My Devil Possessive

My Devil Possessive
Rencana Lia


__ADS_3

"Kamu ini bukannya sekolah malah asik nonton! gimana sih " ucap Lia sembari menjewer anak nya ini.


Hazel yang masih fokus menonton drama itu pun tersentak kaget, ia memegangi telinga yang dicubit oleh momynya ini.


"Ampun mom ampun" ucap Hazel dengan masih mencoba melindungi telinganya itu.


"Dasar anak muda jaman sekarang" sahut Agnes sembari duduk di disampin Hazel yang sedang meringis ketika telinganya sudah tidak di tarik lagi oleh Lia.


"Sakit mom kalo sampe putus gimana"


"Kalo putus tinggal moveon gampang" jawab Agnes kepada Hazel.


Hazel yang mendengar itu mendengus kesal, Kakanya ini malah curhat bukannya membantu membela didepan momy nya.


"Mom habis dari mana?" tanya Hazel karna tadi ibu dan sepupunya ini tidak makan bersama dimeja makan sama dengan Kenzo dan kaka iparnya namun berbeda karna Lia dan Agnes ini tidak berada di kamar sedangkan kedua kaka nya itu entah sedang apa dikamar sampai-sampai melewatkan sarapan pagi mereka.


"Liat nihh" Agnes memperlihatkan tas-tas yang sepertinya berisi belanjaan mereka berdua, Hazel yang kepo pun segera membuka isi tas tersebut.


"Iiii bagus banget, momy beliin Hazel juga gaa?"


Lia yang melihat anaknya atusias membuka tas-tas itu pun menatap tersenyum "Momy lupa dirumah ada kamu Zel, maaf ya"


Hazel yang mendengar ucapan momy nya langsung cemberut, bagaimana momy nya ini lupa pada anak kesayangannya?


"Momy mah gitu kalo ada ka Agnes disini pasti lupa sama Hazel huh" ucap cemberut Hazel, memang jika ada sepupunya ini Lia hanya terfokuskan pada Agnes yang tak lain keponakannya.


"Nanti momy beliin"


"Iya" Hazel melanjutkan menontonnya itu ketika drama nya mulai, Lia dan Agnes pun hanya duduk sembari mengobrol santai.


"Kabar papah kamu gimana sayang?" tanya Lia.


"Baik tante, papah sama mamah sehat ko"


"Kapan orang tua kamu kesini?"


Agnes hanya menjawab dengan menaikan bahunya itu, Papah dan mamahnya itu jarang berada diindonesia mereka lebih sering memutari negara lainnya hanya untuk mengecek perusahaan cabang dan juga melanjutkan hoby mereka pada masa remaja dulu, Agnes dulu juga sering kali berpindah sekolah karna mengikuti orang tuanya, karna Agnes yang malas harus berkenalan lagi dengan teman baru. akhirnya ketika lulus SMP ia memutuskan melanjutkan sekolahnya disini, Agnes dulu juga tinggal disini bersama keluarga dari kaka ayahnya namun saat memasuki bangku kuliah ia lebih memilih mandiri dan tinggal sendiri di apartemennya. "Gatau"


"Gimana kalo kamu tinggal lagi disini sama tante? dari pada tinggal sendiri"


"Em gapapa emangnya tante? Kak Kenzo gimana?"


"Ah Kenzo mah bisa tante obrolin gimana? Mau ya?"


"Kalo gamau jangan dipaksa deh mom" Kedua orang yang sedang mengobrol santai ini seketika mengalihkan pandangannya kearah yang berbicara tadi.


"Nyaut aja kamu Zel" ucap Agnes pada Hazel yang menyimpulkan sendiri jawaban dia.


Hazel mengedikkan bahunya dan melanjutkan nontonya ke layar didepan.


"Boleh deh Tan"


Lia tersenyum, ia sudah memikirkan rencana untuk memisahkan Kenzo dan Rara pastinya dengan bantuan ponakannya ini.



"Nona kenapa?" ucap Marisa ketika melihat nonanya ini hanya diam tidak menanggapi ucapan tentang lorong tadi.


"Eh gapapa, Sa kamu mau masih disini?"


"Engga nona, setelah ini saya mau ke dapur"


Rara mengangguk "Aku juga mau kedalem, hayu"


"Mari nona"


Mereka melangkahkan kakinya masuk kedalam mesion, sesampainya di tangga yang tak jauh dari ruang tamu itu Rara melihat ada momy mertuanya, Agnes dan tak lupa si Hazel yang masih asik menonton.


"Nona saya kedapur dulu ya"


"Iya" setelah mendapat jawaban dari nona nya itu, Marisa segera melangkahkan kakinya menuju dapur.

