My Devil Possessive

My Devil Possessive
Nona muda


__ADS_3

Matahari sudah mulai terbit, namun sepertinya kedua insan yang masih tertidur lelap dikasur, Kenzo yang terlebih dahulu membuka mata melihat pemandangan indah didepannya. Wanita nya, ia tersenyum manis melihat Rara yang tidur disampingnya, ia memiringkan badannya agar dapat melihat jelas wajah wanita yang sudah ia nikahi kemarin.


Kenzo menatap wajah ini, Nyaman entah mengapa perasaan itu yang selalu muncul ketika berada disamping gadis ini. tangan Kenzo mulai merapihkan rambut yang menutupi wajah Rara namun sebelum ia melakukan itu tiba-tiba perempuan yangvada didepannya mengerjapkan matanya seperti akan terbangun.


Kenzo langsung memejamkan kembali matanya ketika merasa wanita yang ada dihadapannya akan terbangun.



Rara sedikit membuka matanya ketika merasa ada cahaya yang masuk kedalam kamar ini. Setelah sadar dari tidurnya, ia pun bangkit duduk di kasur tersebut. Rara menatap kamar ini, ia tersadar jika tadi malam tidur dikamar taun mudanya dan berakhir di sofa namun Rara menatap binggung sekarang ia bukan berada di sofa itu.


Loh ko aku disini? bukannya aku tidur di sofa ya tadi malam?


Rara masih menatap binggung kenapa ia berada disini ia juga membuka selimutnya yang menutupi tubuh Rara dan juga tuan mudanya.


Huh syukurlah pakaian ku masih lengkap


Kenzo yang melihat kebingungan Rara pun ikut bangun dan tersadar dari tidur pura-puranya. Rara yang melihat itu hanya mengusap dadanya, ia menatap perut yang tadi malam hampir membuatnya khilap itu.


"Tuan mengapa aku disini?" tanya Rara kepada tuan mudanya yang duduk tepat disampingnya sembari menyenderkan tubuhnya di pinggir kasur.


"Kau lupa? kau yang berjalan sendiri dan ikut tidur bersamaku" Kenzo memiringkan bibirnya itu membentuk senyuman andalan yang terlihat mengerikan dimata Rara.


"Hah? masa sih aku ngelindur" gumam Rara, Kenzo masih bisa mendengarkan suara itu. ia pun hanya terkekeh.


Flsbck on


Kenzo melihat jika Rara sudah tertidur disofa tersebut, ia sebenarnya tak tega melihat istrinya itu tidur disana namun Rara yang memilih tidur disitu, ia pun tidak ingin melarangnya.


Kenzo berjalan kearah tepat dimana Rara tertidur.


"Goodnight My angel"


Kenzo tersenyum melihat wajah damai dari wanitanya, Ketika sudah mendengar nafas Rara yang teratur, ia pun inisiatif menggendong Rara dan merebahkan badan wanita itu di kasurnya, Melihat tidak ada gerak-gerik seperti terusik di tubuh Rara akhirnya Kenzo pun ikut tidur disamping gadis itu.


Kenzo tersenyum, ia menatap gadis didepannya akhirnya setelah sekian lama mencari ia bisa mendapatkan gadis ini. setelah itu Kenzo pun ikut tertidur dengan Rara disampingnya.


Flsbck off


"Sepertinya memang kau ngelindur" ucap Kenzo dengan menurunkan badannya dari kasur itu dan berjalan menuju kearah kamar mandi.


Dirumah ayah aku ga pernah deh kayaknya ngelindur


Rara masih binggung dengan kenapa ia bisa berada dikasur ini, namun setelah itu Rara akhirnya ikut terbangun ia menatap jam besar yang berada di atas meja kaca itu.


Jam 7? waduh telat


Rara sepertinya memang tidur nyenyak malam ini, karna biasanya Rara setiap tengah malam selalu terbangun entah karna nyamuk atau mendengar suara dari arah dapur sehingga ia biasa terbangun pagi-pagi dan menjalani perintah ibu sambungnya yang harusnya di berikan kepada para maid yang ada disana.


Rara pun bergegas kekamar yang ia tiduri pertama kali ketika menginjakan kakinya di mesion ini. Ia pun mandi dengan terburu-buru dan mengganti pakaiannya yang berada di lemari tersebut.


Setelah semuanya selesai Rara pun melesat ke kamar Kenzo, ia harus menyiapkan pakaian kantor yang akan dikenakan Kenzo hari ini, Karna terburu-buru Rara langsung masuk kedalam kamar Kenzo dan menutupnya tanpa mengetuk pintu itu.

__ADS_1


"Aaaaa!!!!" teriak Rara ketika melihat Kenzo hanya memakai handuk yang dililitkan dipinggangnya sepertinya dia baru saja keluar dari kamar mandi.


Sedangkan yang di teriaki hanya menatap santai kearah Rara yang kini menutup matanya dengan kedua tangannya.


"Kau ini tidak diajari sopan santun ya mangkannya ketuk dulu pintu nya!" Rara yang mendengar itu hanya mengangguk dengan mata yang masih tertutup tangannya.


"Iya maaf aku kan terburu-buru" Rara pun menyiapkan pakaian Kenzo dan meletakannya diatas kasur, Kenzo yang melihat itu hanya terdiam berdiri didepan pintu kamar mandi.


"Pakaiannya sudah siap tuan" ucap Rara dengan menatap Kenzo.


Rara masih terdiam berdiri ketika melihat Kenzo melangkahkan kakinya kearah pakaian yang sudah ia siapkan.


