
Hari sudah mulai sore tapi belum ada tanda-tanda Kenzo pulang dari kantor. Rara masih diam menunggu Kenzo diluar pintu utama tapi sepertinya pria itu belum pulang.
"Ck ngapain kamu disini?" ucap seseorang dibelakang Rara.
Rara membalikkan badannya menatap orang tersebut. Lia berjalan menuju Rara dan berdiri disampingnya.
"Menunggu tuan, nyonya" ucap Rara dengan mengalihkan pandagannya pada gerbang didepan sana.
Lia pun menatap gerbang yang dilihat Rara, benar anaknya itu kemana sekarang? kenapa belum pulang? padahal Kenzo jarang pulang selambat ini. "Kau sudah menelponnya?"
Rara menatap Lia dan menggeleng. "Belum nyonya"
"Kamu ini gimana, daripada nunggu gajelas disini mending kamu nelpon suamimu itu"
Rara mengambil handponenya disaku dan mulai mencari kontak pria tersebut. Lantas ia menekan telpon dipinggir kontak tersebut.
Tett..tett
"Maaf nomor yang anda tuju sedang tidak aktiv coba lah-"
Rara mematikan sambungan telpon tersebut dan menatap Lia dengan menggeleng. "Tidak aktiv nyonya"
Lia berdecih dalam hati, kemana anaknya itu apa jangan-jangan? "Ck pasti karna perempuan itu"
Rara menatap binggung Lia, yang dimaksud perempuan itu siapa? lagian tadi pagi Kenzo bilang jika dia akan pulang cepat hari ini tapi kenapa sampai sekarang belum terlihat kehadirannya? padahal langit sudah mulai gelap.
"Mommy sama kaka ipar ngapain disini?" seorang gadis mendekati kedua orang yang masih diam didepan pintu.
Hazel mendekati mommynya itu dan kaka iparnya.
"Nungguin kaka kamu itu, belum pulang sampe sekarang" ucap Lia pada anak keduanya.
Hazel mengangguk dia pun ikut diam didepan pintu menunggu kakanya datang.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian Lia jenggah berdiri disini karna Kenzo masih belum menampakan wujudnya. "Ck kita kedalam aja dulu nanti juga dia pulang" lantas Lia pun pergi dari sini tapi Rara dan Hazel masih diam ditempatnya.
"Kita makan dulu yuk kaka ipar nanti kaka ipar malah sakit" Hazel mengajak kaka iparnya untuk pergi masuk kedalam rumahnya. Rara pun pasrah dan ikut masuk.
♣
Hari sudah mulai gelap tadi Kenzo masih belum pulang. Rara berdiam diri sekarang dikamarnya masih dengan menatap ponselnya siapa tau ada notifikasi yang muncul dari suaminya.
Lambat laun ia mulai merasa ngantuk tapi ia masih setia duduk disamping ranjang menunggu suaminya itu pulang.
"Gabisanya tuan pulang lambat, apa dia keapartemen wanita itu?"
Rara juga masih tidak percaya apa yang dikatakan wanita yang tadi pagi kesini tapi melihat Kenzo seperti ini membuat Rara curiga.
Tak berselang lama pintu kamarnya terbuka dan menampilkan sesosok yang ditunggunya sedari tadi.
Kenzo masuk kedalam kamarnya dan melihat Rara yang masih terduduk. "Kau belum tidur?"
Tadi ia memang sempat membuat teh hangat untuk suaminya itu dan membawanya kekamar waktu sudah menunjukan pukul malam jadi ia tau pasti Kenzo langsung pergi kekamar.
Kenzo menutup pintu kamarnya dan melepaskan jas kerjanya, ia menghampiri Rara yang masih diam di pinggir kasur. "Maafkan aku, aku jadi pulang selarut ini pasti kau menunggu ya?"
Rara menggeleng. "Aku tidak menunggumu"
Kenzo terkekeh melihat wajah marah dari Rara, ia tau pasti wanita ini menunggu kepulangannya dari kantor tapi karna wanita itu ia tidak bisa pulang cepat hari ini. "Muka mu itu kelihatan jadi kau tidak bisa berbohong"
Kenzo bangkit dari duduknya menuju kamar mandi namun sebelum itu Rara bersuara menyebabkan ia terdiam.
"Tuan kemana aja? apa ke apartemen wanita itu lagi?" tanya Rara yang masih diam ditempat tidur.
Kenzo berbalik dan menatap Rara, ia menghampiri kembali wanitanya. "Kau tau darimana?"
Rara menatao Kenzo yang sedang berdiri disampingnya. "Tuan kenapa bohong kemarin? kenapa tuan ga jujur kalo tuan keApartemen wanita itu? apa bener wanita itu pacar tuan? tuan-"
__ADS_1
"Kau ini bisa tidak bertanya satu-satu" sela Kenzo.
Sebenarnya masih banyak pertanyaan diotak Rara tapi ia tidak bisa bertanya sebanyak itu.
Rara menggeleng dengan wajah kesalnya.
Kenzo terkekeh melihat wajah manis dari istrinya. "Aku hanya menjalankan tugasku disini, jika wanita itu berbicara kau jangan mempercayainya. Kau hanya boleh percaya padaku, paham?"
Rara menatap binggung tuannya. "Maksud tuan?"
"Hah! aku tidak bisa berbica soal itu tapi yang harus kau ketahui kau jangan sampai percaya pada perempuan itu, kau hanya boleh percaya padaku saja, mengerti?"
Rara masih diam dengan menatap Kenzo.
"Aku harap kau tetap disisiku sampai ini semua selesai, setelah semuanya selesai kita akan hidup berdua selamanya. Karna aku sangat mencintaimu"
Cup
"Sudah aku ingin mandi tapi bagaimana jika kau menemaniku mandi hm?"
Rara masih diam mematung tapi lantas ia tersadar ketika pria dihadapannya kembali berucap. "Aku sudah mandi lebih baik tuan mandi sendiri saja" tolak Rara, tuannya itu sepertinya ada maksud lain mengajaknya mandi.
Kenzo tersenyum dan mengangguk. Ia lantas pun bangkit dari duduk nya mengarah kembali ke kamar mandi.
Melihat tuannya itu sudah masuk kedalam kamar mandi, Rara merebahkan tubuhnya dikasur.
Maksud tuan apa? apa ada yang disembunyiin? apa bener tuan mencintaiku tulus? atau semua ini hanya kebohongan?
Tak lama Rara terpejam dan mulai memasuki alam mimpinya.
▫▫▫▫▫▫▫
Terimakasih sudah membaca❤
__ADS_1