
4 tahun kemudian..
Kenzo melangkahkan kakinya berjalan masuk kedalam kantornya. Aura dingin tiba-tiba saja menyeruak ketika Kenzo masuk kedalam sana. Sedangkan Hans masih setia berjalan dibelakangnya.
"Pagi tuan."
"Selamat pagi tuan."
"Tuan."
Semuanya menatap hormat ketika berpapasan dengan pria itu yang nampak hanya diam tanpa menjawab sapaan mereka.
Kenzo memang seperti ini dingin, tapi entah kenapa semenjak ditinggalkan wanitanya ia jauh lebih dingin dan arogan. Kenzo tak menerima kesalahan sedikitpun yang dilakukan oleh para bawahannya.
Waktu itu saja dirumah ada sebuah insiden yang membuat amarah Kenzo meledak, ya ada salah satu maid yang memecahkan bingkai foto Rara walaupun maid itu tidak sengaja dan sudah meminta maaf, Kenzo tetap memarahinya karna itu adalah foto istrinya, Alhasil Kenzo memecat maid tersebut tanpa mendengar penjelasan dari sang maid.
Hans sudah mencoba agar Kenzo jangan seperti itu pada para pekerja tapi Kenzo tak mendengarkannya, Hans tau semua ini akibat kepergian nona mudanya jadi tuan mudanya bisa bersikap seperti ini.
Kenzo masuk kedalam ruangannya dan berjalan melangkah kearah meja kerjanya.
Ia duduk dikursi kebanggaannya dan menatap sebuah figura kecil yang ia taruh dimejanya. Kenzo mengambil figura tersebut dan menatap foto yang ada didalamnya.
"Sudah empat tahun kau meninggalkanku tapi perasaanku masih tetap sama seperti dulu," Kenzo menarik nafasnya pelan sembari membelai foto tersebut.
"Andai kau masih disisiku, mungkin kita akan bahagia bersama anak-anak kita nantinya."
Walau sudah 4 tahun Rara meninggalkannya tapi luka dihatinya masih belum terobati, dirinya masih tak rela wanitanya pergi meninggalkannya.
Saat itu Lia dan Hazel sempat terkejut dengan kenyataan yang diungkapkann Hans tentang apa yang terjadi pada Maura, Hazel juga sempat pingsan karna kaka ipar yang ia sayangi meninggalkannya dengan cepat, lain dengan Lia yang hanya diam tak tau akan berbuat apa.
Tahun demi tahun Kenzo mencoba melewati semuanya tanpa kehadiran Maura. Sampai ditahun ke-empat ini dirinya masih belum bisa melepaskan kepergian wanitanya. Kenzo merasa jika wanitanya masih hidup tapi Kenzo pun tak tau keberadaannya.
Sang mommy-Lia tak henti-hentinya menjodohkannya dengan gadis dari anak-anak temannya itu, sudah ribuan kali mungkin Lia mencoba mendekatkan Kenzo dengan wanita lain tapi Kenzo tidak tertarik dengan satu wanita-pun yang dikenalkan Lia padanya karna hati dan pikirannya hanya teruntuk wanitanya-Maura..
Kenzo menaruh kembali figura tersebut dimejanya dan memulai untuk bekerja, dia sengaja menaruh bingkai foto Rara dihadapannya agar ia bersemangat mengerjakan semua tugas-tugasnya.
Hari sudah mulai siang tapi Kenzo masih sibuk dengan kerjaannya, ia memang sering kali melewatkan makan siang karna ia merasa tidak nafsu makan semenjak Maura meninggalkannya.
Toktoktok!
__ADS_1
Setelah ketukan itu pintu ruangan Kenzo terbuka lebar dan memunculkan seorang wanita cantik yang mendekat kearahnya.
"Sayang?"
"Hm," sahut Kenzo masih dengan menatap benda pipih dihadapannya.
"Nih mommy bawain kamu makan siang," ya! Lia akhir-akhir ini sering berkunjung ke kantor Kenzo hanya untuk mengingatkan anaknya makan siang dan sekaligus membawa makanan untuk makan siang Kenzo.
Lia yang merasa tidak direspon langsung menaruh makanan yang ia bawa dimeja sofa dan berjalan melangkah mendekati meja kerja Kenzo.
"Kamu gak mau makan dulu Zo?" ucap lembut Lia. Sekarang dirinya sudah berada dihadapan meja tempat kerja Kenzo.
"Nanti," singkat Kenzo, jari-jari Kenzo nampak masih sibuk dengan semua kertas-kertas ditangannya.
Lia hanya menatap iba anaknya. Semenjak wanita itu pergi Kenzo layaknya manusia yang kehilangan hidupnya, anaknya itu sekarang nampak kurus dan tidak terawat makannya sekarang dirinya mencoba memperhatikan Kenzo agar laki-laki itu dapat melupakan wanita itu.
"Mau sampai kapan kamu kayak gini terus Zo? kamu harus memulai hidup kamu yang baru, kamu harus mencari pendamping untuk melahirkan penerus keluarga kita," sahut Lia dengan serius.
