
Setelah beberapa hari berada di Jogyakarta akhirnya hari ini adalah kepulangan mereka. Ya! mereka memutuskan untuk menunda acara bulan madu di kota ini jadi setelah masalah Rara beres mereka pun langsung pulang ke Jakarta karna Rara akan menggelar acara di pusat butiq nya dan juga Kenzo yang masih memiliki banyak urusan disana.
"Sudah?" tanya Kenzo pada Rara yang terlihat sedang mengecek-ngecek tas miliknya.
Mendengar itu membuat Rara menatap pria yang berbicara tadi dengan senyuman dan anggukan kecil dikepalanya. "Sudah."
"Yasudah kalo begitu kita berangkat sekarang." jawab Kenzo dengan menggenggam tangan kecil milik istrinya itu.
Mereka pun berjalan keluar dari rumah milik Rara. Sebenarnya Rara merasa sedikit tak rela meninggalkan rumah yang dijadikan tempat tinggal selama 4 tahun kemarin karna disini-lah tempat ia mengandung dan membesarkan kedua anaknya. Soal Bibinya itu Rara sudah berbicara baik-baik dan akhirnya asisten rumah tangga itu pun mengerti keadaan yang dialami Rara dan dia juga menerima jika dirinya harus berhenti bekerja pada majikannya-Rara, sedangkan rumahnya Rara akan melelang dan menjual rumah miliknya ini karna dirinya tau ia tidak mungkin akan kesini lagi, ya mungkin sesekali jika Kenzo mengizinkannya tapi putusan Rara sudah bulat jika dirinya akan tetap menjual rumah ini.
___
Huh!
Ketika sudah sampai diluar Rara pun menatap rumah miliknya yang tidak terlalu luas tapi memiliki banyak kenangan yang berarti untuknya. Dirinya sudah memutuskan akan ikut bersama Kenzo jadi untuk apa rumah ini lagi? lagian juga jika dijual Rara akan dipastikan mendapat uang jadi lumayan juga jika ada yang tertarik dengan rumah miliknya ini dan menghargai-nya dengan sedikit lebih mahal.
Kenzo dan Keyla juga ikut menatap rumah milik Mamahnya ini, mereka ikut tidak rela meninggalkan tanah kelahirannya karna pasti disana mereka tidak akan memiliki teman-teman seperti anak-anak komplek disini.
"Kepin jadi pindah na?" ucap seorang anak kecil perempuan yang berdiri disebelah Kevin.
Kevin menatap gadis kecil itu dengan anggukan kecil membuat gadis itu menekkukan wajahnya sedih. Kevin yang melihat wajah tak enak dari temannya langsung mendekat dan menghapus airmata yang mulai turun diwajah cantik temannya itu.
"Lena tenang aja, Kepin bakal kesini lagi kok buat temuin Lena jadi Lena angan cedih." ucap Kevin dengan tersenyum.
Gadis kecil yang bernama Rena itu mengangguk singkat dan ikut tersenyum. "Janji na Kepin?" Rena mengacungkan jari kelingkingnya dihadapan anak laki-laki disampingnya.
"Janji," ucap Kevin dengan ikut mengancungkan jari kecilnya itu dan menerima jari kelingking Rena.
Keyla yang berada dibelakang Kevin hanya diam menatap kakaknya dan temannya itu. Ia menatap kearah sampingnya yang terlihat juga ada seorang anak kecil laki-laki yang ikut menatapnya sendu.
"Iyo napain lihat-lihat Keyla?" tanya Keyla pada temannya yang bernama Rio itu.
Rio terlihat menekkukan wajahnya. "Keyla ndak janji ama Iyo kalo mau balik kesini lagi? emang na Keyla ndak bakal angen sama Iyo?" ucap Rio dengan pandangan sedih.
Keyla nampak menghela nafasnya pelan tanpa memperlihatkan wajah sedihnya seperti teman disampingnya ini. "Iyo dengelin Keyla nih ya, Keyla ndak bakal angen sama Iyo soalna Keyla dah punya Om Anteng yang bakal jadi temen Keyla disana nanti." jawab Keyla dengan tersenyum.
"Ah! Keyla ndak asik! ndak setia kawan." sahut Rio dengan setiap penekanan diucapannya.
"Bialin. Wle," Keyla menjulurkan lidahnya pertanda mengejek membuat anak laki-laki disampingnya semakin menekukkan wajahnya.
