
Rara membuka matanya ketika merasakan ada sinar yang mengenai wajanya, ia terbangun dan duduk diranjangnya.
"Udah pagi ya?" gumam Rara, setelah itu ia bangkit dan berjalan menuju kamar mandi, ia akan membersihkan tubuhnya disana.
Tak lama selesai Rara pun keluar dan memakai pakaian rumahnya. Setelah memastikan dirinya bersih Rara pun berjalan keluar dari kamarnya untuk membangunkan anak-anaknya tapi ketika baru keluar kamar ia mendengar suara keributan dari ruang tamu.
"Ada apa lagi ini?" Rara berjalan menuju ruang tamu yang berada tak jauh dari kamarnya.
Mata Rara membulat ketika melihat kedua anaknya sedang menghajar seorang pria dewasa yang terduduk disofa ruangan ini dengan tangan kecilnya.
"Hajall teluss" teriak Kevin dan disusul suara Keyla-adiknya.
"Yaaa!!!!"
Bughh!
Bughh!
Rara segera berjalan mendekat kearah ketiga orang itu. Ia menekukkan kedua tangannya dipinggang. "Ckckck ini masih pagi loh, ko udah pada ribut aja. Kevin, Keyla jangan gitu sama Om Riki" sahut Rara melerai kedua anaknya.
Mendengar suara dari sang mamah membuat kedua anak itu menghentikan perbuatannya.
Kevin menatap Rara dengan pandangan cemberut. "Om Iki ilang mau jadi Papah na Kepmmhh" sebelum anak itu melanjutkan ucapannya tiba-tiba pria dewasa itu menutup mulut Kevin.
keyla yang melihat kakanya dibekam itu langsung memukul tangan Riki yang membuat orang itu menjauhkan tangannya dari Kevin. "Om Iki angan nakal!"
Rara menggelengkan kepalanya ketika melihat kelakuan ketiga orang ini. "Udah-udah, Mas Riki kenapa pagi-pagi datang kesini?" ucap Rara menatap laki-laki tersebut.
Riki wijaya atau yang biasa dipanggil Iki itu adalah teman Rara ketika berada dikota ini, pria itu juga yang menemani hari-hari Rara selama kehamilan dan juga melahirkan tapi sudah lama pria itu tak berkunjung kerumahnya dan ini kali pertamanya ia berkunjung kembali.
"Emangnya aku gaboleh kesini Ra? hehe lagian aku kangen nih sama dua bocil ini" jawab Riki dengan mencubit pipi kedua anak yang tak berdosa.
"Akitt!" gaduh Kevin dengan menjauhkan tangan Riki dari pipinya.
Lain dengan Keyla yang sudah berlarian menuju kearah Rara. Riki hanya terkekeh gemas melihat perilaku kedua anak itu.
Rara menggendong Keyla dan duduk disofa samping tempat duduk Riki. "Boleh aja sih, oh iya kamu kemana aja Mas? ko jarang banget sekarang kerumah" sahut Rara dengan mendiamkan Keyla dipangkuannya.
Riki menatap Rara dengan tersenyum. "Biasa sibuk, kangen ya aku jarang kerumah?" goda Riki membuat Rara menatapnya malas.
Riki ini adalah seorang CEO disalah satu perusahaan dikota ini, pria berparas tampan itu berumur 26 tahun yang artinya lebih tua dari Rara tapi sayangnya pria itu belum menikah sampai sekarang, entahlah mungkin belum ada pasangan yang cocok untuknya.
__ADS_1
"Gak kangen tuh, cuma nanya aja" sahut Rara mencoba mengalihkan pembicaraan.
"Oh iya Kevin, Keyla" panggil Rara menatap kedua anaknya yang sekarang juga menatapnya. "Kalian mau jalan-jalan gak? ketemu Tante Aisyah?" tanya Rara.
Mendengar kata jalan-jalan membuat kedua bocah itu berbinar.
"Mauuu" jawab serentak Keyla dan Kevin.
Rara tersenyum dan mengangguk. "Yaudah kalian sarapan dulu ya, didapur ada Bi Lina tuh yang nungguin kalian" ucap Rara halus menyuruh anaknya untuk makan terlebih dahulu.
Kevin dan Keyla pun berlarian menuju arah dapur dan meninggalkan Rara dan Riki diruang tamu. Nampak suasana cukup canggung karna keduanya sedari tadi hanya diam.
"Kamu mau pergi kemana Ra?" sahut Riki dengan menatap wanita tersebut.
Rara yang tadi fokus dengan ponselnya pun mengalihkan pandangannya kearah pria yang duduk disofa sampingnya. "Ke Jakarta Mas, ada yang ngundang aku buat hadirin pembukaan hotelnya"
Riki yang mendengar itu sedikit merubah raut wajahnya. "Apa perlu aku temenin?"
"Gak perlu Mas lagian juga ga akan lama disananya" tolak Rara, ia tak mau merepotkan orang yang sudah membantunya selama ini.
"Kamu pasti kerepotan ngurus anak-anak disana Ra, mereka kan lagi masa pertumbuhan pasti gak bisa diem. Gapapa aku temenin aja ya?" tawar Riki. Sebenarnya ia tak mau Rara pergi menjauhinya entah kenapa hatinya merasa tak rela.
Mendengar tawaran paksa dari Riki membuat Rara terkekeh. "Gausah Mas, nanti juga disana ada temen-temen aku yang bisa ikut jagain mereka"
Waktu itu memang Riki sempat menyatakan perasaannya dan melamar Rara tapi Rara tidak menerimanya saat itu karna ia ingin fokus menjaga anak-anak apalagi statusnya masih sah sebagai istri orang. Makannya Riki sempat beberapa hari tak berkunjung kerumahnya mungkin dia kecewa pada penolakan Rara.
