My Devil Possessive

My Devil Possessive
Negatif Kenzo


__ADS_3

Rara menggelengkan kepalanya melihat Hazel yang menatapnya tidak percaya.


"Ini aku Zel, masa dibilang arwah sih." ucap Rara dengan terkekeh menatap adik iparnya yang masih menutup mulutnya itu.


"Kaka ip-ar? kaka ipar masih hidup?! aaa!" Hazel mendekat ketubuh Rara dan memeluk wanita itu penuh rindu. Ia yakin pasti kaka iparnya masih hidup dan benar saja kan sekarang? Maura masih bisa bediri dihadapannya dan ia masih bisa memeluknya.


"Hikss aku kangen banget sama kaka ipar," Hazel menangis dipundak sang kaka, ia sangat merindukan kehadiran Rara disini.


Rara menepuk punggung Hazel lembut, ia tak menyangka Hazel sebegitu kangennya pada dirinya. Apa dia jahat sudah pergi begitu saja dari rumah ini?


"Aku lebih kangen sama kamu Zel." ucap Rara ketika Hazel melepaskan pelukannya. Ia menghapus airmata Hazel dan tersenyum menatap gadis ini yang nampak sangat menyayanginya.


"Hiks bener kan kalo kaka ipar itu pasti selamat dari wanita ular itu!" Hazel sekali lagi memeluk sang kakak, tak terhitung seberapa bahagianya bertemu Rara kembali.


"Mamah." panggil Keyla yang melihat kedua orang dewasa dihadapannya yang entah sedang melakukan apa. Keyla mendekat dan memeluk kaki sang mamah.


Mendengar itu membuat Hazel melepaskan pelukannya dan menghapus airmatanya. "Mamah?" tanyanya binggung.


Keyla menatap sekilas gadis cantik itu dan menatap kembali Mamahnya dengan kedua tangan yang ia rentangkan. "Endongg." ucapnya manja.


Hazel menjauh memberi jarak agar Rara bisa menggendong anak perempuan itu. Rara pun segera menggendong anak keduanya ditangannya sedangkan Kevin hanya diam dengan menatap mereka.


Rara tersenyum. "Hallo aunty Hazel" ucap Rara dengan meniru suara anak kecil sembari melambaikan tangan Keyla kehadapan Hazel.


Melihat itu Hazel kembali menatap Rara tak percaya, jadi Mamah dari kedua anak ini adalah kakak iparnya? kok bisa?


"In-i anak kakak ipar? ponak-an aku dong?"

__ADS_1


Rara mengangguk meng-iyakan. "Hadiah kamu udah aku kabulin ya Zel." kekeh Rara. Ia teringat permintaan adik iparnya saat ulang tahunnya yang ke-17 yang menginginkan keponakan darinya.


Mata gembira terlihat dari wajah Hazel. "Aaa! keponakan kembar kak? kakak lahirin anak kembar? kakak kapan hamilnya? kok aku gatau? terus kenapa kakak pergi gitu aja waktu itu? kalo kakak masih hidup kenapa kakak gak kembali kerumah ini?" tanya panjang Hazel membuat Rara menganga. Adik iparnya itu bertanya tanpa henti yang membuat Rara binggung untuk menjawab yang mana.


"Satu-satu kali Zel, pusing aku." jawab Rara dengan mengelus punggung Keyla, sepertinya anak ini mengantuk.


"Kakak ipar kenapa pergi gitu aja?" tanya Hazel dengan kepo.


"Panjang Zel nanti aku ceritain ya soalnya kayaknya Keyla ngantuk, aku mau tidurin dulu dia dikamar." Rara mengalihkan pandangannya kearah Kevin yang masih berdiri diam. "Kevin mau ikut ke-kamar gak?" tanyanya.


Kevin segera mengangguk dan berjalan menuju kearah samping ibunya, mungkin dia juga mengantuk karna tadi tak sempat tidur siang.


"Aku kekamar dulu ya Zel," Rara melangkahkan kakinya dengan menggendong Keyla dan menggandeng tangan Kevin, sekarang mereka akan pergi ke-kamarnya.


