My Devil Possessive

My Devil Possessive
Jadi?


__ADS_3

Hazel terkekeh mendengar ucapan mommynya itu. Akhirnya ia memutuskan untuk duduk kembali kesofa ruang tamu.


Hazel merasa bosan dirumah, ia ingin sekali berkeliling mencari udara segar tapi dirinya tidak memiliki teman. Jika mengajak mommynya itu pasti Lia tidak mau karna sibuk katanya.


"Tau gini mending sekolah" gumam Hazel sebal.


Tadi ia sempat mencari keberadaan kaka iparnya tapi nihil Hazel tidak menemukan keberadaan Maura, akhirnya ia menanyakan keberadaan kaka iparnya pada kepala maid dan jawaban bibi itu mengatakan jika Rara pergi karna ada urusan penting entah urusan apa bibi itu tidak tau.


Jadi Hazel memutuskan berkeliling rumah ini walau dibuat bosan, Marissa anak dari Bisur-kepala maid pun sedang tidak ada dirumah jadi Hazel benar-benar kesepian sekarang.


"Zel kamu tau kemarin perempuan itu kesini" sahut Lia duduk disamping anak keduanya.


Hazel menatap mommynya dengan malas. "Udah tau mom kemarin dikasih tau kaka ipar"


Lia hanya ber-oh menjawab pernyataan Hazel. "Mommy gasuka kalo dia balikan sama Kenzo"


"Emangnya kenapa?" tanya Hazel.


Lia memutar bola malasnya kesal. "Dia itu cuma mau harta Kenzo kamu tau kan? jadi mommy gasuka dia deket-deket Kenzo"


Hazel sedikit berfikir. "Semua aja mommy bilang cuma mau harta Kakak tapi ga semua tau mom" jelas Hazel membuat Lia berdecih.


"Kamu gatau aja gimana perempuan Zel"


Hazel membulatkan matanya mendengar ucapan Lia. "Aku juga perempuan mommy gimana gatau coba" ada-ada saja mommynya, dirinya kan juga seorang perempuan jadi dia tau semua yang berhubungan dengan perempuan.


"Kamu itu masih kecil"


Lagi-lagi dirinya dianggap anak kecil padahal kemarin dirinya berulang tahun ke-17 artinya dia sudah cukup dewasa bukan? tapi kenapa masih tersebut anak kecil. "Aku udah gede mom" ucap Hazel.


"Iya iya tapi sekarang kayaknya kita harus pikirin rencana buat jauhin Sisil dari Kenzo" bisik Lia.


Hazel menunjukan wajah binggungnya. "Maksud mommy?"



"Tumben mau makan rujak Ra" tanya Aisyah ketika melihat Rara sudah mulai memakan rujak yang dibelinya tadi didepan.


"Kepengin aja" sahut Rara dengan tangan yang mulai menyuapkan rujak buah itu kedalam mulutnya.


Aisyah seperti memikirkan sesuatu dipikirannya menatap hal tidak biasa tentang Rara. Ya memang sih keinginan setiap orang berbeda beda dan juga kadang-kadang tapi menurutnya ada sesuatu yang Rara alami.

__ADS_1


"Kamu kayaknya hamil deh Ra"


UhukUhuk


Mendengar ucapan ngawur dari sahabatnya membuat Rara tersedak. "Air Syah airr"


Aisyah langsung mengambilkan air dan memberikannya pada Rara. "Nihh Ra"


Menerima gelas tersebut Rara pun meminumnya dengan lahap. "Huh, legaa" ucapkan ketika tenggorokannya sudah membaik.


"Kamu kenapa ngomong gitu sih Syah? mana mungkin aku hamil" lanjut Rara.


"Ya bisa aja lah kan kamu udah punya suami gimana sih, tapi kayaknya emang bener deh coba kamu cek aja" jawab Aisyah dengan wajah yang terlihat berbinar. Ini masih belum tau kebenarannya tapi dia akan sangat bahagia jika Rara sampai hamil yang artinya nanti dia memiliki keponakan dari sahabatnya.


"Kamu ada-ada Syah" ucap Rara tak percaya. Dirinya baru selesai berhalangan kemarin jadi tidak mungkin jika dirinya hamil.


"Kali aja Ra kan kita gatau" ucap Aisyah.


Rara mengidikkan kedua bahunya acuh, ia kembali memakan rujak yang mengunggah seleranya sedari tadi.


"Aku kerja lagi ya Ra nanti lagi kita ngobrol. Aku takut dimarahin bu boss" ucap Aisyah dengan terkekeh.


