My Devil Possessive

My Devil Possessive
Berangkat


__ADS_3

Pagi harinya Rara sudah bersiap dengan kopernya. Ya! sekarang dirinya akan kembali pulang ke jogyakarta untuk mengurus beberapa pekerjaan disana, kemarin juga suaminya itu sudah mengizinkan dirinya jadi Rara memutuskan untuk pergi hari ini bersama kedua anaknya.


"Yee pulang!!" senang Keyla. Mereka sekarang berada dikamar miliknya dan Kenzo. Kedua anak itu memang semalam tidur disini karna Keyla menginginkan tidur dengan sang Ayah alhasil mereka berempat tidur dikamar ini.


"Papah ikut Mah?" tanya Kevin yang sedang duduk dipinggir ranjang.


Rara segera mengangguk pelan, sebenarnya ia tak ingin Kenzo ikut kesana tapi pria itu tetap kekeh ingin ikut dengan beralasan sebagai bulan madu mereka.


"Sudah siap semuanya?" ucap seseorang di belakang Rara.


Mendengar itu Rara langsung berbalik dan melihat asal suara dibelakangnya. "Hm." gumam Rara meng-iyakan ucapan Kenzo.


Kenzo sudah siap dengan pakaian formalnya, terlihat senyuman hangat tercetak diwajah dingin itu.


Rara ikut tersenyum menatap suaminya, hatinya masih ketar-ketir dengan ucapan yang diutarakan Kenzo semalam. Ia tak menyangka ternyata pria seperti itu bisa meng-gombal.


"Kita berangkat sekarang," Kenzo mendekat kearah Rara dan menggenggam tangan milik wanitanya.


Beberapa maid masuk untuk membawakan koper milik Tuan mudanya dan Nona mudanya.


Keyla dan Kevin turun dari tepi ranjang dan berlari keluar dari ruangan ini diikuti Rara dan Kenzo dibelakangnya.


Mereka pun berjalan menuju lantai bawah, nampak terlihat jika mereka adalah keluarga yang bahagia.


Ketika mereka sampai dilantai bawah, terlihat ada seseorang wanita muda yang berdiri didepan tangga dengan wajah menekkuknya.


"Hazel mau ikut dong liburan-nya." cemberut Hazel. Anak gadis itu kemarin baru saja diberitahu jika kedua kakaknya dan ponakannya akan pergi ke kota jogyakarta, mendengar kota itu membuatnya berbinar. Hazel ingin sekali ikut kesana tapi sayangnya Kenzo tidak memperbolehkannya ikut.


Rara tersenyum masam, ia mengelus rambut adik iparnya itu. "Ini bukan liburan kok Zel, aku emang ada beberapa urusan disana dan-" sebelum Rara selesai berbicara tiba-tiba saja ada yang memotong ucapannya.


"Ck! jika kau ikut aku yakin kau akan menganggu-ku dengan wanitaku! aku itu akan berbulan madu disana jadi lebih baik kau diam saja disini menjaga rumah." ucap Kenzo membuat wajah Hazel bertambah kesal.


"Siapa juga yang mau ganggu kakak! aku itu mau ikut liburan sekalian jalan-jalan buat refreshing. Aku janji gak bakal ganggu kalian kok, ya? Hazel ikut ya kak? ya kak ya?" mohon Hazel menatap Kenzo yang hanya menatapnya dingin.


"Sekali tidak tetap tidak." Kenzo tetap tidak ingin adiknya itu ikut, ia sudah menyusun beberapa rencana dikepalanya untuk menghabiskan bulan madu bersama wanita-nya disana jadi dirinya tidak ingin Hazel ikut. Kenzo hanya tak ingin perempuan itu mengganggu waktunya bersama Maura nanti.


"Kakak iparr." Hazel menatap Rara dengan memohon, jika kakak kandungnya itu tidak ingin dirinya ikut siapa tau saja kakak iparnya ini malah memperbolehkannya ikut.


Rara bimbang, ia kasihan pada Hazel yang ingin ikut tapi sayangnya suaminya tidak memperboleh adiknya ini ikut bersama mereka.


