My Devil Possessive

My Devil Possessive
Kenzo pergi


__ADS_3

"Maksud ka Agnes?" ucap Rara menatap perempuan yang ada dihadapannya sekarang. ketika dia asik melihat pemandangan di taman ini, muncul Agnes entah dari mana.


"Ka Kenzo lebih belain lo daripada gue!" Rara masih binggung apa maksud dari perkataan Agnes padanya.


"Aku ga ngerti ka"


"Ka Kenzo lebih milih lu dibanding gue! dasar jal-" tangan Agnes sudah mengangkat di udara siap untuk menampar wanita yang ada di depannya. namun sebelum itu dari arah belakang ada yang menahan tangan nya yang sudah menggantung itu.


Agnes menatap ke arah belakang, siapa yang berani-beraninya memegang tangannya.


"Lepas! kamu mau saya pecat hah!" ucap Agnes ketika melihat orang yang menahan tangannya itu adalah kepala maid yang tak lain adalah BiSur.


"Maaf nona bukan maksud saya begitu tapi nona jangan macam-macam pada nona Maura"


Agnes menatap maid itu dengan pandangan remeh. "Kamu siapa hah?! berani-beraninya ngomong gitu kesaya, kamu belain perempuan ini? mau saya pecat?"


"Saya hanya tidak mau tuan muda marah pada nona Agnes karna masalah ini nona"


Mendengar nama Tuan muda ekspresi Agnes mulai berubah, ia menatap Rara dengan pandangan yang masih marah seperti tadi.


Tanpa mengucapkan apapun Agnes pergi meninggalkan Rara dan juga Bisur.


"Makasih ya bi" ucap Rara berterima kasih pada BiSur karna telah menyelamatkannya dari tamparan Agnes.


"Sudah menjadi tugas saya melindungi nona" Jawab BiSur tersenyum dengan tangan yang menaruh nampan berisi cemilan yang disuruh nona nya tadi.


"Makasih ya bi cemilannya"


Maid itu pun mengangguk. " Sama-sama nona kalo begitu saya permisi" BiSur pun berbalik melangkahkan kakinya menuju dapur.


Namun sebelum pergi Rara memanggilnya kembali membuat BiSur berbalik menghampiri tempat tadi.


"Bi em Marissa kemana ya ko ga keliatan" ucap Rara, ia ingin sekali menemui Marissa untuk curhat karna entah mengapa ia nyaman sekali jika bercerita dengan anak dari kepala maid itu.


"Marissa sedang kuliah nona, dari tadi siang"


Rara membulatkan matanya mendengar ucapan dari BiSur. "Kuliah? kirain aku dia masih SMA"


"Usia nya aja udah 21 tahun nona, masa masih SMA" ucap Bisur dengan terkekeh.


"Hehe keliatannya masih kayak anak remaja gitu bi"


"Umur sama kelakuan emang beda nona, kalo begitu saya pamit dulu ya non"


Rara mengangguk kembali. "oke bi, makasih ya sekali lagi cemilannya"


"Sama-sama nona" setelah pamit BiSur pun melangkah kembali menuju dapur untuk melanjutkan pekerjaannya yang belum selesai.


Rara menatap kepergian dari Bisur, ia tak menyangka jika Marissa sudah kuliah. Rara mengingat kembali bagaimana penolakan ayahnya ketika ia memberikan surat beasiswa yang diberikan pihak sekolah SMA nya saat itu padanya. padahal ia ingin sekali melanjutkan pendidikannya agar ketika sudah lulus ia bisa membantu ayahnya untuk mencari uang. ayahnya dulu tidak memperbolehkannya dengan berbagai alasan padahal beasiswa itu gratis tapi tetap saja ayahnya tidak mau jika Rara melanjutkan sekolahnya pasti juga karna hasutan dari ibu tirinya.


