My Devil Possessive

My Devil Possessive
Jatuh cinta?


__ADS_3

"Minum Syah minum" ucap Rara dengan mengambil segelas air putih dan memberikannya pada Aisyah.


Aisyah langsung meminum minuman yang diberikan sahabatnya.


"Hah hah, kamu si Ra" ucap Aisyah sembari menormalkan nafasnya karna tersedak tadi.


Rara menatap Aisyah dengan wajah ditekuk. "Loh ko nyalahin aku kan kamu nanya yaudah aku jawab" apa-apaan sahabatnya ini malah menyalahkannya, padahal Rara hanya menjawab pertanyaan dari Aisyah yang ingin tau kenapa ia mengajaknya makan di Cafe ini.


"Pertanyaan kamu itu loh yang bikin aku kaget" Aisyah melahap kembali makanannya.


"Kamu kenapa nanya gitu? lagi jatuh cinta ya" lanjut Aisyah dengan pandangan menyelidik kearah Rara.


Rara menggeleng. "G..ak ko aku cuma mau nanya aj..a"


Masih dengan pandangan menyelidik kearah Rara, tangan Aisyah bergerak mengambil makanan lewat sendok yang ia pegang dan melahap kembali puncake nya.


Rara diam ketika melihat wanita didepannya memakan makanannya dengan ekspresi seperti sedang berfikir.


Sudah beberapa menit namun keduanya tidak ada yang berbicara, Rara nampak menunggu jawaban dari sahabatnya. "Syah ko diam sih!"


Rara jenggah karna sedari tadi Aisyah diam saja dengan mulut yang asik mengunyah.


Mendengar nada marah dari Rara membuat Aisyah langsung menelan makanannya tanpa mengunyahnya lagi. "Bentar kek Ra kan kalo lagi makan gaboleh ngomong"


Dipikiran Rara kirain sahabatnya ini sedang berfikir untuk menjawab pertanyaannya tapi ternyata dia sibuk dengan makanannya.


"Em jatuh cinta ya Ra" Aisyah nampak berfikit dengan garpu yang ia ketuk-ketukan diatas piring. "Menurut aku sih jatuh cinta ga bisa di dekripsikan lewat kata-kata tapi cuma bisa dirasakan oleh hati itu sendiri" ucap bijak Aisyah yang tidak di mengerti oleh Rara.


Rara mencerna jawaban dari sahabatnya. "Jadi maksud kamu gimana Syah aku gak ngerti"


Aisyah memutar bola matanya malas menatap Rara. "Jadi tuh cuma hati kamu yang bisa rasain Ra gimana jatuh cinta sama seseorang"


"Iya aku nanya ke kamu rasanya gimana Syah" sahut Rara.


Aisyah mengambil se-sendok spagetti nya lalu melahapnya kembali. "Kamu lagi jatuh cinta sama siapa sih Ra" tanya Aisyah penasaran tumben sekali temanya ini menanyakan soal cinta.


Rara mencoba untuk tidak gugup menjawab pertanyaan sahabatnya agar Aisyah tidak menanyakan hal aneh-aneh. "Gak lagi jatuh cinta ko Syah aku cuma pengin nanya aja rasa jatuh cinta itu gimana"


Aisyah mengangguk pertanda ia percaya dengan sahabatnya. "Menurut aku sih nih ya Ra, kalo ada orang jatuh cinta ke pada seseorang lainnya orang itu bakal ngerasain detak jantung yang berpacu lebih cepat pas disamping seseorang itu" Aisyah berbicara dengan wajah yang menurut Rara dramatis.


"Terus orang yang lagi jatuh cinta bakal ngerasain kayak yang gamau lepas gitu dari seseorang yang udah ngebuat jantung nya berpacu lebih cepat"

__ADS_1


"Orang yang jatuh cinta juga bakal kepikiran terus sama seseorang itu pas seseorang itu gaada disampingnya"


"Terus-"


"Udah Syah udah" ucap Rara memotong lanjutan ucapan dari sahabatnya.


Aisyah melahap kembali makanannya. "Ih ko dipotong kan aku lagi jelasin"


"Aku udah ngerti Syah"


Rara sedikit berpikir dengan jawaban dari Aisyah. jantung lebih cepat pas disamping seseorang itu? Rara merasakannya ketika berada didekat Kenzo tapi menurutnya itu hanya rasa takutnya pada Kenzo bukan lebih.


Gak mau lepas dari seseorang itu. Saat Kenzo akan pergi keluar kota juga Rara merasakan tidak rela di tinggal oleh tuan mudanya seaakan tidak ingin melepaskan Kenzo pergi. Apa ia sudah jatuh cinta pada tuannya? tapi ia tidak pernah memikirkan tuan mudanya jadi menurutnya mungkin hanya terbiasa dengan adanya Kenzo jadi ia tidak ingin laki-laki itu pergi menjauhinya.


