
Sampai di mesion Rara langsung memasuki rumah dari suaminya setelah mengucapkan terimakasih pada supir yang sudah mengantarkannya tadi.
Tumben sepi
Rara berjalan masuk kedalam untuk menuju kamarnya untuk membersihkan dirinya sekaligus istirahat. namun sebelum menaiki tangga, ada seseorang yang memanggil namanya.
"Kaka ipar!!!"
Dari panggilannya saja Rara sudah tau pasti itu adalah adik iparnya. Rara membalikkan badannya melihat asal suara yang memanggilnya tadi.
"Eh Zel" Rara melihat adik iparnnya yang masih memakai seragam SMA dan juga tas yang menggantung di belakang punggungnya.
Hazel yang baru saja pulang dari sekolahnya langsung menghampiri Maura yang berdiri di depan tangga menuju atas. "Kaka ipar besok ada festival sama pasar malem loh di alun-alun kota, kita kesana yu!" ucap Hazel dengan riang.
Sebelum pulang tadi Hazel sempat diberitahukan oleh temannya soal festival itu yang membuatnya berniat mengajak kaka iparnya untuk pergi kesana bersama.
Rara yang mendengar itu sedikit tertarik, ia memang belum pernah sama sekali ke acara-acara seperti itu karna mamah tirinya dan juga papahnya tidak memperbolehkan Rara keluar setelah pulang dari sekolah. jika akan pergi bersama sahabatnya atau mengerjakan tugas pasti setelah pulang sekolah sebelum Rara kembali kerumah, itu yang menyebabkan Rara sering diomeli oleh Ratna karna pulang terlambat.
"Mau ya ka" ucap Hazel memohon, ia ingin sekali pergi bersama kaka perempuannya ini.
Rara mengangguk meng-iyakan ajakan Hazel. "Tapi aku izin tuan Kenzo dulu ya Zel" jawab Rara. bagaimana pun ia harus meminta izin terlebih dahulu dari suaminya.
"Tapi kalo ga boleh gimana ka" sahut Hazel. jika kakanya tidak memperbolehkannya lalu ia harus gimana? tau sendiri bukan sifat Kenzo bagaimana? ia hanya takut rencana jalan-jalannya gagal.
Ada benarnya, Rara berfikir pasti Kenzo tidak akan memperbolehkannya karna acara itu malam bukan? namanya juga pasar malam. jadi ia harus bagaimana?
"Em aku usahain ya Zel, semoga aja boleh"
Hazel mengangguk tersenyum dan mengajak kaka iparnya untuk keatas bersama.
"Yaudah aku dulu ya" ucap Rara ketika sampai dikamarnya.
"Iyah ka dadah" setelah mengucapkan itu, Hazel melanjutkan langkahnya menuju kamarnya.
Ceklek.
Sampai di kamarnya Rara langsung merebahkan tubuhnya di kasur.
"Huh"
Rara kembali mengingat ucapan Aisyah ketika di Cafe tadi. memikirkan itu membuat ia takut jika perasaannya sudah mulai tumbuh pada tuan mudanya. Rara tidak mau luka hatinya bertambah karna perasaan yang muncul dihatinya untuk tuan mudanya.
"Lebih baik aku mandi" gumam Rara. lalu ia bangkit dan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya karna hari sudah mulai sore pasti tuan mudanya akan segera pulang.
♣
"Hans" ucap dingin laki-laki yang sedang duduk dikursi kebanggaannya.
Merasa namanya dipanggil Hans langsung menghampiri tuan mudanya. "Iya tuan"
Kenzo memainkan pulpennya diatas meja kerja dihadapannya. "Kapan dia kembali?"
__ADS_1
Mendengar tuan mudanyanya mengatakan itu, ia langsung paham maksud dari kata Dia.
"Beberapa bulan lagi tuan" jawab sopan Hans.
Kenzo sedikit memutar kursinya menatap jendela besar yang mengarah kearah luar. "Pantau terus dia, aku yakin dia kembali karna ada maksud" ucapnya tanpa menatap Hans.
Hans mengangguk. "Baik tuan"
"Yasudah ayo kita pulang, aku sudah merindukan istriku" Kenzo langsung bangkit dari duduknya dan berjalan menuju arah pintu keluar ruangannya.
Hans masih diam ditempatnya, ia sedikit kaget mendengar ucapan dari tuan mudanya. Rindu katanya? ternyata tuannya bisa merindu juga.
"Hans!"
Panggilan dari Kenzo membuat lamunan Hans buyar. "Iya tuan" dengan segera Hans mengikuti tuan mudanya.
♣
Setelah merasa badannya sudah tidak lengket, Rara langsung memakai pakaian rumahannya.
"Huh cape juga" Rara duduk dipinggiran kasur. Ia merasa bosan jika harus menunggu tuan mudanya dikamar apalagi sepertinya tuan mudanya masih lama.
