
Rara masih terduduk dengan pakaian pengantinnya, Ia ingin sekali pergi dari tempat ini namun tatapan Kenzo yang menghentikan niatannya.
"Keringkan rambut ku" ucap Kenzo sembari memainkan rambut basahnya. Rara yang melihatnya pun mulai terhipnotis, benar-benar tampan laki-laki yang ada dihadapannya ini.
"Heyy kau masih terpesona padaku" Seketika Rara tersadar dari lamunan karna mendengar suara itu.
"Tidak eh i..ya tuan"
"Ck! Kau ini cepat keringkan rambutku"
"Iya iya" Rara mengambil handuk kecil yang terletak di laci dan mulai mengeringkan rambut dari tuan mudanya.
"Awas saja sampai ada satu helai rambutku yang menancap di handuk itu"
Glek
Rara meneguk kasar, bagaimana jika rambut tuan nya ini rontok? Terus malah menyalahkannya? Bisa mati dia.
"Ba..ik" ia mulai berhati-hati mengeringkan rambut dari tuan mudanya.
"Kau ini tak ada bakat ya dalam mengeringkan rambut? Kasar sekali" Saut Kenzo ketika merasa usapan tangan dikepalanya kasar.
Aku ini bukan tukang salon!
"Maaf tuan, aku pelankan ya"
Rara mulai memelankan gerakanya di atas kepala Kenzo.
"Ck! Jika usapan mu lama seperti ini, bagaimana mau kering!" ucap sekali lagi Kenzo.
Sabar Ra sabar, anggap aja ini cobaan
Rara menahan segala umpatannya di dalam hati, bagaimana pun ini adalah suaminya, jika ia melawan? Malah dosa yang Rara dapatkan.
Tanpa menjawab omongan dari tuan mudanya, Rara pun mulai mempercepat gerakannya diatas kepala Kenzo, Sesekali juga memelankannya agar tidak ada protes dari tuan mudanya.
"Pijat kepala ku"
"Hah?"
"Apa perlu aku mengulanginya?"
Lagi-lagi Rara menyembunyikan kekesalannya, kenapa tuan mudanya ini sensitif sekali? Seperti sedang datang bulan saja.
"Iya ini aku pijat"
Rara menyimpan handuk itu dan mulai memijat kepala Kenzo yang sudah memunggunginya, yang dipijat pun mulai memejamkan matanya.
"Lumayan juga pijatanmu" puji Kenzo ketika merasakan pijatan lembut di kepalanya.
"Terimakasih tuan"
"Sepertinya aku harus mengangkatmu sebagai tukang pijat pribadi ku, bagaimana?"
"Tuan, masih banyak tukang pijat prefesional aku tidak pandai dalam memijat"
Takutnya jika aku memijatmu teterusan otak mu bisa geser sebelah karna kekesalan ku!
Kenzo yang mendengar itu hanya terkekeh "ada kau disini ngapain membuang percuma duit ku untuk menbayar tukang pijat"
__ADS_1
"Iya seterah" gumam Rara namun bisa didengar oleh Kenzo.
"Sepertinya kita harus membuka praktek pijat, lumayan bukan?"
"Praktek pijat? Siapa yang jadi pemijatnya tuan?" jawab Rara ketika merasa perasaanya tak enak.
"Siapa lagi kalau bukan kau?" terdengar kekehan dari mulut tuan nya itu "Untuk mencicil hutang ayahmu juga bisa" lanjutnya.
Lagi-lagi Rara mengumpat dalam hati mendengar ucapan tuan mudanya itu, karna kekesalannya ia tak sengaja menekan kepala Kenzo, yang ditekan pun kegaduhan.
"Kau ini! Pelankan sedikit"
Rara yang sadar akan tingkahnya pun segera meminta maaf.
"Maaf tuan say..a tidak sengaja"
Jantung Rara seketika berdetak lebih kencang ketika Kenzo memutar badannya kearah Rara.
"Sudah-sudah jika kau teterusan memijat seperti itu aku bisa-bisa kena gagar otak"
Rara yang mendengar itu hanya mengucapkan istigfar didalam hatinya, barusan tuannya ini memujinya karna pijatan nya enak, namun kemudian? Ah sudahlah Rara hanya mencoba tersenyum menanggapi tuannya ini.
"Tuan apa ki..ta tidur sekamar?"
Dengan segala keberanian akhirnya Rara mengucapkan apa yang ingin ia sampaian.
"Kau ingin tidur denganku?" sahut Kenzo dengan pandangan seperti om-om hidung belang yang mengajak seorang wanita untuk menemani malamnya, pikir Rara.
"A..ku bisa pergi ke kamar ku sekarang tuan" jawab Rara, ia ingin sekali cepat keluar dari kamar terkutuk ini karna mereka hanya berdua dikamar ini yang membuat Rara takut khilaf karna perut Kenzo yang masih terpangpang jelas didepannya.
Rara mulai terbangun dari duduknya namun suara itu yang membuat ia menghentikan gerakannya.
Aku tidak berharap tidur denganmu!
"Tidak tuan tidak usah, aku akan tidur di kamarku saja" tolak Rara, ia belum siap jika harus melihat Kenzo setiap membuka mata.
"Kau menolak?"
Rara hanya menghela nafas kasar, ia tak punya pilihan selain menjawab iya.
"Tidak tu..an"
"Katakan"
Kenzo sekarang benar-benar menyeramkan dimata Rara.
"Aku akan tidur denganmu tuan"
Hanya tidur kan ga lebih?!
