
Sudah seminggu lebih Rara dirawat dirumah sakit akhirnya ia diperbolehkan pulang hari ini.
"Akhirnya aku dibolehin pulang" gumam Rara dengan tersenyum perban di kepalanya pun sudah terlepas, hanya ada jaitan yang belum kering di kepalanya yang ditutupi perban kecil. sudah beberapa hari ia dikamar ini membuatnya bosan sekali berada disini. dan akhirnya dokter itu memperbolehkan Rara pulang dengan syarat ia harus beristirahat saja saat tiba dirumah.
Saat ia akan membereskan pakaian yang kemarin dibawa oleh para maid, tiba-tiba ada seseorang yang masuk kedalam kamarnya.
Ceklek
Rara mengalihkan pandangannya kearah pintu yang terbuka. dia adalah BiSur kepala maid yang sudah beberapa hari ini menemaninya dirumah sakit. karna Kenzo yang sibuk mengurusi kantor akhirnya tuan mudanya itu hanya sesekali menjenguknya dirumah sakit.
"Non udah biar saya saja yang beresin" tawar BiSur dengan tangan yang sudah ambil alih tas Rara.
"Udah bi biar aku aja" ucap Rara dengan tangan yang ingin mengambil tasnya namun dengan cepat dicengah oleh BiSur.
"Gausah non, non kan baru sembuh biar bibi aja. nona mendingan sekarang duduk aja" jawab Bisur dengan tangan yang lihat dalam melipat pakaian nona mudanya.
Rara akhirnya menuruti perkataan BiSur, ia langsung duduk di pinggir kasur untuk menunggu BiSur membereskan pakaiannya dan menunggu jemputan.
Setelah dirasa semua sudah beres, mereka berdua melangkah pergi dari kamar ini dan menuju ke arah lobi rumah sakit.
Tapi saat ditengah perjalanan, Rara samar-samar melihat pria yang tadi bilang tidak bisa menjemputkan karna masih ada beberapa pekerjaan yang ia urus sedang berjalan kearahnya.
Sampai tiba pria itu di hadapannya, Rara hanya diam menatap kedepannya. "T..uan"
Dia adalah Kenzo dan dibelakangnya ada Hans, ya sekertarisnya itu sudah pulang dari urusannya dikantor pusat karna perusahaan itu sudah kembali berjalan dengan normal.
"Ayo kita pulang" ucap Kenzo dengan pandangan dingin kearah Rara. perempuan itu pun megangguk dan berjalan disamping Kenzo diikuti Hans dan Bisur dibelakangnya.
Sampai dilobi, mobil Kenzo sudah stand by terparkir disana. Dengan segera Kenzo dan Rara masuk kedalam mobil itu.
Saat sampai didalam mobil, keadaan disini sunyi tidak ada satupun yag berbicara, Kenzo dan Rara hanya diam dengan pikiran masing-masing.
Beberapa menit perjalan akhirnya mereka tiba di halaman mesion. Mobil Kenzo masuk kedalam gerbang dan terparkir di halaman.
Keduanya keluar dari mobil, ketika Rara membuka pintu dengan sigap Kenzo membantu wanita untuk berdiri.
"Tuan aku bisa sendiri"
Rara merasa tak enak, karna yang sakit itu hanya kepala bukan seluruh tubuhnya kalo hanya berdiri dan berjalan Rara masih bisa.
__ADS_1
"Kau baru saja sembuh, aku tidak mau kau kenapa-napa" ujar Kenzo membantu Rara berjalan masuk kedalam rumahnya.
Dan akhirnya Rara diam menerima bantuan Kenzo. keduanya masuk kedalam Mesion dengan sambutan para maid yang berkumpul di pintu masuk seperti biasa menyambut kepulangan Kenzo.
Disini hanya para maid tidak ada Hazel maupun Lia, entah kemana mereka.
Rara masih mengingat beberapa kejadian sebelum ia terjatuh dari tangga sungguh ada rasa trauma dihatinya, ia takut jika akan diperlakukan seperti itu kembali namun melihat Kenzo yang nampak biasa-biasa saja disampingnya membuatnya enggan mengucapkan hal itu. Apa kira-kira Kenzo sudah tau penyebab jatuhnya Rara? sungguh ekspresi Kenzo sulit untuk dibaca olehnya.
Kenzo mengantarkannya kekamar Maura, karna tadi Rara yang meminta sendiri ingin beristirahat dikamarnya sendiri.
Ceklek
Kenzo dan Maura masuk kedalam kamar ini sedangkan Hans menunggu dilantai bawah.
