
Rara melangkahkan kakinya masuk kedalam mesion. Dirinya masuk ketika sudah membayar ojol yang ia tumpanginya tadi.
Hatinya sedang tidak sehat sekarang. Ia tidak percaya apa yang dilihatnya di Restaurant tadi walau terlihat samar-samar dirinya tetap tau jika itu adalah pria tersebut.
"Kaka ipar habis dari mana?" tanya Hazel ketika melihat kaka iparnya memasuki rumah ini.
Rara mengalihkan pandangannya pada Hazel, ia kembali dengan wajah tersenyum-nya untuk menyembunyikan ekspresi sedihnya. "Dari luar Zel ketemu temen" bohong Rara.
Hazel mengangguk percaya. "Ko ga ngajak-ngajak sih Ka padahal aku bosen tau dirumah terus dari pagi" jawab cemberut Hazel.
"Bukannya kamu sekolah ya Zel?" Rara binggung mendengar Hazel bosen sejak tadi pagi dirumah terus tapikan biasanya anak ini pagi berangkat kesekolah? lagian hari ini bukan hari libur atau tanggal merah.
"Hehe aku lagi ga enak badan ka makannya ga sekolah" ucap Hazel dengan menunjukan deretan gigi putihnya.
"Ya kalo gaenak badan kenapa keliaran Zel? seharusnya kamu itu istirahat" Rara memegang tangan adik iparnya dan menuntun Hazel untuk kembali kekamar.
Hazel pasrah mengikuti langkah kaka iparnya itu yang sudah dipastikan menuju kamar dirinya.
Saat sudah berada didepan kamar Hazel, Rara pun menatap adik iparnya itu. "Kamu istirahat Zel biar enakkan badannya, mau aku bawain bubur buat kamu?" ucap Rara perhatian.
Merasa diperhatikan oleh kaka iparnya ini membuat Hazel menunjukan senyum lebarnya. "Ah! gausah kaka ipar"
Rara mengangguk. "Yaudah istirahat sana" Rara membukakan pintu kamar Hazel agar adik iparnya itu masuk.
Hazel juga merasa badannya masih lemas jadi ia menuruti perintah kakanya itu. "Yaudah aku istirahat dulu ya kak"
Rara mengangguk. Hazel pun masuk kedalam kamarnya dan menutup sedikit pintu ruangan itu. Akhirnya Rara pun melangkah menuju kamarnya, sekarang ia butuh waktu untuk sendiri.
Rara melangkahkan kakinya menuju kamar dirinya. Ia binggung dengan situasi sekarang apa benar Kenzo mencintainya? tapi kenapa Kenzo membohonginya tadi?
Ceklek
__ADS_1
Rara masuk kedalam kamar dan menutupnya rapat-rapat, ia berjalan menuju balkon kamar ini.
Disana nampak banyak sekali maid yang berlalu lalang dibawah. Debaran angin membuat rambut panjang Rara berterbangan ke belakang. Mata Rara menatap indahnya taman belakang sekarang namun pikirannya hanya terfokus pada kejadian yang ia lihat tadi.
Ya, tadi dirinya melihat Kenzo dan wanita bernama Sisil itu masuk kedalam sebuah Restaurant cepat saji dan duduk didalam sana. Entah apa yang mereka bicarakan yang jelas Rara melihat wajah bahagia terpancar dari keduanya, apa ini pertanda bahwa Rara tidak mungkin bersanding dengan Kenzo? lalu ucapan rasa cinta Kenzo itu? apa semuanya adalah kebohongan semata?
Rara memilih pergi dari sana dan tidak melabrak keduanya. Dirinya tidak mau merusak kebahagian mereka berdua disana. Rara cukup tau bahwa dirinya hanya wanita jaminan untuk hutang-hutang ayahnya.
Lagian dinilai dari dirinya dan Sisil itu jauh sekali, Dari segi penampilan, fisik, maupun pangkat. Rara menarik nafasnya dalam-dalam dan membuangnya perlahan. Ketika Kenzo pulang dirinya akan menanyakan semuanya, Rara harus memberanikan dirinya sekarang karena dirinya juga butuh penjelasan.
Kenapa takdir memperumit kebahagiaan ku, Bu? kapan aku bisa merasakan dicintai benar-benar oleh seseorang yang aku cinta juga?
♣
Kenzo menatap malas dihadapannya, jika bukan karna sesuatu Kenzo enggan menerima ajakan wanita dihadapannya ini.
