My Devil Possessive

My Devil Possessive
Kartu kredit


__ADS_3

Rara menggelengkan kepalanya mana mungkin tuan mudanya itu akan jatuh cinta padanya, lagian dirinya hanya seorang jaminan hutang ayahnya. namun mengingat fakta itu mengapa membuat hatinya sakit?


Apa aku udah mulai cinta padanya?


Rara lagi-lagi menggelengkan kepalanya, ia tidak boleh melibatkan perasaannya hanya untuk pernikahan konyol ini bisa-bisa kenyataan pahit yang akan ia dapatkan jika sampai jatuh cinta pada tuan mudanya.


"Heh! gue nanya sekarang kak Kenzo dimana?"


"Dikamar" Rara segera melangkahkan kakinya menuju tempat dimana kenzo berada dengan pakaian yang sudah ia ambil sebelumnya dilemari kamar tuannya dan meninggalkan Agnes dikamar tersebut.


"Sialan" ucap Agnes menatap perempuan yang sudah menjadi istri dari kakanya itu.


Ketika sudah sampai dikamarnya, ia langsung masuk kedalam ruangan itu dan tak lupa menutup pintunya kembali.


Rara melihat tuan mudanya masih duduk di tempat yang tadi sambil menatap kearahnya.


"Kau dari mana saja! lama sekali" ucap Kenzo. Rara yang mendengar itu pun langsung berjalan mendekati tuan mudanya dan memberikan pakaian yang sudah dibawanya.


"Maaf tuan"


Sepupu mu itu yang mengajak ku mengobrol tadi!


"Ck! sudahlah sana, aku ingin berganti baju atau kau ingin membantu ku memakaikan pakaian ku hm?" Kenzo menampilkan smirk dibibirnya ketika mendapati wajah Rara yang memerah.


"Tidak tuan, aku akan keluar" Rara langsung keluar dari kamar ini, ia takit jika tuan mudanya melakukan hal-hal yang tidak di inginkannya.


Setelah keluar dari kamar, Rara pun menunggu didepan pintu kamarnya ini tak lama ia berdiri disini, wanita yang tadi menanyakan keberadaan Kenzo pun datang menghampirinya.


"Ckckck berasa jadi babu ya? hahaha memang wanita seperti mu itu pantesnya jadi babu bukan jadi istri!" Agnes menatap rendah Rara saat ini, yang ditatap pun hanya menguatkan hatinya mendengar ucapan dari sepupu suaminya itu.


"Apa salahnya seorang suami menyuruh istrinya mengambil pakaian untuknya? bukannya memang tugas seorang istri harus melayani suaminya sendiri?" Rara balik menatap Agnes dengan tersenyum tulus, ia masih bisa melawan jika hanya Agnes yang merendahkannya walau dibalik keberaniannya itu tersimpan luka yang amat dalam.


Agnes menatap tajam wanita ini entah mengapa ia kesal sekali dengan Rara yang notabenya adalah kaka iparnya sendiri walau umur Rara yang masih berada dibawah umurnya.


"Ingat perkataan ku ini ya, pasti suatu saat nanti kau akan dibuang oleh kak Kenzo ketika wanita yang dicintainya datang" Agnes tersenyum miring dan melangkahkan kakinya menuju lantai bawah.


Ya, Rara harus siap dengan itu pasti dirinya juga akan dicampakan jika tuan Kenzo sudah bosan dengan Rara, ia harus menutup rapat-rapat hatinya agar tidak terbawa suasana keadaan ini.



Sekarang semuanya sudah berada dimeja makan untuk melakukan rutinitas sarapan pagi. terlihat dimeja sudah banyak makanan yang disediakan para maid tadi, Kenzo sudah duduk dikursi depan sebagai kepala keluarga sedangkan Rara berada disamping kanan Kenzo, Agnes disamping kiri Kenzo, Sedangkan Hazel dan Lia berada di samping Rara dan juga Agnes.


"Kak Kenzo mau makan apa? biar aku ambilin" Agnes berdiri dari duduknya dan mulai mengambil piring untuk Kenzo.


Kenzo hanya diam mendengar ucapannya Agnes, ia hanya melihat gerak-gerik istrinya yang terlihat binggung sekarang.


Banyak sekali, aku harus makan yang mana ya?


Rara menantap makanan yang berada dihadapannya sekarang, ia bingung akan makan apa, karna disini terlihat semua makanannya pasti enak-enak.


Ketika ingin mengambil makanan, Rara menatap Kenzo yang juga menatapnya ia bingung arti dari pandangan Kenzo. namun seketika melihat Agnes yang mulai memasuki nasi kedalam piring Kenzo, Rara pun paham


"Biar aku yang ambilin makananya ka" Rara mengambil piring yang sudah berisi nasi itu dan mulai memasukan bermacam makanan yang berada diatas meja.