__
"Kau sudah siap-kan?" tanya Kenzo ketika melihat wajah sedih dari Rara. Sebenarnya ia juga tidak tega melihat rasa wajah tak rela dari wanitanya tapi mau bagaimana lagi? dirinya tetap harus membawa Rara pulang kerumah-nya diJakarta dan pastinya akan menetap disana jadi pastinya Rara tidak mungkin kesini ataupun tinggal disini lagi.
Rara yang sedang menatap rumahnya itu mengalihkan pandangannya pada Kenzo dan sedikit tersenyum. "Iya Mas, lagian juga daripada rumahnya ga ada yang ngurus lebih baik aku jual aja," pelan Rara dengan kembali menatap rumahnya.
Kenzo pun mengangguk singkat dan menarik pelan tangan wanitanya untuk masuk kedalam mobilnya, mereka akan pergi ke-bandara sekarang.
__ADS_1
Rara hanya pasrah mengikuti langkah Kenzo, dirinya akhirnya merasa lega karna urusan disini sudah selesai jadi dirinya akan tenang ketika kembali kekota kelahirannya-Jakarta.
Sebelum mereka masuk kedalam mobil, Rara menatap kedua anaknya dan teman-temanya yang masih berada dihalaman rumah miliknya. Terlihat jelas jika mereka sedih akan berpisah untuk waktu yang entah sampai kapan.
"Keyla, Kevin? ayo." ucap Rara dengan tersenyum membuat kedua anak itu menatapnya sekarang.
Keyla yang melihat itu mengangguk dan segera berlari menuju mobil milik Papahnya itu sedangkan Kevin masih diam disamping Rena yang nampak mengenggam erat tangannya.
Kenzo melihat gelagat aneh dari anak pertamanya itu, sepertinya ada sesuatu diantara anaknya dan teman disampingnya itu. Ia sedikit tersenyum miring ketika tau apa yang terjadi diantara keduanya.
"Maaf Tuan, anda dilarang berdekatan dengan Nona Maura jadi lebih baik anda pergi dari sini sekarang."
"Tapi saya mau ketemu Maura! jadi lebih baik kalian minggir! awas."
"Maaf tuan, lebih baik anda pergi dari sini sebelum saya melakukan tindakan kasar pada anda."
"Gak! Saya tetap akan disini. Maura!! aku mau minta maaf Ra sama kamu!"
Mendengar suara ribut itu membuat Rara dan juga Kenzo mengalihkan pandangannya pada asal suara tersebut.
Rara membulatkan matanya ketika menatap seorang pria dewasa yang sangat familiar dipikirannya sedang dihalang oleh bodyguard suaminya.
Riki? mau apa dia kesini?
Rara menatap Riki yang nampak berteriak memanggil namanya berulang kali. Ia segera mendekat kearah Riki namun sayangnya tangannya digenggam terlebih dahulu oleh seseorang disampingnya yang tak lain adalah Kenzo.
"Mas." Rara menatap Kenzo dengan memohon. "Dia itu kemarin malem mabuk, lagian juga aku tau dia gak mungkin ngelakuin hal kayak gitu."
Mendengar pembelaan dari Rara membuat wajah Kenzo berubah. "Ck! kau membelanya?"
Rara yang melihat perubahan di wajah pria disampingnya ini langsung menelan salivanya kasar, Kenzo sepertinya masih marah pada temannya itu.
"Aku itu bukan bela dia tapi emang kenyataannya dia mabuk kemarin," Rara mencoba untuk melepaskan genggaman tangan Kenzo dari tangannya tapi sayangnya kekuatannya tidak bisa melepaskan genggaman itu.
"Mas?" ucap sekali lagi Rara menatap Kenzo dengan memohon karna ia merasa kasihan dengan Riki sekarang.
Melihat wajah memohon dari wanitanya Kenzo pun menghela nafasnya pelan dan melepaskan genggamannya membuat Rara tersenyum kearahnya.
Setelah dirasa tangannya sudah tak ada yang menggenggam Rara pun segera berjalan mendekat kearah dimana tempat Riki berdiri diikuti Kenzo dibelakangnya.
"Udah-udah biarin aja dia." sahut Rara menghentikan bodyguard yang berusaha mengusir Riki dari sini.
Bodyguard itu pun berbalik dan menatap Nona mudanya dan juga Tuan mudanya yang sekarang berada dihadapan mereka.
"Tapi Tuan-" Bodyguard itu menatap Kenzo dengan pandangan bertanya membuat Kenzo mengangguk singkat.
