
Rara turun dari kamarnya dan berjalan menuruni tangga, dirinya menuju dapur sekarang untuk membawakan makanan Kenzo ke kamar.
Rumah nampak sepi karna hari sudah malam mungkin hanya ada beberapa maid yang masih bekerja malam ini.
Dirinya memasuki dapur dan mengambil beberapa makanan untuk ia bawa kedalam kamar.
"Nona sedang apa?"
Rara terkejut mendengar suara dari arah belakangnya, ia pun berbalik dan menatap seseorang yang tadi bersuara.
"Eh bibi em aku lagi ngambil makanan, mau aku bawa kekamar" ucap Rara dengan tersenyum.
"Kenapa non ga panggil bibi aja, biar nanti bibi yang nyiapin sama anter ke kamar nona" ucap kepala maid yang berbicara tadi.
Rara menggelengkan kepalanya. "Gausah bi aku bisa sendiri" tolak Rara.
"Kalo begitu jika nona perlu sesuatu lagi panggil bibi saja ya non"
Rara mengangguk meng-iyakan ucapan bibinya itu. Dia pun berbalik dan mulai menyiapkan kembali makanannya untuk suaminya itu.
Setelah makanan itu sudah berada di atas nampan Rara pun mengangkat nampan tersebut yang berisikan piring makanan untuk Kenzo tapi ketika ia berjalan kembali keluar dapur tiba-tiba kakinya seperti menginjak sesuatu dilantai.
"Eh apa itu" gumam Rara melihat kebawah.
Karna rasa penasarannya Rara menaruh nampan tersebut diatas meja didekatnya dan mengambil sesuatu yang tadi ia injak.
Bentuknya seperti botol kecil berwarna putih. Rara menatap benda tersebut dengan pandangan binggung entah milik siapa botol itu tapi karna Rara sekarang sedang terburu-buru akhirnya ia menaruh botol kecil tersebut disakunya dan melangkah kembali dengan nampan yang sudah ia bawa lagi.
Mungkin nanti ia akan menanyakan prihal botol itu pada kepala maid siapa tau itu miliknya tadi yang tidak sengaja terjatuh.
Rara kembali melangkah menuju kamarnya untuk menyerahkan makanan yang sudah ia susun untuk tuannya. ia membuka pintu tersebut dan masuk kedalamnya tak lupa menutup kembali pintu tersebut.
"Ck lama sekali" sahut seseorang yang sedang tertidur di ranjang.
"Maf tuan" Rara berjalan menuju sofa dan meletakkan makanan tersebut dimeja yang berada dihadapan sofa tersebut.
Kenzo bangkit dari ranjang dan melangkah menuju sofa. Sebenarnya dirinya tidak merasa lapar tapi karna Rara yang menyuruh dirinya makan Kenzo pun akan menurutinya.
"Silakan dimakan tuan" ucap Rara ketika melihat Kenzo sudah duduk disampingnya.
Kenzo nampak menatap makanannya dengan pandangan tak nafsu.
__ADS_1
Melihat Kenzo yang diam saja dengan menatap makanan dimeja Rara pun menyentun pundak pria tersebut. "Tuan"
Kenzo mengalihkan pandangannya pada wanita disampingnya. "Aku tidak nafsu makan" ucapnya dengan merebahkan punggungnya disofa tersebut.
"Aku sudah buatkan itu untuk tuan, apa tuan tidak suka dengan makanannya?" Rara menatap sedih kearah suaminya.
Kenzo yang mendengar nada sedih dari wanitanya memegang dagu perempuan tersebut. "Aku tidak ingin memakan itu"
"Lalu tuan ingin makan apa?" tanya Rara penasaran
"Memakanmu saja bagaimana?" jawab Kenzo dengan smrik di bibirnya.
Mendengar jawaban itu membuat Rara menghempaskan tangan Kenzo dari dagunya. "Aku sudah memanaskan makanannya untuk tuan jadi lebih baik tuan makan dulu takut keburu dingin"
Rara lama berada di dapur karna tadi ia memanaskan makanan terlebih dahilu kaena makanan malam tadi sudah dingin.
Kenzo menatap tak selera makanan yang berada dihadapannya. "Yasudah tapi kau suapi aku ya"
Nada manja terdengar dari suara Kenzo yang membuat Rara menggelengkan kepalanya. Tapi daripada Kenzo tidak makan lebih baik dia menuruti suaminya itu.
