My Devil Possessive

My Devil Possessive
Terkejut


__ADS_3

Hazel menatap horor anak kecil dihadapannya yang diam sembari menatapnya juga tapi ia merasa jika pernah melihat anak ini tapi Hazel lupa dimana.


Ia mensejajarkan tubuhnya dengan anak kecil dibawahnya. "Nama kamu siapa?" tanyanya lembut dengan mengelus puncuk kepala sang anak.


"Kepin." jawab anak laki-laki itu dengan dingin.


Seketika ingatan Hazel kembali, ia ingat jika anak ini adalah anak yang ia lihat di-instagram temanya tapi kenapa tiba-tiba anak ini ada disini?


Tak lama kepala maid datang menghampiri Lia dan juga Hazel yang masih diam di depan pintu.


"Ini anak siapa? kok bisa masuk rumah ini sih?" tanya Lia dengan menatap anak kecil yang sekarang digendong oleh Hazel.


BiSur nampak tersenyum. "Mari nyonya, nona masuk dulu." sopannya untuk menyuruh kedua majikannya ini masuk terlebih dahulu.


Hazel menatap Kevin dengan pandangan tersenyum, ia mencubit gemas pipi sang anak. "Kaka gendong yuk?"


Anak dihadapannya ini pun mengangguk, dengan cepat Hazel menggendong Kevin dan masuk kedalam.


Mereka pun masuk kedalam rumah diikuti BiSur didepan mereka. Tapi ketika sampai diruang tamu mereka dikagetkan kembali dengan anak kecil perempuan yang nampak asik bermain disofa.


"Loh kok ada dua!?" sahut Hazel dengan masih menggendong Kevin ditangannya. Ia kembali menatap horor anak didepannya yang acuh dengan kehadirannya.


Lia menatap anak itu baik-baik, ya! anak perempuan itu mirip juga dengan kakaknya-Kenzo. Seketika kepalanya pusing memikirkan dua anak yang entah asal-usulnya dari mana.


Melihat kakaknya digendong membuat anak perempuan itu mendekat kearah Hazel dan merentangkan kedua tangannya juga. "Mau endong juga."


Mendengar itu membuat Hazel menganga seketika. Tiba-tiba saja anak laki-laki digendongannya meminta untuk turun dan akhirnya diturunkan olehnya. Ia pun mensejajarkan tubuhnya dengan kedua anak dihadapannya.


"Kalian mirip ya?" tanya Hazel kepada kedua anak dihadapannya yang membuat mereka mengangguk, ia segera mengalihkan pandangannya pada anak yang perempuan.


"Nama kamu siapa?" lanjut Hazel mengelus puncuk sang anak.


Anak perempuan itu nampak malu-malu. "Keyla."


Mata Hazel berbinar, ia tersenyum menatap sang anak. "Kevin, Keyla, Kenzo." gumam Hazel. "Aaa! pasti kalian anaknya kak Kenzo kan?" teriak Hazel membuat kedua anak didepannya menutup telinga mereka masing-masing.


Ucapan dari Hazel mampu membuat para maid yang kebetulan sedang melintas langsung menatap ke asal suara itu. Mommy-nya pun menatap tajam anak keduanya.


"Mana mungkin anak Kenzo! lagian-kan kakak kamu itu belum nikah, gimana sih." Lia pun sebenarnya yakin tak yakin jika itu anak Kenzo.


Hazel mengalihkan pandangannya pada sang mommy. "Ih! kan ka Kenzo udah nikah sama kaka ipar."


Lia memuta bola matanya malas. "Kamu lupa? perempuan itu udah mati." ucapnya dengan melipat kedua tangannya di atas dada.

__ADS_1


Hazel bangkit dan menatap mommy-nya malas. Entah kenapa Lia masih saja tidak suka pada kaka iparnya, memangnya kaka iparnya itu salah apa coba? kenapa Lia tidak menyukainya?


"Kaka ipar itu masih hidup mom! aku yakin ko, lagian gak ada bukti juga yang ngeyakinin kalo kaka ipar itu meninggal!" jawab Hazel membela kaka iparnya.


BiSur sebenarnya ingin berbicara tentang kedua anak ini tapi ia berfikir kembali karna sepertinya nyonya-nya ini masih tidak menyukai nona mudanya. Jika Lia tau kedua anak ini cucunya dari Maura bagaimana jadinya coba?


"Ck! seterah kamu-lah mommy ada urusan lagi diluar." Lia mengalihkan pandangannya pada kepala maid dihadapannya. "Kamu usir kedua anak ini kalo asal-usul nya gajelas!" setelah mengucapkan itu Lia pun berjalan keluar dari rumah untuk menuju kearah tujuannya.


Setelah Lia pergi Hazel pun menatap kepala maid dengan pandangan penuh tanya. "Kedua anak ini anak siapa bi?" tanya Hazel.


BiSur tersenyum. "Nona sudah mengatakannya tadi."


Hazel menutup mulutnya dengan telapak tangannya, ia tak menyangka selama ini kakanya menyembunyikan kedua anak yang sangat menggemaskan menurutnya. "Hiks jadi selama ini kakak udah nikah lagi?" Hazel menunjukkan wajah sedihnya. "Kalo kaka ipar tau pasti dia benci banget sama kak Kenzo, emang ya laki-laki itu sama aja! gak pernah setia! ngomongnya cinta tapi cari yang baru! kena-" tiba-tiba saja Hazel terdiam melihat sesosok perempuan yang berdiri tak jauh darinya.