Flsbck on


"Kamu itu cocoknya jadi pembantu aja gausah pake kuliah-kuliahan, percuma otak kamu gabakal nyampe" ucap ibu tirinya ketika melihat Rara sedang membersihkan rumah ini.


Rara hanya menatap diam Ratna tanpa menjawab pertanyaan ibu tirinya, ia tetap melanjutkan tugas yang diberikan ibunya padahal banyak maid yang bisa ia suruh-suruh dengan sesuka hati namun kenapa harus Rara yang ia perintahkan?


"Yang bersih tuh disana masih banyak kotoran" lanjut Ratna.


"Mamaa!!!" teriak dari arah pintu depan yang tidak jauh dari keberadaan mereka sekarang.


"Ehh anak mama tersayang udah pulang? gimana kuliah pertamanya?"


Rara melihat Nindi yang memakai pakaian hitam putih sedang berjalan mendekat Ratna yag berada didepan Rara.


"Asikk mahh, aku juga punya temen baru pokoknya rame banget" jawab gembira Nindi.


Rara yang melihat itu tersenyum mendengar ucapan dari adik tirinya, seru? ia ingin sekali merasakan keseruannya itu.


"Wahh, terus-terus?" Ratna pun ikut tersenyum melihat kegembiaraan dari anak tersayangnya.


"Disana juga banyak yang ganteng-ganteng ihh Nindi sukaa"


"Kamu ini cowo terus dipikirin, kuliah dulu ayah kamu itu cape-cape ngebiayain kuliah kamu" nasehat Ratna yang hanya dijawab oleh Nindi dengan pandangan malas.


"Iyaiya"


Ratna kembali mengarahkan pandangannya kearah Rara.


"Ngapain kamu liat-liat? cepet beresin saya ga mau liat ya ada kotor-kotor lagi!"


Dengan cepat Rara mengangguk dan kembali mengerjakan tugasnya.


Ia ingin sekali kuliah, jurusan yang dari dulu ia minati yaitu desainer karna hoby nya juga yang menggambar namun takdir yang tidak memperbolehkannya melanjutkan kuliah yang sudah ada di depan matanya dulu.

__ADS_1


Flsbck off


Itu adalah sedikit kenangan yang ia ingat dulu, karna tidak diperbolehkan akhirnya Rara memilih diam-diam melanjutkan semua impiannya walaupun tidak bisa kuliah, ia memulai semuanya dengan perlahan-lahan alhasil sampai sekarang ini Rara memiliki butiq yang sudah memiliki beberapa cabang di tiap kota.


Rara tersenyum mengingat perjuangannya dulu, pasti disetiap orang sukses ada kehidupan sulit sebelumnya.


Ia menatap cemilan yag berada didepannya, dengan segera Rara memakan makanan itu untuk mengganjal perutnya sebelum makan malam tiba.



Kenzo keluar dari kamarnya dengan pakaian yang sudah rapih, ia turun berniat mencari wanitanya karna ketia Kenzo bangun ia tidak melihat Rara disampingnya.


"Dimana Maura?" tanya Kenzo pada salah satu maid yang sedang berlalu lalang di lantai bawah.


Maid yang merasa ditanya itu pun berhenti dan menunduk.


"Nona di taman belakang tuan" mendengar ucapan dari maidnya, Kenzo pun melangkahkan kakinya menuju arah tempat yang diucapkan pelayan tersebut.


Dari arah kejauhan Kenzo sudah melihat ada Rara yang sedang duduk dikursi dengan pandangan yang menatap arah lain.


Dengan segera Kenzo berjalan ke arah wanita itu dan duduk disampingnya, sepertinya wanita ini tidak menyadari keberadaannya.



Rara menatap taman yang berada disamping kanannya, disana terlihat jika banyak kupu-kupu berlalu lalang disana.


Karna cemilan dimulutnya sudah habis, ia pun menatap kearah depannya yang tak lain keberadaan makanan itu.


Karna merasa seperti ada yang duduk disampingnya, Rara pun menoleh dan mendapati Kenzo sedang menatap dirinya.


