My Devil Possessive

My Devil Possessive
Memasak


__ADS_3

Sekarang Kenzo dan Rara sudah berada didapur. Ketika memasuki ruangan dapur ini ada beberapa maid yang masih berada disini mungkin mereka masih mengerjakan tugasnya entah apa itu tapi ketika mereka masuk Kenzo menyuruh agar dapur ini dikosongkan jadi hanya tersisa Kenzo dan Rara diruangan ini.


Rara menatap senang akhirnya Kenzo mau menuruti keinginannya dimasakkan nasi goreng yang langsung dibuat oleh tuannya itu. Kapan lagi coba dimasaki oleh suaminya ini? Rara berdoa semoga hasilnya bisa enak.


"Jadi aku harus apa?" tanya Kenzo pada Rara.


Rara yang berdiri disamping Kenzo langsung berjalan menuju kulkas untuk mengecek bahan-bahan membuat nasi goreng.


Disana Rara melihat beberapa bahan penyedap dan juga rempah-rempah. Dirinya langsung membawa bahan tersebut ke-meja dapur dan menutup kembali kulkas itu.


Kenzo berjalan mendekati Rara yang nampak sibuk memegang beberapa bahan yang entah namanya apa.


"Nah ini tuan" ucap Rara memberikan bahan itu dan sebuah pisau ditangannya.


"Hey! kau mau membunuhku?!"


Rara tersentak kaget langsung ia menuruni pisau ditangannya. Dia tadi hanya berniat memberikan itu untuk dipotong-potong oleh suaminya tapi Kenzo malah membentaknya.


"Bukan tuan, aku hanya memberikan ini untuk tuan potong" Rara mengambil telenan untuk memotong bahan tersebut dan pisau, lalu ia berikan pada tuannya itu.


Kenzo menatap Rara dengan pandangan yang sulit diartikan tapi Rara hanya menjawabnya dengan anggukan.


Rara hanya diam disamping Kenzo dengan menatap setiap gerak-gerik laki-laki yang berada disampingnya.


Laki-laki itu mulai menyentuh pisau tersebut dan bahan berwarna ungu kecil yang berbentuk bulat. Kenzo mencoba memotong bahan tersebut tapi suara Rara menghentikan pergerakannya.


"Potongnya kecil-kecil aja tuan" sahut Rara dengan memegang tangan Kenzo memberi ukuran untuk Kenzo memotong bahan tersebut setelahnya ia kembali melepaskan pegangannya dan melihat Kenzo memotong bahan tersebut.


Kenzo mulai memotong kecil-kecil benda bulat tersebut. "Aku biasanya memegang benda ini jika sedang marah tapi sekarang malah untuk memotong benda kecil ini" ucap Kenzo dengan tangan yang masih memotong bahan tersebut.


Mendengar ucapan Kenzo membuat Rara merinding. Apa katanya? Kenzo sering memegang pisau jika sedang marah? untuk apa? tapi Rara hanya acuh dengan ucapan Kenzo tersebut dirinya masih sibuk melihat Kenzo memotong bahan tersebut seharusnya ia membawa handpone-nya untuk mengabadikan momen yang langka seperti ini.


Setelah memotong benda ungu bulat tersebut Rara mengambil bahan lagi berwarna putih lonjong dan memberikannya pada Kenzo untuk dia potong kembali.


"Ck masih banyak yang harus dipotong? mengapa banyak memakai bahan seperti ini?" keluh Kenzo yang membuat Rara ingin tertawa. Ia tau Kenzo tidak pernah membuat atau memasak seperti ini jadi dia sedikit mengerjai tuannya.


"Memang bumbu nasi goreng seperti ini tuan" ucap Rara.

__ADS_1


Kenzo memotong bahan itu lagi dan lagi. Sedangkan Rara diam disamping tuannya dengan mencoba memberi arahan yang akan dilakukan Kenzo.


"Mengapa mata ku perih!?" ucap Kenzo dengan menjauhkan tangannya dari benda tersebut.


"Bawang emang bikin mata perih tuan kalo motongnya kelamaan" Rara memegang pisau tersebut dan membantu tuannya itu untuk memotong sisa bahan-bahan tersebut.


Kenzo diam disamping Rara yang masih memotong-motong benda bulat tadi. Setelah selesai Rara meletakan pisau tersebut di-wastafel untuk nanti ia cuci.


"Nah tuan tinggal panasin minyaknya" ucap Rara dengan mengambil wajan dan meletakannya diatas kompor.


Rara lantas memberikan benda panjang kepada Kenzo yang entah ia ketahui namanya.


"Untuk apa benda ini?" tanya Kenzo yang nampak asing dengan peralatan-peralatan disini.


