
Hari sudah menunjukan pukul 5 sore yang artinya sebentar lagi Kenzo akan pulang dari kantornya.
Rara sudah selesai mandi sekarang jadi dirinya akan menunggu suaminya pulang di lantai bawah.
Setelah istirahat tadi badan Rara sudah lumayan enak jadi dia memutuskan untuk keluar dari kamar. Dengan wajah tersenyum Rara menjawab sapaan dari maid yang melintas dihadapannya.
Rara turun dari tangga dan melihat adik iparnya sedang menunggu dirinya didekat tangga.
"Loh Zel kamu ngapain disini?" tanya Rara. Hazel tak biasanya berdiri didekat tangga sore-sore gini, biasanya gadis ini akan keluar dari kamar ketika makan malam tiba jadi saat pulang sekolah dia akan menemui Rara terlebih dahulu lalu setelahnya dia akan pergi ke kamar dan mengurung dirinya disana.
"Ga ngapa-ngapain ko ka hehe" ucap Hazel dengan sedikit terkekeh.
Rara menatap curiga ke arah adik iparnya. "Beneran?"
Mendengar nada tak percaya dari kaka iparnya, Hazel menaikkan kedua telunjuk dan jari tengahnya. "Beneran ka, suer"
Rara ikut terkekeh mendengar jawaban dari Hazel lantas mereka berjalan menuju sofa ruang tamu untuk duduk disana menunggu kepulangan Kenzo.
"Ka Agnes mau kesini loh ka" ucap Hazel ketika mereka sudah duduk disofa.
"Ka Agnes?" tanya Rara dengan pandangan binggung.
Dengan cepat Hazel menganggukkan kepalanya. "Iyah ka, kata mommy biar pasukan kita tambah banyak"
"Pasukan apa?" Rara tidak tau apa yang dimaksudkan oleh adik iparnya dan juga mertua nya itu.
"Itu pasukan biar ka Sisil kalah jadikan 4 lawan 1 pastinya yang 1 bakal kalah nantinya" sahut Hazel dengan tersenyum.
Ada-ada saja Hazel dan juga Lia. Perempuan itu mungkin mau kalah pas pertama kali kesini wanita itu pede sekali bertemu dengan Lia dan Rara. Dia lupa apa Hazel pernah bertemu dengan wanita itu? tapi yang jelas kan Sisil tau jika ketiga orang dirumah ini tidak menyukainya tapi dirinya tidak takut untuk kesini jika ditambah Agnes apa wanita itu akan takut? dilihat dari wajahnya saja seperti orang yang tidak mau mengalah.
Rara menjawab-nya dengan gelengan kepala, sesuka hati Lia dan adik iparnya saja yang penting semoga wanita itu cepat-cepat pergi dari sini dan menjauhi Kenzo. Sebenernya ada rasa trauma juga jika Agnes kembali kerumah ini ia takut wanita itu ingin menyelakaan dirinya tapi Rara berfikir positif saja siapa tau wanita itu bisa berubah dan bisa menerima kehadirannya.
Tiba-tiba Rara teringat sesuatu lantas ia bangkit dari duduknya. "Zel aku kebelakang dulu ya" sahut Rara kepada adik iparnya yang masih duduk sembari fokus kearah depannya.
"Iya kak" mendapat jawaban dari Hazel, Rara pun mulai berjalan menuju arah dapur ia ingin menanyakan benda yang kemarin tergeletak dilantai dapur tersebut, takutnya pemilik benda itu mencarinya.
"Bi" panggil Rara ketika sampai didapur dan melihat kepala maid yang sedang berdiri sembari memperhatikan para maid lainnya.
BiSur mengalihkan pandangannya pada Rara. "Eh nona, ada yang bisa saya bantu?" tanyanya.
Rara meraba saku kantongnya dan mengambil sesuatu didalam kantong celananya, ketika sudah menemukannya Rara langsung memberikan benda itu pada BiSur. "Ini punya bibi kan?" Tanya Rara dengan memberikan botol kecil tersebut.
BiSur melebarkan matanya ketika melihat obat itu ada di tangan nona mudanya, apa nonannya tau? "K..o bisa ada di nona m..uda?"
__ADS_1
"Kemarin ada dibawah lantai kayaknya jatuh, ini punya bibi kan?" tanya sekali lagi Rara untuk memastikan.
"Iy..a itu punya bibi" BiSur takut nonanya tau tentang isi botol didalamnya karna saat itu tuannya mengatakan tidak boleh ada yang tau tapi sekarang ada dua orang yang sudah tau prihal obat tersebut.
Rara tersenyum dan meraih tangan bibinya untuk menerima botol kecil tersebut. "Nih bi, emangnya bibi sakit?"
BiSur menggeleng.
Melihat perubahan ekspresi dari wajah BiSur membuat Rara menatap curiga. "Terus obat itu untuk apa? emangnya obat apa itu bi?"
Rara penasaran karna BiSur seperti sedang menyembunyikan sesuatu darinya.
"Ini hanya vitamin biasa nona" jawab kepala maid tersebut dengan menatap Rara. BiSur mencoba menormalkan ekspresinya takutnya nona mudanya ini menanyakan sesuatu kembali.
