
Hari sudah mulai siang. Rara sekarang sedang berada di belakang rumahnya, ia membantu para maid yang masih menyiapkan pesta untuk nanti malam.
Dia duduk ditaman tersebut dan mengeluarkan handponenya untuk menelpon seseorang.
"Hallo Syah?"
Rara menelpon sahabatnya itu untuk menanyakan prihal gaun yang sudah ia desain. Bisa saja Rara menjahitnya sendiri tapi masalah waktu yang membuatnya memikir ulang untuk membuat sendiri jadi Rara meminta bantuan teman-temanya itu untuk membuatkan hadiah tersebut.
"Iyah Ra?" Tanya seseorang diujung telpon saja.
"Em aku gabisa kesana kayaknya buat ambil gaun jadi nanti kalo udah beres paketin aja ya Syah" ucap Rara.
Adik iparnya itu meminta untuk ditemani dandan hari ini jadi ia tidak bisa mengambil hadiah untuk Hazel, akhirnya Rara memutuskan untuk Aisyah mem-paketkan gaun tersebut.
"Okee, gaunnya bagus loh Ra nanti aku fotoin deh sebelum dipaketin"
"Boleh, kirim di sms aja ya Syah makasih loh udah bantuin aku" ucap Rara berterimakasih pada sahabatnya.
"Kan kita sahabat harus saling membantu dong"
Rara beruntung memiliki Aisyah sebagai sahabatnya. "Yaudah aku tutup ya"
Setelah salam Rara pun memutuskan sambungan telpon tersebut, ia bangkit dari duduknya dan menuju kamar Hazel.
Tadi adik iparnya itu baru saja pulang dari sekolahnya, jadi Rara memutuskan menelpon Aisyah terlebih dahulu sebelum pergi kekamar adik iparnya.
Rara pun berjalan melangkah menghampiri kamar adiknya yang terletak di lantai dua, rumah nampak seperti biasa hanya ada maid yang melintas disini untuk mengerjakan tugasnya. Rara terheran karna rumah ini hanya terisi empat orang keluarga termasuk dirinya padahal rumah ini mungkin bisa menampung ribuan orang lebih tapi disini hanya ramai karna maid bukan keluarga asli.
Toktoktok
"Zel? aku masuk ya?" ucap Rara ketika sudah sampai didepan pintu kamar Hazel.
"Masuk aja kaaa" teriak dari dalam kamar yang pastinya itu adalah suara adik iparnya.
Rara pun masuk kedalam kamar yang bernuansa serba pink di dinding pun terlihat berbagai macam poster k-pop, ya Rara tau bahwa adiknya ini pecinta korea.
"Kamu lagi ngapain Zel?" tanya Rara ketika melihat Hazel yang nampak sibuk mencari-cari sesuatu.
Hazel yang tadinya sibuk mencari sesuatu pun mengalihkan pandangannya pada kaka iparnya. "Itu aku lagi cari gelang aku kaa"
Rara yang mendengar itu menatap Hazel tanya, sejak kapan adik iparnya itu memakai gelang? sepengetahuannya Hazel tidak pernah memakai aksesoris seperti gelang, cincin atau pun sebagainya hanya anting saja yang melekat di telinganya.
"Gelang apa Zel?"
__ADS_1
"Itu anu- em kado dari temen kaka ipar, tadi tuh aku taruh di atas meja pas mau ke kamar mandi eh pas aku keluar malah ilangg" jelas Hazel yang membuat Rara mengangguk paham.
"Aku bantu cari deh, gelangnya kayak gimana?"
Hazel nampak mengingat rupa dari gelang tersebut. "Warnanya emas keputihan gitu ditengahnya ada kayak kristal kecil"
"Emas asli Zel?"
"Iyah kaa makannya kalo ilang sayang harga, soalnya lumayan"
Rara pun ikut mencari gelang tersebut, ia mencoba mencari dibawah meja ataupun kasur. Jika itu emas asli sayang sekali jika harus hilang.
Sampai pada bawah meja sofa, Rara pun mengecek bawah tersebut dan melihat ada benda berkilau disana. Setelah mendapat benda tersebut Rara pun menghampiri Hazel.
"Yang ini bukan?"
Hazel yang sedang mencari-cari dalam tas langsung menatap Rara yang mengangkat tangannya menunjukan sesuatu.