Rara memeluk adik iparnya dan menaruh kepalanya pada pundak gadis itu. "Kamu tau kan Zel gimana kakak kamu itu, tapi aku janji sama kamu nanti aku bakal ajak kamu berlibur kalo urusan aku disana sudah selesai." bisik Rara agar Kenzo tak mendengar ucapannya ini.


Merasa kakak iparnya itu memeluknya, Hazel langsung membalas pelukan kakaknya itu. Ketika Rara berbisik ia pun hanya mengangguk pelan menjawab ucapan kakaknya itu.


Setelah membisikkan itu Rara melepaskan pelukannya, ia tersenyum manis pada Hazel yang masih mengerucutkan bibirnya kedepan.


"Kamu baik-baik disini ya Zel?" ucap Rara dengan tersenyum.


"Kakak ipar juga disana hati-hati, aku berdoa semoga kakak pulang bawa ponakan lagi buat aku." Hazel mengganti raut wajahnya ketika berbicara itu, ia terlihat senang sekarang.

__ADS_1


Rara membulatkan matanya, tidak Kenzo tidak Hazel semuanya sama saja menginginkan dirinya hamil lagi.


"Aku berdoa minta tiga ponakan lagi kak." Hazel tersenyum menatap Rara.


"Hehe kamu berdoa aja ya Zel." kekeh Rara dengan hati yang kesal, adiknya ini seperti ingin menambah 3 anak lagi sedangkan suaminya ingin 5 lagi. Memangnya melahirkan itu tidak sakit? mereka meminta sudah seperti meminta permen saja darinya.


"Kita berangkat sekarang." ucap Kenzo menyudahkan ucapan kedua wanita dihadapannya.


Sedangkan kedua anaknya itu sudah pergi keluar rumah sedari tadi, sepertinya Kevin dan Keyla memang merasa senang akan pulang kekota tempat dimana mereka dilahirkan.


Rara berbalik menatap Kenzo dan mengangguk singkat. Ia kembali mengarahkan pandangannya pada wanita didepannya. "Aku pamit ya Zel."


Setelah mengatakan itu Rara dan Kenzo berjalan keluar dari rumah ini, Hazel masih diam ditempatnya dengan menatap kepergian kedua orang itu.


"Aku minta tiga kakak ipar, siapa tau dikasihnya enam bukan? hihi gak sabar punya ponakan banyak," gumam Hazel dengan berjalan menuju kekamarnya, ia tersenyum bahagia sekarang.


__


"Penerbangan sudah siap Tuan." ucap pelan bawahan Kenzo disamping mobil milik tuannya itu.


Kenzo mengangguk pelan. "Dimana Hans?" sedari tadi ia tidak melihat sekertarisnya itu, entah dimana dia makannya dirinya menanyakan ini pada bawahan yang berada dihadapannya.


"Sekertaris Hans masih berada diperjalanan Tuan, sedang menuju kemari."


Rara merasa heran. Tak biasanya pria itu terlambat? apa tadi ada sesuatu yang membuat sekertaris itu terlambat datang kesini?


"Kau telpon saja Hans suruh dia langsung kebandara." Kenzo mengalihkan pandangannya pada Rara yang berada disampingnya. Terlihat Rara yang sepertinya sedang melamu. "Kau kenapa?" pelan Kenzo.


Kenzo nampak menghela nafasnya pelan. "Yasudah, kita jalan sekarang."


Sebelum masuk kedalam mobil tiba-tiba saja Rara menahan tangan Kenzo. Ia teringat sesuatu sekarang.


"Kita gak pamit sama Mo-momy?" sahut Rara pela.


Kenzo menggelengkan kepalanya. "Dia sudah pergi dari tadi pagi, aku sudah mengirimnya pesan tadi jadi kau tak usah khawatirkan itu."


Mendengar itu akhirnya Rara mengangguk. Kedua-nya pun berjalan masuk kedalam mobil milik Kenzo dengan kedua anak mereka, Keyla berada pada pangkuan Rara sedangkan Kevin pada pangkuan Kenzo.


Mobil pun melaju keluar pintu gerbang utama dengan diikuti beberapa mobil dibelakangnya. Sekarang mereka akan menuju kebandara untuk pergi ke-tempat tujuan mereka.


