My Devil Possessive

My Devil Possessive
Drama pagi


__ADS_3

Sinar matahari di sela-sela jendela mengusik ketenangan tidur dari seorang wanita cantik. Rara membuka perlahan matanya ketika sinar matahari itu mengenai wajanya.


Ketika Rara akan terbangun ia merasakan ada sesuatu yang melingkar diperutnya. Ya, siapa lagi kalo bukan ulah tangan dari pria itu? Rara menatap kearah belakangnya dan menemukan Kenzo yang memeluknya dari belakang.


Kenapa pria ini ada disini?


Padahal kemarin mereka tidur dengan kedua anaknya yang berada di tengah-tengah mereka, tapi sekarang Kenzo malah berada dibelakangnya. Rara hanya mengelengkan kepalanya dengan menatap kedua anak dihadapannya yang hanya dibatasi guling disampingnya agar tidak terjatuh.


Memang mereka tidur bersama dikamar Kenzo karna Kedua anaknya masih belum memiliki kamar dirumah ini kebetulan juga keduanya ingin tidur dengan Papahnya-Kenzo alhasil mereka tidur dikamar ini. Kasur-nya memang besar tapi Rara merasakan sempit karna pria itu ingin selalu berdekatan dengannya, entahlah sifat Kenzo sekarang malah membuat Rara harus menjaga jantungnya agar tidak copot tiba-tiba.


Kamar dirinya dulu, akan dirubah menjadi kamar untuk kedua anaknya. Kemarin Kenzo sudah berbicara kepada bawahannya agar merenovasi kamarnya sesuai kemauan Keyla dan Kevin agar kedua anak itu merasa nyaman dikamarnya. Rara pun tidak masalah jika kamarnya dulu menjadi kamar Keyla dan Kevin toh dia pun sekarang sudah jarang tidur disana.


Rara bangkit dari kasurnya ketika tangan yang melingkar diperutnya sudah terlepas, ia turun dengan perlahan agar tidak mengangguk ketiga orang yang masih tidur terlelap.


"Mandi dulu kali ya?" ia akhirnya memutuskan untuk mandi terlebih dahulu lalu menyiapkan makanan untuk kedua anaknya.


Setelah berada dikamar mandi kirang lebih setengah jam akhirnya Rara selesai membersihkan tubuhnya, ia segera berjalan menuju lemari dan memakai pakaiannya.


Toktoktok!


Mendengar suara ketukan dipintu kamarnya Rara pun berjalan dan membuka pintu itu setelah mengganti pakaiannya.


"Eh bi, kenapa?" tanya Rara menatap salah satu maid yang menunduk dihadapannya.


"Ini koper nona, barusan baru saja dibawakan oleh sekertaris Hans." jawab maid itu dengan hati-hati.


Rara mengalihkan pandangannya kearah bawah maid itu, disana nampak ada kopernya. Rara pun mengangguk. "Terimakasih ya bi."


"Sama-sama nona," setelah mengatakan itu maid tersebut pamit untuk melakukan tugasnya kembali. Rara dengan cepat memasukkan koper tersebut kedalam kamar dan keluar kembali mengarah kearah dapur untuk memasakkan makanan kedua anaknya.


Rara berjalan menuruni tangga dan berjalan kearah dapur, dirumah ini nampak masih sepi karna memang hari masih cukup pagi.


"Nona, ada yang bisa saya bantu?" tanya salah satu maid ketika melihat Rara masuk kedalam dapur.


"Em aku mau buat bubur bi." jawab Rara dengan menatap bahan-bahan yang sudah tersedia didapur.


"Biar saya saja yang buatkan, nona lebih baik duduk saja nanti jika buburnya sudah siap saya akan memberikannya pada nona."


Rara langsung menggelengkan kepalanya mendengar ucapan maid itu. "Gak usah bi, aku mau buat sendiri aja lagian juga buat Keyla sama Kevin kok." tolak halus Rara.


"Oh kalo begitu saya bantu ya nona?" tawar maid itu ingin membantu Rara.


Rara pun mengangguk pasrah, padahal hanya bubur saja mengapa harus dibantu? tapi ia tak enak jika menolak tawaran itu akhirnya ia pun menerimanya.


Dengan kelihaiannya Rara segera membuat bubur untuk sarapan kedua anaknya sebelum mereka bangun karna jika mereka sudah bangun Rara yakin dirinya tidak akan bisa membuat bubur buatannya hari ini.


__ADS_1


"Mamah." gumam Keyla dengan membuka matanya pelan, ia menguap dan duduk dikasur tersebut dengan melebarkan matanya.


"Papah!" Keyla menggoyangkan tubuh pria disampingnya untuk membangunkannya.


"Hm." jawab Kenzo masih dengan memejamkan matanya.


Keyla yang melihat sang papah yang tak terbangun juga akhirnya menaiki perut dengan tubuh kecilnya. "Bangun! dah pagi." sahutnya dengan memukul perut sang Papah.


Kenzo yang merasakan sesuatu itu langsung membuka matanya dan melihat Keyla yang menduduki perutnya dengan tersenyum lebar.


"Mau mandi ama Papah!" ucap ceria Keyla.


Kenzo yang melihat itu ikut tersenyum. Ia segera bangun dari tidurnya dan menyenderkan tubuhnya didinding kasur.


"Princes Papah udah bangun aja." Kenzo masih mengantuk sebenarnya tapi ia mencoba untuk tidak tidur kembali.


Keyla tersebut lebar dengan turun dari Papahnya dan mendekat kearah kakaknya yang masih tertidur tenang.


"Kepin bangun! dah pagi ndak bole tidul!" Keyla memukul wajah sang kakak yang langsung membuat Kevin membuka matanya.