"Aku tau pasti tidak akan ada perempuan yang menolak tidur denganku, termasuk kau kan?" Kenzo tersenyum miring ketika Rara meng-iyakan ajakannya, lebih tepat ancaman.
"Hanya tidur kan tuan? tidak lebih?" Rara tak dapat menutupi mulutnya itu, ia hanya ingin tau jawaban dari semua yang dipikirkan otaknya itu.
"Kau mau lebih? Aku sih mau-mau aja"
Duh! Salah ngomong kan!
Rara hanya menggelengkan kepalanya ketika mendengar jawaban da Kenzo.
__ADS_1
♣
Lia menatap kamar itu, ia memicingkan matanya kearah kamar Kenzo yang sepertinya masih tertutup rapat.
Mereka berdua ngapain didalam kamar? Apa?
Lia membuang pikiran itu jauh-jauh ia tak ingin sampai memiliki cucu dari anak yang berbeda level darinya.
Lia pun menjauh dari kamar itu dan mendapati Hazel sedang duduk didepan tv, ia pun mendekati Hazel yang nampak sedang fokus dengan yang ada didepannya.
"Ehh mommy" ucap Hazel ketika melihat Momy nya itu duduk disampingnya.
Lia hanya tersenyum menanggapi sapaan dari putrinya itu.
"Mommy belum tidur?" lanjut Hazel.
"Belum ngantuk, kamu ngapain disini? Ga cape emangnya?"
"Iya mom belum ngantuk jadi kesini aja, Ga cape dong mom malah aku seneng akhirnya punya kaka perempuan hehe" jawab Hazel dengan senyum yang lebar, ia tak menyangka kakanya akan menikah secepat ini.
Lia yang mendengar putrinya kegirangan hanya menekuk wajahnya, mengapa anak nya ini malah senang mendapati kakaipar yang tak selevel dengan keluarga Xander?
"Momy ko malah keliatan ga seneng gitu?" Hazel menatap bingung kearah mommy nya, bukannya biasanya kalo anak menikah itu ibunya senang ya karna pasti mereka akan cepat mendapatkan cucu? Tapi kenapa malah momy nya ini menunjukan wajah tak sukanya?
"Kaka ipar mu itu hanya mau memanfaatkan kan kekayaan Kenzo kakamu itu tau" Lia melihat wajah kaget dari Anaknya ini.
"Ha? Masa sih mom? Aku liat Ka Maura orang yang baik ko" bela Hazel, ia memang melihat jika kaka iparnya ini baik dan juga sopan tak ada gerak-gerik seperti wanita matre atau sebagainya.
"Kamu ini belum tau aja gimana sifat aslinya" Lia pun sebenarnya belum tau bagaimana sifat dari menantunya tapi dilihat dari keluarganya saja Lia sudah menyimpulkan bahwa Maura hanya ingin uang dari Kenzo.
Hazel menatap curiga mommy nya itu, walau dia masih remaja namun ia tau jika mamah nya ini pasti mempermasalahkan status kaka iparnya, ia tau karna pernah mendengar momy nya ini membicarakan tentang keluarga dari Maura didepan kakanya Kenzo.
"Kak Kenzo udah milih pasangannya mom, Momy tau kan setelah Kaka ditinggal perempuan gila itu ka Kenzo jadi gimana? sudah lah mom, mungkin kebahagiaan Kak Kenzo ada di kak Maura" Walau Hazel sudah berbicara panjang lebar sepertinya Mommy ini tetap keukeuh pada pendiriannya bahwa Rara hanyalah seorang gadis matre.
"Ah seterah mom deh, aku mau ke kamar dulu" lanjut Hazel dengan melangkahkan kakinya menuju kamar yang terletak diatas.
Lia masih menatap kepergian anaknya itu, ia tak mau jika anak pertamanya itu lebih dalam mencintai perempuan matre itu, Lia harus cepat untuk memisahkan mereka berdua tapi yang jadi pikirannya ia harus berbuat apa sekarang?.
"Huh sudahlah akan ku pikirkan nanti saja" gumam Lia, ia pun berdiri dan berjalan menuju kekamarnya.
Lain dengan kedua insan yang tadi masih berdebat tentang tidur, Kenzo menyuruh Rara memilih tidur di kasur dengannya atau disofa, sebelum Rara memilih Kenzo berbicara terlebih dahulu.
"Jangan salah kan aku jika tanganku tidak bisa diam ketika kau tidur disampingku"
Ucapan Kenzo itu yang membuat Rara tidak ingin tidur bersama dikasur itu, ia takut Kenzo memanfaatkan situasi ini, entah Kenzo yang hanya menakutinya atau Rara yang berpikir kearah situ, yang jelas mereka sudah halal jadi suaminya itu pasti bebas buat sesuka hati, pikir Rara.
Rara tidur disofa yang ada dikamar tersebut, sedangkan Kenzo di kasur empuk itu.
Seharusnya tuh istri yang tidur disitu, suami harus ngalah buat kenyaman istri ini malah disuruh tidur di sofa atau balkon, kalo istrinya kabur aja baru tau rasa!
Ya bagaimana pun Rara ingin sekali kabur dari sini namun perjanjian sialan itu yang membuat nya takut jika keluar dari rumah ini atau pergi meninggalkan mesion ini tanpa seizin Kenzo.
Rara pun mulai memejamkan matanya agar tertidur, setelah hampir memasuki alam mimpinya ia mendengar samar-samar seseorang ditelinganya.
"Goodnight My anggel"
▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫
Terimakasih sudah membaca!❤
__ADS_1
Like and comentnya ditunggu:*