"Kamu mau pesen apa Zo?" tanya si wanita dengan tersenyum.
"Seterah" acuh Kenzo.
Sisil hanya tersenyum masam mendengar jawaban dari Kenzo. Bukan suatu hal mudah untuk dirinya mengajak Kenzo makan diluar hari ini jadi dia memanfaatkan waktu sebaik mungkin untuk menarik perhatian Kenzo agar mereka bisa kembali dekat seperti dulu.
Akhirnya Sisil menyebutkan makanan yang dirinya pesan untuk mereka berdua. Setelah pelayan itu menuliskan dan dianggap sudah selesai memesan, pelayan itu pun pamit untuk mengambil pesanan keduanya.
Sisil menatap Kenzo yang nampak hanya diam. Ia menatap sekelilingnya yang lumayan ramai dengan pengunjung apalagi banyak kaum hawa yang terang-terangan menatap kearah Kenzo yang hanya acuh kepada sekitarnya.
Didalam hatinya dia merasa kesal karena Kenzo tidak berbicara apapun atau mengatakan sesuatu. Dulu Kenzo cukup aktiv jika bertemu dengannya tapi kenapa sekarang malah berbeda? Sisil sekilas memikirkan wanita yang sekarang menjadi istri dari Kenzo, mungkin karna dia Kenzo jadi cuek seperti ini padanya? Sisil menatap Kenzo dengan dalam dirinya harus melakukan sesuatu kepada wanita itu agar dia pergi dari kehidupan Kenzo.
"Em Zo" panggil Sisil.
Kenzo mengalihkan pandangannya pada wanita dihadapannya.
__ADS_1
"Kamu inget ga? dulu ini adalah tempat favorit kita kan? waktu itu kamu sering banget ngajak ketemuan disini" ucap Sisil mencoba mengulik masa lalu mereka berdua.
Restaurant ini memang tetap kegemaran mereka berdua jika bertemu bukan mereka tapi lebih tepatnya Sisil.
"Hm" jawab Kenzo mengangguk.
"Kamu kenapa sekarang berubah sih Zo? mana Kenzo yang aku kenal dulu? yang selalu bikin aku nyaman sama sikap kamu tapi sekarang kenapa kamu jadi dingin sama aku?" akhirnya Sisil memberanikan diri untuk mengungkapkan isi kepalanya tentang perubahan Kenzo.
Mendengar itu Kenzo menatap Sisil dengan tajam namun setelahnya malah terkekeh singkat. "Aku seperti ini juga karna kau sendiri"
"Engga, aku tau pasti ini semua karna perempuan itu kan? perempuan itu yang udah cuci otak kamu biar kamu gini sama aku?"
"Kenapa kau malah menyalahkan orang lain? jelas-jelas kau yang salah disini" jawab Kenzo dengan mencoba tenang.
"Tap-"
"Permisi nyonya, tuan makanan sudah sampai" ucap pelayan yang membawakan nampan dikedua tangannya yang berisikan makanan pesanan keduanya.
Pelayan itu langsung menaruh makanan tersebut. Setelahnya dia pamit ketika sudah selesai mengantarkan makanan. "Silakan dinikmati"
Sisil masih menatap Kenzo yang nampak diam menatap makanan dimeja hadapannya. "Tapi kan aku pergi ada alasannya Zo, aku udah bilang kan ke-kamu alasannya tapi kenapa kamu malah semakin dingin ke aku? jujur aku kangen sikap kamu yang dulu Zo" Sisil menunduk. Dirinya mencoba menarik simpati dari Kenzo agar laki-laki itu kembali menyukainya.
"Hentikan drama-mu itu, kau lebih baik makan karna aku tau pasti kau belum makan siang"
Sisil menaikkan kepalanya menatap Kenzo. Dia pasti bisa membuat Kenzo jatuh kedalam pelukannya kembali dan menyingkirkan wanita itu dalam kehidupan Kenzo jadi yang harus ia lakukan adalah sesering mungkin bertemu dengan Kenzo atau mungkin dirinya tinggal saja dirumah laki-laki ini? agar dia mudah membuat wanita itu pergi dari kehidupan Kenzo.
Aku akan membuat mu jatuh cinta lagi pada-ku Zo jika kau sudah jatuh kedalam pelukanku maka rencana ku akan berhasil
▫▫▫▫▫▫▫▫▫
Trimksih sudah mmbaca😍
__ADS_1
Salam manis dari aku buat kaliann😙