My Devil Possessive

My Devil Possessive
Ribut kembali


__ADS_3

Kenzo keluar dari mobilnya dan berjalan masuk kedalam kantor yang berada dihadapannya tentunya diikuti Hans dari belakang.


Sebenarnya Kenzo malas untuk pergi hari ini karna ia masih merindukan wanitanya tapi rapat penting ini yang memaksanya untuk bekerja hari ini.


Banyak pasang mata yang menatap hormat dirinya tapi Kenzo hanya acuh seperti biasa. Mood-nya cukup tidak bagus hari ini. Ia segera masuk kedalam ruangannya dan duduk dikursi meja kerjanya.


Kenzo terlihat menghela nafasnya pelan. "Kapan rapat itu Hans?" dingin Kenzo kepada Hans yang berdiri dihadapan mejanya.


"Sekitar lima belas menit lagi tuan," sopan Hans membuat Kenzo langsung mengangguk.


"Yasudah kau kembali saja sana." sahut Kenzo mengusir halus sekertarisnya ini agar keluar dari ruangannya.


Dengan segera Hans mengangguk. "Baik, kalo begitu saya permisi dulu," Hans pun berbalik dan berjalan keluar dari ruangan bosnya.


Kenzo hanya diam dengan merebahkan punggungnya kekursi, ia menatap handponenya untuk menghubungi wanitanya. Kenzo merasa ada sesuatu yang terjadi dengan wanitanya tapi saat ia mencoba menelpon, telpon itu tidak diangkat oleh Rara.


"Kemana dia?" gumam Kenzo masih dengan mencoba menelpon tapi sayangnya tidak diangkat.


Tak lama kemudian Hans kembali masuk kedalam ruangan Kenzo dengan beberapa file yang dipegangnya.


"Apa lagi?" tanya Kenzo tanpa mengalihkan pandangannya pada orang yang barusan masuk.


"Maaf tuan, karna ada beberapa masalah mendadak rapat jadi diundur hingga siang ini."


Mendengar itu Kenzo menatap Hans tajam, ia sudah pagi-pagi kesini dan terpaksa meninggalkan wanitanya di rumah tapi ternyata rapatnya diundur?


"Ck! aku terpaksa meninggalkan istriku dirumah dan mereka memundurkan rapatnya gitu aja? sudahlah Hans batalkan saja rapat itu." ucapan Kenzo membuat Hans membulatkan matanya. Rapat ini cukup penting untuk perusahaan tapi Kenzo memilih dibatalkan?


"Tapi tuan, rapat ini cukup penting." Hans berdoa agar pria dihadapannya ini mau untuk tidak membatalkan rapatnya.


"Apa peduli-ku?"



Rara berdiri dan menatap Lia dengan pandangan diam. Ia sudah lama tidak bertemu nyonya ini dan dilihatnya cukup tidak ada perubahan dari wanita berumur dihadapannya. "Maafkan anak saya, nyonya." ucap Rara menunduk. Ia takut Lia memarahi anaknya karna menabrak kaki Lia.


Lia diam menatap menantunya yang ternyata masih hidup, dan apa tadi dia bilang? anak? Ia langsung mengalihkan pandangannya pada kedua anak kembar yang berdiri disamping menantu yang tak diinginkan nya. Ternyata mereka adalah anak Kenzo yang tak lain adalah cucu kandungnya.


"Mereka anak kamu?" ucap kecil Lia tak percaya. Dirinya tidak tau bahwa ternyata Rara hamil anak Kenzo.


Rara mengangguk meng-iyakan ucapan Lia.


Kevin dan Keyla berdiri dibelakang sang Mamah karna takut wanita dihadapannya ini marah pada mereka. Rara memegang anaknya untuk menenangkan mereka berdua agar tetap tenang.

__ADS_1


"Keyla minta maaf dulu sama-" Rara binggung menyebut Lia sebagai nenek atau nyonya karna bagaimana pun wanita berumur itu adalah nenek dari kedua anaknya. "Sama ny..onya ya, kan kamu tadi nabrak kakinya." lanjut Rara meminta anaknya untuk meminta maaf.


Keyla yang berdiri disamping Rara langsung mengangguk. "Iya Mah," dengan segera Keyla berlari kearah Lia dan menggantungkan tangannya untuk menyalami wanita itu.


"Maapin Keyla ya," Keyla menjulurkan tangannya sebagai perminta-maafan tapi Lia hanya diam tak berniat menerima uluran tangan Keyla.


Tidak mendapat jawaban dari Lia, Keyla pun menggapai sendiri tangan Lia dan menyiumi tangan itu setelahnya ia kembali ke Mamahnya yang masih diam berdiri.


"Udah." sahut Keyla berdiri disamping Rara.


Melihat itu Rara tersenyum sembari mengelus pelan puncuk sang anak.


Lia masih diam mematung, ia masih tak menyangka Rara melahirkan cucunya. Jika begitu pasti Kenzo tidak akan mau menceraikan wanita ini. Apa yang direncanakan menantunya? apa dia kembali karna ingin mengambil harta gono-gini dari Kenzo?