"Ciee lagi jatuh cinta sama siapa nih" goda Aisyah sembari menatap Rara.


Rara menaikkan kedua bahunya. "Gak lagi jatuh cinta tuh"


"Tapi ya Ra jatuh cinta sama sakit hati itu udah sepaket jadi kalo kamu seandainya ngerasain jatuh cinta kamu juga harus siap buat sakit hati" lanjut Aisyah seperti menasehati sahabatnya.


Rara meminum minumannya kembali dengan pikiran yang melayang entah kemana, ia tidak boleh mencintai tuan mudanya karna Rara tau pasti kisah cinta mereka tidak akan terjadi apalagi tuan mudanya sudah memiliki tambatan hati sedari dulu jadi tidak mungkin bukan? kalo Kenzo akan mencintai Rara.


Rara melirik arah jam ditangannya tak terasa waktu sudah hampir menjelang sore jadi ia berniat untuk pamit kepada Aisyah.


Aisyah menganggukkan kepalanya dengan tangan yang mengusap perut yang nampak sedikit gendut. "Ah! kenyang banget aku"


Rara menggelengkan kepalanya menatap tak percaya Aisyah. "Yaudah yuk pulang Syah"


Mereka berdua bangkit dari duduknya dan berjalan kearah kasir. saat Aisyah akan membayar dia membulatkan matanya ketika merasa disakunya tidak ada dompetnya.


Rara yang melihat wajah kaget dari Aisyah langsung bertanya. "Syah kamu kenapa?"


Aisyah menatap Rara lalu membisikan sesuatu yang membuat Rara menghela nafasnya kasar. "Yaudah semuanya berapa mbak?" tanya Rara pada si mbak-mbak kasir.


"Totalnya semua 150 ribu ka" ucap kasir tersebut pada Rara.


Rara langsung mengambil kartu di dompetnya karna jujur Rara tidak pernah memegang uang sekarang karna uangnnya semua ia tabungkan ke Bank untuk membayar hutang-hutang ayahnya. bisa dibilang kartu kredit itu adalah biaya kehidupannya sekarang.


"Sebentar ya ka" ucap kasir itu ketika sudah mengambil kartu kredit dari Rara.


Ketika sudah melakukan transaksi, kasir tersebut langsung memberikannya langsung pada pemiliknya. "Terimaka kasih ka, ditunggu kedatangannya kembali" sahut kasir perempuan itu dengan tersenyum.

__ADS_1


Rara menggangguk dan berjalan keluar dari Cafe ini diikuti Aisyah.


Sampai diparkiran Aisyah memegang tangan dari Rara." Maaf ya Ra aku lupa bawa dompet tadi" ucap Aisyah dengan nada bersalah.


Rara terkekeh melihat wajah bersalah dari sahabatnya. "Gapapa Syah santai aja hehe tapi aku bakal nagih traktirannya lagi ya"


Aisyah mengacungkan kedua jempolnya. "Siapp"


Rara mencari dimana mobil yang tadi mengantarkannya ke tempat ini. Aisyah menatap Rara yang nampak seperti mencari sesuatu.


"Kamu kenapa Ra?"


Rara mengarahkan pandangannya kearah sampingnya. "Ah! gapapa ko Syah, em kamu mau kebutik lagi?"


"Iyah Ra, aku mau mesen ojol oh iya kamu pulang naik apa?"


Rara binggung akan menjawab jujur atau tidak, jika ia mengatakan jika sudah dijemput apalagi memakai mobil pasti Aisyah akan bertanya-tanya padanya. "Em aku naik taksi online Syah" ucap Rara


Aisyah mengangguk. tak lama ojol pesanan Aisyah tiba dihadapan mereka berdua.


"Ra aku duluan yah" ucap Aisyah sembari menaiki motor itu.


Rara mengangguk dan melambaikan tangannya ketika motor yang ditumpangi sahabatnya sudah pergi meninggalkannya.


"Non"


Dari arah belakang terdengar suara yang memanggilnya. dengan segera Rara mengalihkankan pandangannya kearah belakang.


"Eh pak"


Ternyata supirnya yang mengantarkannya tadi, untung Aisyah sudah pulang lebih dahulu sebelum supir ini mendatanginya.


"Mari non kita pulang"


Rara mengangguk dan masuk kedalam mobil yang sudah siap untuk melaju itu. ketika sudah dirasa siap, akhirnya Rara menyuruh supir itu untuk melajukan mobilnya kembali ke mesion Kenzo.


Sebenernya ini rasa takut saja atau aku malah jatuh cinta pada tuan?


▫▫▫▫▫▫▫▫▫


Tolong dukungannya ya!🙌

__ADS_1


Trimksih sudah membaca❤


__ADS_2