My Devil Possessive

My Devil Possessive
Akhir segalanya


__ADS_3

Kenzo menatap kalung yang ia angkat kehadapan wajahnya. Sekarang dirinya berada didalam kamar Rara setelah pulang dari rumah sakit tadi ia langsung keruangan ini.


Kalung tersebut nampak sudah menghitam karna gosong, dirinya hanya diam menatap kosong kalung tersebut dengan sebatang rokok ditangannya.


Kenzo memang bukan tipikal orang perokok tapi sekarang ia memegang benda tersebut karna sedang merasa putus asa didalam hidupnya.


"Maafkan aku karna tak bisa menjaga mu dan calon anak kita dengan baik" Kenzo mengenggam kalung tersebut erat karna hanya itu kenangan satu-satunya milik Rara.


Suami macam apa Kenzo yang tidak tau jika istrinya sendiri sedang mengandung? sebenarnya Kenzo sempat tidak percaya karna ia selalu menyuruh kepala maid itu agar memberi obat KB untuk Rara agar wanita itu tidak hamil.


Ia memang sengaja karna saat itu Kenzo tak ingin mengambil resiko. waktu itu Rara hanya dijadikan jaminan hutang oleh ayahnya, apalagi mereka belum saling menyukai dan kenal dekat, jadi Kenzo tak ingin Rara hamil terlebih dahulu.


Tapi mendengar Rara mengandung anaknya ada rasa bahagia didalam hatinya, tapi semuanya sudah terlambat karna Rara tak lagi ada disisinya sekarang.


Kepulan asap rokok memenuhi kamar ini, botol-botol bekas minuman pun berserakan dimana-mana. Kenzo nampak sudah tak peduli dengan kehidupannya.


Toktoktok!


Ceklek


Pintu ruangan ini terbuka menampilkan Hans yang bergerak masuk kedalam kamar.


"Tuan makanan sudah siap, tuan sebaiknya makan terlebih dahulu karna tuan belum makan sejak tadi pagi" sahut Hans mencoba agar Kenzo tak sedih terlalu dalam.


Tuannya ini nampak seperti orang yang kehilangan hidup, Hans tak menyangka jika kepergian Rara membuat Kenzo memakan barang-barang haram tersebut.


"Aku tidak mau makan, lebih baik kau pergi saja!" dingin Kenzo tanpa menatap Hans dihadapannya.


"Tapi tuan belum makan dari pagi" ucap Hans mencoba membujuk tuannya karna ia tak ingin Kenzo sampai sakit.


"Aku bilang Pergi!"


"Tua..n" bujuk Hans.


"PERGI!!"

__ADS_1


Mendengar nada tak bersahabat dari Kenzo, Hans pun segera pergi meninggalkan ruangan ini.


"Argghh!"


Pranggg!


Kenzo menghempaskan botol-botol yang berada dimeja hadapannya dengan kedua tangannya. Botol tersebut nampak pecah berkeping-keping dibawah lantai sana.


Kenzo menghempaskan tubuhnya dikasur dan menenggelamkan kalung tersebut didadanya.


"Aku merindukanmu hiks, maafkan aku karna tak bisa menjagamu dengan baik" Kenzo memejamkan matanya merasakan kalung milik Rara yang melingkar didadanya.



"Tuan"


Kenzo membuka matanya ketika mendengar suara yang sangat ia rindukan.


Ia langsung bangun dan melihat wanitanya sedang berdiri disamping ranjang tempat tidurnya.


Wanita itu tersenyum menatap Kenzo yang nampak berantakan sekarang. "Tuan tidak boleh sedih" Rara menghapus airmata yang turun dari kelopak mata Kenzo.


Kenzo tersenyum bahagia, wanita-nya kembali berarti dokter tersebut salah. Rara tidak terlibat dalam kecelakaan tersebut, buktinya dia ada disini bukan?


