My Devil Possessive

My Devil Possessive
Sifat sikembar


__ADS_3

Pagi harinya Rara terbangun dengan tangan yang melingkar diperutnya, ya siapa lagi jika bukan tangan suaminya?


Rara bangkit dari tempat tidurnya dengan perlahan agar Kenzo tidak terbangun, setelah mengambil handuk dilemari Rara pun berjalan menuju kamar mandi. Sekarang dirinya akan membersihkan tubuhnya.


Sampai didalam kama mandi Rara sekilas menatap cermin didepannya, ia menatapi tubuhnya yang masih memakai pakaian tidur lengkap.


"Apa se-frustasinya itu Mas Riki?" gumam pelan Rara dengan mengingat kejadian malam tadi.


Rara bersyukur karna tadi malam tidak terjadi sesuatu antara dirinya dan juga Riki. Mungkin pria itu khilaf? Rara tau Riki pasti kecewa dengan pernyataan yang ia bilang kemarin.


Huh maafkan aku Mas


Rara tak menyangka ternyata patah hatinya Riki membuat pria itu meminum minuman yang terlarang, apa ini salahnya? apa semua ini karna dirinya?


Lama terdiam Rara pun langsung berjalan menuju bath-up, dirinya sudah pusing dengan kehidupannya ia tidak mau lagi memikirkan masalah Riki karna ia tau pasti pria itu tidak bermaksud melakukan seperti tadi malam.


__


Tok!tok!tok!!


"Mamahh!! Papah!!!"


Toktoktok!!


Gudubrak!


Mendengar suara gebrakan pintu terbuka membuat Kenzo bangkit dari tidurnya dengan wajah khas orang bangun tidur.


"Huwaaa," seorang anak kecil berlarian dengan wajah yang sembab karna tangisannya.


Anak kecil itu naik keatas ranjang dan mendekati Kenzo yang sepertinya belum tersadar sepenuhnya.


"Huwaa hiks hiks Papah." Kevin mendekat kearah Kenzo dan duduk dipangkuan pria dewasa itu.


Kenzo mencoba membuka matanya dan menatap anak laki-lakinya ini dengan tatapan binggung sekaligus heran. "Kau kenapa?" tanya Kenzo masih dengan wajah mengantuknya.


"Kepin ndak mau punya adik lagi huwaa." tangisan Kevin menggelenggar dipenjuru kamar ini membuat Kenzo membulatkan matanya menatap Kevin.


"Memangnya kenapa?" tanya Kenzo. Ada apa dengan anak ini? pagi-pagi sudah menangis berbicara tidak ingin memiliki adik lagi, padahal Kenzo sudah menargetkan 5 orang anak lagi untuk keluarganya tapi anak pertamanya ini malah merengek tak mau mempunyai adik.


"Kepin ndak mau! nanti adik na milip Keyla! Kepin ndak mau huwaaa." Kevin kembali menangis membuat Kenzo kebingungan.


Didalam hati Kenzo dirinya sedikit mengumpat. Anaknya ini tidak ingin memiliki adik yang mirip dengan Keyla? padahal jelas-jelas muka mereka sama jadi pastinya jika memiliki adik yang mirip dengan Keyla pastinya juga mirip dengan Kevin bukan?


"Cup cup cup. Kau ini laki-laki, tidak boleh cengeng seperti ini." ucap Kenzo dengan mengelus puncuk sang anak. "Kenapa tiba-tiba kau membahas soal adik?" tanya penasaran Kenzo.

__ADS_1


Kevin nampak menghapus airmatanya sebelum berbicara. "Kepin mimpi, Kepin punya adik lagi telus Mamah sama Papah ndak sayang lagi sama Kepin telus Keyla malah seneng soalna mukana Keyla milip sama adikna hiks."


Kenzo menghelas nafasnya pelan, ia menggelengkan kepalanya menatap wajah lugu sang anak. "Papah dan Mamah mu itu tidak mungkin tidak menyayangi-mu lagi. Walau nanti wanitaku itu hamil lagi dan mengandung adik-mu, Papah dan Mamah akan tetap memberimu kasih sayang jadi kau tidak usah khawatir." pelan Kenzo memberi pengertian pada anak laki-laki ini.


Kevin menatap Kenzo dengan mata yang masih sembab membuat Kenzo gemas dilihatnya.


Kenzo tiba-tiba saja tersadar ada yang kurang disini. Ia menatap Kevin dengan pandangan penuh tanya. "Dimana adikmu itu?"


Kevin dan Keyla tidur dikamar yang sama namun berbeda kasur jadi Kenzo sedikit heran karna biasanya jika Kevin berjalan atau pergi kemana-mana pasti kembarannya itu selalu mengikuti anak pertamanya ini.


"Ndak tau tadi cih ikutin Kepin dibelakang telus pas udah sampe kamal Mamah sama Papah, Keyla ilang gitu aja ndak tau kemana." jelas Kevin membuat Kenzo menaikkan sebelah alisnya.


__


"Om Ans mau kemana?" tanya seorang anak kecil perempuan membuat pria dewasa didepannya tersenyum.