__ADS_1


Aku sapa atau engga ya?


Rara ingin menghampiri mereka bertiga namun ketika mengingat betapa tak suka nya Nyonya nya itu padanya akhirnya ia mengurungkan niatannya dan melangkah menuju kamar atas.


"Heh Ra sini deh"


Ketika mendapati ada yang memanggilnya, Rara pun berbalik dan melihat Ibu mertuanya dan juga Angel sedang menatapnya.


Karna panggilannya tadi akhirnya Rara berjalan menghampiri Lia "Ada apa nyonya?"


Rara melirik kearah Agnes yang menatapnya masih sama seperti kemarin.


Lia berdiri diikuti Agnes, sekarang posisi mereka sedang berhadap-hadap.


"Enak banget ya baru bangun sekarang? Ngapain aja hah gaada kerja banget, udah berasa jadi nyonya ya? Jangan mimpi deh!" ucap Lia pada menantunya ini.


Agnes yang melihat tatapan tak suka dari tantenya ini pun tersenyum ternyata Lia juga sama tak menyukai perempuan ini tandanya ia akan gampang untuk memisahkan Kenzo dengan wanita yang ada dihapannya.


"Saya sudah bangun sejak tadi nyonya" jawab Rara tenang.


"Yang sopan dong sama tante Lia" timpal Agnes.


Rara menatap kedua orang ini, dimana tindakan dia yang tak sopan pada momynya ini? Lia kan bertanya ya Rara jawab seadanya.


"Cih! jawab aja kamu, oh ya Agnes bakal tinggal sekarang disini, dari pada gaada kerjaan mending kamu beresin tuh kamar tamu diatas buat keponakan tersayang saya ini" titah Lia pada mantunya ini, namun hanya dijawab diam oleh Rara.


"Mom disini itu banyak maid buat apa bayar mereka kalo nyuruhnya kaka ipar" sahut Hazel dengan pandangan yang masih tertuju pada Tv.


Namun tidak ada yang menyauti ucapan dari Hazel, Lia masih menatap tajam menantu yang tidak diharapkannya.


"Bisu ya? jawab kalo saya lagi ngomong!" Rara yang mendengar ucapan Lia akhirnya mengangguk, ia tak punya pilihan lain jika menolak pasti mertuanya ini akan berbicara yang tidak-tidak padanya.


"Yasudah sana beresin" ketika melihat Rara sudah berjalan menuju atas Lia tersenyum miring sebisa mungkin ia akan membuat Rara tak nyaman berada dirumah ini.


Rara berjalan menaiki tangga, tadi ia sudah menanyakan dimana letak kamar tamu setelah tau akhirnya ia berjalan menuju kamar itu.


"Nona biar saya saja yang membersihkan kamarnya" suara itu mengalihkan pandangan Rara, ia melihat kearah suara tadi yang ternyata adalah BiSur.


"Biar saya saja nona, nona istirahat aja"


"Bibi kerjain yang lain aja, biar ini aku yang lakuin" Rara kembali melangkah kan kakinya, ia tak mau jika BiSur terlibat dalam hal ini.


BiSur yang masih diam di tempatnya tadi menatap nona mudanya, ia sebenarnya ingin membantu namun mendengar penolakan dari nona nya ini akhirnya BiSur mengurungkan niatnya.


Kenapa kamarnya kotor sekali?


Rara masuk kedalam kamar ini, namun pandangan kotor yang ia dapatkan. meja yang berantakan, Seprai yang tak tertata dengan baik, lantai yang hitam, sepertinya kamar ini tidak terawat. dengan segenap hati akhirnya Rara mulai membersihkan nya.


Disisi lain Lia duduk dengan tersenyum miring, rencana pertamanya berjalan. ya kamar itu sebenarnya sudah bersih karna memang setiap kamar dirumah ini dibersihkan setiap hari namun sekarang kamar yang akan Rara bereskan sudah ia kotori sebelumnya.


Aku akan membuat kau tidak betah berada disini



"Sialan! suruh maid yang membersihkannya aku tidak mau mendengar penolakan darinya!" Kenzo menutup telepon itu. Berani-beraninya Momy nya itu menyuruh Rara membersih kamar yang akan di tempati sepupu yang tidak tau diri itu.


Kenzo tak habis pikir pada momynya, mengapa ia seperti itu pada Rara? padahal yang menyuruh Kenzo menikah secepatnya itu Lia tapi setelah menuruti keinginan momynya itu, malah diperlakukan seperti ini.


"Hans" ucap Kenzo dengan nada rendah pada orang yang berada disampingnya.


"Iya tuan"


"Kau tau kan apa yang akan aku perintah kan?"