"Kau tetap diam disini" ujar Kenzo dengan membantu Rara membaringkan tubuhnya di tempat tidur.
Rara menganggu meng-iyakan ucapan Kenzo.
"Aku akan kembali ke kantor, kau jangan pergi tanpa seiizin ku" ucap Kenzo yang sekali lagi dibalas anggukkan oleh Rara.
Kenzo pun melangkah pergi meninggalkan Rara, memang tadi Kenzo sedang bekerja namun ia menyempatkan dirinya untuk mengantarkan wanitanya pulang dan sekarang Kenzo harus kembali ke kantor.
Setelah menemukan ponselnya, Rara menghubungkan sambungan telpon pada salah satu kontak di ponselnya.
Aisyah.
"Hallo Syah?"
"Eh Ra, Kamu kemana aja ditelpon ga diangkat-angkat" ucap aisyah dari ujung telpon sana.
Rara ingin sekali bertanya pada Aisyah, dan berbicara sesuatu dengannya karna beberapa hari Rara dirumah sakit mereka sudah jarang sekali bertemu.
"Hehehe maap yah Syah, biasa sibuk"
"Halah sok-sok an sibuk kamu Ra, ehh kenapa nelpon? kamu mau kebutik?"
"Em ada yang aku pengin obrolin Syah, tapi pengin langsung ketemu"
"Oh, tumben mau obrolin apa?"
__ADS_1
"Ada deh, tapi lebih baik kita ketemuan di cafe aja Syah jangan dibutik" jawab Rara, ia sekalian ingin mengajak sahabatnya itu makan.
"Yaudah, biar nanti aku suruh Mawar yang jagain butik. aku otw nih, eh cafe mana ya Ra?" tanya Aisyah.
"Tempat biasa aja Syah"
Memang mereka memiliki cafe favorit sekaligus yang sering mereka berdua kunjungi dari saat SMA sampai sekarang walau jarang-jarang mereka pergi kesana.
"Okee"
Bip.
Sambungan telpon itu terputus, dengan cepat Rara membersihkan dirinya dan berganti pakaian. Ia bosan beristirahat terus-menerus padahal tubuhnya sudah terasa sehat.
Setelah mandi Rara memakai dress sederhana berwarna hijau muda selutut dan tas selempang dengan warna senada. Ia sedikit mempoleskan bedak dan lipbam dibibirnya agar tidak terlalu pucat.
Rara langsung bergegas pergi keluar dari kamar untuk menuju lantai bawah, saat tiba di lantai dasar tiba-tiba hal tak terduga terjadi.
"Baru keluar dari rumah sakit udah mau pergi aja sekarang" ucap sinis Lia.
Rara menatap Lia yang sedang memegang gelas berisi minuman ditangannya. "Maaf nyonya saya ada urusan diluar"
"Mau ketemu selingkuhan? atau mau ngabisin uang Kenzo lagi? ckckck suka banget ya keluyuran" Lia menatap Rara dari atas kepala hingga ujung kakinya.
"Untung aja publik gatau kalo Kenzo nikah sama perempuan model kaya kamu gini, kampungan" lanjut Lia kembali.
Rara mencoba untuk sabar, ia sudah terbiasa dengan cacian dari orang-orang yang membencinya, jadi seharusnya Rara tidak perlu sakit hati karna memang dari dulu hatinya sudah diselimuti rasa sakit. tapi entah kenapa air matanya selalu saja ingin keluar mendengar cacian demi cacian dari orang-orang.
"Maaf nyonya, s..aya buru-buru permisi" Rara menunduk dan mulai melanjutkan langkahnya keluar dari mesion.
Namun Lia kembali bersuara. "Mungkin aja kali ya setelah Kenzo bosan, kamu bakal diceraikan? haha saya ga sabar melihat kamu ditendang dari rumah ini" lanjut Ria dengan nada sinis.
Rara tidak menjawab dan hanya melanjutkan langkahnya, memang benar bukan sebentar lagi ia akan diceraikan jika hutang ayahnya sudah terlunaskan olehnya.
Ia meminta supir untuk mengantarkannya ke tempat tujuan ia bertemu dengan Aisyah. Sebenarnya Rara ingin memesan ojol saja tapi pasti satpam di pintu gerbang sana tidak mau membuka gerbangnya.
"Pak tolong anter saya ya"
▫▫▫▫▫▫▫▫▫
__ADS_1
Tolong suportnya Like, vote and comentnya! salam manis dari autor untuk kalian semua yang membaca❤