
Lia menatap Rara dengan pandangan yang sulit diartikan. Ia sedikit heran karna sekarang tatapan Rara seperti menantang dirinya.
"Oke kita liat aja nanti," setelah mengatakan itu Lia pun berbalik dan berjalan menjauhi kedua orang yang nampak masih terdiam ditempatnya.
Hazel menatap wanita disebelahnya dengan tersenyum. "Maafin mommy ya kakak ipar, mommy emang suka gitu hehe." kekeh Hazel merasa tak enak.
Rara pun tersenyum tipis. "Gapapa Zel, oh ya aku ke-kamar dulu ya mau mandi."
Dengan cepat Hazel mengangguk. "Iya."
Mendapat jawaban dari adik iparnya, Rara segera melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah Kenzo. Sekarang dirinya akan membereskan pakaiannya dan juga membersihkan diri.
"MAMAH!"
Sebelum Rara menaiki tangga tiba-tiba saja terdengar suara teriakan dari arah pintu utama, ia segera berbalik dan melihat asal suara tersebut.
"Huwaaa." Keyla berlarian menuju Rara yang masih terdiam didepan tangga, nampak anak perempuan itu menangis.
"Eh kok Keyla nangis," Rara menurunkan badannya untuk mensejajarkan tubuhnya dengan anak keduanya ini.
Keyla mendekat dan memeluk wanita dihadapannya, ia menangis dengan sesegukan. "Hiks Mamah na ninggalin Keyla."
Helaan nafas terdengar dari bibir Rara, ia kira anaknya ini kenapa. "Udah ya cup cup, Mamah gak ninggalin Keyla kok ini buktinya Mamah disini," ucap pelan Rara dengan mengelus puncuk kepala Keyla.
"Kakak kamu mana?" lanjut Rara dengan mengedarkan pandangan pada sekelilingnya, ia tidak melihat Kevin disini.
"Di-lual ama om Anteng," jawab Keyla dengan mengucek-ngucekkan matanya membuat Rara menarik pelan tangan anaknya itu agar tidak melukai matanya sendiri.
"Yaudah kalo gitu Keyla mandi duluan yuk? biar wangi."
Keyla pun mengangguk dan merentangkan tangannya meminta digendong, mau tak mau Rara pun menggendong anak perempuan tersebut.
_
"Tuan Kevin gak mau masuk?" tanya seorang laki-laki berbadan tegap kepada anak kecil laki-laki dihadapannya.
__ADS_1
Anak laki-laki itu menggelengkan kepalanya. "Kepin ndak mau masuk." ucap anak tersebut yang tak lain adalah Kevin.
Hans nampak lelah menghadapi bos juniornya ini, sedari tadi Kevin tidak ingin masuk entah kenapa anak laki-laki ini.
"Tuan Kevin ingin apa?" tanya Hans mencoba mencari tau keinginan anak Tuannya.
"Ndak mau apa-apa," singkat Kevin dengan menekukkan kedua tangannya melipatnya didepan dada dan gelengan dikepalanya.
Hans binggung sekarang, setelah sampai kerumah ini anak pertama tuannya ini tidak ingin masuk lain dengan sodara kembarnya yang sudah berlarian masuk kedalam rumah.
"Ada apa ini?" tiba-tiba saja dari arah belakang Kevin muncul sesosok wanita dewasa yang tak lain nyonya dari rumah ini.
Ya, Lia menatap Hans dengan pandangan tanya. Ia mendengar suara berisik dihalaman rumahnya ini jadi Lia memutuskan untuk kesini.
"Tidak ada apa-apa Nyonya, tidak ada yang perlu dikhawatirkan." jawab Hans dengan sopan.
Lia mengalihkan pandangannya pada anak yang sekarang menatapnya, ia tersenyum tipis ketika melihat Kevin yang nampak mirip dengan anaknya ketika kecil dulu.
Lia mensejajarkan tubuhnya dengan anak dihadapannya. "Nama kamu Kevin kan ya?" tanya Lia dengan mengelus puncuk kepala Kevin.
"Kamu mirip banget sama Kenzo," Lia menurunkan tangannya mengelus pipi tembam Kevin.
Kevin hanya diam tak berkutik ketika Lia membelai pipinya pelan.
Tidak mendapatkan respon Lia pun hanya tersenyum dengan bangkit dan berdiri didepan Kevin. Ia menatap Hans yang masih terdiam disana.
"Kamu jagain anak ini," sahut Lia. Setelah itu Lia pun berjalan masuk kedalam rumah dibelakangnya.
Hans masih diam dengan tatapan menatap Nyonya nya itu, ada apa dengan Lia? bukannya Lia tidak menyukai nona mudanya? pastinya dia juga tidak menyukai kedua anak yang menjadi cucu nya ini bukan? apa ini pertanda jika Lia mulai bisa menerima nonanya dan kedua anaknya?
Hans hanya berharap Nyonya nya itu bisa menerima Nona mudanya.
_
Sekarang Rara sudah berada dikamarnya dan Kenzo, tadi ia rencananya akan memandikan Keyla namun sayangnya anaknya itu ingin mandi bersama Papahnya-Kenzo alhasil Rara hanya menunggu kedua orang itu selesai mandi.
__ADS_1
Ting!
Rara menatap handpone nya yang bergetar disamping ranjang. Dengan segera ia mengambil ponsel itu dan melihat siapa yang mengirimnya pesan.
"Aisyah? tumben sms," Rara menatap layar ponselnya itu dan membuka pesan yang dikirimkan sahabatnya.
From: Aisyah.
Ra, semuanya udah siap.
Senyum dibibir Rara terbit membaca pesan tersebut. Ia segera mengetik dan membalas pesan dari Aisyah.
To: Aisyah.
Syukur deh, maaf ya aku gak sempet kesana.
Send.
Setelah tekirim Rara pun mematikan ponselnya dan menaruhnya dimeja yang terletak disampingnya. Besok malam adalah hari yang akan menjadi sejarah bagi dirinya, Rara akan menyiapkan dirinya semaksimal mungkin untuk beberapa hari kedepan.
"Sayang! ini Keyla nya gak bisa diem gimana?!"
Suara teriakan itu membuyarkan lamunan Rara, ia menghela nafasnya pelan.
"Berasa punya anak tiga kalo gini," Rara sedikit terkekeh lalu bangkit dari duduknya. Ia berjalan mendekati pintu kamar mandi dan masuk kedalamnya ketika Kenzo menyuruhnya masuk.
Dan alhasil mereka bertiga pun sekarang mandi bersama.
▫▫▫▫
Terimksih sudah mmbaca!
Jangan lupa like, vote, comentnya ya!
Itu berarti banget buat autor!❤
__ADS_1