Beberapa menit kemudian mobil Kenzo sampai dilobi bandara. Rara dan Kenzo pun turun untuk masuk kedalam bandara itu.


Didalam sana nampak banyak sekali pengunjung, mungkin banyak orang juga yang akan berpergian sekarang.


"Endong." pinta Kevin pada Rara, anak ini memang tidak suka jika berjalan dikeramaian. Badan-nya yang kecil membuatnya takut jika berjalan disekumpulan orang dewasa seperti ini.


"Keyla mau endong sama Mamah!" potong Keyla sebelum Rara menggendong Kevin. Anak perempuan itu nampak ingin digendong juga oleh sang Mamah.


"Kepin duluan yang di endong!"

__ADS_1


"Keyla!"


"Kepinn!!"


Melihat perdebatan diantara kedua anak dihadapannya membuat Rara mengalihkan pandangannya pada pria disampingnya.


Kenzo mengerti dengan tatapan wanitanya ini, dengan segera ia menatap kedua anaknya itu. "Sudah-sudah, Mamah kalian hari ini menjadi milikku jadi tidak boleh ada yang digendong oleh-nya. Lebih baik kalian meminta gendong sana pada orang dibelakang-ku." ucap Kenzo membuat wajah Keyla dan Kevin menatap kebelakang tubuh Papahnya itu.


Disana terlihat beberapa bodyguard berbadan besar yang berdiri dibelakang Kenzo, Keyla dan Kevin diam menatap Papahnya.


"Ndak mau! mau ama Mamah!" ucap Keyla kesal.


Rara merasakan kesal sekarang, dia tadi meminta bantuan Kenzo untuk menenangkan kedua anak ini tapi nyatanya pria itu malah memperkeruh keadaan.


"Kalian itu sudah besar, badan kalian juga sudah berat. Kasihan wanitaku jika harus menggendong kalian terus." ucap Kenzo dengan menatap kedua anaknya.


"Maaf Tuan saya terlambat." ucap seseorang yang sekarang berada disamping tubuh Kenzo.


Pria itu nampak menunduk merasa salah karna terlambat datang tadi.


"Kau ini kemana saja?" tanya Kenzo dengan menatap Hans tajam. Laki-laki yang ditanya-nya itu nampak menunduk dengan koper yang berada disampingnya.


"Maaf Tuan, tadi sempat ada masalah kecil jadi saya terlambat untuk kesini."


Keyla yang melihat Hans langsung berjalan mendekati sekertaris itu dengan wajah tersenyum-nya.


"Om Ans Endong," pinta Keyla dengan merentangkan kedua tangannya dihadapan Hans.


Hans memandangi anak tuannya itu dan mengalihkan pandangannya pada Kenzo. Tapi nampaknya pria itu hanya diam.


"Ayo Om Anteng!!"


Keyla memang menyebut pria itu dengan julukan Om ganteng atau Om Hans. Keyla selalu saja meminta pria itu untuk menggendongnya jika sudah bertemu. Entahlah mungkin Keyla nyaman digendong oleh Hans.


Hans sekali lagi menatap Kenzo tapi tak lama tuan mudanya itu mengangguk memperbolehkannya untuk menggendong Keyla.


"Kau gendong saja Hans." ucap Kenzo.


Mau tak mau akhirnya Hans menuruti perintah Kenzo, ia pun menggendong anak perempuan ini pelan.


"Om Ans anteng!! Keyla suka ama Om Ans!" gembira Keyla dengan mengalungkan tangannya pada leher sekertaris itu.


Hans membulatkan matanya, apa katanya? anak ini menyukainya? anak sekecil ini bilang suka padanya?


"Eh maaf ya sekertaris Hans, Keyla emang sering bilang kayak gitu sama pria yang menurutnya ganteng hehe jadi maklumin aja ya." ucap Rara tak enak.


Kenzo tersenyum miring melihat wajah Hans yang berubah. "Kau jangan terlalu baper Hans, aku tau tak ada satu-pun perempuan yang pernah menyatakan suka padamu jadi aku harap wajah-mu biasakan saja ketika mendengar kata suka yang keluar dari mulut anakku."


▫▫▫▫

__ADS_1


Terimksih sudah mmbaca❤


__ADS_2