"Maaf mas, aku ini statusnya masih sebagai seorang istri, gak mungkin aku nikah lagi" lagian juga sampai sekarang perasaan Rara masih sama seperti yang dulu.
Riki nampak menghela nafas kasarnya. Ia tau pasti jawaban dari wanita yang sangat ia cintainya adalah penolakan. "Yaudah aku gak maksa kamu Ra, tapi aku bakal tetap nunggu kamu sampai kamu mau sama aku" sahut Riki dengan tersenyum masam.
Sebenarnya Rara tak enak karna pria dihadapannya ini selalu membantunya selama ini tapi ia juga tak bisa menerima perasaan dari Riki yang sudah ia anggap sebagai kakanya sendiri. "Em Mas-nya mau sarapan gak? bibi masak banyak kayaknya hari ini" ucap Rara mengalihkan pembicaraannya.
Mendapatkan tawaran makan dengan cepat Riki pun mengangguk. "Boleh"
Keduanya pun bangkit menuju arah meja makan dan memakan sarapan mereka seperti keluarga yang bahagia.
♣
Seharian ini Riki menemani Rara dan juga sikembar mulai dari membereskan pakaian hingga bermain-main yang membuat Rara kembali merasa tak enak takutnya ia hanya memberikan harapan palsu pada pria tersebut.
"Makasih yah udah bantuin aku hari ini" ucap Rara dengan tersenyum menatap Riki.
__ADS_1
Dengan cepat Riki mengangguk. "Sama-sama Ra, mau berangkat sekarang?"
Hari sudah menjelang sore, pesawat yang akan ditumpangi Rara pun sebentar lagi akan berangkat jadi sudah waktunya Rara pergi kebandara sekarang dengan kedua anaknya.
"Iya" jawab Rara dengan mengangguk. Kevin dan Keyla pun sudah siap dengan jaket yang melekat ditubuh mereka. Kedua anak itu nampak begitu antusias dengan kepergiannya sekarang.
"Om iki na ndak ikut Mah?" tanya Keyla yang berada digendongan Riki.
Riki menatap anak perempuan tersebut dengan tersenyum manis. "Enggak sayang, Om Iki masih ada kerjaan disini, nanti kalo kalian udah pulang Om Iki janji deh kita bakal pergi jalan-jalan ber-empat gimana?" jawab Riki mewakili pertanyaan yang diajukan Keyla kepada mamahnya.
"Benel yah Om"
"Iyah sayang, tos dulu dong" Riki mengangkat tangannya, dengan cepat Keyla pun men-toskan telapak tangannya ke pria yang dipanggil om Iki ini.
Sedangkan Kevin hanya diam menatap dingin Riki, sebenarnya ia tak terlalu suka jika Riki berdekatan dengan mamahnya. Entahlah ia hanya tak ingin mamahnya berdekatan dengan pria lain selain papahnya. Walau Kevin tak tau dimana papahnya dan bagaimana rupa sang papah tetap saja Kevin lebih memihak pada papahnya. Lain dengan Keyla yang senang jika berada disamping pria dewasa tersebut.
"Udah yuk berangkat sekarang nanti pesawatnya terbang duluan lagi" sahut Rara masuk kedalam mobil dengan menggandeng tangan Kevin.
Mobil yang ditumpangi Rara adalah mobil punya Riki, pria itu memang ingin mengantarkannya ke-bandara padahal Rara sudah menolak karna tak mau merepotkan Riki tapi sayangnya pria itu tetap ingin mengantarkannya.
Riki duduk dibagian pengemudi sedangkan Rara dan kedua anaknya duduk dibelakang. Tadinya Rara ingin duduk disamping pria itu untuk menemaninya tapi anak pertamanya-Kevin tak ingin Rara duduk disana menemani Riki alhasil pria itu nampak seperti supir yang mengantarkan kepergian Rara.
Beberapa menit kemudian mereka sampai dibandara, ke-empat orang itu pun turun untuk melangkah masuk kedalam bandara. Mereka nampak seperti keluarga dengan Riki yang mendorong koper milik Rara sekaligus mengendong Keyla ditangannya sedangkan Rara menggandeng tangan Kevin yang ingin berjalan sendiri.
"Udah Mas sampai sini aja, makasih banget ya udah mau bantuin Rara sampai sini. Maaf ngerepotin" ucap Rara dengan tersenyum manis yang mebuat Riki gelagapan karna grogi melihat senyuman yang begitu manis untuknya.
"Sama-sama Ra, tolong jaga anak-anak ya, kamu juga disana jaga diri baik-baik" titah Riki perhatian.
Keyla pun turun dari gendongan Riki dan mendekat kearah mamahnya.
"Kalian jangan nakal ya disana? jagain juga Mamah kalian" sahut Riki dengan mengelus puncuk kepala Keyla dan Kevin bergantian.
Serempak kedua anak itupun mengangguk.
"Aku pamit dulu ya mas" Rara tersenyum dan menyuruh kedua anaknya menyalami Riki. Setelahnya Rara dan kedua anaknya pun melangkah pergi menjauhi pria itu yang masih diam berdiri ditempatnya sembari menatap kepergianny
"Semoga selamat sampai tujuan"
▫▫▫▫▫
Terimksih sudah mmbaca❤
__ADS_1
Kira-Kira lebih suka Rara sama Riki atau sama Kenzo nih??