My Devil Possessive

My Devil Possessive
Fitting


__ADS_3

Rara berjalan menuju kearah Rio yang masih memainkan hp nya itu, gaun yang sekarang ia pakai adalah gaun bermotif hitam putih panjang terkesan elegan.


"Tuan"


Kenzo pun mengalihkan pandangannya kearah Rara yang memanggilnya.


Deg!


Cantik itu yang hinggap di pikiran Kenzo.


Rara memang terlihat cantik memakai gaun itu, walau di muka nya belum ada riasan namun wajahnya sudah terlihat cantik walau natural.


"Tuan apa kau menyuruhku untuk berganti lagi?"


"Kau ingin ganti?"


"Tidak, aku suka dengan gaun ini" tolak Rara.


"Yasudah jika kau suka dengan gaun itu, Zah bisa kau antar nanti kerumah ku kan?"


Syukurlah akhirnya tuan tidak memintaku mengganti gaun lagi.


Rara pun masuk kedalam ruangan itu lagi untuk berganti pakaian yang ia pakai ketika datang ke butik ini.


Zahra yang mendengar itu hanya mengangguk "Bisa tuan, Saya akan mengantarkannya langsung"


"Oke"


Setelah selesai Rara keluar berjalan ketempat dimana tuan mudanya itu menunggu.


Kenzo yang melihat Rara sudah selesai pun memegang tangannya dan melangkah menuju mobil yang terparkir.


"Tuan sebenarnya ada apa" tanya Rara ketika sampai di mobil.


Kenzo yang mendengar itu menatap wajah wanita disebelahnya "Kau tidak perlu tau"


Ish aku kan hanya ingin tau!


"Tuan memang nya gaun itu untuk siapa"


"Calon istriku"


Rara hanya menatap dengan pandangan binggung yang dimaksud tuan mudanya itu siapa? Apa dirinya? tapi Rara tidak ingin menyimpulkan bahwa gaun itu untuknya kalo memang benar bukan untuknya kan jadi dia tidak berharap lebih.


Akhirnya tidak ada suara lagi di dalam mobil itu hanya ada suara dari padatnya jalan kota jakarta ini.



Tuk!tuk!tuk!


Suara sepatu dari seorang perempuan membuyarkan ekspresi tegang para pelayan yang masih berkumpul di ruang tamu milik Kenzo.


"Loh ini pada ngapain kumpul disini?" ucap gadis yang masih memakai seragam SMA.


"Maaf non Hazel, tidak ada apa-apa maaf kami permisi" ucap Bi Sur, ketua dari para pelayan yang ada disini.

__ADS_1


Hazel mega xander adalah anak kedua dari keluarga Xander, tak lain juga adik dari Kenzo.


Hazel melihat para pelayan nya mulai berhamburan menuju kearah dapur pun menatap dengan pandangan bingung, untuk apa mereka berkumpul tadi? Memangnya ada kejadian apa yang ia lewatkan? Mungkin Hazel harus menanyakan ini ke momy nya siapa tau momynya itu tau.


"Momy! Hazel pulanggggg!!!" teriak Hazel dari ruang tamu, padahal seharusnya ia teriak ketika baru masuk kedalam rumahnya, karna tadi Hazel melihat keramaian di ruang tamunya itu akhirnya ia tak mengeluarkan teriakan emas yang membuat telinga semua orang pada ambeyen.


Lia keluar dan berjalan dari kamarnya yang terletak di lantai dua "Duh Zel bisa gak sih gausah teriak gitu"


Hazel yang mendengar itu hanya cengengesan, sering kali ia ditegur karna suaranya itu namun setelah mengucapkan maaf kepada momynya itu keesokan harinya Hazel tetap mengulangnya lagi membuat sang momy cape menasehatinya.


"Hehehe maaf momy aku tidak akan mengulanginya deh"


"Halah, kemarin aja bilang gitu tapi sekarang apa?"


Hazel hanya terkekeh mendengar tuturan dari momy nya itu.


"Kamu dari mana aja udah malem baru pulang! sekalian aja gausah pulang!",


"Maaf mom aku tadi kerjain tugas dulu dirumah temen"


"Kerjain tugas apa main?"


"Kerjain tugas ko mom"


"Yang bener?"


"Hehehe kan abis ngerjain tugas main bentaran doang ko mom"


"Sekarang udah jam 8 malem, kamu bilang bentar? Hp kamu juga ditelpon ga diangkat-angkat"


"Lowbet mom"


"Mommy kenapa jadi marah-marah sihh kan yang penting aku pulangg dengan selamat" jawab Hazel dengan kesal.


Lia yang mendengar itu menatap tajam sang anak "Ck! Mommy cuma khawatir"


"Duh Hazel sayang deh sama mommy"


Ketika mereka sedang berbicara diruang tamu, terdengar suara langkah berjalan dari arah pintu depan, Lia dan Hazel yang mendengar itu pun mengalihkan pandangannya kearah pintu itu.



Setelah beberapa menit, akhirnya mereka bertiga sampai di mesion Kenzo. Mereka berdua pun turun diikuti Hans yang setia berjalan di belakang mereka.