"Aa! bener kaka ipar, nemu dimana ka?" tanya Hazel.
Rara mengalihkan pandangannya dan menunjuk meja sofa yang terletak di dekat pintu ruangan kamar ini.
"Makasih ya kaa" lanjut Hazel dengan memasangkan gelang tersebut di pergelanganya.
"Dari Herman ka tadi dia ngasih ini sepasang sama kayak dia, soalnya katanya dia ga bis- ehh" ucap Hazel menjelaskan namun ketika sadar berbicara apa ia pun menutup mulutnya rapat, tidak ingin kaka iparnya itu tau.
Mendengar nama cowok yang keluar dari mulut Hazel membuat Rara terkekeh. "Ciee pantesan tadi kayak yang panik, kado spesial toh"
"Apaan sih ka" jawab malu-malu Hazel dengan wajah yang sudah memerah.
Hazel pun melihat seperti ada sesuatu yang melingkar di leher kaka iparnya, sayangnya tertutup oleh pakaian yang Maura pakai tapi ia cukup jeli melihat apa itu. "Ciee kaka ipar"
Rara pun ikut duduk disamping Hazel, ia hanya diam mendengar ucapan adiknya itu Rara tidak mengerti maksudnya apa.
"Kayaknya ada yang dikasih kalung nih sama ka Kenzo" sahut Hazel terkekeh.
Rara langsung memegang kalung dilehernya, Ya dia memang memakainya namun tidak ingin diperlihatkan makannya ia tutupi dibalik bajunya agar tidak ada yang tau namun seperti adiknya ini menyadarinya.
"Apaan sih Zel"
"Padahal aku yang ulang tahun tapi ko kaka ipar yang dikasih hadiah" cemberut Hazel membuat Rara gemas dilihatnya.
"Kado buat kamu ada ko Zel kamu tenang aja" ucap Rara.
__ADS_1
Hazel tersenyum manis pada kaka iparnya. "Hadiah ponakan udah ada ka?"
Senyum manis diwajah Rara berubah menjadi kebingungan, adiknya ini ingat saja tentang itu dikiranya Hazel mungkin sudah lupa tapi ternyata tidak.
"Aku aja lagi datang bulan Zel ga mungkin hamil sekarang" jawab Rara tak enak.
Hazel menekukkan wajahnya tapi tak lama ia kembali tersenyum. "Gapapa deh mungkin nanti tapi kaka ipar janji ya kalo hadiah aku udah ada kaka kasih tau aku pokoknya kasih tau aku sebelum ka Kenzo" titah Hazel dengan tersenyum pada Rara.
Kaka iparnya itu pun mengangguk meng-iyakan ucapan adik iparnya.
Ting!
Tiba-tiba handpone Rara bergetar menampilkan sebuah pesan dari seseorang. Ia pun membuka ponselnya tersebut.
Hazel yang emang dasarnya kepo pun mendekat pada kaka iparnya, ia ingin tau siapa yang mengirim pesan di ponsel kakanya.
Melihat nama yang tertera dalam sms itu membuat Rara langsung menutup ponselnya sebelum Hazel melihat.
"Ko ditutup? dari siapa hayoo?"
Rara menggeleng. "Bukan dari siapa-siapa"
Dengan nada penasarannya Hazel mencoba melihat handponenya kakanya yang sudah dimatikan. "Ko dimatiin sih? ciee siapa tuh"
Yang mengirim sms di ponsel Rara adalah sahabatnya. Pastinya Aisyah mengirim foto gaun yang tadi ia bicarakan ditaman Rara hanya tidak ingin adiknya ini tau sebelum hadiah itu jatuh ke tangan adiknya.
"Zel bentar lagi sore loh, gamau mandi dulu buat siap-siap?" alih Rara untuk tidak melanjutkan omongan Hazel tentang tadi.
Mengingat hari sudah mulai senja membuat Hazel langsung bangkit dari duduknya. "Yaudah aku mau mandi dulu ya kaa"
Hazel pun belari menuju kamar mandinya, Rara yang melihat Hazel sudah menutup pintu kamar mandinya langsung meng-aktifkan ponselnya kembali.
From: Aisyah
Send a pict.
"Bagus" gumam Rara melihat model yang sudah ia rancang untuk adiknya.
▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫
Trimksih sudah membaca!❤
__ADS_1
Salam manisss😍