Astagfirullah


"Tu..an ngapain tuan disini?" ucap Rara dengan pandangan terkejut.


"Memangnya tidak boleh ya? ini kan rumah ku"


Rara yang mendengar itu seketika merubah wajahnya dengan pandangan biasa menatap keberadaan tuan mudanya.


"Iyaiya ini rumah tuan jadi tuan bisa kemana saja"


Kenzo terkekeh mendengar ucapan yang dilontarkan istrinya, ia hanya diam menatap wajah wanita ini yang sedari tadi menunduk.


Rara yang merasa orang disampingnya menatap dirinya pun menjadi gugup. "tuan mengapa menatap ku seperti itu"


Kenzo menghela nafas kasar. "Aku akan pergi ke luar kota"


Kenzo lagi-lagi terkekeh mendengar jawaban dari Rara. "Tidak akan lama, karna aku tau pasti kau akan merindukanku jika aku tidak berada disampingmu yakan?" goda Kenzo.


"Tidak" Rara menundukan kepalanya, ia takit ketahuan jika wajahnya sudah memrah karna ucapan dari tuan mudanya.


"Hahaha kau ini lucu sekali" Kenzo mengelus kepala Rara yang membuat wanita itu bertambah gugup.


Rara menatap kembali wajah dari Kenzo. "Tuan akan pergi kemana?"


Kenzo menurunkan tangannya dari kepala Rara. "Aku akan pergi keluar kota karna ada masalah di perusahaan cabang, paman tidak bisa kesana jadi aku yang menggantikannya"


"Kapan?"


Kenzo menekukkan dahinya mendengar pertanyaan Rara. "Kapan apa?"


"Berangkatnya"


"Sekarang"


Rara membulatkan matanya, pantas saja pria dihadapannya ini memakai jas dan celana bahan yang biasa ia pakai saat berangkat kerja. "Mendadak sekali"


"Agar cepat selesai, aku tidak mau jika kau sakit karna tidak bisa tidur ketika aku tidak bersamamu"


Padahal ada Kenzo maupun tidak ada, Rara tetap tidak bisa tidur akibat ulah Kenzo. kalian tau lah mereka melakukan apa.


Pede sekali tuan ini!


"Yasudah, aku akan membereskan pakaianmu" Rara bangkit dari duduk nya dan melangkah menuju kamar Kenzo, ia akan membereskan pakaian tuan mudanya yang bakal dibawa saat pergi.


Namun sebelum Rara melangkahkan kakinya tangannya terlebih dahulu dicekal oleh Kenzo.


"Biar pelayan saja yang membereskannya, kau disini saja menemaniku memangnya kau tidak mau menghabiskan waktu dengan ku sebelum aku pergi"


Rara pun duduk kembali disamping Kenzo dengan raut wajah yang masam menatap Kenzo.


"Kau mengapa menatap ku seperti itu?" tanya Kenzo.


Rara menundukan kembali kepalanya melihat ke arah bawah. "aku punya mata, memangnya tidak boleh"

__ADS_1


Kenzo tau pasti Rara keberatan dengan kepergian mendadak Kenzo, dilihat dari ekspresi masam Rara.


"Kau jangan merindukan ku ya"


"Siapa juga yang merindukan mu"


"Aku harap kau tidur nyenyak malam ini"


"Pasti aku tidur nyenyak jika kau tidak ada" gumam Rara


"Apa kau bilang?!" mendengar nada tinggi dari Kenzo, Rara cepat-cepat menggeleng.


"Tidak jadi"


"Tuan semuanya sudah siap" Rara langsung mengangkat wajahnya menatap kearah Hans yang entah dari mana munculnya.


Hans menatap wajah Rara, ia binggung ada apa dengan nonanya ini? mengapa nampak bersedih seperti itu.


Dengan cepat Kenzo mengangguk dan berdiri bangkit dari duduknya diikuti Rara.


