My Devil Possessive

My Devil Possessive
Flasbck


__ADS_3

"Saya permisi dulu nyonya" ucap hans ketika sudah tidak melihat tuan mudanya dan juga nona Rara.


Lia mulai menatap penuh tanya kepada sekertaris nya Kenzo ini "Hans kau tau dari mana Kenzo menemukan wanita itu?"


Siapa tau Lia mendapatkan informasi tentang keluarganya atau pekerjaannya.


"Maaf nyonya, nyonya bisa tanyakan langsung pada tuan muda" ucap ramah Hans yang tau apa maksud dari istri tuan besarnya.


"Ck! Kau tau bagaimana sikap nya tadi"


"Jika nyonya ingin tau, nyonya silakan menanyakannya"


"Untuk apa kau disini kalo gitu, sana pulang"


"Saya dari tadi memang ingin permisi tapi nyonya yang mengajak saya berbicara" telak Hans ketika raut wajah Lia berubah.


Sekertaris kurang ajar!


"Yasudah sana"


"Saya permisi, tapi nyonya perlu ingat bahwa nona bukan seperti apa yang nyonya pikirkan" setelah mengucapkan itu Hans pun keluar dari mesion tuan mudanya dan melaju kearah apartemen yang dia beli tak jauh dari mesion ini.


Drt!Drt!


Sebelum Hans menyalakan mesin mobil itu, hp nya lebih bergetar terlebih dahulu ia pun menatap layar yang tertera nama tuan muda.


"....."


"Baik tuan"


Ada apa lagi ini?


Tuan mudanya itu menyuruhnya untuk datang ketempat keberadaannya sekarang, Hans yang sudah masuk kedalam mobil itupun keluar lagi dan bergegas pergi.



"Sial kenapa aku memeluknya!"


Kenzo sekarang sedang berada di ruangan kerja yang tak jauh dari keberadaan kamarnya, ia masih menormalkan detakan yang tiba-tiba datang, setelah memeluknya tadi ia langsung pergi meninggalkan perempuan itu yang masih kaget dengan apa yang dia lakukan.


Mukanya lucu sekali


Kenzo masih membayangkan ekspresi wanita itu, yang masih sama seperti dulu.


Flasbck


Dia menatap kesekelilingnya, banyak orang dari yang muda sampai tua berlalu lalang disini. sekarang ia berada di salah satu rumah sakit yang berada di kota jakarta ini. ia masih tak percaya apa yang dikatakan dokter itu, ia hanya menatap kosong ucapan dokter itu.


Diumur yang yang masih remaja, Kenzo ditinggal orang yang ia sangat sayangi sang ayah meninggalkannya karna sebuah tragedi, ada orang yang sengaja mencelakakan tuan Georgi saat itu dan berakhir dengan umur yang tak panjang. ini memang sudah takdir mungkin, namun Kenzo masih ingin tau siapa yang telah mencelakai ayahnya itu.


Nyawa harus dibayar nyawa!


Kenzo masih harus bekerja keras untuk melanjutkan perusahaan yang ayahnya bangun, sekarang ia harus menjadu tulang punggung keluarganya karna ayahnya sudah tiada, setelah ia bisa mencapai tujuannya nanti Kenzo bersumpah tidak akan melepaskan orang yang sudah membuat ayahnya seperti ini.


huhhh!


Kenzo menghela nafas gusar, ia tak tau bagaimana ibu dan adiknya di sana, setelah mendengar itu Kenzo lari dan berakhir dengan taman yang berada disamping rumah sakit.

__ADS_1


Kenzo memejamkan matanya di tempat itu, sembari duduk dikursi yang disediakan, Kenapa tuhan memberikannya cobaan seberat ini? diumur yang mash sangat muda seharusnya ia masih bermain-main dengan temannya namun ini pasti sudah jalannya Kenzo tak bisa berbuat apa-apa.


Satu tetes demi satu tetes turun membasahi wajahnya, ia melihat hujan turun membasahinya tapi Kenzo tak bergerak sedikit pun dari situ.


Kenzo masih memejamkan matanya, namun ia merasa tak ada lagi air hujan turun diwajahnya, seketika Kenzo membuka matanya ia melihat ada yang memayungi tubuhnya.


Siapa dia?


seorang gadis kecil duduk disampingnya sembari membawa payung, payung di peganginya melebihi besar dari tubuhnya.


"Kaka kenapa masih disini? ini ujan loh nanti kaka sakit" ucap manis anak itu.


Mungkin umur nya sekitar 10 atau 11 tahunan.


"Suka suka aku"


"Aku tau kaka pasti sedang ada masalah kan? jangan seperti ini nanti malah membuat orang-orang disekitar kaka khwatir, aku tau bagaimana rasanya ka"


"Kau tak tau apa-apa jadi lebih baik diam!"


"Aku tau rasanya ditinggal ka, apalagi ayahku menyalahkan ku karna semua itu. Aku coba buat ikhlas dan jalanin ini semua, Harus kuat ka, kalo bukan kita yang nyemangatin kita sendiri lalu siapa?, semuanya udah disusun dengan rapih oleh yang diatas, kita hanya perlu menjalankannya dengan tersenyum dan percaya bahwa takdir seburuk apapun adalah jalan terbaik menuju kearah yang lebih baik"


Kenzo menatap anak itu, ia tak percaya jika anak kecil ini bisa berbicara sedewasa itu.


