam ia pun bangkit dari duduknya dan menuju dapur.


Rencananya Rara akan membuatkan teh hijau dan kue untuk tuannya itu jika sudah sampai. Kue yang Rara buat juga simple tidak terlalu makan waktu untuk membuatnya.


Setelah selesai membuat cemilan Rara pun pergi dari dapur tersebut dengan kedua tangan yang membawa nampan berisi buatannya tadi.


Lantas ia berjalan masuk menuju kamar Kenzo dan menaruh nampan itu ditengah meja sofa kamar tuannya tak lupa ia menuliskan sebuah note kecil dipinggir gelas berisi teh itu.


Rara lelah sekali hari ini mulai dari membantu para maid dan juga menyambut para tamu Hazel.


"Aku tidur duluan gapapa kali ya?" gumam Rara dengan berjalan menuju tempat tidur dan membaringkan dirinya disana.


Tak lama Rara pun terpejam, ia akan beristirahat malam ini entah tuannya akan pulang jam berapa yang jelas dia sudah tidak kuat jika harus menunggu suaminya itu pulang.



Kenzo turun dari mobilnya, ia langsung masuk kedalam rumahnya ini.


Disini nampak sepi sepertinya pesta sudah selesai karna sekarang sudah hampir dini hari. Kenzo merasa bersalah karna tidak bisa menghadiri ulang-tahun adiknya tapi semua itu punya alasan.


Kenzo berjalan menuju kamar Maura, ia mengecek apa wanita itu tidur disana atau dikamarnya. Setelah dirasa kamar Maura kosong ia pun berjalan menuju kamarnya.


Ceklek


Kenzo membuka pintu itu dan menutup kembali ketika ia sudah masuk.


Matanya melihat gulungan selimut diatas kasur ia pun menghampiri tempat tidur tersebut, nampak disana terlihat wanitanya yang sudah tertidur lelap.


Kenzo mendekat kearah wajah Rara, ia meneliti setiap inci wajah wanitanya. "Maaf kan aku"


Cup


Kenzo mencium kening wanitanya dan langsung berjalan menuju kamar mandi namun sebelum itu ia melihat sebuah nampan dimeja sofa dekat kamar mandi.


Kenzo terduduk diam disofa melihat apa yang ada diatas nampan tersebut.


Disana ada segelas teh hijau dan kue yang terlihat sudah dingin, sekilas ia menatap wanitanya di tempat tidur dan melihat kembali ke nampan tersebut.


Mata Kenzo tak sengaja menatap note kecil disamping gelas. Ia pun mengambilnya dan membaca tulisan tersebut.


Note: Tuan Kenzo


Maafkan aku tidak menunggu mu tuan, tapi aku sudah menyiapkan teh hijau dan kue jika tuan lapar, semoga tuan menyukainya ya itu buatan ku sendiri><


Maura.


Kenzo tersenyum kecil membaca note tersebut, seharusnya ia tidak menemani wanita itu tapi jika tidak karna suatu hal ia juga tidak ingin berada disana.


▫▫▫▫▫▫▫


Trimksih sudah membaca!❤

__ADS_1


Suport like coment and sarannya ditungguu👉👈


__ADS_2