
Rara melangkahkan kakinya menuju ruang tamu, dari arah kejauhan ia sudah melihat seorang pria dengan kedua anaknya yang sedang bercanda disofa.
"Aduh udah dong, om baru kesini loh udah main serang aja."
"Om na ngangetin sih tadi."
"Au nih!"
Kenzo yang berada dibelakang Rara hanya diam dengan berjalan mengikuti wanitanya dari belakang, entah kenapa hatinya merasa berbeda ketika mendengar suara pria dewasa dirumah wanitanya ini.
"Mamah kalian mana?" tanya seorang pria dengan menatap kedua anak yang berada dihadapannya.
Rara tersenyum ketika mendengar pertanyaan tersebut, sekarang dirinya sudah berada dibelakang pria dewasa yang bersuara tadi. "Mas riki?"
Mendengar namanya dipanggil pria dewasa itu pun berbalik dan melihat wanita yang dirindukannya selama beberapa hari ini. "Ra? kamu apa kabar?" Riki berdiri menatap wajah Maura dengan tersenyum manis.
Mendapat senyuman hangat membuat Rara ikut tersenyum. "Baik ko, Mas sendiri apa kabar?" tanyanya kembali.
"Alhamdulillah baik juga." Riki tersenyum manis menatap Rara, baru ditinggal beberapa hari saja dirinya sudah merasa rindu bagaimana jika dalam waktu yang lama?
"Ekhem."
Kenzo menatap sinis pria dihadapan wanitanya, ia berdekhem agar mereka tau jika disini masih ada dirinya. Hati Kenzo merasa kesal karna Rara mengeluarkan senyuman untuk pria yang tidak dikenalinya ini.
Rara langsung tersadar ketika mendengar suara Kenzo, ia langsung menatap Kenzo dengan wajah tak enak. Rara lupa jika dibelakangnya ini ada pria cemburu-an yang tak lain juga adalah suaminya.
Kenzo maju dan berdiri disamping wanita. Ia menatap pria dihadapannya dengan intens, yang ditatap pun ikut menatapnya dengan pandangan binggung.
"Eh iya kenalin ini Mas Kenzo." ucap Rara memperkenalkan Kenzo pada Riki.
Riki menatap Kenzo dengan pandangan binggung, ia tau siapa pria dihadapannya ini tapi dirinya hanya binggung kenapa pria seperti Kenzo bisa berada disini?
Rara menatap Kenzo dengan tersenyum." Dan ini Mas Riki, yang pernah diceritain Keyla." sahut Rara memperkenalkan Riki yang tak lain temannya selama tinggal disini dan juga orang yang menjaga kedua anaknya itu sejak mereka kecil.
Riki tersenyum menatap Kenzo dan mengangkat tangannya untuk berkenalan tapi sayangnya Kenzo nampak tak minat menerima jabatan tangan darinya.
Rara menyenggol lengan Kenzo agar pria disampingnya menerima jabatan tangan dari Riki.
__ADS_1
Mau tak mau akhirnya Kenzo menerima jabatan tangan dari Riki dan melepaskannya ketika dirasa sudah selesai berkenalan.
"Om Iki itu Papah na Keyla." ucap anak kecil perempuan dengan menunjuk Kenzo. "Jadi Keyla sekalang punya dua Papah ya-kan Mah?" lanjut Keyla menatap Rara dengan tersenyum manis.
Rara meneguk salivanya kasar, dirinya merasakan aura dingin dari Kenzo sekarang.
"Dua Papah?" gumam Riki menatap Keyla dan Kenzo secara bergantian. Beberapa detik kemudian dirinya baru menyadari jika anak kecil disamping ini mirip sekali dengan pria yang berdiri disamping Maura.
Kenzo menatap wanitanya dari samping, dirinya menaikkan sebelah alisnya meminta agar wanitanya memberi penjelasan pada Riki tentang siapa dirinya sebenarnya.
Mendapat tatapan itu Rara pun mengerti, ia lantas menatap Riki yang masih terlihat binggung.
"Oh i-iya, Mas Kenzo juga ayah kandung dari Keyla dan Kevin Mas." ucap Rara dengan hati-hati.
Riki terdiam ketika mendengar kenyataan pahit dari Rara, jadi Kenzo adalah ayah dari Keyla dan Kevin? ya memang dari segi wajah kedua anak itu mirip sekali dengan Kenzo tapi apakah semua ini benar? Riki masih tak percaya dengan ucapan wanita dihadapannya ini.
"Ayah kandung?"
"Iya, saya Ayah kandung dari Keyla dan Kevin sekaligus suami sah dari wanita disampingnya-ku ini." sahut Kenzo dengan santai.
Sekali lagi kenyataan pahit itu terdengar ditelinga Riki, entah kenapa hatinya merasakan sakit setelah mendengar ucapan kedua orang dihadapannya. Apa ini mimpi?
"Ini mimpi-kan Ra? yang kamu ucapin itu gak bener-kan?" Riki masih tidak percaya dengan ucapan Rara tadi.
