
Kenzo dan para bawahannya turun kebawah untuk melihat bagaimana kondisi mobil yang tadi sempat meledak dan mengeluarkan asap yang lumayan lebat.
Dipikiran Kenzo sekarang hanyalah wanitanya Maura. Bagaimana kondisinya? ia bersumpah tidak akan memaafkan dirinya sendiri jika terjadi sesuatu pada wanita yang sangat ia cintai.
Mobil itu nampak sudah gosong karna api yang membakarnya tadi, saat hendak mendekat kearah mobil itu para bawahan Kenzo menahan agar bos nya tidak kesana dikarnakan cukup berbahaya.
"Biar kami saya tuan yang mengeceknya, tuan lebih baik diam disini saya" ucap salah satu bawahan Kenzo.
Mendengar itu Kenzo menatap bawahannya tajam. "Bagaimana aku bisa diam saja disini hah! wanitaku ada didalam sana! aku harus kesana" sebelum Kenzo melangkah, para bawahannya kembali menahannya.
"Biar kami saja yang bergerak tuan, api masih membakar mobil itu takutnya terjadi sesuatu" setelah mengucapkan itu para bawahannya mulai berpencer untuk mendekati mobil yang masih memunculkan sedikit api.
Hans dan para bodyguard lainnya datang ketika mendapat informasi bahwa mobil yang ditumpangi nona mudanya jatuh kedalam jurang.
"Tuan, nona bagaimana?" tanya Hans pada tuannya yang nampak terdiam menatap kearah mobil dihadapannya.
Kenzo sekilas menatap Hans dan kembali menatap mobil tersebut. "Aku tidak tau! semua ini salahku! aku tidak bisa menjaga wanitaku dan calon anakku!" wajah Kenzo memerah. Walau ia terlihat kuat dan kejam tapi ia akan rapuh juga jika terjadi sesuatu dengan orang yang sangat ia cintai.
Hans yang mendengar nada parau dari bosnya langsung menatap Kenzo yang berdiri disampingnya. Benar dugaannya, sekarang tatapan Kenzo berubah menjadi dingin dan kosong.
Para bawahan yang mengecek mobil itu mendekat kembali kehadapan atasannya.
Hans masih diam tidak berniat menanyakan sesuatu pada mereka.
"Maaf tuan semuanya sudah ludes dibakar api, hanya tersisa abu dan beberapa tubuh ma..nusia yang sudah menghitam" ucap pria berambut ikal sembari menunduk tak berani menatap tuannya.
Seketika didalam sana menjadi hening, hawa dingin kembali menusuk ketubuh mereka ketika melihat Kenzo yang diam saja tak bergeming.
"Tuan?" sahut Hans memanggil tuannya. Ia tidak bisa membayangkan bagaimana Kenzo kedepannya.
"Hans bawa semua jasad yang ada didalam mobil itu ke rumah sakit untuk diotopsi, hasilnya berikan padaku malam ini juga, pastikan semua ciri-ciri jasad itu tidak ada yang sama dengan wanitaku" dingin Kenzo. Setelah mengucapkan itu Kenzo pergi meninggalkan semuanya yang masih diam berdiri disana. Semuanya binggung dengan sikap Kenzo yang mendadak berubah.
Tapi tak lama Hans pun menelpon pihak rumah sakit untuk datang membawa ambulance kehutan belantara ini.
♣
Kenzo mengendarai mobilnya dengan kecepatan maksimal. Ia tidak lagi memikirkan hidupnya sekarang, yang ia pikirkan adalah wanitanya. Bagaimana jika hasil otopsi mengatakan jika salah satu jasad itu memiliki ciri-ciri yang sama dengan wanitanya?
Ia tidak tau bagaimana jadinya hidup tanpa Maura yang selama ini mengisi hari-harinya.
"Argggh!" Kenzo memukul setir yang ia kemudikan sekarang. Pikirannya kacau, hatinya sakit jika wanitanya memang terlibat dalam kecelakan itu bagaimana kehidupannya kelak? apa dia bisa hidup tanpa Maura disisinya?
"Maafkan aku, maafkan aku" Kenzo merasa bersalah karna telah memarahi sampai-sampai bertindak kejam dengan wanitanya kemarin malam. Ia cemburu melihat Rara dan laki-laki lain bermesraan jadi ia tidak bisa menahan emosinya.
Mobil Kenzo sekarang melaju kerumahnya, ia tak akan mengampuni para bodyguard yang ia tugaskan untuk mengikuti Rara kemana-pun wanitanya pergi walau sedang ada dirumah Kenzo juga memerintahkan agar mereka tetap mengawasi wanitanya.
Ia kecolongan sekarang karna para bodyguard sialan itu tidak becus dalam bekerja. Untuk apa ia gaji mereka semua jika pekerjaan mereka saja tidak benar?