Rara ikut terkekeh mendengar ucapan sahabatnya. "Yaudah sana daritadi bukannya kerja malah asik ngobrol disini" jawab Rara dengan wajah yang dibuatnya garang.


Mendengar itu membuat Rara kembali terkekeh. Akhirnya Aisyah pamit dari hadapannya untuk melanjutkan pekerjaannya sedangkan dirinya masih diam diruangan dengan rujak ditangannya.


Drtttdrtt


Handponenya yang berada dimeja tiba-tiba bergetar, disana nampak terlihat ada panggilan masuk.


+628953312**** is calling..


Rara menatap nomor yang tidak ia kenal itu dilayar ponselnya namun ketika ingin mengangkat malah ponselnya mati.


"Loh ko mati?" gumam Rara. Ia baru teringat ponselnya ini akhir-akhir ini sering nge-drop entah handponenya yang sudah lama atau baterainya yang mulai rusak.


"Pake mati segala lagi" Rara menatap ponsel persegi panjangnya. Ia lupa membawa cas-an jadi sepertinya sebentar lagi dirinya akan pulang.


Setelah menghabiskan makannya Rara bangkit dan membereskan tasnya. Jam sudah menunjukan pukul 14:00 jadi ia memutuskan untuk pulang sekarang.


Rara keluar dari ruangannya dan melangkah menuju lantai bawah.

__ADS_1


"Mau pulang Mbak?" sahut salah satu teman Rara yang kebetulan juga kerja ditempatnya.


Rara mengangguk dan tersenyum. "Iyah eh nanti kalo Aisyah nanya bilang aja aku pulang duluan sekalian titip butik ya"


"Baik mbak" ucap temannya itu.


Sebelum melangkah Rara berfikir akan menaiki apa pulangnya sekarang, ia tidak bisa menelpon supir karna ponselnya mati dirinya juga tidak mau memakai ojek sekarang karna Rara malas berurusan kembali dengan Kenzo tapi jika naik angkot Rara harus berjalan cukup jauh untuk menemukan rute angkot.


"Eh Jes boleh tolong pesenin ojol ga? hp aku mati soalnya" ucap Rara meminta tolong pada wanita dihadapannya yang bernama Jesi.


Dengan senang hati Jesi menolong Rara, dia pun segera membuka handponenya dan memesankan ojol untuk bos-nya sendiri. "Nih mbak ojolnya" jawab Jesi dengan menunjukan aplikasi di ponselnya.


Setelah menghafal plat nomor dan wajah sang ojek Rara pun mengangguk. "Makasih banyak ya Jes"


"Sama-sama bak" jawab Jesi dengan tersenyum.


Rara akhirnya berjalan keluar dari butiknya, sekarang ia akan menunggu ojol tersebut didepan.


Tak berselang lama ada seseorang menghampiri dirinya dengan tersenyum.


"Mbak Jesii?" ucap pria berjaket hijau.


Rara langsung mengangguk. Ia lantas mengambil helm yang diberikan pria itu dan memakainya.


"Ke titik lokasinya kan mbak?" tanya ojol tersebut ketika Rara sudah naik ke motornya.


"Iya pak" setelah memastikan semua sudah siap, motor itu pun melaju untuk mengantarkan kearah tujuan.


Rara tidak memasang titik tujuannya sampai depan rumah Kenzo, ia hanya mengetik tujuannya sampai depan jalan yang cukup dekat dari rumah milik Kenzo.


Disepanjang jalan Rara menatap jalanan yang luas, banyak pengendara lainnya yang melintas dan juga pejalan kaki yang berlalu lalang.


Tiba-tiba Rara menangkap mobil yang sangat ia kenali sedang berjalan tak jauh dari motor yang ia naiki. Mobil itu nampak parkir didepan sebuah restaurant mewah.


"Maaf pak kita bisa kesana dulu ga? soalnya saya kayak yang liat teman saya disana" ucap Rara pada ojol tersebut. Ia penasaran apa benar itu mobil Kenzo.


Ojol itu mengangguk dan berjalan menuju tempat yang ditunjuk Rara. Ketika sudah pada posisi Rara pun turun dari motor tersebut dan melihat-lihat kehadapannya.


Jadi ini yang dimaksud penting oleh tuan?


▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫

__ADS_1


Terimaksih sudah membaca❤


Mhon tinggalkan jejaknya dibawah ini ><👇👇


__ADS_2