"Kau mau melihatku berganti pakaian hm?" sahut Kenzo ketika melihat Rara hanya berdiri diam di samping tempat tidurnya.


"Ah maaf iya ini aku keluar" setelah mengucapkan itu Rara segera keluar dari kamar Kenzo dan melangkahkan kakinya mencari dimana dapur berada.


Dapur nya dimana sih


Rara melangkahkan kakinya memutari rumah ini, namun seketika ada suara yang menghentikan langkahnya.


"Kaka ipar!"


Rara membalikan badannya dan melihat ada gadis yang memanggil kaka ipar di pesta pernikahannya kemarin.


Gadis itu mendekat ke arah Rara, Rara hanya terdiam dan tersenyum melihat gadis itu yang memamerkan giginya.


"Kaka ipar mau kemana?" Hazel menatap kaka iparnya yang terlihat kebingungan.


"Eh disini dapur nya dimana ya?" ucap Rara.


Hazel yang mendengar itu hanya mengangguk kan kepalanya, ternyata kaka iparnya ini mencari dapur toh.


"Kaka ipar nyari dapur? Hahaha dapur nya ada dibawah ka, kalo kaka nyari disini mana ketemu" tawa Hazel pecah ketika melihat kakanya ini sedari tadi hanya muter-muter di lantai atas.


Rara hanya tersenyum kikuk mendengar jawaban dari adik ipar yang tidak ia tau namanya.


"Pantes dicari-cari ga ketemu-temu hehe" kekeh Rara dan dibalas senyum dari Hazel, ibunya itu pasti salah menilai Rara, Hazel melihat kaka iparnya ini tidak seperti apa yang dibilang momy nya semalam.


"Ehh kaka ipar kita belum kenalan kan?, panggil aku Hazel aja ya kaa" ujar Hazel sembari memamerkan gigi di bibirnya.


"Oke Zel hehe, oh iya nama aku Maura, kamu bisa panggil Rara aja"


"Aku udah tau ko kaka ipar"


Sama saja ternyata!


"Yasudah kalo gitu aku kebawah dulu ya Zel mau kedapur"


Hazel yang mendengar itu pun cepat-cepat menarik lengan kaka iparnya dan mengajaknya berjalan menuju tangga yang terletak tak jauh dari keberadaan mereka.


"Ayo ka aku antar"

__ADS_1


Rara hanya tersenyum ketika mendengar adik iparnya ini memperlakukannya dengan baik, beda dengan adik tirinya yang jelas-jelas tak suka dengannya.


Mereka pun sampai didapur yang dekat dengan taman belakang, Rara tau karna ia melihat jendela dapur itu yang menunjukan hamparan taman hijau yang sepertinya luas.


"Nah kita sampai, Kaka ipar mau ngapain ke dapur emangnya?"


"Masak" Jawab santai Rara sembari mendekatkan diri ke arah dimana para maid sedang bergulat dengan pekerjaannya.


Hazel melongo, ia kira kaka iparnya ini mau melihat dapur yang berada dirumah ini ternyata Rara ingin memasak?


"Em ada yang bisa saya bantu ga?" ucap Rara ketika melihat para maid ini nampak fokus dalam pekerjaannya.


Para maid yang mendengar suara itu pun mengalihkan pandangannya kearah suara itu, Mereka semua terkejut melihat nona mudanya ini ada didapur, seketika mereka memundurkan badannya dan menundukan kepala ketika melihat istri dari taun mudanya.


"Kaka ipar, kaka ipar ga perlu masak disini kan banyak maid" sahut Hazel ketika dirinya mendekatkan diri kearah Rara.


"iya nona, kami juga sudah selesai. lebih baik nona menunggu saja di meja makan" ucap salah satu maid yang ada disitu.


"iyahh kaka ipar mending kita keluar ayo"


Hazel menarik tangan kaka iparnya, mereka melangkahkan kakinya menuju meja makan.


Disana sudah ada momy nya dan Kenzo yang sepertinya sudah siap untuk sarapan.


Cepat sekali dia turun


Kenzo menatap tajam Rara, bisa-bisa nya dia meninggalkan Kenzo dikamar sendirian, seharusnya Rara menunggunya di depan pintu atau setidaknya mereka turun bersama-sama namun Rara sepertinya turun terlebih dahulu karna Kenzo juga melihat Hazel disamping wanitanya.


Rara yang merasa ditatap seperti itu hanya mengalihkan pandangannya kearah mana saja yang penting ia tak ingin menatap mata pria yang menikahinya.


Mati aku


"Hazel sini sayang duduk, kita sarapan"


ucap Mommy kepada anaknya itu tanpa menyapa Rara.


"Ka ayo sarapan" ucap Hazel ketika melihat mommy nya ini hanya menyapa nya tanpa menyapa kaka ipar.


Mereka pun duduk dan menikmati sarapan masing-masing, tidak ada yang bersuara sedikit pun dimeja ini karna memang peraturannya jika sedang berada di meja makan tidak boleh berbincang atau mengobrol karna tidak sopan katanya.


Ada rasa senang dihati terdalam Rara karna ia bisa makan dimeja makan bersama keluarganya bukan maksudnya keluarga tuan mudanya ini.


Andai aku bisa makan bersama ayah pasti aku bahagia.


▫▫▫▫▫▫▫▫▫


Terimakasih sudah membaca!


Ikuti terus yaaa tq😆😘


Like and sarannya juga ditunggu!:*

__ADS_1


__ADS_2