"Ini spatula buat ngaduk-ngaduk bumbu sama nasi" jelas Rara yang masih membantu menyiapkan segalanya.


Rara nampak antusias memasak nasi goreng ala mereka berdua. Ya tadinya dia ingin Kenzo saja yang membuatnya sendiri tapi sepertinya suaminya ini masih harus dibimbing jadi Rara akhirnya ikut ambil peran dalam memasak kali ini.


"Udah panas tuan" sahut Rara melihat wajan berisi minyak panas itu sudah mengeluarkan asap.


"Kalo sudah panas memangnya kenapa?" Kenzo masih diam dengan memegang spatula berwarna coklat.


"Sialan" Kenzo nampak menjauh melihat minyak yang loncat-loncat dari wajan dihadapannya. Rara yang melihat itu sedikit terkekeh karna seorang Kenzo yang terkenal kejam takut dengan minyak panas.


"Tuan jangan dibiarkan seperti itu nanti gosong" Kenzo kembali mendekati kompor tersebut dan melakukan yang diarahkan wanitanya sebelumnya.


Rara menjauh dari Kenzo yang masih sibuk membalik-balikan bahan-bahan tadi. Ia mengambil nasi dan meletakannya pada piring yang sebelum-nya sudah ia ambil.


Setelah itu Rara kembali ke tempat Kenzo dengan membawa piring dikedua tangannya.


"Sekarang harus apa?" tanya Kenzo ketika merasa bahan-bahan di wajan itu sudah terlihat matang.


"Masukin tuan telur-nya"


Kenzo mengambil telur disampingnya dan memasukannya pada wajan tersebut. Telur tersebut sebelumnya sudah di-buka oleh Rara jadi Kenzo tinggal memasukkannya saja ke wajan.


"Aduk-aduk tuan" didalam hati Rara ia merasa senang karna bisa menyuruh sesuka hati tuannya ini, kapan lagi coba Kenzo menurut dengan perintahnya?

__ADS_1


"Ck untuk apa aku membayar pelayan jika harus masak seperti ini" lagi-lagi Kenzo mengeluh tapi Rara hanya acuh dengan keluhan Kenzo yang terpenting sekarang dirinya ingin mencoba masakan buatan suaminya itu.


"Nah sekarang masukan sedikit garam" titah Rara dengan tersenyum.


Kenzo mencoba mencari bahan yang bernama garam itu. Setelah menemukannya Kenzo langsung megambil garam tersebut dengan sendok dan menaruhnya pada wajan.


Karna merasa pegal Rara berniat beranjak dari samping Kenzo dan duduk dimeja dapur. "Tuan aku tunggu dimeja saja ya ini tuan tinggal masukin nasi sama kecapnya terus aduk-aduk sampai aromanya kecium"


"Yaudah kau duduk saja sana, memasak seperti ini kecil bagiku" ucap Kenzo yang seperti sudah handal dalam memasak.


Rara menggelengkan kepalanya dan melangkah menuju meja dapur yang masih berdekatan dengan keberadaan Kenzo.


Beberapa saat kemudian Kenzo datang dengan piring yang dibawa ditangannya menampakan wujud nasi goreng buatannya.


Lantas Kenzo menaruh piring tersebut di meja depan Rara duduk. Rara berbinar melihat tampilan nasi goreng buatan suaminya ini bentukannya tidak terlalu buruk tapi entah rasanya bagaimana.


"Silakan dimakan nyonya Xander" ucap Kenzo dengan tersenyum ia pun duduk dihadapan Rara, melihat wanitanya memakan makanannya.


Mendengar ucapan Kenzo membuat pipi Rara memanas. "Aku coba ya tuan" Rara mengambil nasi goreng tersebut dan memasukannya kedalam mulut.


Rara mengunyah makanan tersebut dengan ekspresi yang tidak terbaca oleh Kenzo.


"Bagaimana? enak?" sahut Kenzo menatap Rara.


"Lumayan" Rara mengambil sesendok nasi goreng lagi dan memberikannya pada Kenzo. "Nih dicoba tuan"


Kenzo menerima suapan tersebut dan mengunyah makanan buatannya.


"Enak-kan tuan?" tanya Rara.


"Kau bilang ini enak?" sejujurnya menurut Kenzo rasa nasi ini campur-aduk antara asin dan manis.


Rara mengangguk dan memakan kembali makanannya. "Enak ko tuan"


Entah wanita ini memuji dirinya atau mengatai dirinya yang jelas dia tidak akan pernah mau lagi memasak entah kenapa tadi ia menuruti permintaan istrinya itu. Dipikiran Kenzo intinya ini adalah hal pertama dan yang terakhirnya.


▫▫▫▫▫

__ADS_1


Trimksih sudah membaca❤


__ADS_2