"Itu semua kenyataan jadi saya harap kau jangan lagi mendekati wanitaku." tajam Kenzo membuat Rara sedikit menyenggol tangannya.
Rara mengisyarat-kan Kenzo untuk diam, setelah itu tatapan Rara beralih kembali pada Riki. "Semuanya emang kenyataan, Ma-maf ya Mas."
"Kamu gak perlu minta maaf Ra, ini bukan salah kamu." ucap Riki dengan menunduk, hatinya merasakan sakit yang mendalam sekarang.
Rara sedikit menghela nafasnya gusar, ekspresi Riki membuatnya merasa sangat bersalah. Apa dirinya bisa dikatakan jahat pada pria dihadapannya ini?
"Maaf ya Mas, ceritanya panjang aku gak bisa jelasin detailnya sama Mas Riki tapi singkatnya aku sama Mas Kenzo emang udah nikah empat tahun yang lalu dan karna keadaan saat itu aku mutusin buat pergi ninggalin Mas Kenzo." Rara melirik Kenzo sekilas lalu kembali menatap Riki. "Dan sekarang semuanya udah selesai jadi aku sama Mas Kenzo mutusin buat kembali seperti dulu." lanjutnya.
Mendengar penjelasan itu membuat Riki terkekeh pelan, apa tidak ada kesempatan untuknya membahagiakan Maura? apa tidak ada kesempatan untuk dirinya memiliki Maura seutuhnya?
"Apa kamu bahagia kembali sama pria ini Ra?" Riki menatap Kenzo sekilas lalu kembali menatap Rara sendu.
__ADS_1
Dengan cepat Rara mengangguk menatap Riki tak enak, pria dihadapannya ini sepertinya merasa kecewa dengannya.
Kekehan pelan kembali muncul dibibir Riki. "Oke, kalo kamu bahagia aku juga bahagia." Riki nampak menghela nafasnya pelan. "Kalo gitu aku pamit ya Ra aku ada urusan mendadak." setelah mengucapkan itu Riki berbalik dan melangkah keluar dari rumah Rara meninggalkan kedua orang yang berdiri dihadapannya tadi.
"Mas Riki?!" teriak Rara namun pria bernama Riki itu tidak menoleh ataupun berhenti. Melihat itu membuat Rara merasa bersalah alhasil dirinya mencoba mengejar pria itu tapi sayangnya sebelum dirinya melangkah tiba-tiba saja ada tangan yang menghalanginya.
"Sudah biarkan dia," Kenzo memegang tangan Rara agar wanitanya tida mengerjar pria itu.
"Tapi aku ngerasa ga enak." Rara menunduk. Ini salahnya, jika saja Rara mengucapkan semuanya pasti Riki tak akan berharap lebih dengannya.
Kenzo mengelus puncuk kepala Rara. "Jangan pikirkan dia, Ciki itu hanya membutuhkan waktu jadi biarkan saja dia pergi." ucap Pelan Kenzo.
"Namanya itu Riki Mas, bukan Ciki!" kesal Rara. Pria ini kenapa memanggil Riki dengan sebutan ciki? memangnya temannya itu makanan apa?
Kenzo menghela nafasnya pelan. "Iya, Sudah lupakan saja dia. Kau jangan terlalu banyak pikiran karna itu tidak baik untuk program anak ketiga kita."
Ucapan terakhir Kenzo membuat Rara membulatkan matanya, apa kata pria dihadapannya ini? anak ketiga? memangnya mereka sedang melakukan program hamil? perasaan Rara dirinya tidak sama sekali pergi kedokter untuk program kehamilan.
Sebelum Rara menjawab tiba-tiba saja ada sesosok wanita yang menghampiri kearah tempat Rara dan Kenzo berdiri.
"Tuan Kenzo, Neng Rara makanan sudah siap." sahut Bibi rumah ini dengan menunduk.
Ya, tadi sebelum Rara keluar dari dapur dirinya sudah menyuruh agar asisten rumah tangganya ini menyelesaikan masakannya tadi.
"Oh iya makasih ya Bi." ucap Rara dengan tersenyum.
Setelah mendengar majikannya Bibi itu pun berbalik dan melangkah untuk melanjutkan tugasnya yang lain.
Kenzo menatap Rara dengan tersenyum dan mengode wanita itu untuk berjalan keruang makan. "Kita makan dulu." setelah mengatakan itu Kenzo berjalan terlebih dahulu dengan kedua ananya yang berada pada genggaman Kenzo.
Rara masih diam dengan memandangi pintu keluar yang berada tak jauh darinya, pasti Riki sekarang merasa kecewa padanya. Apa pria itu masih mau berteman dengannya setelah kenyataan ini?
Maaf Mas Riki, aku doain semoga Mas Riki bisa dapat pengganti yang lebih baik dari aku kedepannya nanti
▫▫▫
Terimaksih sudah membaca❤
__ADS_1
Salam manis semuanya😍