"Biarkan saja." Dingin Kenzo.
__ADS_1
Mendengar perintah itu para bodyguard pun mengangguk singkat dan pergi dari hadapan Kenzo dan Rara, mereka memilih untuk berjaga-jaga disamping majikannya itu.
Setelah dirasa sudah aman Riki pun mendekat kearah Rara dengan senyum masamnya.
"Maafin aku Ra, aku kemarin bodoh banget ngelakuin itu tapi asal kamu tau kemarin aku mabuk berat aku gak sadar kelakuin itu sama kamu, aku minta maaf ya Ra." Riki menatap sendu wanita dihadapannya, ia tau karna sekertaris suaminya Rara yang memberitahu semua kejadian dimalam itu.
Raut penyesalan tercetak jelas diwajah Riki membuat Rara menampakkan senyuman manisnya, jika bukan karna mabuk Rara pun tau pastinya Riki tidak mungkin melakukan hal itu padanya.
"Gapapa Mas, aku tau kamu gak mungkin ngelakuin hal itu."
Riki menunduk dengan tersenyum manis, ia tau pasti perempuan dihadapannya ini memaafkannya tapi Riki masih tidak bisa memaafkan dirinya sendiri karna hal kemarin yang pastinya membuat wanita dihadapannya ini ketakutan.
"Kamu mau kemana?" tanya Riki menatap beberapa barang didepan sana.
Rara menghela nafasnya pelan. "Ke Jakarta, aku udah mutusin mau menetap disana. Kamu tau kan alasannya Mas?"
"Ya, aku tau." Riki sedikit terkekeh, hatinya masih belum rela Rara meninggalkannya sekarang. "Apa ini keputusan kamu Ra? apa kamu bahagia sama keputusan kamu ini?" tanya Riki dengan serius.
Rara nampak mengangguk. "Ini keputusan aku pribadi, jadi maafin aku Mas." Rara masih saja merasa tak enak pada pria dihadapannya.
Raut wajah Riki berubah, ia binggung harus bahagia apa sedih sekarang. "Kalo keputusan ini bikin kamu bahagia aku rela Ra, kamu jaga diri baik-baik disana ya," ucap Riki dengan mengangkat tangannya keatas kepala Rara.
Kenzo yang melihat itu menatap teman wanitanya dengan tajam. "Ekhem."
Baru saja Riki akan mengelus puncuk kepala Rara tiba-tiba saja suara dekheman itu menghentikan pergerakannya, Riki menurunkan kembali tangannya dengan senyum masam tercetak diwajahnya. Ia tau ada pria yang mencintai Rara disini jadi Riki mengurungkan niatnya mengelus kepala Rara karna tak enak pada pria itu.
"Aku boleh peluk kamu untuk terakhir kali gak Ra?"
Mendengar itu membuat Kenzo membulatkan matanya. "Hey! kau-"
Sebelum Kenzo melanjutkan ucapannya Rara memotongnya terlebih dahulu, ia tidak mau ada keributan kembali disini. Rara hanya tersenyum sembari menggelengkan kepalanya pelan. "Alasannya kamu tau sendiri-kan Mas?"
Riki menghembuskan nafasnya kasar, ia tau dirinya tidak boleh seperti itu tapi apa tidak ada jalan keluar lain sekarang? apa dirinya tidak bisa memperjuangkan Rara lagi?
Kenzo menatap kedua orang dihadapannya ini dengan diam, ia sudah malas berbincang dengan pria dihadapan wanitanya ini. Dengan segera ia mengenggam tangan Rara dan menatap penuh arti wanitanya.
Rara yang melihat suaminya itu mengangguk paham. "Maaf Mas Riki, aku harus berangkat sekarang." ucap Rara menatap Riki yang masih terdiam dihadapannya.
"Yaudah, kamu hati-hati dijalan Ra." Riki mencoba ikhlas sekarang, asal Rara bahagia dirinya pun akan bahagia bukan? walau bukan bersamanya Riki akan tetap bahagia jika melihat Rara berbahagia.
"Mas Riki juga jaga diri baik-baik disini ya."
Riki mengangguk singkat menjawab ucapan Rara. "Kamu tenang aja Ra, aku bakal jaga diri baik-baik disini sampai kamu cerai dari pria itu dan bisa aku milikin seutuhnya." Riki menatap Kenzo dengan tersenyum miring.
▫▫▫
Terimakasih sudah membaca❤
__ADS_1