Hazel masih diam menatap ketiga orang yang berjalan menjauhinya. "Waktu itu kan aku cuma minta satu tapi malah dikasih dua, kalo tau gini aku minta lima aja pasti bakal dikasih sepuluh! kalo kembar sepuluh pasti rumah ini bakalan rame." Hazel tersenyum manis membayangkan jika rumah ini dipenuhi anak kecil yang menggemaskan.



"Keyla ngantuk ya?" Rara membuka pintu kamarnya dan masuk kedalam ruangan itu. Ia menatap sekilas Kenzo yang baru saja selesai mengganti pakaianny.


Dengan segera Rara berjalan kearah kasur dan menidurkan anak perempuannya ini yang sudah memejamkan matanya Kevin ikut naik keatas kasur dan merebahkan tubuhnya disana.


Kenzo yang melihat itu menghampiri Rara dan kedua anaknya yang nampak mengantuk.


"Mereka belum tidur siang jadi mungkin sekarang mengantuk." ucap Rara ketika merasakan Kenzo duduk dibelakangnya. Ia sekarang berada disisi ranjang untuk mengelus puncuk kepala sang anak agar cepat tertidur.


Mata Kenzo melihat Kevin yang terduduk dan menatapnya. "Kevin tidak tidur?" ucapnya dengan mengelus kepala anaknya.

__ADS_1


Kevin menatap Kenzo dalam. "Mau dielus Papah." jawab Kevin dengan mengetuk-ngetuk atas kepalanya yang membuat Kenzo tersenyum.


"Yaudah Kevin sekarang tidur, Papah elus-elus ya" Kenzo mengganti posisinya untuk mendekat kearah Kevin yang sudah membaringkan tubuh kecilnya. Segera ia mengelus puncuk sang anak agar Kevin cepat tertidur.


Keyla sudah tertidur jadi Rara melepaskan tangannya dari kepala anak itu, ia menatap Kenzo dan Kevin dengan wajah tersenyum dibibirnya.


Beberapa menit kemudian Kevin tertidur yang membuat Kenzo perlahan-lahan turun dari ranjang dan berjalan mendekati Rara.


Rara menatap Kenzo yang berdiri dihadapan. "Baju mereka masih ada dihotel tu-eh." Rara mengingat jika ia tidak boleh memanggil Kenzo dengan sebutan tuan.


"Jika kita berdua saja kau boleh memanggil aku apapun." Rara tersenyum mendengar itu. "Tapi kau tau batasan jika aku ini suami-mu bukan majikan-mu." lanjut Kenzo membuat Rara mengangguk pasrah.


"Iya." Rara bangkit dan menatap Kenzo. "Baju mereka masih ada dihotel, jadi aku sekarang akan mengambilnya kasian kalo Keyla sama Kevin gak ganti baju." lanjut Rara sekilas menatap kedua anaknya.


"Biar bawahan ku yang mengambilnya, aku tidak mengizinkan-mu pergi kemana-mana sekarang."


Padahal Rara sekalian ingin berjalan-jalan keluar, ia ingin menghirup udara segar diluar sana. "Tapi kan mereka gak tau hotel yang aku tempati, jadi aku saja ya yang kesana?" Rara mencoba membujuk Kenzo agar mengizinkannya keluar.


"Kau ini ingin ketemuan ya dengan selingkuhan-mu itu?" sinis Kenzo menatap curiga Rara yang ingin sekali pergi keluar.


Dengan cepat Rara menggelengkan kepalanya. Tuannya ini kenapa selalu berfikiran negatif padanya? lagian ia sudah mengatakan jika dirinya tidak punya selingkuhan! "Aku hanya ingin mengambil koper ku Mas, lagian aku tidak punya selingkuhan."


"Alasan. memangnya seberapa tampan selingkuhanmu itu sampai mampu membuat kau mau dengannya?"


Didalam hati Rara, ia mencoba sabar menghadapi sifat Kenzo. Pria dihadapannya ini sepertinya tidak ingin Rara berdekatan dengan pria lain selain dirinya jika Kenzo tau ada pria yang mendekatinya pasti suaminya itu akan mengatakan jika itu adalah selingkuhannya. Tukang ojol saja dibilang selingkuhan apalagi cowok lain?


▫▫▫▫▫

__ADS_1


Trmksih sudh mmbaca😍


__ADS_2