
Rara terdiam disana dengan wajah pucat. Dia adalah pria yang selalu ia impikan setiap malam, bagaimana dia bisa ada disini?
"Ra? kamu kenapa?" tanya Aisyah yang melihat perubahan diwajah Rara, ia mengalihkan pandangannya pada orang yang berdiri disana. Saat melihat siapa pria dewasa dihadapannya Aisyah pun ikut mengubah raut wajanya.
Rara membalikkan badanya ketika melihat orang-orang disana menatap kearah dirinya dan sahabatnya, sedangkan Aisyah masih terdiam dengan pandangan kehadapannya.
Aisyah merasakan tangan dingin Rara yang mengenggamnya erat. "Kamu ngapain menghadap kesana Ra," bisik Aisyah. Mereka berdiri dengan tatapan berlawanan arah sekarang.
"Syah kamu jangan natap kesana terus! nanti ketauan gimana," ucap Rara tanpa melihat kebelakang.
Tiba-tiba saja Rara merasakan tubuh Aisyah yang menegang. "Balik Ra, balik."
"Balik kemana Syah? aku gak mungkin balik sedangkan anak-anak aku masih disini, gimana sih kamu!" Rara masih menggenggam erat tangan wanita disampingnya.
Aisyah langsung menggelengkan kepalanya. "Bukan balik ituu." keringat dingin Aisyah mulai keluar. "Balikin badan kamu."
Entah perasaannya saja atau emang benar, ia berasa dibelakangnya seperti ada yang sedang berdiri.
"Mamah!"
Rara kenal dengan suara itu, itu pasti adalah suara Kevin yang memanggilnya. Suara itu nampak berasal dari belakangnya dengan cepat Rara membalikkan badannya dan melihat orang yang berdiri didepannya.
♣
Kenzo menatap anak yang berada didepannya. Ia merasakan hatinya menghangat ketika berada didekat anak yang entah ia tau asalnya dari mana.
"Mamah ndak ninggalin aku sendilian, tadi Mamah pelgi kekamal mandi telus Kepin mau nyusulin Mamah tapi kayakna kesasal," ucap Kevin kepada orang yang menggendongnya ini. Entahlah sebenarnya Kevin tak suka jika digendong orang yang tak dikenalnya tapi ketika digendong pria ini Kevin seakan tak ingin diturunkan.
Kenzo mengelus puncuk anak yang digendongnya. "Jadi nama kamu Kevin?"
Kevin menggangguk. Tiba-tiba saja Kenzo menangkap kedua orang yang berdiri tak jauh dari tempatnya. Ia nampak kenal dengan kedua orang itu tapi salah satu diantara mereka langsung membalikkan tubuhnya.
Hati Kenzo tiba-tiba saja merasakan ada yang aneh dengan kedua orang itu, dengan segera ia melangkahkan kakinya berjalan menuju kearah kedua orang tersebut.
__ADS_1
Sampai didepan mereka Kenzo menatap orang yang menatapnya juga, ia kenal jika itu adalah salahsatu karyawan yang bekerja dengan wanitanya lebih tepatnya sahabat wanitanya.
Anak yang digendongnya tiba-tiba saja memanggil wanita yang membelakanginya dengan sebutan 'Mamah'
Ketika wanita itu berbalik jantung Kenzo seakan ingin lepas dari tempatnya.
♣
Rara berbalik dan diam menatap Kenzo dihadapannya. Ini kali pertamanya ia kembali menatap wajah sang suami sekian lamanya. Tak ada perubahan tapi mungkin pria didepannya nampak lbih kurus dari sebelumnya.
"Tua..n? apa kabar?" sahut Rara mengeluarkan suaranya setelah beberapa lama berdiam. Suaranya sulit sekali dikeluarkan dan parahnya lagi kenapa ia berbicara seperti itu pada pria dihadapannya?
Kenzo masih diam menatap wanita yang sangat ia rindukan, Hans dan para Bodyguard dibelakangnya hanya diam tak berani bersuara.
"Kau bertanya kabarku? setelah kau pergi meninggalkan ku, kau masih sempat menanyai kabarku?" suara berat itu membuat Rara terdiam.
Kevin yang berada ditengah-tengah mereka hanya diam menatap keduanya binggung, tak lama Kevin pun meminta diturunkan alhasil Kenzo menurunkan anak tersebut terlebih dahulu lalu kembali menatap Rara yang masih diam dihadapannya.
"Maaf saya permisi dulu," Rara mencoba untuk pergi dari hadapan pria ini, tapi sebelum ia melangkah tangan kanannya terlebih dahulu dicekal oleh pria dibelakangnya.