"Au!" keluh Kevin memegang wajah tampan nya, Keyla memang tidak ada lembut-lembutnya jika membangunkan seseorang apalagi kakaknya sendiri.


"Angun! ndak bole tidul lagi, keyla mau mandi ama Papah dulu," dengan cepat Keyla berbalik menatap sang Papah dan turun menarik Kenzo agar terbangun dari kasur.


Kenzo pun bangkit dan berjalan mengikuti langkah sang anak yang menuju kearah kamar mandi. Kevin yang melihat itu langsung ikut turun dan menghampiri Papahnya dan juga Keyla yang sudah masuk kedalam kamar mandi.



Bubur yang Rara buat pun sudah jadi, ia segera menaruhnya dimeja makan dan berniat membangunkan kedua anaknya.


"Makasih ya bi udah dibantu." ucap Rara berterimakasih kepada maid yang membantunya tadi.


Maid itu nampak tersenyum. "Sudah tugas saya nona."


Rara mengangguk dan pamit untuk menuju lantai atas. Ia berjalan menuju kekamarnya.


Ceklek


Ia membuka pintu tersebut dan masuk kedalamnya.


"Eh Keyla, Kevin udah bangun? kalian mandi sama siapa?" ketika masuk ia sudah disuguhi dengan pemandangan kedua anaknya yang memakai handuk ditubuh kecil mereka.


"Udah sama Papah." jawab Keyla dengan memeluk handuknya.


"Papah-nya dimana?" Rara tak melihat pria itu sekarang. Ia hanya melihat Kevin dan Keyla yang berlarian dengan handuk yang menutupi tubuh mereka.


"Mandi." singkat Kevin dengan memainkan koper yang tadi disimpan oleh Rara dipinggir kasur.

__ADS_1


Rara segera mendekat kearah koper itu dan membukanya. Sepertinya kedua anaknya ini ingin memakai bajunya karna mungkin mereka sudah kedinginan.


"Sini ganti baju dulu habis itu sarapan," Rara mulai memakai-kan baju kedua anaknya itu, hari ini dia mungkin akan pergi kerumah orang tuanya karna ia sudah sangat merindukan mereka, pastinya juga dengan mengajak kedua anaknya. Rara berencana akan pulang kembali ke Jogyakarta besok lusa karna masih ada urusan yang harus ia selesaikan disana.


Ketika Keyla dan Kevin sudah memakai pakaiannya Rara pun melihat Kenzo yang sudah keluar dari kamar mandi dengan handuk yang dia lilitkan dipinggangnya. Padahal dulu Rara sering melihat pemandangan itu tapi entah kenapa jantungnya masih belum terbiasa melihat Kenzo seusai mandi. Perut atletis, rambut yang basah, tubuh yang tegap. Bagaimana Rara tak gugup melihat itu?


Glek!


Rara menelan ludahnya ketika Kenzo menatap kearahnya dengan tersenyum manis.


"Tutup mulut-mu itu. Kau masih saja terpesona melihatku ya?" ucap Kenzo dengan berjalan mendekat kearah Rara yang langsung mengalihkan pandangannya malu.


Kenzo mendekat dan duduk disamping Rara yang berada disisi ranjang. Ia tersenyum menatap wajah manis wanitanya.


"Kenap..a melihatku sepert..i itu." gugup Rara melihat Kenzo yang menatap tersenyum kearahnya.


"Kau semakin cantik setiap harinya." Kenzo tersenyum dan mengalihkan pandangannya kearah kedua anaknya yang sudah memakai pakaiannya.


"Papah ndak pake baju?" tanya Keyla menatap Kenzo.


Kenzo mengelus rambut Keyla dengan lembut. "Ini mau sayang."


"Papah mau dipakein baju juga na ama Mamah, kayak Kevin sama Keyla?" sahut Keyla kembali membuat Kenzo menatap Rara.


"Kalo Mamah kalian mau, boleh aja." Kenzo menaikkan kedua alisnya membuat Rara menatapnya horor.


Rara menggelengkan kepalanya dengan melirik sekilas kedua anaknya. "Papah kan udah gede jadi bisa pakai baju sendiri, ya kan sayang?" ucap Rara dilembut-lembutkan padahal sebenarnya ia mengumpat didalam hati.


"Kepin ama Keyla juga udah besal tapi masih dipakein ama Mamah." jawab Kevin.


Sepertinya kedua anaknya ini berpihak pada suaminya, apa mereka sudah disogok terlebih dahulu dengan Kenzo?


"Ah! iya bubur kalian udah siap dimeja makan, kita kebawah yuk sarapan dulu." ucap Rara mengalihkan pembicaraan membuat kedua anaknya ini langsung mengangguk.


"Sebentar ya." Rara bangkit dan berjalan untuk mengambil pakaian suaminya dilemari. Setelah mendapatkan pakaian kerja Kenzo, Rara pun berjalan dan memberikannya pada pria itu.


"Ini Mas." Rara menyerahkan pakaian itu pada Kenzo. "Yuk, kita kebawah." lanjut Rara menyuruh kedua anaknya untuk berjalan terlebih dahulu.


Ketika Rara akan mengikuti langkah kedua anak itu tiba-tiba saja tangannya digenggam oleh seseorang dari belakang. Dengan cepat Rara berbalik menatap belakangnya.


"Kau yakin tidak ingin membantu memakaikan ku baju?" goda Kenzo membuat Rara langsung menggeleng.


Aa!!! kenapa tatapan pria itu malah membuat aku mikir kemana-mana ya?!


▫▫▫▫▫


Trmksih sudh mmbaca❤

__ADS_1


__ADS_2