
Pagi harinya Rara terbangun dari tidurnya tapi kali ini berbeda. Ia tidak merasakan pelukan dipinggangnya semuanya terasa hampa, lantas ia pun melihat kesampingnya dan tidak menemukan siapa-siapa disana.
"Kemana tuan?"
Rara bangkit dari tidurnya dan melangkah menuju kamar mandi siapa tau pria itu ada di ruangan tersebut namun hasilnya nihil dia tidak mendapatkan seseorang disana.
"Apa tuan sudah berangkat? tapi ga biasanya" Rara kembali duduk di tempat tidurnya, ia masih memikirkan pria itu ada dimana.
Jam masih terbilang cukup pagi untuk pergi ke kantor, apa tuannya sengaja berangkat pagi-pagi buta begini? tapi untuk apa?
Rara kembali bangkit dari duduknya, ia mengambil handuk dan berjalan menuju kamar mandi mungkin saja tuannya ada dibawah jadi Rara memutuskan untuk mandi terlebih dahulu sebelum menuju bawah.
Setelah menyelesaikan rutinitas mandinya Rara pun keluar dan memakai pakaiannya, nanti siang ia akan mampir sebentar ke butik bagaimana pun Rara memiliki tanggung jawab disana jadi ia tidak mungkin melupakan tugasnya dan hanya mengandalkan sahabatnya-Aisyah.
Lantas Rara pun keluar dari kamar untuk menuju lantai bawah. Rumah cukup ramai oleh para maid yang berbolak-balik melaksanakan tugasnya banyak juga yang penyapa seperti biasa pada Rara dan ia pun hanya menjawab dengan senyuman dan anggukan.
Ia melihat ke-sekeliling lantai bawah disini nampak sepi tidak terlihat wujud dari suaminya, Rara inisiatif menanyakan pada salah satu maid yang melintas dihadapannya kali aja dia tau dimana Kenzo.
"Bi maaf bibi tau tuan Kenzo dimana gak?" tanya Rara pada maid dihadapannya.
Maid itu menunduk menatap nona mudanya. "Pagi-pagi saya melihat tuan sudah keluar rumah nona"
Rara terdiam. "Bibi tau dia kemana?"
Maid itu menggeleng. "Maaf non saya ga tau soalnya tuan sepertinya sedang buru-buru"
Setelah mendengar tuturan maid itu Rara pun berterimakasih dan menyuruh maid tersebut melanjutkan tugasnya.
Rara berlari kembali kekamar mencari ponselnya untuk melihat siapa tau ada notif dari tuannya tapi setelah menemukan ponselnya dan melihat layar tersebut disana tidak nampak notif atau pesan dari siapapun.
Apa tuan menemui wanita itu lagi?
Sekilas pikirannya menuju kearah wanita masa lalu tuan Kenzo, apa dia pergi untuk menemui wanita itu? atau apa? seharusnya Kenzo meminta izin terlebih dahulu padanya agar ia tidak memikirkan ini. Tapikan ini tuan Kenzo mana mungkin dia meminta izin, kadang saja muncul suka tiba-tiba tanpa bersuara.
Ia kembali turun ke lantai bawah dengan ponsel yang ia bawa disakunya, Rara berjalan menghampiri meja makan disana nampak ada mommynya dan juga Hazel yang sudah duduk di tenang di kursi meja makan tersebut.
"Sinii kaka ipar" ucap Hazel menyuruh Rara duduk disampingnya.
Rara tersenyum dan duduk disamping adik iparnya itu sedangkan Lia duduk dihadapan mereka. Rara tersenyum juga menyapa Lia yag nampak heran menatap dirinya.
"Kenzo kemana?" tanya Lia pada wanita yang ada dihadapannya-Rara.
"Em tuan pergi pagi-pagi nyonya katanya terburu-buru" ucap Rara menjelaskan apa yang dibicarakan maid tadi soal Kenzo.
Lia terheran tak biasanya anaknya pergi pagi-pagi buta begini tapi dia tidak ambil pusing jadi ia tidak menjawab menantunya itu dan melanjutkan sarapan paginya.
Setelah sarapan semuanya mulai pergi menjauh dari meja makan untuk melakukan rutinitas masing-masing dan sekarang Rara sudah siap-siap pergi ke butik, dia sudah mengirim pesan kepada suaminya untuk meminta izin tapi belum ada balasan dari Kenzo.
Aku pergi sekarang aja deh takut kesiangan
__ADS_1
Yang penting Rara sudah mengirim pesan kepada suaminya itu. Sekarang ia sudah berjalan melangkah keluar dari kamarnya menuju lantai bawah.
Rumah ini nampak seperti biasa sepi coba saja kalo ini adalah rumah milik Rara pasti dia akan mengajak anak-anak panti tinggal dirumah ini.
Ia bergerak memanggil supir untuk mengantarkannya ke butik sebelumnya dia juga meminta izin pada kepala maid takutnya nanti nyonya atau Hazel menanyakan dirinya kepala maid itu tau dia sedang kemana.
"Pak tolong anterin aku ke butik ya"
Untungnya supir yang biasa mengantar Rara ke butik sedang ada jadi dia bisa meminta bantuannya agar mengantarkan Rara ketujuan.
"Baik non"
Mobil melaju membelah padatnya jalanan ibu kota jakarta, Rara memandangi jalanan dari luar jendela ia masih memikirkan keberadaan dari suaminya itu. Entah kenapa ia menjadi khawatir jika Kenzo jauh darinya seperti merasa kehilangan mungkin? yang jelas hatinya seperti ada yang berbeda.
Lama perjalanan membuat Rara tidak sadar jika mobil yang ia tumpangi sudah sampai ditujuan.