Agnes yang mendengar itu pun kembali duduk dengan muka yang kesal menatap Rara, ia pun langsung duduk dan menikmati makananya.


Saat Rara mengambil sepotong ayam, Agnes yang melihat itu pun segera bersuara. "Kak Kenzo gak suka ayam"


Rara menatap sepupu suaminya itu dan menaruh ayamnya dipiring miliknya. "aku tau, ini ayamnya buat aku ko"


Hazel menatap kedua orang yang sedari tadi berbicara ini. "udah ka Agnes, kaka ipar tau ko yang disuka sama yang ga disuka ka Kenzo, ya kan ka"


Rara pun mengangguk mendengar ucapan dari adik iparnya.


Lagi-lagi Agnes memasang wajah kesalnya niatnya hanya ingin mempermalukan Maura namun malah dirinya yang di permalukan.


Lain dengan Lia yang nampak santai saja memakan makanannya tanpa pedulikan orang-orang yang berada disini.


Setelah sarapan selesai, mereka semua pun mulai menyibukan dirinya sendiri dengan kegiatan masing-masing. sama seperti Kenzo yang sekarang sedang melangkahkan kakinya menuju luar mesion diikuti Rara dibelakang.


Ketika sudah sampai didepan pintu mesion, Kenzo pun berbalik menatap Rara yang membawakan tas kerja nya.

__ADS_1


"Ini tuan" Rara menyerahkan tas itu pada Kenzo tak lupa juga menyalami tangan suaminya sebagai tanda perpisahan.


"Kau tetap dirumah jangan kemana-mana"


"Tuan tap..i apa aku boleh ke butik?"


"Kau tidak mendengar yang ku katakan tadi?"


Rara menunduk, sudah lama ia tidak kebutik lagian juga dirumah ini Rara tidak mengerjakan apapun jadi lebih baik ia ke butik.


"Tapi tuan aku harus ke butiq, ada beberapa desain baju yang harus ku selesaikan" Rara menatap orang yang berada dihadapannya ini dengan padangan memohon.


"Ck! apa perlu aku membeli butik mu itu agar kau tetap berada disini!?


Seketika Rara membulatkan matanya, apa-apaan tuan mudanya ini! main beli saja memangnya ia tidak tau perjuangan Rara mendirikan butiknya sampai bisa sebesar sekarang? Rara pun hanya menggelengkan kepala.


" Yasudah" Kenzo berbalik melangkahkan kakinya menuju mobil yang sudah terparkir dihalaman.


Rara tak putus asa, ia mencoba menghampiri tuan mudanya lagi untuk meminta izin.


"Tuan aku mohon izinkan aku yaa"


Kenzo berbalik menatap Rara kembali. "Kau ingin menemui kekasihmu itu?"


"Tuan sudah aku bilang itu cuma tukang ojek bukan pacarku" dengan pandangan memohon Rara memegang kedua tangan Kenzo.


Rara yang baru menyadari apa yang ia lakukan tadi langsung menurunkan tangannya. "Maaf tuan" ucap Rara menunduk.


Kenzo yang melihat itu menghela nafas gusar. "hah! baiklah"


Mendengar ucapan tuan mudanya dengan tersenyum Rara memeluk tubuh besar Kenzo. "terimakasih tuan terimakasih"


Yang mendapatkan pelukan mendadak pun menegang, Kenzo tak percaya jika Maura memeluk nya.


Setelah sadar apa yang dilakukannya akhirnya ia melepaskan pelukan itu tanpa menurunkan ekspresi senyum lebar diwajahnya dan tanpa sadar Kenzo pun ikut tersenyum melihat wanita dihadapannya.


Eh dia tersenyum?


"Aku bisa naik ojol tuan"


"Kalo begitu tidak ku izinkan" Kenzo berbalik meninggalkan Rara yang berdiri mematung disana.


"Ehh tuan iya aku tidak jadi naik ojol, aku akan meminta supir mengantarkan ku"


Kenzo yang sudah lumayan jauh itu pun berbalik dan mengangguk lalu melanjutkan masuk kedalam mobil itu tanpa berbicara lagi pada Rara.


Hans yang berdiri di samping mobil itu pun segera menutup pintu mobil yang sudah dimasuki tuan mudanya.


"Mari nona" ucap Hans dan langsung masuk kedalam mobil pengemudi.


Rara hanya mengangguk mendengar ucapan dari sekertaris suaminya.


Mobil yang dinaiki Kenzo pun mulai berjalan keluar dari mesion, Rara yang melihat itu kegirangan akhirnya ia diizinkan untuk keluar hari ini, dengan segera Rara berbalik menuju kamarnya untuk mengambil tas dan ponsel miliknya.


Sebelum menaiki tangga Rara mendengar ada yang memanggilnya.