Rara berjalan keluar dari kamarnya mungkin ia akan berolahraga memutari rumah ini.
"Nona" sapa ramah beberapa maid yang melintas didepan Maura.
Maura tersenyum dan mengangguk mendengar sapaan ramah dari beberapa maid, yang membuatnya senang berada disini karna ia diperlakukan baik oleh semua orang terkecuali nyonya dirumah ini.
"Enak banget ya kerjaannya ngabisin uang Kenzo terus"
Rara menghentikan langkahnya ketika mendengar suara itu. sekarang ia berada dilantai bawah dekat dengan ruang makan.
"Maaf nyonya saya tidak keluar untuk menghabiskan uang Kenzo, saya hanya ada urusan diluar" bela Rara. enak saja mertuanya mengatai jika ia menghabiskan uang Kenzo padahal Rara hanya memakainya sedikit jika sedang keadaan kepepet.
"Saya ga ketipu ya sama tampang polos kamu itu" ucap sinis Lia.
Masyaallah
Kenapa mertuanya selalu menatapnya dengan sebelah mata? padahal Rara tidak sejahat itu loh tapi kenapa selalu disalah artikan dimata orang yang membencinya.
"Saya berkata jujur nyonya"
"Saya tau ko akal busuk kamu itu ya Ra, pasti kamu mau nguasain Kenzo kan biar kamu bisa nguasain semua harta anak saya oh iya yang kemarin kamu jatuh itu anggap aja peringatan untuk kamu" setelah mengucapkan itu Lia menjauh dari Rara yang hanya menatapnya diam.
Tenang saja nyonya, sebentar lagi aku akan keluar dari rumah ini!
Maura melanjutkan langkahnya berkeliling rumah ini, tadinya ia akan membantu para maid untuk menyediakan makanan tapi pasti tidak diperbolehkan oleh maid yang ada disana, jadi lebih baik ia berkeliling siapa tau saja ada yang meminta bantuanya ketika ia sedang berjalan.
♣
"Non, mobil tuan muda sudah sampai" ucap salah satu maid yang menghampiri Rara yang berada di taman belakang sekarang.
__ADS_1
"Ah! iya" Rara mengikuti maid yang berjalan didepannya.
Didepan pintu sudah berjejer para maid yang menyambut kedatangan Kenzo diikuti Rara yang berdiri paling depan.
"Tuan" ucap Rara ketika Kenzo berada dihadapannya.
"Sudah bersenang-senangnya hm?" jawab Kenzo dengan nada yang sedikit berbisik.
Rara langsung menunduk mendengar tuan mudanya ini, ia malu.
Kenzo langsung menarik tangan Rara untuk masuk kedalam, diikuti Hans dibelakangnya.
Kedua pasangan itu langsung berjalan menuju kearah kamarnya.
"Kau ini, sudah kubilang jika aku sedang berbicara kau jangan menunduk seperti itu" ucap Kenzo ketika sampai didalam kamarnya.
Rara menatap Kenzo dihadapannya. "Maaf tuan"
"Yasudah aku akan mandi, kau siapkan pakaian untukku" ucap Kenzo meninggalkan Rara sendiri yag masih berdiri didekat pintu masuk kamarnya.
Kadang marah kadang baik, mau tuan itu sebenernya apa sih
Rara langsung menyiapkan pakaian tidur untuk suaminya, Kenzo sedang berada dikamar mandi jadi ia menunggu dengan duduk disamping tempat tidur.
Sekarang ia memikirkan bagaimana caranya meminta izin untuk pergi bersama adik iparnya besok malam.
"Aku harus apa ya?" gumam Rara.
Sekilas ada ide dipikiran Rara tapi ia ragu untuk melakukan itu, ia takut jika tuan mudanya malah marah padanya.
Ceklek
Pintu kamar mandi terbuka menampilakan pemandangan indah didepan mata Rara.
Kenzo hanya menggunakan handuk yang dilingkarkan di pinggangnya dengan rambut yang basah, itu membuat Rara sering merasa khilaf.
Apa harus?
Rara ingin sekali pergi kesana jadi ia harus melakukan ini, iya! tekadnya bulat mungkin saja tuan mudanya akan memperbolehkannya. mungkin
Rara berjalan menghampiri Kenzo yang masih berdiri didepan pintu kamar mandi.
Ia sedikit gugup namun harus menjalankan rencananya ini. Rara sekarang berdiri di hadapan Kenzo, orang dihadapannya ini malah menatapnya dengan pandangan binggung.
Rara mengalungkan kedua tangannya di leher Kenzo berusaha untuk menggoda tuannya ini.
Duh maluu bangett tapi ini udah nanggung, lanjutin aja kali ya?
▫▫▫▫▫▫▫▫▫
Like, vote and sarannya ya untuk mendukung cerita novel ini!❤
__ADS_1
Trimksih sudah membaca🙌