Kenzo menatap kedua orang yang berdiri didepannya, Lia menatap tak suka kearah depannya terlebih kearah perempuan disamping anaknya.


Lain halnya dengan Hazel dia malah menatap tanya kearah wanita disamping kakanya.


Siapa wanita yang disamping kak Kenzo?


"Tuh mom kak Kenzo aja pulang malem kenapa ga dimarahin!?" ucap Hazel ketika tidak mendengar adanya kemarahan dari sang mommy.


"Kaka mu itu udah gede, udah bisa jaga diri, kamu ini masih kecil! apalagi kamu perempuan rawan digondol tau ga"


"Digondol?"

__ADS_1


"Iya kalo malem-malem gini kan banyak kucing garong berkeliaran" ucap Momy nya yang membuat otak Hazel seketika berpikir keras mencari jawaban dari jawaban ambigu nyonya Xander itu.


Rara dapat melihat ke khawatiran itu di wajah Lia, ia sekilas melihat bahwa ibu dari tuan mudanya itu adalah orang yang sayang dan baik pada anak-anaknya itu namun kenapa pada Rara mulut dan wajahnya berubah?


Rara tau tatapan itu adalah tatapan yang sering ditunjukan oleh mama sambungnya dulu saat tinggal dirumah ayahnya, ia merasa sudah tak ada lagi yang menatap rendah atau membencinya saat datang pulang kerumah namun kayaknya semua itu hanya mimpi karna apa? sepertinya yang akan melanjutkan sifat mama tirinya itu adalah nyonya Xander yang tak lain mom dari Kenzo.


"Huft! Aku bisa jaga diri baik-baik ko mom, lagian aku ini dulu pernah ikut bela diri disekolah" ucap Hazel ketika paham apa yang diucapkan momy nya itu.


Lia hanya menatap sekilas anak keduanya itu lalu mengarahkan pandangannya lagi kearah dua orang didepannya "Setelah kamu deh, Kenzo kamu dari mana?"


"Fitting baju" jawab singkat Kenzo.


Lia dan Hazel menatap binggung kearah Kenzo.


"Hah? Ka Kenzo mau nikah? sama siapa? Ih ko ga minta restu dulu sama aku sih" sahut Hazel kesal.


Imut nya


Rara merasa bahwa Hazel memiliki sifat ceria dan juga tangguh entah lah apa benar tebakannya itu atau malah berbanding terbalik dari prediksinya.


"Aku tidak perlu meminta restu anak kecil" jawab Kenzo ketika mendengar omongan dari adik semata wayangnya.


"Aku udah 17 tahun! Kenapa mom dan kaka selalu menganggap ku anak kecil aku ini sudah besar!" ucap Hazel sembari berjalan menuju kearah kamarnya.


Tersisa tiga orang di ruang tamu ini.


Lia masih menatap kearah anak dan juga calon menantu yang dipilih anaknya.


"Kau yakin akan menikah dengan perempuan bawah seperti ini?" ucap sinis Lia kepada Kenzo.


Rara yang mendengar itu menundukan kepalanya, lagi-lagi direndahkan seperti ini.


Kenzo yang melihat Rara menunduk itu pun menatap tajam orang tua satu-satunya yang dia punya "Aku tidak melihat latar belakang keluarganya"


"Ck! Momy ga akan restuin kalian! Mommy mau ngomong apa sama temen-temen mommy kalo punya mantu yang gak setara dengan kita, terus keluarga Xander?, apa mereka menerima keluarga yang tak sebanding menjadi besan mereka? Kau tidak malu Kenzo?"


"Setuju ataupun tidak, pernikahanku tetap akan berjalan!" ucap Kenzo sembari memegang tangan Rara dan melangkahkan kakinya menuju lantai dua.


Lia hanya diam ia tetap tidak akan setuju jika anaknya itu menikah dengan perempuan itu, ia berpikir akan merencanakan sesuatu untuk perempuan bernama Rara itu.


Hans yang sedari tadi diam dibelakang pun menatap kearah tuan dan nonanya itu yang sedang berjalan menjauhi nya, ia merasa apa gunanya tadi ikut masuk jika diabaikan?


Tuan-tuan kenapa aku selalu diabaikan? kalo tau begini lebih baik saya izin pulang tadi.


"Kenapa kau malah menunduk" ucap Kenzo ketika sampai dikamar yang tadi siang ditempati Rara.


"Lalu aku harus apa? yang dikatakan ibumu itu memang benar kan? aku memang terlahir bukan dari keluarga sepertimu"


Kenzo menatap Rara ada perasaan marah ketika momy nya itu menjelekan Rara entah apa yang dirasakannya. Kenzo tiba-tiba membawa Rara kedalam pelukannya.


Rara yang merasakan pelukan tiba-tiba dari tuan mudanya pun Kaget, ia tak percaya jika tuan mudanya itu memeluknya.


Ada apa dengan jantungku?


▫▫▫▫▫▫▫▫▫

__ADS_1


terimakasih sudah membaca❤


Tunggu kelanjutannya ya, kalo suka like and coment nya ditunggu!😚


__ADS_2