Segera Lia pergi dari hadapan Rara tanpa bersuara apapun, dirinya memilih pergi karna tidak tau harus berbuat apa tapi iya akan memikirkan kembali bagaimana caranya agar Rara pergi dan tak pernah kembali kerumah ini lagi.


Menatap kepergian Lia, Rara pun hanya diam. Apa Lia masih tidak menyukai dirinya? padahal Rara tidak memiliki kesalahan apapun pada Lia tapi kenapa mertuanya itu sangat tidak menyukainya.


"Dasal ante galak." sahut Keyla menatap kepergian Lia yang tidak berbicara apapun.


"Tau! ndak sopan pelgi gitu aja." sahut Kevin melanjutkan ucapan adiknya-Keyla.


Rara segera mensejajarkan tubuhnya dengan kedua anaknya. "Kevin, Keyla gak boleh gitu. Dia itu Nenek kalian loh. Jangan gitu ya kalian tetep harus ngehormatin Nenek Lia." jawab Rara pelan didepan Keyla dan Kevin.


"Ante tadi Nenek Kepin? ko ndak kayak Papah."


Rara hanya tersenyum mendengar ucapan kedua anaknya, ia jadi binggung sendiri menjawab apa.


"Oh iya katanya kalian mau jalan-jalan, kita jalan sekarang aja yuk?" ucap Rara mengalihkan pembicaraan.


Mendengar kata jalan-jalan membuat mata kedua anaknya kembali berbinar. "Yee! ayuk Mahh," ketiganya pun berjalan keluar dari rumah ini untuk pergi ke-suatu tempat yang akan dikunjungi Rara hari ini.


Saat diluar rumah, Keyla menatap beberapa mobil milik Kenzo. "Keyla mau naik mobil itu." ucapnya dengan menunjuk mobil warna merah.


Kevin yang menatap mobil itu langsung menggeleng. "Ndak bole! Kepin mau na naik mobil walna itu aja." tunjuk Kevin memilih mobil berwarna Hitam.


Keyla dan Kevin segera berlari menuju kemobil yang ditunjuk mereka tadi. Rara yang melihat itu kembali dipusingkan dengan tingkah laku keduanya.


"Mau mobil ini, Mah!!"


"Kepin mau naik ini aja!"


Rara mendekat kearah kedua anak itu. "Eh ko pada berantem? mending kita naik ojol aja yuk." sela Rara melerai kedua anaknya.

__ADS_1


"Ndak mau! mau naik mobil ini aja!" sahut Keyla dengan tajam.


"Naik mobil ini aja!" ucap Kevin tak kalah tajam.


Alhasil timbul-lah perdebatan diantara keduanya yang membuat Rara pusing bukan kepalang.


"Udah-udah. Kalo kalian masih ribut kita batalin aja jalan-jalannya." tegas Rara yang membuat Keyla dan Kevin diam.


Beberapa supir hanya diam menatap istri dan kedua anak bosnya, mereka juga jadi ikut binggung dengan situasi ini.


"Ayo diantara kalian harus ada yang ngalah, siapa yang mau ngalah?" ucap kembali Rara menatap kedua anak yang berdiri saling berjauhan.


"Kepin kakak-na jadi Kepin halus ngalah sama Keyla!" jawab Keyla menatap kakaknya.


Anak keduanya itu memang kadang memanggil Kevin dengan nama saja atau pake embel-embel Kakak, padahal Rara sudah bilang jika Keyla harus sopan dengan memanggil Kevin kakak tapi anak itu tetap saja bicara sesuka hatinya.


"Sehalusna Keyla nulutin kata kepin kalna Kepin kakak na Keyla!"


Rara cukup sabar menghadapi kedua anak-nya ini. "Biar adil kita naik mobil yang lain aja ya." pelan Rara membuat keduanya langsung mengangguk.


Keyla dan Kevin akhirnya menunjuk kembali mobil berwarna putih yang terparkir ditengah-tengah mobil yang diperdebatkan tadi.


Dengan segera Rara pun mengangguk dan meminta diantarkan oleh salah satu supir. Ketiganya pun masuk kedalam kursi penumpang.


"Nanti Keyla bilang ama Om Iki bial kak Kepin dimalahin." ucap Keyla ketika sudah duduk disamping kiri Rara sedangkan kakaknya disamping kanan Rara. Kedua anak itu jika sedang marah tidak boleh duduk berdekatan karna takut terjadi ribut kembali alhasil Rara pun duduk ditengah-tengah mereka.


"Kepin mau bilang juga ama Papah bial Keyla dimalahin!"


Yang satu masih berpihak pada Riki sedangkan yang satunya berpihak pada Kenzo. Jadi Rara harus bagaimana sekarang?


"Udah ya, gak cape apa berantem terus?" Rara mengelus puncuk kedua anaknya dan menyandarkan tubuhnya pada kursi dibelakangnya.


"Keyla yang duluan!"


"Kepin yang duluan!"


Baru saja tenang keduanya kembali bersuara menyalahkan satu sama lain. Padahal Rara saat kecil bisa dibilang cukup kalem tapi kenapa kedua anaknya sifatnya berbeda sekali dengannya dulu.


Nurun kelakuan bapaknya kali ya?


▫▫▫▫▫


Trimksih sudh mmbaca❤

__ADS_1


__ADS_2