"Aku tidak akan sedih jika kau berada disisiku! ku mohon jangan tinggalkan aku lagi! kau tau hidupku tidak ada artinya lagi jika kau pergi!" lirik Kenzo berdiri menatap Rara. Mereka saling berhadapan sekarang.


Rara tersenyum masam menatap Kenzo. "Tuan harus meng-ikhlaskan ku ya? tuan jangan larut dalam kesedihan seperti ini, aku tidak akan tenang nanti" ucapnya dengan masih tersenyum.


Kenzo menggelengkan kepalanya dengan wajah tak tenang.


"Maafkan aku tuan karna aku tidak bisa lagi berada disisimu" Rara pun berbalik dan berjalan menuju pintu yang terbuka disana.


"Berhenti disana! jika kau melangkah sekali lagi, aku tidak akan mengampunimu!" sahut Kenzo yang membuat Rara berhenti dan berbalik kembali menatap Kenzo yang masih berdiri disisi ranjang.


"Maafkan aku tuan aku harus tetap pergi dari sini, aku mohon tuan jangan sedih berlarut seperti ini ya. Kehidupan tuan masih panjang jangan merasa terpuruk hanya karna aku" jawab Rara dengan mata yang menatap Kenzo lembut.

__ADS_1


"Kau harus tetap bersama ku! kau tidak boleh pergi kemana-mana!" Kenzo ingin sekali mendekati Rara yang sudah berdiri diujung pintu tapi kakinya terasa berat sekali untuk melangkah.


Rara tersenyum kembali. "Aku harus pergi, tolong tuan jaga diri baik-baik disini ya" setelah mengucapkan itu Rara segera keluar dari pintu yang nampak bercahaya dimata Kenzo.


"Kau ingin pergi kemana!!


"Maura!"


"MAURA!!!"


Kenzo tiba-tiba membuka matanya dan terduduk disisi ranjang. Ia menatap kalung yang masih digenggamnya sekarang.


Ya! Kenzo ternyata hanya mimpi tadi tapi ia merasakan jika semua itu adalah nyata. Wanitanya kembali kerumah ini dengan senyum lebar diwajahnya, senyum yang sangat ia rindukan.


"Apa ini semua pertanda?" gumam Kenzo meletakkan kalung tersebut kembali di dadanya. Apa ia harus meng-ikhlaskan kepergian wanitanya? tapi bagaimana hatinya? apa mampu melewati ini semua tanpa adanya Rara disisinya?


Kenzo mengambil bingkai foto yang terdapat diatas nakas temlat ranjangnya. Ia menatap foto tersebut dengan mata sendunya.


"Bagaimana aku bisa hidup tanpa kau disisiku hah? kau berjanji untuk tidak akan pergi dari hidupku sebelum aku yag menyuruhmu pergi tapi kenapa sekarang kau pergi tanpa seiizinku?" Kenzo membelai foto Rara dihadapannya.


"Jika itu mau mu, aku akan meng-ikhlaskan mu pergi dari sini jika kau merasa bahagia tanpa ku" mata Kenzo sudah terlalu sembab untuk menangis kembali.


"Tapi aku tidak yakin jika aku bisa bahagia tanpamu disini" Kenzo memeluk bingkai foto Rara yang tersenyum disana. Ia mengeluarkan segala sesal dihatinya karna tak mampu menjaga Rara dengan baik.


Sekarang ia harus merelakan wanita yang ia sayangi untuk pergi selama-lamanya darinya dengan membawa calon anaknya. Ia tidak boleh terus-menerus seperti ini karna masih ada ibu dan adiknya yang harus ia hidupi.


Kenzo akan mencoba bertahan sampai tuhan menjemputnya untuk bersama kembali dengan wanitanya.


"Aku sangat mencintaimu sayang"


Apakah ini akhir dari segalanya? Kenzo tak tahu itu, yang jelas ia masih harus hidup dalam kekejaman dunia ini.


▫▫▫▫▫▫


Trimksih sudah mmbaca❤

__ADS_1


Jan bosen-bosen ya!


__ADS_2