My Devil Possessive

My Devil Possessive
Bikin kue


__ADS_3

Sekarang mereka berdua sudah berjalan menuju arah ruang makan. Disana terlihat Lia dan juga Hazel yang sudah duduk di meja makan sepertinya mereka menunggu kedatangan kedua pasangan ini.


"Lama banget sih ka, aku laper tau" ucap cemberut Hazel, sekarang ia sudah siap dengan seragam SMA nya.


"Maaf ya Zel hehe" ucap Rara menjawab pertanyaan adik iparnya.


Rara menatap Lia didepannya, nampak wanita itu hanya acuh dengannya seperti tidak melihat kehadirannya sekarang.


Kenzo dan Rara sudah duduk dimeja makan, mereka akan sarapan bersama pagi ini. tak lupa Rara menyiapkan makanan untuk suaminya itu.


Ia harus patuh dan melayani suaminya ini walau dia bukan suami impiannya tetap saja pria ini yang mengucapkan ijab kobul pada saat itu.


Selesai memakan sarapannya, seperti biasa Rara membawa tas kerja tuannya ini dan mengantarkan menuju depan pintu rumahnya.


"Tuan ini tasnya" ucap Rara memberikan tas kerjanya pada suaminya.


Kenzo menerima tasnya itu. lalu Rara menyalami tangan suaminya.


"Aku akan pulang cepat jadi kau harus menungguku" ucap Kenzo pada wanita dihadapanya.


Menunggu? bukannya ia sudah izin akan pergi sore ini dengan Hazel, apa dia lupa ya? tapi masa sih tuan lupa?


"Tapi kan aku akan pergi bersama Hazel tuan, lagian aku sudah meminta izin dari tuan bukan" jawab Rara. jika Kenzo tidak mengizinkannya lalu drama kemarin apa gunanya?


Cup


Kenzo mencium kening wanitanya ini yang membuat Rara kembali terpaku.


"Kau tunggu saja" Kenzo melanjutkan langkahnya kearah mobil yang sudah siap terparkir dihalamannya.


Rara menyentuh keningnya. seketika ia menatap Kenzo yang nampak tersenyum padanya sembari melambaikan tangannya sebelum dia masuk kedalam mobil nya itu.


Itu beneran tuan kan? apa mata aku yang halu ya? ko dia tumben begini


Rara heran dengan perilaku Kenzo sekarang, biasanya tuannya itu ketika berangkat kerja langsung saja berangkat tidak melakukan seperti ini tapi kenapa sekarang?


"Dor!"


"Astagfirullah" gumam Rara ketika dikagetkan dengan suara dibelakangnya.


Rara membalikkan tubuhnya, dan menatap seseorang yang berpakaian SMA dihadapannya sekarang. Siapa lagi kalo bukan adik iparnya?


"Kamu bikin kaget aku aja Zel" ucap Rara.


Hazel terkekeh mendengar ucapan kaka iparnya. "Hehe maaf ka, eh iya gimana? ka Kenzo izinin kan?"


Rara binggung akan menjawab apa, tadi malam tuannya itu menjawab hm itu pertanda iya bukan? tapi tadi ia disuruh menunggu Kenzo terus ini dibolehkan atau tidak sih?


"Kayaknya diizinin deh" ucap Rara dengan nada tak yakin.


Hazel menatap Rara dengan pandangan binggung. "Kok kayaknya sih ka"


"Kayaknya sih diizinin Zel soalnya kemarin tuan bilang hm gitu" jawab Rara berterus terang.

__ADS_1


Hazel tersenyum dan mengangguk. "Syukur deh kalo boleh yaudah sampai bertemu nanti sore ya ka, aku mau sekolah dulu"


"Iya" Rara tersenyum menanggapi sikap adik iparnya ini.


"Dah kaka ipar" Hazel melanjutkan langkahnya menuju mobil yang siap mengantarkannya kesekolahnya itu.


Rara menatap Hazel yang sedang berjalan ke arah mobil. tak lupa Hazel membalikkan badannya untuk melambaikan tanggannya kepada kaka iparnya.


Rara pun membalas dengan melambaikan tangannya.