"Yasudah" Rara mengambil makanan yang berada dimeja dan menggenggamnya dengan kedua tangan. Ia mengambil sesendok makanan tersebut dan memasukkan sendok tersebut kedalam mulut tuan besarnya itu.
Lagian apa Kenzo tidak malu? dirinya sudah besar tapi ingin disuapi tapi berhubung Rara adalah istri penurut jadi dia meng-iyakan saja apa yang diperintahkan Kenzo selagi bukan hal-hal yang lain.
"Sudah habis tuan" Rara membersihkan piring dan nampan tersebut setelahnya ia berjalan menuju keluar kamar untuk menaruh nampan tersebut di dapur tapi sebelum itu Kenzo menggemggam tangan Rara.
"Sudah, biarkan bibi saja yang mengambilnya nanti" ucap Kenzo yang membuat Rara duduk dan menaruh nampan tersebut kembali di meja sofa.
"Kau sudah makan?" lanjut Kenzo pada Rara.
Sebenarnya Rara pun belum makan karna sedari tadi ia mengurung diri dikamar. Rara menjawab dengan menggelengkan kepalanya.
"Ck! mengapa tadi kau tidak mengambil sekalian makanan untukmu" jawab Kenzo. Jika tau istrinya belum makan lebih baik tadi mereka makan bersama tapi salahnya juga tidak bertanya terlebih dahulu.
"Aku tidak nafsu makan tuan" sahut Rara dengan lesu. Makannya dirinya tidak sekalian membawa makanan karna Rara sedang tidak berselera makan.
"Jika kau sakit siapa juga yang repot? jadi lebih baik kau makan aku akan panggilkan maid sebentar" ucap Kenzo dengan bangkit dari duduknya tapi dengan cepat Rara menahan Kenzo agar tidak melangkah terlebih dahulu.
Melihat Rara yang nenahan tangannya Kenzo pun duduk kembali di sampingnya wanita itu.
"Sebenarnya aku pengin makan sesuatu tuan" jujur Rara. Dia sedari tadi memang menginginkan sesuatu untuk dimakan tapi dia tidak ingin merepotkan tuannya ini apalagi permintaannya yang sudah dipastikan tidak akan dituruti oleh Kenzo.
__ADS_1
"Apa?" tanya Kenzo. Tak biasanya Rara meminta sesuatu.
"Em aku ingin nasi goreng"
Mendengar permintaan yang menurut Kenzo gampang membuat laki-laki itu terkekeh. "Kalo begitu aku akan menyuruh maid membuatkannya untuk mu"
"Tidak tuan"
Rara menunduk. Masalahnya bukan itu jika dirinya ingin nasi goreng juga dirinya bisa memasaknya sendiri tanpa menyuruh maid.
Kenzo menaikkan kedua alisnya. "Lalu? kau ingin maid membelikan nasi goreng diluar?"
Rara menggeleng.
"Aku ingin em aku ingin tuan yang memasaknya untukku"
Kenzo tersentak mendengar ucapan wanitanya. "Ck, kau ini tau aku tidak bisa memasak! jadi lebih baik aku menyuruh maid yang memasak"
"Aku tidak mau tuan" tolak Rara mengkerucutkan bibirnya.
Kenzo bimbang, dirinya sama sekali tidak bisa masak apalagi memegang kompor saja tidak pernah. "Buatan ku tidak enak daripada kau sakit perut lebih baik aku membeli nasi goreng itu diluar, bagaimana?"
Rara menggeleng. Ia tetap tidak mau jika bukan tuannya itu yang memasak.
"Aku ingin tuan yang buatkan"
"Aku tidak bisa!"
"Nanti biar aku yang mengarahkan mu tuan"
"Ck kau mau mempermalukan ku huh?"
"Aku mau nasi goreng tuan bukan mempermalukan mu"
Rara tetap kekeh dengan pendiriannya. Lain dengan Kenzo yang nampak masam mendengar ucapan wanitanya yang nampak keras kepala.
Melihat Kenzo yang diam saja membuat Rara mengeluarkan aktingnya kembali. Ia menatap Kenzo dengan pandangan sedih. "Kalo tidak mau yasudah" ucap Rara menunduk.
Kenzo yang melihat itu diam dan akhirnya ia mengalah.
"Yasudah, kita kedapur sekarang"
__ADS_1
▫▫▫▫▫▫
Trimksih sudah membaca❤