Sampai didepan rumahnya, gerbang besar didepannya pun terbuka. Ia segera masuk kedalam dan memarkirkan mobilnya asal.
Setelah itu Kenzo keluar dan masuk kedalam rumahnya. Aura hitam tiba-tiba saja muncul dirumah ini ketika Kenzo datang.
"Tua..n?" ucap salah satu maid yang melihat kehadiran Kenzo dirumah ini. Mereka tidak menyambut kepulangan tuannya itu karna memang tidak tahu jika Kenzo pulang se-sore ini.
Kenzo menatap maid itu tajam. "Dimana para bodyguard sialan itu?!"
Maid itu tersentak kaget karna mendengar aura dingin dari tuannya. "A..da di b..elakang mesion tua..n"
__ADS_1
Kenzo lantas bergerak kearah belakang rumahnya masih dengan aura dingin yang lekat ditubuhnya.
Sebagian maid mulai bergosip, Mereka penasaran dengan apa yang terjadi kepada Kenzo, kenapa tuannya bisa semarah itu?
Sampai dibelakang Kenzo pun langsung memukul bodyguard yang ada disana, mereka nampak sedang minum-minum di halaman belakang mesionnya.
Bugh!
"Sialan! keparat! untuk apa aku meng-gaji kalian jika pekerjaan kalian saja tidak becus hah!"
Bugh!
Bugh!
Bugh!
Kenzo menghajar habis-habisan para bodyguard itu yang nampak kaget karna mereka tidak merasa salah apapun.
"Maaf tuan maaf, ma..ksud tuan apa? kami b..ekerja dengan baik s..elama in-"
Bugh!
"Jika kalian bekerja kenapa kalian membiarkan wanitaku pergi tanpa pengawalan hah! aku membayar kalian untuk menjaga wanitaku! bukan malah enak-enakan minum disini!" pikiran Kenzo sekarang dipenuhi dengan amarah.
Para bodyguard langsung menunduk. "Maafkan kami tua..n kami tidak tau jika nona per..gi dari rumah in..i"
Bugh!
Kenzo menghajar yang berbicara tadi.
"Salah satu maid mengatakan jika nona sedang berada didalam kamar dan mengatakan jika nona muda tidak akan pergi kemana-mana hari ini dan kat..anya tuan memperbolehk..an kami unt..uk beristirahat karna nona sudah aman dikamarnya" ucap salah satu bodyguard dengan menunduk.
Kenzo menahan amarahnya. Kapan ia menyuruh para bodyguard untuk beristirahat? "Sialan! cepat cari dimana maid itu!"
Pasti maid itu itu ikut terlibat dengan hal ini, jika maid yang lain saja tau jika Rara pergi kerumah sakit pasti semua maid tau itu tapi kenapa ada maid yang berbicara jika Rara tidak pergi hari ini?
Tiba-tiba saja dari arah belakang datang kepala maid beserta maid yang dipanggilkan oleh bodyguard tersebut.
Kenzo berbalik dan menatap kedua maid tersebut.
"Maafkan saya tuan" ucap kepala maid. "Saya baru mendapat kabar jika salah satu maid menjadi penghianat dirumah ini" ucap kepala maid tersebut dengan menoleh kearah maid disampingnya.
BiSur baru tau jika Monika-maid disini berani-beraninya berkhianat. Padahal Monika sendiri tau resiko bagi orang-orang yang berkhianat dilingkungan Kenzo. BiSur tau karna salah satu maid lainnya memergoki Monika yang sedang menelpon seseorang ketika Rara pergi dari rumah ini dan akhirnya Monika mengakuinya tapi BiSur tidak ingin Kenzo sampai tau karna pastinya Monika tidak akan selamat. Tapi semuanya terungkap sekarang.
Kenzo menatap tajam wanita berambut pendek tersebut. "Kau! berani-beraninya menjadi penghianat dirumahku!" sahut Kenzo dengan mengepalkan tangannya disamping tubuhnya.
Sayangnya didepannya ini adalah seorang wanita, ia tidak mungkin menghabisi wanita disini jadi ia mencoba menahan amarahnya.
"Maafkan saya tuan saya khilaf" ucap maid tersebut dengan menunduk.
"Siapa yang menyuruhmu!?"
"Non..a Sisil, nona Sisil yang menyuruh saya, s..aya dijanjikan akan diberi bayaran berkali-kali lip..at dari gaji saya tuan, maafkan saya tuan tolong ampuni saya" jawab maid tersebut.
Ternyata semuanya ini berawal dari wanita itu, Kenzo seharusnya melenyapkan wanita itu dari dulu jadi semua ini tidak mungkin akan terjadi pada wanitanya.