"Udah ya ka jangan sedih lagi" ucap gadis itu dengan tersenyum manis.


Kenzo yang mendengar itu pun tersentuh, ia akan bekerja keras untuk keluarganya, Kenzo akan membalas apa yang sudah orang itu lakukan pada ayahnya.


"Hey! Cepet kamu sini, ngapain disitu"


Teriak seorang wanita dengan tangan yang mengandeng anak kecil juga disebelahnya, gadis yang disampingnya ini pun terlihat takut, ia menatap orang yang ada didepannya.


Kenzo masih menatap gadis itu entah mengapa ada rasa terselip dihatinya.


Aku akan mendapatkannya!


******


Setelah kejadian itu, Kenzo tak pernah bertemu dengannya, ia mencoba untuk mencarinya namun ingatan wajah gadis itu samar-samar Kenzo seakan lupa bagaimana wajahnya karna memang mereka tidak bertatap muka lama pada saat itu.


Namun wanita itu yang menghampiri nya sekarang, awalnya Kenzo tidak tau bahwa Rara orangnya, setelah pertemuan di cafe saat memberi tahu perjanjian dirinya dan ayahnya, ia menatap sama mata itu, mata yang melihatnya dengan khawatir saat hujan datang.


ia mencoba untuk mencari tahu pada Hans dan ya memang benar gadis kecil itu sudah tumbuh menjadi Rara yang tangguh.


Kenzo mencari hp nya itu dan menelpon seseorang, ia lupa bahwa tadi Kenzo bersama Hans namun entah kemana dia.


"Hans keruangan ku sekarang"


Ia pun mematikan sambungan itu tanpa mendengar jawaban dari sebrangnya.


Setelah menunggu lama akhirnya Hans datang, Tak lupa Hans mengetuk pintu itu dan masuk setelah mendapatkan jawaban dari tuan muda.


"Tuan ada apa?"


Kenzo yang sedang duduk di kursinya itu oun mengalihkan pandangannya kearah Hans yang sedasedang berdiri di depan mejanya. "Hans kau siapkan semuanya, aku akan menikahi wanitaku besok pagi"


"Besok pagi?"

__ADS_1


Memangnya mempersiapkan pesta pernikahan secepat itu apa?


"iya apa aku harus mengulanginya lagi?!" ucap Kenzo dengan tatapan tajam kearah sekertaris nya jni.


"Tidak tuan" Hans hanya menggeleng pasrah mendapatkan tatapan itu.


Apa semua akan beres pada waktunya? ya tuhan aku harus apa?


"Yasudah kau bisa pergi sekarang"


Hans hanya mengangguk dan pergi dari ruangan tuan mudanya itu, ia masih binggung akan mulai dari mana. ia pun menelpon seseorang untuk menyiapkannya.



Lain halnya dengan wanita yang masih terkejut dengan perlakukan laki-laki kejam itu.


Dia kenapa?


Maura masih tak percaya jika dipeluk oleh pemuda yag terkenal kejam itu, tapi ia merasakan nyaman ketika tubuhnya dipeluk oleh laki-laki itu.


"Sudahlah Ra kau jangan pikirkan itu mungkinn hanya kebetulan iya kebetulan" gumam Rara.


Rara pun masuk kedalam kamar mandi dan membersihkan dirinya, ia lelah seharian ini.


Setelah selesai ia keluar degan pakaian tidurnya, Maura teringat jika tadi ada yang ingin disampaikan oleh Aisyah, garagara laki-laki kejam itu yang tiba-tiba datang, ia pun melupakan pembicaraannya.


Rara menekan kontak yang bernama Aisyah itu dan menelponnya.


"Halo syah kamu tadi mau ngomong apa? maaf tadi aku pergi duluan"


"Ah iya tak apa Ra, emm gini tadi aku ingin ngom-"


Brak!


Rara menjatuhkan hp nya kekasur karna dobrakan pintu kamarnya.


Huh! mau apa lagi dia ck! hobi sekali membuat jantung ku kaget!


Rara melihat Kenzo yang berdiri santai didepan pintu itu sembari memasuki tangannya ke kedua saku celananya.


Kenzo berjalan menuju kearah Rara yang sedang duduk sambil menatap sebal kearahnya.


"kenapa menatap ku seperti itu?"


"Tidak tuan tidak" Rara merendam kemarahannya dengan senyum lebar di wajahnya.


"Kau sedang menelpon?" ucap Kenzo ketika melihat Rara memegang erat hp nya itu.


Rara yang mendengar itu pun gugup "Iya tuan tadi aku hanya berbicara sebentar dengan temanku tapi sudah terputus sambungannya" ucap Rara berbohong karna sambungan itu sebenarnya masih tersambung.


Kenzo menatap Rara dengan penuh kecurigaan yang ditatap pun meyakinkan Kenzo agar percaya.


"Hem yasudah tidurlah besok kau harus siap, aku akan memberikan kejutan untukmu"


▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫


Tinggalkan jejak nya ya❤

__ADS_1


Ikutin terus ceritaku ini yaaaa!😆


__ADS_2