Mommynya itu memang tidak ada henti-hentinya memaksa Kenzo untuk menikah lagi tapi Kenzo tetap pada pendiriannya, ia hanya mencintai satu wanita dan tidak akan menghianati cintanya.
"Mommy sudah tau bukan jawabannya?" jawab Kenzo tanpa mengalihkan pandangannya.
"Kamu nunggu apa sih Zo? wanita itu udah mati artinya dia gabakal dateng lagi ke-kehidupan kamu. Kamu harus lupain dia! hidup kamu masih panjang Zo, apa kata opa dan oma kamu jika tau kamu tidak mau menikah dan menciptakan keturunan buat keluarga kita?" panjang lebar Lia mencoba agar Kenzo mau melupakan wanita itu dan membuka kehidupan baru.
Brak!
Kenzo menggebrak mejanya yang membuat Lia terkejut kaget.
"Walau benar wanitaku sudah tidak ada aku tetap pada pendirian-ku mom!" Kenzo menatap Lia tajam.
Kenzo sebenarnya masih belum yakin jika Rara meninggal karna saat diotopsi para korban sudah tidak bisa diidentifikasi lagi bukan? bisa saja Rara tidak ikut dalam kecelakaan tersebut? tapi entahlah Kenzo tidak tau yang jelas ia tidak mau wanitanya tergantikan oleh siapapun.
"Ck! kamu ini susah sekali ya dibilangin! opa dan oma kamu itu beberapa bulan lagi kesini, apa kata mereka kalo tau diumur kamu yang sudah dewasa seperti ini kamu belum juga punya keturunan untuk keluarga Xander?"
Kenzo kembali duduk dan menatap Lia santai. "Itu urusanku, mom tidak usah ikut campur soal itu."
Lia pusing bukan kepalang melihat Kenzo yang sudah diperbudak-cintakan oleh wanita kampung itu. "Ah! seterah kamu aja lah, mommy mau pulang dulu," setelah mengucapkan itu Lia segera berjalan keluar dari ruangan Kenzo dan pergi dari perusahaan ini.
Kenzo diam menatap figura yang masih ada dimejanya. "Aku yakin kau pasti akan kembali," ucapnya dengan senyum miring diwajahnya.
__ADS_1
♣
"Lalala," gumam anak perempuan berumur sekitar 4 tahunan dengan wajah penuh coklat.
Wanita dewasa yang baru datang itu menggelengkan kepalanya melihat wajah cemong dari sang anak.
"Keyla, kamu ini baru mandi loh tapi udah kotor-kotoran lagi" ucap wanita dewasa itu dengan membersihkan kotoran coklat diwajah anak yang dipanggil Keyla olehnya.
"Nyam nyam nyam enyak ma" sahut anak kecil tersebut dengan menyerahkan eskrim yang dipegangnya kepada wanita yang membersihkan wajanya.
Wanita itu menerima eskrim tersebut dan menaruhnya diatas meja tak jauh dari keberadaan mereka berdua. Setelah meletakan semangkok eskrim tersebut ia kembali mengelap wajah sang anak sampai sisa-sisa coklat tersebut hilang.
"Lena punya Kepin, Iyo ndak bole pegang-pegang tangana Lena!"
"Tapi Lena juga temena Iyo, Pin."
"Kepin gasuka Iyo deket-deket Lena! soalna Lena cuma punya Kepin seolang!"
Mendengar suara ribut dari taman depan wanita dewasa itu bangkit dan menghela nafas lelahnya. "Keyla duduk diam dulu disini ya, mama mau liat dulu kaka kamu itu" ucap wanita itu pada anak kecil yang masih setia duduk diruang tamu, anak perempuan itu nampak asik bermain sendiri dengan boneka-bonekanya.
Mendapat anggukan dari sang anak dengan segera wanita dewasa itu melangkah pergi berjalan kearah depan untuk melihat apa yang terjadi.
"Kepin angan gitu ama Iyo, Iyo juga kan temena Lena" ucap anak kecil perempuan berkuncir dua dikepalanya.
Wanita dewasa itu datang menghampiri ketiga anak seumuran yang sedang berdiri saling berhadapan.
"Eh eh ko pada ribut? ini ada apa? kenapa?" ucap wanita dewasa tersebut pada ketiga anak didepannya.
"Iyo gabole eket-eket ama Lena kata Kepin padahal Iyo cuma pengin ngusil amuk yang ada dikepala na Lena" ucap anak laki-laki berambut gimbal yang biasa disapa Iyo itu.
"Pokona Lena cuma punya Kepin, gabole ada yang pegang Lena kecuali Kepin" bela anak kecil bernama Kevin yang berdiri didepan anak perempuan berkuncir dua yang dipanggil Lena oleh kedua anak laki-laki ini.
Wanita dewasa itu nampak mengelengkan kepalanya menatap sang anak yang sangat posesif kepada teman perempuannya. "Kevin-Kevin kamu itu mirip banget sama papah kamu" ucapnya dengan menatap lembut sang anak.
"Papah?" tanya Kevin dengan raut wajah polosnya.
▫▫▫▫▫▫▫▫▫
Kira-kira wanita dewasa itu siapa ya?
__ADS_1
Terimksih sudah mmbaca❤