"Saya tidak akan kemana-mana Nona Keyla." ucap Hans menatap Keyla dengan tersenyum gemas.


Keyla yang sedang memakai piyama kecil berwarna pink itu tersenyum dan merentangkan kedua tangannya. "Mau Endong." pinta Keyla dengan pandangan berbinar.


Hans menghela nafasnya pelan, kenapa anak majikannya ini selalu meminta gendongannya? bukannya tidak mau tapi Hans hanya heran saja karna anak perempuan ini terlihat senang jika berada disekitarnya.


"Yasudah saya gendong ya Nona," dengan pasrah Hans pun menggendong anak majikannya.


Terlihat wajah senang dari Keyla ketika digendong oleh Hans membuat pria dewasa itu ikut senang karna telah membuat anak perempuan ini senang.


__


Saat keluar dari kamar mandi pandangan Rara sudah disuguhkan dengan suaminya dan juga Kevin yang terduduk diranjangnya.


"Eh Kevin udah bangun?" tanya Rara dengan berjalan menuju lemari untuk mengambil pakaiannya.


Kevin dan Kenzo dengan serempak mengalihkan pandangannya pada asal suara tadi yang tak lain suara dari Rara.


"Udah." singkat Kevin.


Ketika sudah sampai di depan lemari Rara pun mengobrak-abrik pakaian didalamnya untuk mengambil pakaian yang akan ia kenakan sekarang.


Kevin yang melihat Mamahnya sudah mandi itu langsung menatap Kenzo dengan pandangan polosnya. "Mau mandi ama Papah." ucapnya yang langsung diangguki Kenzo.


Kedua pria berbeda usia nampak bangkit dari duduknya dan berjalan menuju kamar mandi meninggalkan Rara yang masih sibuk memilih pakaiannya.


Hari ini Rara akan menyelesaikan tugas dan masalah-masalahnya agar dirinya dan juga keluarganya ini bisa kembali secepatnya ke Jakarta.


Setelah memakai pakaiannya dengan segera Rara menghampiri pintu kamar mandi yang terlihat tertutup rapat dari dalam.

__ADS_1


"Aku kebawah dulu ya Mas."


"Iya." jawab seseorang dari dalam kama mandi.


Setelah mendapat jawaban Rara pun turun dari kamarnya dan berjalan menuju dapur untuk membuatkan sarapan pagi ini.


"Eh kayaknya ada yang lupa." gumam Rara dengan mencoba mengingat-ngingat apa yang dilupakannya.


Tiba-tiba saja telintas sebuah nama dipikirannya. "Keyla kemana ya? tadi perasaan gak keliatan dikamar." pelan Rara heran karna tadi tak melihat Keyla bersama Kevin dan juga Kenzo.


"*Om Ans umul na belapa?"


"28 tahun."


"Keyla umulna balu empat taun jadi Om Ans mau nunggu Keyla ampe besal ndak*?"


Samar-samar Rara mendengar suara dari arah ruang tamu. Karna penasarannya akhirnya Rara berjalan menuju ruang tamu itu dan melihat ada siapa disana.


"Nunggu?"


"Iya, nunggu Keyla ampe besal balu Om Ans bisa deketin Keyla."


Rara membulatkan matanya ketika melihat Keyla yang berada digendongan Hans, ia bukan kaget karna posisi keduanya tapi Rara kaget karna putrinya itu berbicara seperti itu pada sekertaris suaminya.


"Aduh maaf ya sekertaris Hans, Keyla emang suka bercanda hehe." Rara berjalan mendekati keduanya dan mengambil alih gendongan Keyla dari Hans.


"Tidak apa-apa Nona." ucap Hans dengan tersenyum sopan.


Rara menatap putrinya yang sudah berada digendongnya. Jika Ayahnya tau apa yang diucapkan Keyla tadi bagaimana coba?


"Kalo begitu saya permisi kedepan dulu ya Nona," setelah mengucapkan itu Hans membalikkan tubuhnya dan berjala menuju keluar rumah untuk memantau para bodyguard yang berjaga disana.


Rara menatal kepergian sekertaris itu lalu kembali menatap Keyla. "Kamu jangan ngomong gitu ya? masih kecil gak boleh kaya gitu." ucap Rara pelan membuat Keyla mengerutkan dahinya.


"Ndak boleh? memangnya ndak boleh apa Mah?" ucap Keyla dengan pandangan lugunya membuat Rara tersenyum masam. Ya namanya anak kecil mungkin Keyla hanya berucap asal tanpa tau apa yang ia ucapkan, itu pikir Rara.


"Gapapa kok, Keyla mendingan bantuin Mamah siapin sarapan yuk?" ajak Rara mencoba mengalihkan pembicaraan.


Mendapat anggukan dari sang anak, Rara pun segera berjalan menuju dapur untuk menyiapkan sarapan pagi hari ini.


▫▫▫


***Terimakasih sudah mmbaca❤


Seprtinya ada sesuatu ya dibalik sikap Keyla yang deket-deket trs sama Hans, kira-kira apa ya? hihi.

__ADS_1


Tetap stay dicerita ini ya!😍***


__ADS_2