"Aku akan mengantar tuan sampai depan" dengan cepat Kenzo mengenggam tangan dari Rara dan mulai melangkahkan kakinya menuju arah luar, Hans pun mengikuti dari belakang.


Mengapa hatiku tidak rela tuan pergi?


Sampai diluar disana juga terlihat banyak pelayan dan tak lupa juga Hazel, Agnes dan juga ibu mertuanya.


"Sayangg, kamu hati-hati ya disana" sahut Lia dengan memeluk Kenzo tanpa melepaskan genggamannya dari Rara.


"Kaka hati-hati ya" ucap Hazel


"Ka Kenzo hati-hati" ucap Agnes.


Kenzo dan Rara melanjutkan langkahnya menuju kearah mobil yang terparkir di halaman.


"Kau jangan mencoba kabur ya karna aku tidak ada disini"


Rara mengangguk patuh. "Aku tidak mungkin kabur tuan"


"Awas saja sampai kau coba menghubungi selingkuhan mu itu"


Lagi-lagi Rara mengangguk, seterah apa kata tuan mudanya yang jelas dia sudah jelaskan bahwa pria itu hanya tukang ojek bukan selingkuhannya.


"Yasudah" Kenzo melangkah masuk kedalam mobilnya tapi sebelum itu Rara terlebih dahulu menyalami tangan Kenzo.


"Hati-hati tuan"


Kenzo mengangguk dan melanjutkan masuk kedalam mobil itu diikuti Hans yang sudah mengucapkan pamit juga pada Rara.


Hati-hati dan cepatlah pulang


Mobil itu mulai melaju keluar dari gerbang mesion, Rara masih diam menatap kepergian mobil itu.


Para pelayan mulai bubar untuk melanjutkan pekerjaan nya yang sempat terhenti.


Karna sudah tidak melihat mobil yang dinaiki Kenzo, Rara pun berbalik dan melangkah masuk kedalam rumah.


Ia melihat jika ketiga wanita ini masih berada di depan pintu dengan mata menatap kearahnya.


"Hah, kita liat apa jadinya wanita ini jika Kenzo tidak ada dirumah ini" ucap Lia dengan pandangan remeh kearah Rara.


Rara hanya diam menatap momy nya, dia sudah kebal dengan cemooh orang-orang yang menghina atau pun mengatainya.


"Yaudah yuk tante jangan deket-deket sama wanita ini takutnya ketularan RENDAHAN lagi" lanjut Agnes.


"Oh iya bener hayu Nes" Lia dan Agnes pun melangkah menjauhi Rara yang hanya diam di depan pintu.


Hazel menatap kasian kaka iparnya. "Kaka ipar jangan dimasukin ke hati ya, Mommy sama Ka Agnes emang gitu keseringan makan cabe soalnya"


Rara terkekeh untung ada adik iparnya yang menerima kehadirannya dirumah ini jadi ia tak merasa sendirian. "Kamu bisa aja Zel hehe"


"Nah gitu dong ka senyum kan manis"



Sekarang Rara berada dikamar nya, waktu sudah menunjukan pukul 20:00 namun ia sulit sekali untuk memejamkan matanya sedari tadi.


Entah mengapa pikirannya tertuju pada pria kejam itu. apa dia sudah sampai? di sudah makan? sudah tidur? Rara pusing memikirkan itu ingin sekali ia menelpon Kenzo namun egonya menghentikan niatannya takut jika tuan mudanya malah mengatai bahwa ia merindukannya.


Aaaaaa mengapa aku begini sih!!!


▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫


Tadi nya mau up part ini lebih awal tapi gatau kenapa tiba-tiba pas udah mau selesai nulis malah keluar dari draf nya pas balik lagi malah ilangg tiba-tiba kaya dia:(

__ADS_1


*De**ngan Hati yang galau merana akhirnya aku ulang* tulisnya jadi terimakasih sudah membaca!❤


tunggu kelanjutannya ya:)


__ADS_2