Ketika mobil itu sudah menjauh keluar dari rumah suaminya ini. Rara kembali masuk dan menuju kamarnya kembali. Hari ini ia tidak berniat untuk pergi kemana-mana.


Namun sebelum Rara melangkah kelantai atas, tiba-tiba ada suara yang menghentikan langkahnya.


"Heh! Maura"


Rara menatap perempuan berusia seperti mamah tirinya itu yang berdiri tak jauh darinya. "Iya nyonya"


Lia menatap intens wanita yang sudah menjadi menantunya. "Kau bisa bikin kue?" tanya Lia yang membuat Rara menatap binggung ke arahnya.


"Kau tuli ya?" ucap Lia.


"Eh b..isa nyonya, memangnya kenapa?" Rara sudah sering berada didapur sedari dulu jadi ia cukup mahir dalam hal memasak apapun.


"Bisa kau bikinkan kue untuk saya? daripada kau tidak ada kerjaan selain menghabiskan uang anakku lebih baik kau bekerja didapur" ucap sinis Lia.


"Bukannya ada maid nyonya? saya takut nyonya tidak suka dengan kue buatan saya" Rara takut jika ini hanya akal-akalan nyonyanya untuk mengerjainya, bukan suuzon tapi hanya mengantisipasi.


Bisa saja ketika nyonya nya ini memakan kuenya tiba-tiba ia berpura-pura sakit perut dan menyalahkannya. entah kenapa setelah kejadian jatuh dari tangga membuat pikirannya selalu negatif.


Lagian juga ia tidak ada kerjaan, apalagi Rara sudah lama tidak memasak jadi ia tidak harus keberatan bukan?


"Baik nyonya" Rara berjalan menuju arah dapur.


Lia tersenyum miring melihat menantunya itu menuruti apa maunya, mumpung tidak ada Kenzo jadi tidak apa-apa bukan ia sedikit mengerjai wanita itu.


Padahal ia bisa saja menyuruh para maid untuk membuatkannya tapi Lia ingin melihat apa menantunya itu mamlu membuat kue yang enak? apalagi ini untuk teman-teman arisan yang siang ini akan datang, jadi jika Rara membuatnya tidak enak Lia bisa menyalahkannya.



Rara berjalan menuju dapur, disana terlihat beberapa maid yang sedang melakukan tugas nya masing-masing.


"Nona, ada yang perlu saya bantu?" ucap salah satu maid yang melihat kedatangan Maura.


"Gak ko bi, aku kesini cuma mau bikin kue" jujur Rara.


Para maid langsung mengalihkan pandangannya pada istri bosnya. "Biar saya saja nona yang membuat kue, lebih baik nona menunggu saja di kamar biar nanti ketika kuenya sudah matang saya langsung antar ke kamar nona" ucap Maid itu kembali. Ia tidak ingin nona nya ini masak didapur, jika tuannya tau bisa bahaya.


"Gausah bi, aku mau bikin sendiri" Rara melangkahkan jalannya menuju arah kulkas dapur, ia mencoba mencari apakah bahan-bahan kue tersedia disini.


Beberapa maid mencoba agar Rara tidak mencoba-coba memasak disini, bukannya tidak memperbolehkan tapi apa Rara sudah mendapatkan izin dari Kenzo? pasalnya majikan dirumah ini tidak boleh ada yang sedikit pun bekerja. Ini sudah perintah dari tuan muda dirumah ini.


"Tapi nona, tuan Kenzo-"

__ADS_1


Rara menatap maid yang berbicara tadi tentang Kenzo. Ia tidak kepikiran jika saja tuan mudanya tau jika ia berada didapur pasti ia akan marah, tapi kan ini nyonya yang suruh lagian juga dia tidak ada pekerjaan dirumah ini.


"Aku mau bikin suprise bi buat tuan Kenzo, jadi aku milih mau bikin kue aja deh" setelah mencoba memikirkan alasan yang tepat, akhirnya ia memilih ide itu.


"Memangnya hari ini ada apa nona?" sahut salah satu maid.


Para maid disini binggung, setau mereka hari ini bukan ulang tahun tuan mudanya, lalu nonanya ini membuat kue untuk merayakan apa?