Rara bangkit dari ranjang dan berjalan perlahan menuju arah kamar mandi, ia menutupi tubuhnya dengan handuk yang sudah ia ambil tadi.


"Huh" Rara menghela nafasnya dan masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Ia sebentar menatap dirinya didepan cermin besar yang berada di ruangan ini. Rara menggelengkan kepalanya melihat tubuhnya yang penuh dengan bercak merah setelah itu pun ia langsung memandikan tubuhnya dengan air di bath-up.


Kenzo membuka perlahan matanya dan menatap samping tempat tidurnya.


"Sayang?" Kenzo bangkit dari kasurnya dan memakai jubah mandi yang berada di laci samping ranjang. "Sayang kau dimana?!" panggil Kenzo namun tidak ada suara yang menjawabnya.


Hatinya mulai diselimuti rasa takut sekarang. "Sayang!?" ia mengalihkan pandangannya kearah pintu kamar mandi yang terbuka dan menampakkan sesosok wanita yang ia cari sedari tadi.


"Aku disini Tuan." Rara keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melingkar ditubuhnya. Tiba-tiba saja tadi dirinya mendengar Kenzo yang berteriak untungnya ia sudah selesai mandi jadi Rara langsung keluar dari kamar mandi.


Kenzo menatap wanitanya dengan nafas lega. Ia kira Rara pergi lagi darinya, Kenzo hanya takut ditinggalkan kembali oleh perempuan yang sangat ia cinta.


Dengan segera Kenzo mendekat dan memeluk wanitanya. "Aku pikir kau pergi lagi dariku." bisik Kenzo membuat Rara merinding.


Rara melepaskan pelukannya Kenzo padanya. "Aku tidak mungkin pergi lagi tuan." Rara tersenyum.


"Ck sudah ku bilang jangan memanggil -ku tuan." ucap Kenzo menatap tajam Rara.


Rara menarik nafasnya dalam, ia sudah terbiasa memanggil Kenzo dengan sebutan tuan jadi ia merasa aneh saja jika memanggil pria itu dengan sebutan yang lain.


"Panggil aku sayang, ayo cepat." sahut Kenzo dengan melingkarkan tangannya dibahu wanitanya.


Posisi mereka saling berhadapan, Rara menjadi gugup sekarang apalagi posisi mereka yang saling berdekatan.

__ADS_1


"Cepat, atau kau ingin ku hukum hm?"


Mendengar itu membuat Rara menghela nafasnya kasar. "Iya sayang!"


Kenzo menatap dalam wanitanya. "Kau ini tidak bisa berbicara lembut apa?"


Rara kembali menghela nafasnya pelan dan menatap Kenzo dengan senyum manis diwajahnya. "Iya sayanggg." Rara tersenyum dengan menunjukan gigi putihnya itu.


Mendapati wajah gemas dari sang istri Kenzo pun mencium cepat kening Rara. "Nah-kan seperti itu lebih baik." Kenzo ikut tersenyum gemas melihat wajah Rara yang dipaksa tersenyum.


Kenzo melepaskan rangkulannya dan berjalan masuk kedalam ruangan dibelakang Rara. Ia akan mandi sekarang.


Rara masih diam membatu didepan pintu kamar mandi. Tuannya itu suka sekali membuat jantungnya berdetak kencang secara tiba-tiba, untung saja dirinya tidak memiliki riwayat jantung.


Merasa Kenzo sudah masuk ke kamar mandi, Rara pun segera bergegas mengganti pakaiannya. Ia berjalan mendekati lemari dan membukanya.


Untung bajuku masih ada


Rara menatap sebagian baju-bajunya yang masih tertata baik dilemari besar ini, ia bersyukur karna Kenzo masih menyimpan pakaiannya jadi Rara dapat mengganti pakaian.


Tiba-tiba Rara teringat sesuatu. Ia lupa jika pakaian dan mainan kedua anaknya masih berada dihotel.


"Duh lupa lagi, apa aku kesana aja sekarang?" jika tidak ada baju untuk Keyla dan Kevin, anak-anaknya itu akan memakai apa nanti? lagipula disini pasti tidak ada pakaian untuk anak kecil jadi mungkin nanti malam atau pagi Rara akan kembali ke-hotel untuk mengambil kopernya.


Setelah memakai pakaian Rara-pun turun untuk melihat kedua anaknya, tentunya ia sudah meminta izin terlebih dahulu pada pria itu takutnya Kenzo berteriak seperti tadi karna mencarinya.


Rara melangkahkan kakinya menuruni tangga. Telinganya seperti menangkap suara ribut dari ruang tamu, dengan cepat Rara turun dan berjalan mendekati ruang tamu.


Matanya menangkap adik ipar yang sangat ia rindukan, Rara tersenyum menatap Hazel yang juga menatapnya kaget.


Anak itu sekarang sudah tumbuh menjadi gadis dewasa. Dilihatnya tidak banyak perubahan di-diri Hazel mungkin hanya gaya rambut yang mungkin sedikit dipendekkan.



Hazel membulatkan matanya, ia melihat sesosok wanita yang sangat dikenalnya.


"Kaka ipa-r?" Hazel menutup mulutnya tak percaya. Ia melihat kaka ipar yang sangat ia rindukan.


Rara yang mendengar itu hanya tersenyum dengan berjalan mendekati Hazel yang berdiri dihadapan kedua anaknya.


"Ini benaran kakak ipar kan? bukan arwah apa lagi bayangan-kan?"


▫▫▫▫▫

__ADS_1


Trimksih sudh mmbaca😍


__ADS_2