Hans mengangguk, ia tau harus berbuat apa pada nyonya nya itu karna memang sebelumnya Kenzo sudah memberitahunya jika hal-hal seperti ini terjadi.


"Yasudah sana" usir Kenzo yang dibalas dengan aggukan sopan dari sekertaris nya.


Kenzo bingung sendiri dengan perasaan nya saat ini, apa hatinya sudah berpihak pada wanita yang ia nikahi sekarang? Atau masih sama dengan yang dulu? Entah apa jadinya jika wanita itu datang lagi kedalam kehidupannya.


Aku harap kau kembali sebelum perasaan ku terlalu jauh padanya

__ADS_1



Rara hanya diam menatap beberapa maid yang membantunya membersihkan kamar ini, tadinya dia hanya seorang diri disini namun tiba-tiba BiSur datang membawa Maid dan mulai membersihkan kamar ini tanpa mendengar ucapan nya.


"Terimakasih ya sudah membantuku" ucap Rara ketika melihat kamar ini sudah bersih.


"Sama-sama nona, kalo begitu kami permisi" jawab BiSur pada Rara, mereka pun kembali melanjutkan pekerjaan mereka yang tertunda setelah mendapatkan anggukan dari nonanya ini.


Akhirnya beres juga huh


Rara melangkahkan kakinya kembali kekamarnya, ia sekarang tidak ingin kembali kekamar Kenzo takut ingatan kemarin malam terngiang-ngiang lagi di kepalanya. sekarang apa yang harus ia perbuat ketika Kenzo pulang nanti? apa ia akan mengurung diri dikamar? memikirkan pertemuannya dengan Kenzo saja sudah membuatnya takut.


Apa aku keluar aja ya diem-diem?


Niatannya untuk keluar secara diam-diam itu hanya sebatas hayalan Rara, ia tau jika keluar dari sini pasti tuan mudanya akan tau dan berakhir dengan hukuman, ahh memikirkan hukuman seperti kemarin saja membuat Rara tak berani lagi untuk menaiki ojek online bagaimana jika hukuman keluar diam-diam? memikirkan hukuman membuat kepalanya pusing saat ini.


DrtDrtDrt


Aisyah my calling...


Ketika sampai di kamar, Rara mendapati hpnya berdering dengan segera ia mengangkat sambungan telpon itu.


"Hallo?"


"....."


"Aku sekarang ga ke butik ya Syah"


"....."


"Gaboleh keluar"


"....."


"Ehh, maksud aku males keluar iya males hehe kamu pegang aja butik sekarang, seterah kamu mau apain, kepala aku pusing"


"....."


"Jangan dibakar juga dong Syah kamu ini gimana, yaudah udah dulu ya"


Rara memutuskan sambungan itu dan merebahkan tubuhnya dikasur, sekarang ia binggung mau melakukan apa. dulu saat berada dirumah ayahnya ada saja kerjaan yang membuatnya tidak berhenti bergerak namun saat ini berbeda, ketika membersihkan kamar tadi saja para pelayan langsung membantunya padahal ia sudah menolak bantuan BiSur.


Rara jadi teringat rumah ayahnya, sekarang bagaimana ya ibu tirinya? Nindi? ayahnya? walau mereka memperlakukan Rara dengan tidak baik tetap saja mereka adalah keluarga nya, keluarga satu-satunya yang ia punya.


Ceklek


Rara terduduk ketika mendengar suara pintu kamarnya terbuka, dan disana terlihat BiSur dan beberapa maid dibelakangnya yang membawa makanan dan sejumlah obat-obatan wajah mereka semua terlihat seperti panik.


"Non pusing? apa ada yang sakit lagi? perlu saya panggilkan dokter kesini?"


Rara yang mendengar pertanyaan dari kepala maid ini binggung, sakit? memangnya ia bilang sakit apa?


"Sakit? memangnya aku sakit bi? aku sehat-sehat aja ko"


BiSur mendengar tuturan dari nonanya pun bernafas lega ia takut jika terjadi apa-apa pada nonanya.


"Memangnya siapa yang bilang aku sakit?" lanjut Rara.


"Maaf nona tadi salah satu maid tidak sengaja mendengar nona mengucapkan pusing, dia takut jika nona sakit makannya maid itu bilang pada saya"


"Aku gapapa bi tenang aja"


"Yasudah kalo begitu nona makan dulu saya sudah membawakan makanan dan vitamin untuk nona" jawab Bisur dengan menyuruh para Maid menaruh makanan nya dimeja.


Rara hanya tersenyum dan mengangguk menjawab ucapan dari bibinya.


Aku bilang pusing aja udah panik gini gimana kalo aku pingsan hihihi


▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫


Selamat membaca❤

__ADS_1


__ADS_2