Kenzo mendekat kearah maid tersebut. "Kau tau kan kalo aku tidak suka dengan penghianat?" ucap dingin Kenzo.
__ADS_1
Maid itu mengangguk. "I..ya tuan, saya benar-benar minta maaf"
"Seharusnya kau berfikir terlebih dahulu sebelum ingin menjadi penghianat!" Kenzo melirik bodyguard dibelakangnya. "Bawa dia keruang bawah tanah!" titah Kenzo menyuruh bawahannya membawa maid penghinat itu ke ruangan bawah tanah, tempat itu memang dijadikan sebagai tempat dikurungnya para penghianat Kenzo atau musuh dari seorang Kenzo. Ia akan membiarkan mereka lenyap dengan sendirinya diruangan itu atau mungkin jika ia sedang ingin Kenzo bisa saja melenyapkan para tahanan dibawah sana dengan tangannya sendiri.
Mendengar itu Maid tersebut menggelengkan kepalanya. "Jangan tuan, saya mohon saya minta maaf" ucapnya dengan wajah memelas.
Tapi Kenzo adalah Kenzo, ia tidak mungkin memaafkan begitu saya orang yang menghianatinya. Maid tersebut pun dibawa oleh kedua bodyguardnya meninggalkan Kenzo dan beberapa maid serta bodyguard lainnya.
"Maafkan kami juga tuan, kami janji akan menjaga nona muda dengan baik kedepannya" sahut salah satu bodyguard kembali. Ia tidak tau saja apa yang terjadi saat ini pada wanita yang disapa nona muda itu.
Kenzo berbalik menatap bawahannya kembali dengan tajam. "Terlambat! jika ada sesuatu yang terjadi pada wanitaku kalian semua tidak akan aku biarkan hidup tenang" setelah mengucapkan itu Kenzo berbalik dan melangkah pergi dari belakang rumahnya.
Para bodyguard yang mendengar itu hanya diam tak berkutik, mereka takut dengan ancaman Kenzo tapi mereka juga tidak tau apa yang terjadi saat ini pada nona mudanya.
♣
Hari sudah mulai gelap. sekarang Kenzo berjalan menyusuri lorong rumah sakit dengan wajah khawatir.
Ia menyuruh Hans untuk mengantarkan hasilnya pada Kenzo tapi nyatanya pria itu tidak kunjung datang kepadanya, alhasil Kenzo datang sendiri kerumah sakit.
Hans beserta dokter lainnya menunduk ketika Kenzo datang menghampiri mereka yang sedang berdiri didepan ruangan.
"Tuan" sapa Hans dan dokter tersebut.
Kenzo menatap diam mereka. Mereka mengerti dengan tatapan tersebut lalu dokter berseragam putih yang berdiri disamping Hans langsung berbicara.
"Maafkan kami tuan"
Mendengar kata maaf, tubuh Kenzo langsung menegang. "Maksud mu?"
Dokter itu nampak menghela nafasnya. "Para korban sudah tidak bisa di-identifikasi lagi tuan, karna tubuh mereka sudah hangus dilalap api, kami kesulitan untuk meng-otopsi mereka semua tuan"
Kenzo makin tidak mengerti dengan penjelasan dokter tersebut. "Langsung saja katakan!"
"Kami tidak bisa mengetahui apakah nona ikut menjadi korban atau tidak dalam kecelakaan ini karna anggota tubuh para korban sudah terbakar jadi kami kesulitan untuk mengambil simple dan mencocokkannya pada krateria nona muda"
"Soal rahimnya?" tanya Kenzo.
Dokter itu langsung menggelengkan kepalanya. "Semuanya sudah habis dibakar api tuan, semuanya hanya tinggal kerangka"
Jleb
Kenzo merasakan hatinya hancur, ia sudah tidak tau arah sekarang. Kenzo tak dapat membayangkan bagaimana jadinya hidup tanpa Maura disampingnya.
"Saya menemukan sesuatu tuan" ucap Hans mengambil sesuatu didalam sakunya. "Ini" ucapnya dengan menyerahkan benda itu pada Kenzo.
Tubuh Kenzo terpaku, ini adalah kalung yang ia berikan pada Rara saat itu.
"Saya menemukan kalung tersebut di dalam mobil yang terbakar tuan, sepertinya kalung itu juga ikut terbakar" lanjut Hans.
Kenzo menatap kalung itu, ya ini benar kalung milik Rara. Walau sudah menghitam tapi Kenzo masih hafal bentuk kalung yang ia beli untuk wanitanya.
"Jika itu milik nona mungkin kabar buruknya no..na juga ikut terlibat dalam kecelakaan ini tuan" sahut dokter itu kembali.
▫▫▫▫▫
Trimksih sudah mmbaca❤
__ADS_1