"Kau ingin meninggalkanku lagi? apa tidak cukup 4 tahun kau meninggalkan ku?" Rara menghentikan langkahnya. Airmatanya sudah tidak bisa dibendung lagi sekarang.
Aisyah yang melihat itu langsung bersuara. "Kevin sayang?" ia menatap sang anak yang digendong Rara. "Sama tante dulu yuk?" Rara pun memberikan Kevin pada Aisyah yang sudah menggendong sang anak.
Hans memberi isyarat agar para Bodyguard untuk pergi menjauh dari Kenzo, Sekertaris itu pun menarik pelan Aisyah yang masih diam menatap kedua orang ini.
Sekarang disini tersisa Rara dan juga Kenzo. Rara membalikkan badannya kembali menatap Kenzo dengan airmata yang sudah membasahi wajah cantiknya.
Mendapatkan airmata jatuh dari wanitanya, Kenzo langsung mendekat untuk menghapus airmata Rara.
"Jangan nangis, kau tau? satu airmata saja yang turun di-wajahmu mampu membuat seribu luka dihatiku" lembut Kenzo dengan memeluk Rara setelah menghapus airmata wanita itu.
Rara tak membalas pelukan tuannya itu, ia memilih diam dengan menahan airmatanya.
__ADS_1
"Aku merindukan mu sayang," Kenzo memeluk erat wanitanya, ia sungguh merindukan Rara. Kenzo segera melepaskan pelukannya ketika tidak direspon oleh wanita ini.
"Maafkan aku, maafkan aku karna tak bisa menjagamu. Ku mohon jangan pergi lagi dariku," Kenzo menunduk dengan tangan yang kembali mengenggam Rara. Mata Kenzo memerah, sungguh ia menyesal karna tak dapat menjaga Rara dengan baik.
Rara melepaskan genggaman itu lalu menghapus airmatanya dengan kedua tangannya.
Kenzo tau mungkin wanita ini masih marah padanya, masih kecewa padanya. "Kau mau kembali padaku-kan?" tanya pelan Kenzo dengan menatap pada wanita didepannya.
Rara menunduk. Ia tak tahu harus menjawab apa.
"Kita pulang sekarang ya?" Kenzo akan menjelaskan semuanya dirumah, yang terpenting sekarang ia harus membawa wanitanya pulang bersamanya.
Mendengar itu Rara langsung mengangkat wajahnya menatap Kenzo. Ia langsung menggelengkan kepalanya. "Maaf tuan, hiks aku gabisa."
Hans beserta Aisyah yang menggendong Kevin ditangannya langsung membulatkan matanya ketika mendengar penolakan dari Rara. Ya mereka berdiri tak jauh dari mereka yang artinya mereka masih bisa mendengar suara mereka. Jangan salahkan mereka jika mereka menguping karna anak yang berada digendongan Aisyah tak mau jauh-jauh dari keberadan sang mamah jadi Aisyah berdiri tak jauh dari Rara.
"Terima Ra ikut pulang aja," gumam Aisyah yang membuat Hans menatapnya malas.
"Kau masih marah padaku?" airmata Kenzo lepas dari matanya, ia takut wanitanya menolak hidup bersamanya kembali. "Aku meminta maaf sayang, aku tau ini kesalahan ku. Aku janji akan menjaga-mu dengan baik tolong ku-mohon maafkan aku," Kenzo menunduk dan mencium tangan Rara yang digenggamnya.
"Hiks maafkan aku juga t..uan hiks aku pergi tanpa seiizinmu saat itu hiks," entah kenapa setelah kecelakaan tersebut membuatnya menjadi lebih sensitif, ia jauh lebih cengeng dari sebelumnya. Entah karna kecelakaan atau faktor umur.
Kenzo tersenyum masam. "Kita pulang ya?" tanya Kenzo lagi yang membuat Rara kembali menggelengkan kepalanya.
"Kau tak ingin pulang kerumahku? aku akan membelikan rumah untuk kita jika kau tak mau pulang kerumah itu," lanjut Kenzo membuat Rara dengan cepat menggeleng kepalanya.
"Hiks kita jangan pulang dulu tuan, Keyla masih belum ditemuin. Anak tuan satu lagi hilangg," tangis Rara pecah, ia takut dibilang tidak becus menjaga anak dengan baik oleh Kenzo.
Aisyah dan Hans yang mendengar itu langsung tersentak kaget. Aisyah menatap Kevin yang masih berada digendongannya. "Aduh Vin, tante lupa cari adik kamu."
▫▫▫▫
Trimksih sudah mmbaca😘
__ADS_1