"Sudah sampai nona" ucap supir itu.
Mendengar itu Rara pun tersadar dari lamunannya ia pun turun dari mobil itu dan berterima kasih kepada supir ber-tag dimas. Setelahnya ia menyuruh untuk supir itu pulang saja tanpa menunggunya karna mungkin Rara akan lama berada dibutik.
Ketika ia masuk kedalam butik tiba-tiba ada getaran di ponselnya, karna dirinya sedang berjalan ia memutuskan mengabaikannya dan membuka notif itu ketika dirinya sudah berada diruangannya.
"Eh mbak Rara" ucap salah satu wanita yang memakai seragam khas butik.
Rara tersenyum manis menatap temannta itu. "Eh Mawar, em Aisyah mana? ko keliatan sepi banget"
"Mbak Aisyah lagi keluar sebentar"
Wanita bernama Mawar itu menggelengkan kepalanya. "Gatau mbak"
Rara menjawab ucapan itu dengan anggukan, ia pamit pada temannya untuk menuju ruangan yang terletak diatas lebih tepatnya lantai 2.
Ceklek
Ruangan terbuka lebar, Rara melangkah masuk kedalamnya dan duduk dimeja kerjanya nampak dimeja nya masih ada beberapa gambarannya yang belum selesai. Ia menaruh tasnya dimeja dan membukanya untuk mengambil ponselnya yang tadi sempat bergetar.
Rara membuka layar ponselnya. Disana nampak ada sebuah notif segera ia melihat siapa yang mengirimnya pesan.
From: My husband❤
Iya, kau jangan pulang sore-sore.
Mff jg krna tdi pgi aku tdk mngabari mu aku ada urusan mnddk aku tdk tega membangunkan mu jdi mff kan aku.
Rara membaca pesan yang dikirim dari suaminya, ia sengaja tidak mengganti nama kontak Kenzo diponselnya takut sewaktu-waktu Kenzo memeriksa ponselnya kembali.
"Urusan mendadak apa?" gumam Rara penasaran kembali.
Tumben juga Kenzo mengetik panjang begini, walau tulisannya disingkat ia masih bisa mengerti apa yang diucapkan Kenzo.
__ADS_1
Rara menutup ponselnya tak berniat membalas, ia lebih memilih melanjutkan pekerjaannya yang harus berurusan dengan konsentrasinya.
Tangannya lihai menggambar pola dengan menggunakan pensil miliknya. Nampak kertas yang berada dibawah pensil tersebut mulai terlihat ukiran-ukiran indah.
Ini sudah menjadi hobi nya sejak kecil yaitu menggambar, Rara mencurahkan segala pikirannya didalam kertas tersebut dan pastinya hasilnya terlihat memuaskan bagi dirinya.
TokTokTok!
Pintu ruangan Rara terbuka dengan lebar menampilkan sesosok wanita cantik yang terlihat terengah-engah.
Wanita itu masuk dan berdiri dihadapan Rara yang terlihat hanya diam.
"Belum disuruh masuk malah masuk duluan seharusnya gausah diketok kalo langsung masuk" sahut Rara yang dibalas cengiran oleh Aisyah.
"Hehe maaf Ra, em kamu ngapain nyariin aku?"
Rara menatap binggung sahabatnya ini. "Siapa yang nyariin kamu?"
Karna capek berdiri Aisyah pun duduk dikursi depan meja kerja Rara. "Loh tadi kata Mawar"
"Aku cuma nanya bukan nyariin" jawab Rara dengan melanjutkan pekerjaannya.
Aisyah merubah wajahnya menjadi kesal. Tadi ia kembali kebutik dengan terburu-buru karna Mawar menyampaikan jika Rara mencarinya, padahal tadi ia sedang memesan makanan karna dirinya merasa lapar tadi makanan tersebut ia tinggal. Aisyah takut Rara mencarinya karna ada urusan penting tapi ternyata diluar ekspetasinya.
"Huh kirain ada yang mau kamu omongin Ra"
Rara menggeleng. "Engga"
"Aku lagi pesen makanan loh tadi tapi kata Mawar kamu nyariin aku jadi aku tinggalin tuh makanannya" ucap kesal Aisyah.
Rara terkekeh mendengar curhatan dari Aisyah, padahal ia tadi hanya menanyakan Aisyah dimana bukan menyuruh Aisyah menemuinya. "Mawar salah paham kali Syah, yaudah kamu balik lagi aja ke tempat makanan kamu itu nanti malah dibeli sama orang loh"
Aisyah mengangguk. "Kamu mau aku pesenin makanan juga ga?" tanya Aisyah kali aja Rara ingin memakan sesuatu.
Mendengar tawaran dari sahabatnya Rara sedikit berfikir. "Rujak kayaknya enak deh Syah"
"Rujak apa?"
"Campur deh tapi jangan pake nanas yah" ucap Rara. Kayaknya enak memakan rujak buah siang-siang begini jadi mumpung Aisyah menawarkan ingin dibelikan apa akhirnya Rara memilih rujak.
Aisyah lagi-lagi mengangguk paham, ia pun segera pamit keluar ruangan ini untuk membeli pesanannya yang tadi sempat tertinggal.
♣
"Mommy lagi apa?" tanya Hazel.
Hari ini Hazel tidak sekolah karna ia mengeluh tidak enak badan dan akhirnya Lia menyuruh agar anak itu beristirahat dirumah tapi bukannya Hazel istirahat gadis itu malah berkeliaran dirumah tidak bisa diam.
"Suttt!! nguping aja kamu"
__ADS_1
▫▫▫▫▫▫▫▫▫
Trimksih sudah membaca❤