"Kaka ipar"


Ketika mendengar panggilan itu Rara pun mengarahkan pandangannya kearah asal suara itu "eh Hazel"


Hazel pun melangkahkan kakinya menuju tempat berdiri kaka iparnya itu "Kaka aku bosen dirumah, keluar yuk"


"Em gimana ya" Rara bingung, dirinya pun akan pergi hari ini ke butik, apa ia mengajak Hazel? tapi jika mengajak adiknya pasti dia akan tau siapa dirinya.


"Emangnya kamu ga sekolah Zel?" Lanjut Rara.


"Libur Ka, ayo dongg kita kan belum pernah loh jalan berdua ya ya"


Rara menatap pandangan memohon dari Hazel, akhirnya ia pun mengangguk menjawab ajakan adik iparnya.


"Yeeee, ayo kak"

__ADS_1


"Tunggu aku ambil tas dulu"


"Oke ka, aku tunggu didepan ya" Rara mengangguk dan melanjutkan langkahnya kembali ke kamar.


Setelah mengambil tasnya itu, Rara segera menuruni tangga dan menghampiri adik iparnya yang menunggu didepan pintu.


Gapapa deh sekali-kali jalan sama adik ipar


Ya sebelumnya Rara memang belum pernah berjalan-jalan bersama adik tirinya bernama Nindi itu, karena melihat Rara saja sudah seperti orang kesal apalagi mengajak nya jalan-jalan?.


Ketika melihat Kaka iparnya sudah berada disamping nya, "Hayu ka" Hazel pun mengandeng tangan Maura dan berjalan munuju gerbang.


"Pak satpam tolong gerbangnya buka" ucap Hazel


Namun ketika akan membuka gerbang itu tiba-tiba dari arah belakang terdengar suara mobil.


"Non, hayu saya anterin" supir bernama pa Danil datang menghampiri Rara dan juga Hazel.


"Loh kan aku ga minta anterin" gumam Hazel.


Rara yang mendengar itu hanya terkekeh "Maaf Zel tadi tuan Kenzo yang minta harus pake supir kalo keluar"


Yang mendengar itu pun mengangguk, tanpa basa-basi akhirnya mereka masuk kedalam mobil berwarna putih itu dan duduk di belakang supir.


"Ayo pak jalan"


Mobil yang ditumpangi mereka pun mulai berjalan keluar mesion Kenzo.


"Berarti kaka ipar tadi juga mau pergi ya?"


Rara yang sedang melihat keluar jendela mobil itu mengarahkan pandangannya kearah Hazel yang berada disampingnya.


"Iya"


"Mau kemana emangnya ka?" tanya Hazel dengan penasaran.


"Em ini juga masih mikir-mikir mau kemana eh kamu ngajakin jalan yaudah deh hayu aja hehe" ucap Rara berbohong, jika ia mengatakan akan ke butik bisa-bisa adik iparnya ini menanyakan hal lainnya.


"Ohh" Hazel pun mengangguk percaya.


"Gimana kalo kita ke mall yu ka, belanja"


Belanja? duh uang dari mana? uang aku kan aku tabung buat bayar utang kalo aku pake bisa-bisa abis, terus aku harus ngumpulin lagi gitu? bisa makin lama aku berada dirumah itu


"Aku ga punya uang Zel"


Hazel membulatkan matanya mendengar ucapan kaka iparnya. "Whattt?! hahaha kaka ipar bercanda nih masa sih istri ka Kenzo ga punya uang"


Rara yang mendengar itu jadi malu sendiri, sepengetahuannya memang tuan mudanya itu tidak pernah memberikan uang untuknya.


"Mana deh sini liat dompet kaka ipar" Rara memberikan dompet yang berada ditasnya itu ke Hazel, dengan seketika Hazel langsung membuka dompet itu.


"Iya bener kaka ipar gaada uang"


Rara mengganguk karna memang di dompet nya ia jarang memasukan uang kedalam situ, entah ada matra atau apa jika ia memasukan uang itu tiba-tiba uangnya ilang begitu saja karna tangan miliknya yang tidak bisa diam ketika melihat barang apapun didepan matanya.


"Hahaha iya gapunya uangg tapi banyak banget kartu kredit nya ka, apalagi Kartu Gold inii hihihi bisa bebas kita belanja yee"


Rara membulatkan matanya, kartu kredit? biasanya yang ia masukan kedalam dompet itu hanya ktp dan juga kartu ATM biasa, namun mengapa adik iparnya mengatakan ada kartu kredit?


Seketika ia langsung mengambil dompet nya dari Hazel, benar didompetnya banyak sekali kartu kredit.


Kartu kredit siapa?


Disana juga terdapat satu kartu kredit berwarna Gold yang ia ketahui adalah kartu kredit tak terbatas dan yang memiliki kartu ini juga hanya orang-orang tertentu.


Apa milik tuan Kenzo? kapan masukinnya?


▫▫▫▫▫▫▫▫▫


Supornya ya jangan lupa!

__ADS_1


Terimakasih sudah membaca❤


__ADS_2