Rara mulai membawa beberapa bahan dari kulkas dan meletakannya diatas meja yang bersebelahan dengan kulkas. "Ini tanggal berapa ya?" tanya Rara.


Salah satu maid langsung menjawab. "Tanggal 21 nona"


Jawab apa lagi ya? oh iya!


"Rayain anniversary pernikahan aku yang ke 2 bulan bi" Ia hanya menjawab seadanya. Ia masih mengingat jelas tanggal pernikahannya dengan laki-laki itu dan mungkin tidak akan pernah lupa.


Para maid menganggukkan kepalanya ber-oh aja, karna memang ini tanggal pernikahan tuan mudanya bulan lalu jadi alasan Rara bisa masuk akal dipikiran mereka. Jadi para maid mempersilahkan saja nonanya ini membuat kue tapi pastinya dibantu oleh mereka juga.


Syukurlah mereka percaya


Rara melanjutkan membuat kue dengan beberapa maid yang membantunya, ia berpikir tidak ada salahnya juga membuat banyak kue? setengah untuk nyonya setengah lagi untuk Kenzo.


Tapi apa tuannya itu menyukai kue? apalagi ini kue buatan rumahan, apa dia menyukainya? Rara hanya takut pria itu alergi dengan beberapa makanan. Satu hal yang ia tidak ketahui, ia tidak tahu makanan apa yang disukai suaminya dan makanan apa yang tidak dia sukai. istri macam apa ia? tapi toh gaada pentingnya juga dihidup Rara karna pernikahan ini akan cepat terselesaikan dan Rara bisa terbebas dari sini.


Pertama-tama Rara mulai membuat adonan kuenya. Rencananya ia akan membuat kue kering rumahan saja yang simple, ia masih ingat dulu saat membuat kue lebaran bersama bibinya ketika masih tinggal di rumah papahnya dan juga mamah tirinya.


Setelah membuat adonannya bersama beberapa maid yang membantunya, lalu ia mencetak bentuk kue itu dan memasukannya kedalam oven yang sudah terlebih dahulu dipanaskan, tak lupa ia memberikan toping coklat ditengahnya agar rasanya lebih manis.


Hanya menunggu sampai kue itu mengembang mungkin membutuhkan setengah jam agar lebih matang, tadinya ia hanya akan membuat sedikit saja kuenya untuk nyonya-Lia dan suaminya-Kenzo namun sepertinya ia akan membagikannya juga pada para maid yang membantunya jadi ia membuat lebih banyak kue.


Ketika oven itu sudah berbunyi pertanda matang, akhirnya ia mengangkat kue tersebut.



Huh beres juga, enak ga ya kira-kira


Rara mencicipi kue buatannya untuk merasakan rasanya. Setelah dirasa sudah enak, ia menaruh sebagian kue tersebut ditempat kue dan mengantarkannya pada nyonyanya yang berada diruang tamu.


"Nona mau memberikannya pada nyonya?" tanya salah satu maid.


Rara mengangguk. "Iyah bi"


"Biar saya aja non, biar non Maura istirahat saja dikamar" karna tadi Rara sudah menghabiskan tenanganya di dapur jadi para maid tidak ingin sampai nona mudanya ini sakit.


"Aku aja bi gapapa" Rara melanjutkan langkahnya menuju ruang tamu dengan tangan yang membawa nampan berisi kue buatanya. Dilihat dari jauh Rara sudah merasa jika teman-teman arisan nyonya nya itu sudah berada diruang tamu, terdengar dari suara ibu-ibu yang lumayan bergema dirumah ini.


Sampai di ruang tamu, Rara meletakan kue tersebut di meja. Tapi sebelum Rara kembali berjalan menuju dapur tiba-tiba ada suara yang membuatnya cukup kaget.


"Loh kayaknya saya pernah liat wanita ini tapi dimana ya?" ucap salah satu ibu-ibu yang wajahnya sangat familiar di kepalanya.


▫▫▫▫▫▫▫▫▫


Trimksih sudah membaca❤

__ADS_1


Trimksih juga buat kalian yang suport cerita inii, semoga tidak bosen-bosen ya membaca cerita inii!🙌


__ADS_2