Lama diam akhirnya Rara percaya saja dengan ucapan Bibinya itu. Lantas ia pamit untuk kembali menunggu Kenzo diruang tamu.
BiSur bernafas lega karna nonanya percaya padanya jika nona nya itu tau ini obat apa pasti tuan dan nona akan bertengkar hebat. Dilihatnya hubungan kedua majikannya itu mulai harmonis jadi prihal masalah ini tidak boleh ada yang tau selain dirinya dan juga anak kedua dari majikannya Hazel.
"Selamat datang tuan"
Ketika Rara kembali menuju ruang tamu dirinya sudah melihat sebagian maid yang menyambut kepulangan dari suaminya itu.
Rara tersenyum manis menatap Kenzo yang juga sedang menatap-nya. Pria itu menghampiri Rara yang masih diam berdiri tak jauh darinya.
"Dari dapur tuan, sini biar ku bawakan tas-nya" Tapi sebelum ia meraih tas kerja tersebut Kenzo menghalanginya.
"Biar bibi saja yang bawakan" Kenzo pun memerintahkan salah satu maid yang berdiri dibelakangnya untuk membawakan tas kerja itu.
Setelah menyerahkan tas itu pada maid tersebut, Kenzo mengalungkan tangannya dileher wanitanya dan menatap Rara dengan intens yang dipandang-pun merasa tak enak.
"Tuan mengapa melihat ku seperti itu" tanya Rara dengan malu-malu.
Kenzo melihat ada yang berubah diwajah wanitanya. "Kau berdandan?"
Rara menunduk dengan senyum mengembang, ya! tadi ia sempat berdadan di-kamar untuk menyambut kepulangan suaminya ini.
"Mengapa kau berdandan!? memangnya kau ingin bertemu siapa?!"
Mendengar jawaban dari Kenzo membuat Rara mendongakkan kepalanya menatap Kenzo. "Aku berdandan untuk menyambut mu pulang memangnya tidak boleh?"
Kenzo melepaskan rangkulannya dari wanitanya. "Ck! aku tidak suka kau berdandan seperti itu"
Rara mengerucutkan bibirnya kedepan. Memangnya kenapa ia tidak boleh berdandan? apa jika ia berdandan wajahnya jelek? "Hiks apa aku terlihat jelek tuan?" sahut Rara dengan mata yang mulai memerah.
__ADS_1
Melihat wanitanya yang memerah Kenzo langsung menggeleng. "Bukan, aku hanya tidak ingin wajah cantik mu itu dilihat semua orang, aku tidak suka!"
Alasan Kenzo membuat raut di wajah Rara kembali normal. "Aku kan ingin tampil indah dihadapan tuan, tapi tuan tidak suka hiks yasudah aku hapus saja make-up ini" Rara memegang wajahnya dengan kedua tangannya untuk menghapus coretan make-up diwajah cantiknya.
Dengan segara Kenzo menghentikan pergerakan tangan Rara. "Bukan tidak suka" jawab Kenzo.
Rara menghentakan tangan Kenzo dengan kasar. Lalu ia menghentakan kakinya kesal dan berbalik menuju kearah kamarnya.
Orang-orang disana bingung melihat ada yang berbeda dari Rara. Dengan cepat Kenzo mengejar wanita nya itu takut terjadi sesuatu.
Ketika sampai di depan pintu Rara masuk kedalam kamarnya diikuti Kenzo dibelakangnya.
"Kau ini kenapa?" tanya Kenzo melihat Rara yang terduduk dipinggir kasur.
Rara diam dengan pandangan yang ia alihkan kesegala penjuru kamar agar tatapannya tidak menatap Kenzo yang mulai menghampiri.
"Ck kau marah padaku?" tanya kembali Kenzo.
"Aku kan ingin berdandan saja, memangnya tidak boleh!" sahut Rara dengan ketus.
"Huh kau boleh berdandan tapi jika kita berdua saja dikamar, jika kau keluar dengan dandanan seperti ini banyak yang akan melirik mu nanti!"
Make-up yang Rara pakai lumayan tebal, tidak biasanya wanitanya berdandan seperti ini.
Rara mengarahkan pandangannya pada Kenzo disampingnya. "Tuan cemburu?" tanya Rara dengan raut wajah yang sudah tenang.
"Tidak, aku hanya tidak ingin kau dilihat banyak pria diluar sana" jawab Kenzo.
Rara menatap suaminya dengan tersenyum menyelidik. "Bilang saja tuan cemburu"
"Iya memangnya kenapa jika aku cemburu?" tegas Kenzo membuat serabut merah muncul dipipi Rara.
"Aku cantik kan tuan jika seperti ini?" tanya Rara dengan menunjukan riasan diwajahnya.
Kenzo mendekat dan berbisik ditelinga Rara. "Iya cantik sampai mampu membuat gairah ku naik"
Setelah mengucapkan itu Kenzo menjauhkan wajahnya dari Rara dan menatap wanitanya dengan menaikkan kedua alisnya.
"Tu..an mau apa?" ucap Rara ketika melihat Kenzo kembali mendekat kearahnya.
"Kau bilang kau berdandan untuk menyambutku kan? jadi aku akan menikmati sambutanmu itu sekarang"
▫▫▫▫▫▫▫
__ADS_1
Trimksih sudah mmbaca❤